WWW.GRUBSTER.CO | MENJUAL SEGALA PRODUK PERSIAPAN BERUMAH TANGGA SERTA JENIS KEBUTUHAN RUMAH TANGGA

souvenir pernikahan murah | grosir souvenir pernikahan murah | agen souvenir pernikahan murah | jual souvenir pernikahan | jual sofabed | Pusat Souvenir pernikahan murah |Souvenir pernikahan, Jual Souvenir Murah, Souvenir Unik, Jual Grosir Souvenir Pernikahan Murah, Undangan Pernikahan Murah, Souvenir Pernikahan Murah Dan Unik

jual souvenir pernikahan murah dan unik: Tips Menulis

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Menulis. Tampilkan semua postingan
Membiasakan Menulis Setiap Hari Dengan 750Words.Com [Review]

Membiasakan Menulis Setiap Hari Dengan 750Words.Com [Review]

Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan saya sangat manis dan powerfull untuk melatih kemampuan menulis dan membiasakan diri untuk menulis setiap hari. Apa nama situsnya dan bagaimana bisa? Berikut akan saya coba jelaskan kenapa dan bagaimananya, tentunya bersumber dari pengalaman pribadi. Adapun situs yang saya maksud ialah 750Words.com.

Awal mula saya mengenal situs ini ialah dari hasil baca-baca perihal tips menulis di Internet. Saya lupa lagi di mana saya menemukannya hingga kesudahannya diarahkan untuk mencoba  / merasakan situs ini bila ingin melatih diri biar bisa menulis setiap hari. "Wah, menarik juga nih sepertinya", pikir saya.

Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]

Dengan membaca sedikit penjelasannya, sayapun mulai membuka situs tersebut. Dan kesan pertama yang saya sanggup sesudah melihat tampilan situsnya, WOW sangat simpel alias sederhana, yummy dipandang, dan tentunya tidak banyak hiasan pernah-pernik yang bikin pedih di mata. Selain itu, ternyata situs ini cukup responsive, selain bisa dibuka via desktop, juga bisa via mobile Smartphone. Sehingga teman bisa dengan gampang merampungkan 750 kata tanpa harus menulis di Laptop atau komputer.

Adapun sosok di balik terlahirnya situs ini ialah sepasang suami istri yang berasal dari Berkeley, California yang punya passion dan harapan untuk berkontribusi memajukan bidang kepenulisan, yakni berjulukan Buster dan Kellianne. Dalam mendirikan situs ini, mereka terinspirasi oleh konsep yang berjulukan "Morning Pages" yang dijelaskan dalam bukunya Julia Cameron, yang berjudul "The Artist's Day". Konsep tersebut secara sederhana mengajarkan kita untuk setidaknya menulis sebanyak 3 halaman setiap paginya. Apa yang ditulis? Bebas.. ya silakan tulis sebebas-bebasnya (free writing). Buster menyebut bahwa konsep Free Writing ini bisa berefek lebih baik daripada meditasi dalam pemulihan kesehatan. Wow..luar biasa, bukan?!

Sampai dikala ini sudah lebih dari 300 ribu orang yang sign up (mendaftar) di situs 750words.com ini.

Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]

Ketentuan Penggunaan

Tagline dari situs ini sendiri ialah berbunyi "750Words.com - Write Every day". Sudah terang bahwa tujuan dari dibentuknya situs ini ialah sebagai wadah untuk melatih diri biar terbiasa menulis setiap hari. Adapun alasan kenapa harus menulis setiap hari, terlebih menulis di blog bisa teman baca di artikel yang berjudul 7 manfaat kasatmata menulis artikel setiap hari.

Dan sesuai nama domainnya, goresan pena yang dibuat setiap hari tersebut harus setidaknya memuat 750 kata di dalamnya. Kenapa harus 750 kata? Dari klarifikasi singkat di Home page nya, disebutkan bahwa alasannya, kurang lebih yaitu kerena 750 kata merupakan bilangan yang dirasa paling ideal untuk mengatahui telah seberapa padatkah goresan pena yang telah kita tuliskan. Dengan 750 kata rata-rata dirasa sudah bisa cukup mengcover secara detail setiap pembahasan yang akan dituangkan pada sebuah tema tulisan. Ini juga bersama-sama bisa dijadikan pola dalam penulisan artikel di blog, sebisa mungkin dibuat minimal 750 kata.

Dalam prakteknya, tentu teman juga tidak perlu menghitung manual atau memakai aplikasi pihak ketiga untuk mengetahui jumlah kata yang sudah ditulis. Cukup dengan melihat ke arah bawah sebelah kanan, di sana akan ada counter / penghitung kata yang secara terus menerus menghitung setiap kata yang ditulis atau pun dihapus. Tampilannya adalahs menyerupai di bawah ini (Akan terlihat bila sudah buat akun dan login)
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]

Oke, Inti perihal ketentuannya sudah dimengerti ya. Yakni menulis setiap hari dengan minimal memuat 750 kata di setiap tulisannya.

How it Works? - Cara kerja 750words.com

Sekarang kita masuk ke kerja dari situs ini. Bagaimana cara situs ini dalam melaksanakan tracking atau pelacakan bahwa kita telah berhasil menulis sejumlah 750 kata dan dilakukan setiap hari. Sebenarnya bila teman sudah menciptakan akun di 750Words.com akan bisa eksklusif mengerti bagaimana cara kerjanya. Tapi tak apa, di sini saya akan coba kasih sedikit penjelasan.

Btw, untuk membuka akun di 750words.com sangatlah mudah, cukup input nama lengkap dan email juga password yang dipakai untuk login ke akun 750words.com.
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]
Maka tanpa melaksanakan verifikasi email pun, teman akan diantarkan ke halaman entry di mana nanti teman akan mulai menulis. Tampilannya ialah kurang lebih menyerupai ini.
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]


Nah sesudah menciptakan akun dan login, maka akan tampil sejumlah formasi kotak berwarna hijau sejumlah kurang lebih 31 kotak. Nah kotak-kotak tersebut yang akan jadi penanda / tracker sejauh mana kita telah menulis, sekonsisten apa kita telah menulis. 31 berarti 31 hari yang merupakan jumlah hari maksimal dalam sebulan. Setiap kita berhasil merampungkan 750 kata dalam sehari, maka satu kotak tersebut akan berubah symbolnya menjadi ada tanda Cross / Silang hijau.
 
Dan di sini kita ditantang untuk mengisi secara full kotak tersebut hingga penuh. Yang mana hal tersebut bisa dilakukan dengan kita menulis setiap hari di situ. Berikut ialah tampilannya bila berhasil merampungkan menulis rutin selama sebulan penuh setiap hari, tanpa putus, tanpa setengah-setengah.
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]
Bukan punya saya

Secara psikologis, fitur Cross / silang tersebut berdasarkan saya cukup baik dalam memperlihatkan motivasi menulis bagi diri sendiri. Dengan menyerupai itu, setidaknya ada sedikit dorongan dalam diri untuk merampungkan misi menulis setiap hari, alasannya bila sehari saja bolos menulis, maka kotaknya akan blank alias kosong. Atau bila menulis tapi tidak hingga 750 kata, maka kotaknya akan bermetamorfosis tanda garis miring (/) bila disave. Seperti terlihat di bawah ini.

Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]
Memang tidak ada hukumannya bila kotaknya kososng. Tapi tentunya bila sudah mendaftar, sebisa mungkin kita selesaikan misi setiap harinya untuk setiap kotak bermetamorfosis tanda Silang hijau.

Melatih diri untuk impulsif dalam menulis dengan 750words.com
Salah satu tips menulis yang juga saya posting di artikel lain yakni perihal menulis mengalir tanpa banyak memikirkan duduk perkara teknis ini itu. Ya sejatinya menulis itu harus memakai otak kanan yang impulsif dan mengalir, tidak perlu memikirkan benar tidaknya sebuah ejaan atau tanda baca, yummy tidaknya sebuah kalimat, tulis saja dulu. Karena toh nantinya ada kiprah si otak kiri yang kritis untuk membenarkan atau mengedit setiap kesalahan yang ada.

Kaprikornus fungsi otak kanan dan otak kiri tersebut harus dipisahkan, terlebih dalam aktivitas menulis. Akan tidak gampang menghasilkan goresan pena yang banyak bila dikala menulis, kita juga disibukkan dengan aktivitas mengedit. Itu aktivitas yang berbeda dan jangan disatukan.

Nah di 750Words.com ini, kita juga perlu menerapkan cara menyerupai itu. Mengalirlah dalam menulis, buatlah jari-jari Anda menari di atas keyboard untuk membentuk rangkaian goresan pena yang otak kanan Anda ucapkan.

Menulis di platform 750Words.com bukanlah aktivitas Blogging (Ngeblog) atau Status Updating (update status di Social media). Kaprikornus tidak perlu ragu dan minder dengan apa yang kita tulis, toh tidak akan ada yang tahu juga. Seperti slogan yang selalu hadir di bab bawah, yaitu 750 Words – Private, unfiltered, spontaneous, daily .

Kaprikornus selain sifatnya yang private, tulisannya juga bebas filter (unfiltered), artinya tidak akan ada yang menyaring goresan pena sobat. Spontaneous artinya menyerupai dikatakan tadi, di platform ini kita dianjurkan untuk sespontan mungkin dalam menulis sehingga tercapai minimal 750 kata sekalipun 750 kata tersebut mungkin masih jelek. tidak apa-apa, masih bisa diedit kok. Dan terakhir yang jadi utama ialah 'daily', yakni dilakukan secara rutin setiap hari.

Pricing / Harga

Sudah cukup nampaknya bicara soal teknis dan ketentuan penggunaan situs 750words di atas, kini kita sedikit membahas perihal pricing / harga dari layanan situs ini.

Yang perlu teman tahu, bahwa pada kurang lebih 4 tahun kemunculannya yakni semenjak December 2009 hingga dengan Mei 2013, situs ini sepenuhnya gratis dan bisa dipakai sepuasnya oleh para membernya. Namun alasannya semakin berkembangnya situs, semakin situs itu memerlukan pinjaman / support untuk tetap mempertahankan atau meningkatkan layanannya. Dan terhitung dari Juni 2013 hingga sekarang, keanggotaan 750words.com hanya gratis pada satu bulan pertama. Untuk tetap menikmati layanan ini di bulan berikutnya, teman harus menjadi member dengan membayar biaya keanggotaan senilai $5 saja tiap bulannya (bisa berhenti berlangganan kapan saja).

Adapun bersama-sama bila teman menginginkan secara gratis terus menerus bisa saja, tinggal daftar ulang memakai email yang berbeda.

Writing Challenge

Setiap bulan 750Words.com juga selalu memperlihatkan challenge bagi para membernya untuk konsisten menulis setiap hari selama sebulan penuh. Targetnya jelas, yakni harus memenuhi semua kotak dengan tanda X hijau. Jika ada yang bolong satu hari saja, maka dinyatakan gagal dan akan ada sejenis punishment bagi member yang ditentukan di awal oleh member itu sendiri, semisal membayar kontribusi senilai sekian dollar dan lain-lain atau melaksanakan hal-hal lain sebagai punishment / eksekusi diri sendiri.

Pun sebaliknya bila teman berhasil merampungkan tantangan dan berhasil konsisten menulis selama sebulan full, maka teman bisa memanjakan diri teman dengan aneka macam hal sebagai hadiah.

Challenge ini ada setiap bulan dan bila ingin ikut serta, harus melaksanakan sign up terlebih dahulu di bulan sebelumnya. Misal kini bulan juli, maka kita bisa melaksanakan sign up untuk tantangan bulan Agustus depan. Caranya cukup dengan mengklik tombol "THIS MONTH" kemudian pilih Next month challenge. Dan isilah form / surat perjanjian kontrak menyerupai tampak berikut ini
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]

Bagaimana? Tertarik untuk ikuti tantangannya??

***

Nah, barang kali cukup sharing / review saya perihal situs 750words.com. Sebenarnya masih banyak yang bisa dibahas, misal perihal statistik penulisan yang teman lakukan, berapa kata yang diketikkan dalam satu menit, serta perihal indikator yang memperlihatkan sikap teman dikala menulis, bisa dilacak di situs ini melalui sajian / tombol View Stats yang terletak di sebelah atas halaman entry. Silakan bereksplorasi dan menjelajah lebih dalam perihal segala fitur dari situs 750words.com ini.

Sekian, semoga bermanfat. Terima kasih. Kalau ada yang mau menambahkan, silakan bisa sampaikan di kolom komentar di bawah ini ya. Salam.
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan saya sangat manis dan powerfull untuk melatih kemampuan menulis dan membiasakan diri untuk menulis setiap hari. Apa nama situsnya dan bagaimana bisa? Berikut akan saya coba jelaskan kenapa dan bagaimananya, tentunya bersumber dari pengalaman pribadi. Adapun situs yang saya maksud ialah 750Words.com.

Awal mula saya mengenal situs ini ialah dari hasil baca-baca perihal tips menulis di Internet. Saya lupa lagi di mana saya menemukannya hingga kesudahannya diarahkan untuk mencoba  / merasakan situs ini bila ingin melatih diri biar bisa menulis setiap hari. "Wah, menarik juga nih sepertinya", pikir saya.

Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]

Dengan membaca sedikit penjelasannya, sayapun mulai membuka situs tersebut. Dan kesan pertama yang saya sanggup sesudah melihat tampilan situsnya, WOW sangat simpel alias sederhana, yummy dipandang, dan tentunya tidak banyak hiasan pernah-pernik yang bikin pedih di mata. Selain itu, ternyata situs ini cukup responsive, selain bisa dibuka via desktop, juga bisa via mobile Smartphone. Sehingga teman bisa dengan gampang merampungkan 750 kata tanpa harus menulis di Laptop atau komputer.

Adapun sosok di balik terlahirnya situs ini ialah sepasang suami istri yang berasal dari Berkeley, California yang punya passion dan harapan untuk berkontribusi memajukan bidang kepenulisan, yakni berjulukan Buster dan Kellianne. Dalam mendirikan situs ini, mereka terinspirasi oleh konsep yang berjulukan "Morning Pages" yang dijelaskan dalam bukunya Julia Cameron, yang berjudul "The Artist's Day". Konsep tersebut secara sederhana mengajarkan kita untuk setidaknya menulis sebanyak 3 halaman setiap paginya. Apa yang ditulis? Bebas.. ya silakan tulis sebebas-bebasnya (free writing). Buster menyebut bahwa konsep Free Writing ini bisa berefek lebih baik daripada meditasi dalam pemulihan kesehatan. Wow..luar biasa, bukan?!

Sampai dikala ini sudah lebih dari 300 ribu orang yang sign up (mendaftar) di situs 750words.com ini.

Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]

Ketentuan Penggunaan

Tagline dari situs ini sendiri ialah berbunyi "750Words.com - Write Every day". Sudah terang bahwa tujuan dari dibentuknya situs ini ialah sebagai wadah untuk melatih diri biar terbiasa menulis setiap hari. Adapun alasan kenapa harus menulis setiap hari, terlebih menulis di blog bisa teman baca di artikel yang berjudul 7 manfaat kasatmata menulis artikel setiap hari.

Dan sesuai nama domainnya, goresan pena yang dibuat setiap hari tersebut harus setidaknya memuat 750 kata di dalamnya. Kenapa harus 750 kata? Dari klarifikasi singkat di Home page nya, disebutkan bahwa alasannya, kurang lebih yaitu kerena 750 kata merupakan bilangan yang dirasa paling ideal untuk mengatahui telah seberapa padatkah goresan pena yang telah kita tuliskan. Dengan 750 kata rata-rata dirasa sudah bisa cukup mengcover secara detail setiap pembahasan yang akan dituangkan pada sebuah tema tulisan. Ini juga bersama-sama bisa dijadikan pola dalam penulisan artikel di blog, sebisa mungkin dibuat minimal 750 kata.

Dalam prakteknya, tentu teman juga tidak perlu menghitung manual atau memakai aplikasi pihak ketiga untuk mengetahui jumlah kata yang sudah ditulis. Cukup dengan melihat ke arah bawah sebelah kanan, di sana akan ada counter / penghitung kata yang secara terus menerus menghitung setiap kata yang ditulis atau pun dihapus. Tampilannya adalahs menyerupai di bawah ini (Akan terlihat bila sudah buat akun dan login)
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]

Oke, Inti perihal ketentuannya sudah dimengerti ya. Yakni menulis setiap hari dengan minimal memuat 750 kata di setiap tulisannya.

How it Works? - Cara kerja 750words.com

Sekarang kita masuk ke kerja dari situs ini. Bagaimana cara situs ini dalam melaksanakan tracking atau pelacakan bahwa kita telah berhasil menulis sejumlah 750 kata dan dilakukan setiap hari. Sebenarnya bila teman sudah menciptakan akun di 750Words.com akan bisa eksklusif mengerti bagaimana cara kerjanya. Tapi tak apa, di sini saya akan coba kasih sedikit penjelasan.

Btw, untuk membuka akun di 750words.com sangatlah mudah, cukup input nama lengkap dan email juga password yang dipakai untuk login ke akun 750words.com.
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]
Maka tanpa melaksanakan verifikasi email pun, teman akan diantarkan ke halaman entry di mana nanti teman akan mulai menulis. Tampilannya ialah kurang lebih menyerupai ini.
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]


Nah sesudah menciptakan akun dan login, maka akan tampil sejumlah formasi kotak berwarna hijau sejumlah kurang lebih 31 kotak. Nah kotak-kotak tersebut yang akan jadi penanda / tracker sejauh mana kita telah menulis, sekonsisten apa kita telah menulis. 31 berarti 31 hari yang merupakan jumlah hari maksimal dalam sebulan. Setiap kita berhasil merampungkan 750 kata dalam sehari, maka satu kotak tersebut akan berubah symbolnya menjadi ada tanda Cross / Silang hijau.
 
Dan di sini kita ditantang untuk mengisi secara full kotak tersebut hingga penuh. Yang mana hal tersebut bisa dilakukan dengan kita menulis setiap hari di situ. Berikut ialah tampilannya bila berhasil merampungkan menulis rutin selama sebulan penuh setiap hari, tanpa putus, tanpa setengah-setengah.
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]
Bukan punya saya

Secara psikologis, fitur Cross / silang tersebut berdasarkan saya cukup baik dalam memperlihatkan motivasi menulis bagi diri sendiri. Dengan menyerupai itu, setidaknya ada sedikit dorongan dalam diri untuk merampungkan misi menulis setiap hari, alasannya bila sehari saja bolos menulis, maka kotaknya akan blank alias kosong. Atau bila menulis tapi tidak hingga 750 kata, maka kotaknya akan bermetamorfosis tanda garis miring (/) bila disave. Seperti terlihat di bawah ini.

Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]
Memang tidak ada hukumannya bila kotaknya kososng. Tapi tentunya bila sudah mendaftar, sebisa mungkin kita selesaikan misi setiap harinya untuk setiap kotak bermetamorfosis tanda Silang hijau.

Melatih diri untuk impulsif dalam menulis dengan 750words.com
Salah satu tips menulis yang juga saya posting di artikel lain yakni perihal menulis mengalir tanpa banyak memikirkan duduk perkara teknis ini itu. Ya sejatinya menulis itu harus memakai otak kanan yang impulsif dan mengalir, tidak perlu memikirkan benar tidaknya sebuah ejaan atau tanda baca, yummy tidaknya sebuah kalimat, tulis saja dulu. Karena toh nantinya ada kiprah si otak kiri yang kritis untuk membenarkan atau mengedit setiap kesalahan yang ada.

Kaprikornus fungsi otak kanan dan otak kiri tersebut harus dipisahkan, terlebih dalam aktivitas menulis. Akan tidak gampang menghasilkan goresan pena yang banyak bila dikala menulis, kita juga disibukkan dengan aktivitas mengedit. Itu aktivitas yang berbeda dan jangan disatukan.

Nah di 750Words.com ini, kita juga perlu menerapkan cara menyerupai itu. Mengalirlah dalam menulis, buatlah jari-jari Anda menari di atas keyboard untuk membentuk rangkaian goresan pena yang otak kanan Anda ucapkan.

Menulis di platform 750Words.com bukanlah aktivitas Blogging (Ngeblog) atau Status Updating (update status di Social media). Kaprikornus tidak perlu ragu dan minder dengan apa yang kita tulis, toh tidak akan ada yang tahu juga. Seperti slogan yang selalu hadir di bab bawah, yaitu 750 Words – Private, unfiltered, spontaneous, daily .

Kaprikornus selain sifatnya yang private, tulisannya juga bebas filter (unfiltered), artinya tidak akan ada yang menyaring goresan pena sobat. Spontaneous artinya menyerupai dikatakan tadi, di platform ini kita dianjurkan untuk sespontan mungkin dalam menulis sehingga tercapai minimal 750 kata sekalipun 750 kata tersebut mungkin masih jelek. tidak apa-apa, masih bisa diedit kok. Dan terakhir yang jadi utama ialah 'daily', yakni dilakukan secara rutin setiap hari.

Pricing / Harga

Sudah cukup nampaknya bicara soal teknis dan ketentuan penggunaan situs 750words di atas, kini kita sedikit membahas perihal pricing / harga dari layanan situs ini.

Yang perlu teman tahu, bahwa pada kurang lebih 4 tahun kemunculannya yakni semenjak December 2009 hingga dengan Mei 2013, situs ini sepenuhnya gratis dan bisa dipakai sepuasnya oleh para membernya. Namun alasannya semakin berkembangnya situs, semakin situs itu memerlukan pinjaman / support untuk tetap mempertahankan atau meningkatkan layanannya. Dan terhitung dari Juni 2013 hingga sekarang, keanggotaan 750words.com hanya gratis pada satu bulan pertama. Untuk tetap menikmati layanan ini di bulan berikutnya, teman harus menjadi member dengan membayar biaya keanggotaan senilai $5 saja tiap bulannya (bisa berhenti berlangganan kapan saja).

Adapun bersama-sama bila teman menginginkan secara gratis terus menerus bisa saja, tinggal daftar ulang memakai email yang berbeda.

Writing Challenge

Setiap bulan 750Words.com juga selalu memperlihatkan challenge bagi para membernya untuk konsisten menulis setiap hari selama sebulan penuh. Targetnya jelas, yakni harus memenuhi semua kotak dengan tanda X hijau. Jika ada yang bolong satu hari saja, maka dinyatakan gagal dan akan ada sejenis punishment bagi member yang ditentukan di awal oleh member itu sendiri, semisal membayar kontribusi senilai sekian dollar dan lain-lain atau melaksanakan hal-hal lain sebagai punishment / eksekusi diri sendiri.

Pun sebaliknya bila teman berhasil merampungkan tantangan dan berhasil konsisten menulis selama sebulan full, maka teman bisa memanjakan diri teman dengan aneka macam hal sebagai hadiah.

Challenge ini ada setiap bulan dan bila ingin ikut serta, harus melaksanakan sign up terlebih dahulu di bulan sebelumnya. Misal kini bulan juli, maka kita bisa melaksanakan sign up untuk tantangan bulan Agustus depan. Caranya cukup dengan mengklik tombol "THIS MONTH" kemudian pilih Next month challenge. Dan isilah form / surat perjanjian kontrak menyerupai tampak berikut ini
Kali ini saya akan menyajikan sebuah review alakadarnya perihal sebuah situs yang berdasarkan  Membiasakan Menulis Setiap Hari dengan 750Words.com [Review]

Bagaimana? Tertarik untuk ikuti tantangannya??

***

Nah, barang kali cukup sharing / review saya perihal situs 750words.com. Sebenarnya masih banyak yang bisa dibahas, misal perihal statistik penulisan yang teman lakukan, berapa kata yang diketikkan dalam satu menit, serta perihal indikator yang memperlihatkan sikap teman dikala menulis, bisa dilacak di situs ini melalui sajian / tombol View Stats yang terletak di sebelah atas halaman entry. Silakan bereksplorasi dan menjelajah lebih dalam perihal segala fitur dari situs 750words.com ini.

Sekian, semoga bermanfat. Terima kasih. Kalau ada yang mau menambahkan, silakan bisa sampaikan di kolom komentar di bawah ini ya. Salam.
Membiasakan Menulis Setiap Hari Dengan 750Words.Com [Review]
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiz7aJU3m4gqKHJDcst7jIhB-b_mGu9XflhjvXoUyf3H4b6u-CxFAej7s_8LPWoAn0BprUeJOBc3MQjZHczjVAa_b2-npMRNFyFCqpqsoo3yU3OAx21m3B-3EqaPUWO3pjcdeueU_R3Mxc/s72-c/750wordsdotcom+copy.png
View detail
Belajar Menulis Mengalir, Hindari Tombol Backspace

Belajar Menulis Mengalir, Hindari Tombol Backspace

Bismillahirrahmanirrahiim. Selamat malam sahabat blog Indravedia.com, di artikel kali ini saya ingin membahas satu tips dalam menulis yang sanggup dibilang cukup sederhana tapi kalau diterapkan akan sangat powerful, yakni dengan menghindari atau setidaknya meminimalkan menekan tombol backspace ketika mengetik / menulis.

Anda tahu tombol backspace itu untuk apa kan? Ya benar, untuk menghapus goresan pena yang telah kita ketik. Kenapa kita harus menghindari menekan tombol backspace ketika menulis dengan keyboard? Ini bersahabat kaitannya dengan produktifitas. Dengan menghindari atau setidaknya meminimalkan penghapusan,  maka kita sanggup menghasilkan lebih banyak goresan pena tanpa banyak membuang waktu.

Pernahkah sahabat merasa buntu ketika ingin menuangkan pikiran ke dalam bentuk tulisan. Bingung, mau dari mana dulu atau gundah kalimat pembuka menyerupai apa yang harus di tulis. Kemudian sahabat mencoba menuliskan kata-kata, tapi kemudian dihapus lagi, tulis lagi, hapus lagi alasannya dirasa kurang yummy dibaca. Belum hingga satu baris, kalimat eksklusif dihapus begitu saja, mengulang lagi dan lagi, hapus lagi, hingga akkhirnya anda buntu dan tidak jadi menghasilkan satu paragraf pun.

Setidaknya saya sendiri mengakui bahwa apa yang saya tuliskan di atas itu benar adanya, alasannya saya juga sering mengalaminya. Dengan menekan tombol backspace dan menghapus apa yang telah kita tulis, bahwasanya kita menyerupai secara tidak eksklusif telah melemahkan kinerja berpikir otak kita dalam merangkai kalimat.

Menulis itu tidak lain hanya upaya untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan. Dan cara terbaik untuk menulis ialah dengan menulis mengalir apa adanya mengikuti apa yang ada dalam pikiran. Tanpa perlu pusing dulu alasannya banyak typo atau salah dalam penulisan kata, atau kalimatnya yang tidak yummy dibaca, atau memperhatikan jumlah kaliat dalam sebuah paragraf. Lupakan dulu. Semua itu akan sanggup dengan gampang kita lakukan di tahap editing.

Makara inilah pentingnya memisahkan antara aktivitas menulis itu sendiri dengan aktivitas mengedit. Menulis dan mengedit ialah aktivitas yang sanggup dibilang jauh berbeda. Menulis harus andalkan otak kanan, apa yang terlintas dalam pikiran tuliskan saja tanpa perlu banyak mikir balasannya akan manis atau jelek. Dan poleslah / perbaiki selanjutnya dengan tugas otak kiri di tahap editing atau penyuntingan.

Dengan mengikuti cara di atas, memisahkan aktivitas menulis dan mengedit, dengan salah satunya berusaha untuk menghindari menekan tombol backspace, maka produktifitas menulis kita akan dengan cepat meningkat. Anda akan menghasilkan lebih banyak goresan pena dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Makara belajarlah menulis dengan gaya mengalir menyerupai air, mengikuti apa yang kita pikirkan. Tanpa banyak mikir, tanpa banyak kritik goresan pena sendiri. Tak ubahnya menyerupai sedang berbicara, tidak perlu memikirkan dulu kalimatnya supaya tepat dulu gres bicara, uh sungguh niscaya akan memakan banyak waktu terbuah sia-sia. Ucapkan saja atau dalam hal ini, tuliskan saja. Jika ada yang salah tinggal edit dan poles sebelum dipublish. Simple.

Satu lagi tips yang mungkin sanggup membantu sahabat dalam menulis demi mendukung cara di atas ialah dengan terlebih dahulu menyetel warna font menjadi sama dengan warna background pada halaman entri, misal dibentuk putih. Sehingga ketika mengetikkan tulsan di keyboard tidak akan terlihat abjad yang muncul, alasannya tersamarkan sehabis diganti wana abjad dengan warna background. Dengan cara menyerupai ini, anda sanggup dengan mengalir menuliskan apa yang adna pikirkan, tanpa memikirkan akan banyak salahnya. Tulislah mengalir, minimal di 10 menit pertama. Sekali lagi hindari dan jangan tekan tombol backspace atau delete. Jangan biarkan otak kita berhenti terlalu usang dan waktu menjadi tidak efektif alasannya seringnya kita hapus dan tulis ulang kalimat yang kita ketik.

Barulah nanti kalau diarasa sudah beres nulisnya, ubah lagi warna font nya menjadi warna hitam kembali. Dan lihatlah hasilnya, mungkin akan banyak kata yan typo dna kalimat yang kurang yummy dibaca. Tapi tidak apa-apa kan masih sanggup diedit sebelum dipositing.
Bismillahirrahmanirrahiim. Selamat malam sahabat blog Indravedia.com, di artikel kali ini saya ingin membahas satu tips dalam menulis yang sanggup dibilang cukup sederhana tapi kalau diterapkan akan sangat powerful, yakni dengan menghindari atau setidaknya meminimalkan menekan tombol backspace ketika mengetik / menulis.

Anda tahu tombol backspace itu untuk apa kan? Ya benar, untuk menghapus goresan pena yang telah kita ketik. Kenapa kita harus menghindari menekan tombol backspace ketika menulis dengan keyboard? Ini bersahabat kaitannya dengan produktifitas. Dengan menghindari atau setidaknya meminimalkan penghapusan,  maka kita sanggup menghasilkan lebih banyak goresan pena tanpa banyak membuang waktu.

Pernahkah sahabat merasa buntu ketika ingin menuangkan pikiran ke dalam bentuk tulisan. Bingung, mau dari mana dulu atau gundah kalimat pembuka menyerupai apa yang harus di tulis. Kemudian sahabat mencoba menuliskan kata-kata, tapi kemudian dihapus lagi, tulis lagi, hapus lagi alasannya dirasa kurang yummy dibaca. Belum hingga satu baris, kalimat eksklusif dihapus begitu saja, mengulang lagi dan lagi, hapus lagi, hingga akkhirnya anda buntu dan tidak jadi menghasilkan satu paragraf pun.

Setidaknya saya sendiri mengakui bahwa apa yang saya tuliskan di atas itu benar adanya, alasannya saya juga sering mengalaminya. Dengan menekan tombol backspace dan menghapus apa yang telah kita tulis, bahwasanya kita menyerupai secara tidak eksklusif telah melemahkan kinerja berpikir otak kita dalam merangkai kalimat.

Menulis itu tidak lain hanya upaya untuk menuangkan apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan. Dan cara terbaik untuk menulis ialah dengan menulis mengalir apa adanya mengikuti apa yang ada dalam pikiran. Tanpa perlu pusing dulu alasannya banyak typo atau salah dalam penulisan kata, atau kalimatnya yang tidak yummy dibaca, atau memperhatikan jumlah kaliat dalam sebuah paragraf. Lupakan dulu. Semua itu akan sanggup dengan gampang kita lakukan di tahap editing.

Makara inilah pentingnya memisahkan antara aktivitas menulis itu sendiri dengan aktivitas mengedit. Menulis dan mengedit ialah aktivitas yang sanggup dibilang jauh berbeda. Menulis harus andalkan otak kanan, apa yang terlintas dalam pikiran tuliskan saja tanpa perlu banyak mikir balasannya akan manis atau jelek. Dan poleslah / perbaiki selanjutnya dengan tugas otak kiri di tahap editing atau penyuntingan.

Dengan mengikuti cara di atas, memisahkan aktivitas menulis dan mengedit, dengan salah satunya berusaha untuk menghindari menekan tombol backspace, maka produktifitas menulis kita akan dengan cepat meningkat. Anda akan menghasilkan lebih banyak goresan pena dalam waktu yang relatif lebih singkat.

Makara belajarlah menulis dengan gaya mengalir menyerupai air, mengikuti apa yang kita pikirkan. Tanpa banyak mikir, tanpa banyak kritik goresan pena sendiri. Tak ubahnya menyerupai sedang berbicara, tidak perlu memikirkan dulu kalimatnya supaya tepat dulu gres bicara, uh sungguh niscaya akan memakan banyak waktu terbuah sia-sia. Ucapkan saja atau dalam hal ini, tuliskan saja. Jika ada yang salah tinggal edit dan poles sebelum dipublish. Simple.

Satu lagi tips yang mungkin sanggup membantu sahabat dalam menulis demi mendukung cara di atas ialah dengan terlebih dahulu menyetel warna font menjadi sama dengan warna background pada halaman entri, misal dibentuk putih. Sehingga ketika mengetikkan tulsan di keyboard tidak akan terlihat abjad yang muncul, alasannya tersamarkan sehabis diganti wana abjad dengan warna background. Dengan cara menyerupai ini, anda sanggup dengan mengalir menuliskan apa yang adna pikirkan, tanpa memikirkan akan banyak salahnya. Tulislah mengalir, minimal di 10 menit pertama. Sekali lagi hindari dan jangan tekan tombol backspace atau delete. Jangan biarkan otak kita berhenti terlalu usang dan waktu menjadi tidak efektif alasannya seringnya kita hapus dan tulis ulang kalimat yang kita ketik.

Barulah nanti kalau diarasa sudah beres nulisnya, ubah lagi warna font nya menjadi warna hitam kembali. Dan lihatlah hasilnya, mungkin akan banyak kata yan typo dna kalimat yang kurang yummy dibaca. Tapi tidak apa-apa kan masih sanggup diedit sebelum dipositing.
Belajar Menulis Mengalir, Hindari Tombol Backspace
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhruO8x-HZDD7UwU6NH3KiGLxmToDi516ci4EBK7whdXrI9XaCCSUQUSbHmgfiy7RO9sK-BsudmWiNXBVUlndzlz6IjEbZlnQbHkHJnlUSAKBVfCgQhf8ORzD-6-uUWVw5y4AHhXH2Xm3g/s72-c/backspace.jpg
View detail
Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis?

Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis?

Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis? Sudah banyak dijelaskan di banyak artikel dan panduan / ebook perihal tips menulis, sebetulnya "Menulis" yaitu sebuah skill yang harus terus selalu dilatih secara konsisten semoga menghasilkan goresan pena yang berkualitas dan yummy dibaca tentunya.

Idealnya konsisten yang dimaksud yaitu setiap hari. Makara menulis setiap hari yaitu sebuah pilihan mutlak untuk kita yang gres berguru menulis dan semoga bisa mempunyai kemampuan menulis yang baik. Dengan menulis setiap hari, maka pikiran dan jari-jari kita akan terlatih untuk bisa menulis secara produktif. Bisa menghasilkan goresan pena dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat.

Namun pada kenyataannya, untuk ukuran seorang penulis atau blogger pemula, menulis setiap hari itu sangatlah susah alias sulit. Bahkan mungkin akan menciptakan kita serasa tersiksa sebab dituntut untuk bisa menghasilkan goresan pena setiap harinya. Ya tapi begitulah seharusnya, tidak ada jalan lain. No Pain No Gain kan ya.

Tidak ada yang instan di dunia ini, mie instan pun perlu direbus dulu. Begitupun dengan kemampuan menulis. Tidak mungkin dan sangat tidak mungkin untuk bisa menjadi penulis handal dalam waktu singkat dengan hanya sedikit latihan. Tengok saja mereka, para penulis best seller, pastinya mereka juga berjuang dulu dan membentuk jam terbang yang tinggi di awal dalam membentuk kemampuan menulisnya.

Pada kebanyakan kasus, alasan seorang penulis pemula mengalami kesulitan dalam mempertahankan konsistensi menulisnya yaitu tidak adanya wangsit untuk ditulis / kehabisan ide. Ini juga yang sering saya alami.

Ya saya sendiri menyadari bahwa wangsit untuk ditulis itu sangat banyak dan tersebar di sekitar kita, tinggal kitanya saja yang harus peka. Tapi tetap saja walau sudah tahu bahwa wangsit itu banyak, masih suka gundah wangsit mana yang mau diambil untuk kemudian diangkat menjadi sebuah tulisan.

Hingga kesudahannya sayapun menyadari, masalahnya bukan semata-mata dari kehabisan ide, melainkan sebab kitanya yang terlalu banyak mikir.

Ya..Kebanyakan Mikir. Konteks istilah tersebut memang dalam banyak hal cenderung bermakna agak kurang baik. Mikirnya banyak tapi aksinya kurang, sehingga tidak produktif. Bukannya menghasilkan, yang ada malah tambah mumet sebab mikirnya kebanyakan.

Makara kini jelas, paham apa yang harus kita pegang untuk bisa menghasilkan goresan pena secara konsisten. Ya betul. JANGAN KEBANYAKAN MIKIR, TULIS SAJA DULU.

Apa yang bisa kita tulis? Banyak. Namun secara garis besar, bisa kita kelompokkan bahan-bahan goresan pena itu ke dalam 4 hal berdasarkan topik. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya.
Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis?
commons.wikimedia.org

1. Menuliskan hal yang Dialami

Ini yaitu topik yang paling simpel untuk ditulis, sebab bersumber dari pengalaman langsung pastinya. Makara kita sudah tahu seluk-beluknya, tinggal bagaimana kita menuangkannya dalam bentuk tulisan. Hal yang dialami tersebut tentunya bisa macam-macam dan aneka macam tergantung pengalaman langsung masing-masing. Kita bisa menuliskan dari mulai pengalaman paling sederhana sampai pengalaman yang cukup kompleks, menyerupai pengalaman liburan ke pantai, pengalaman ketipu dan lain sebagainya.

Jadikan apa yang kita alami sebagai materi bakar kita untuk bisa terus menulis setiap hari. Tidak peduli nantinya ada yang baca atau tidak, atau mungkin dikomentari negatif sebab tulisannya jelek. Tidak usah pikirkan itu, sebab fokus kita di awal ini hanya untuk melatih membiasakan diri menulis dan menumbuhkan kecintaan terhadapnya. Makara jangan ragu untuk menuliskan pengalamannya dalam bentuk tulisan.


2. Menuliskan hal yang Disukai

Hal ke dua ini juga menjadi senjata ampuh untuk kita semoga bisa produktif menulis, yaitu dengan menuliskan hal-hal yang kita sukai. Tentu Anda mempunyai kegemaran terhadap sesuatu, kan. Misal Anda suka nonton film, maka bisa coba buat goresan pena berkaitan dengan film yang sudah ditonton. Bisa berupa review ataupun melaksanakan perbandingan atas bencana yang terjadi di film dengan kehidupan aktual kita. Fleksibellah.  Suka Fotografi? Olah raga? Musik? atau yang lainnya. Tuliskanlah.

Ataupun mungkin jikalau Anda suka menulis, maka bisa juga coba mengangkat tema-tema perihal tips-tips menulis. Seperti yang saya lakukan juga di goresan pena artikel ini. Sok" ngasih tips menulis, padahal sebenarnya sedang latihan nulis..hehe. But No Problem, Just Go Ahead. Hajar Bleh.

Tuliskan hal yang kau sukai. Ituh

3. Menuliskan hal yang Dipahami

Ini yaitu senjata ampuh berikutnya yang bisa kau coba untuk membangkitkan wangsit dan semangat menulis, yakni menulis berdasarkan apa yang kita pahami. Misal kau paham perihal ilmu bahasa Asing dan mungkin expert di sana, bisa coba buat goresan pena perihal tips-tips menguasai bahasa Asing.

Tentunya di sini bukan semata-mata menulis, tapi dengan menuliskan apa yang dipahami untuk dibagikan ke banyak orang- maka pastinya aneka macam benefit yang bisa didapat. Ilmu yang kita punya bisa bermanfaat bagi orang lain, dan merupakan ladang pahala juga, bahkan walau kita sudah tidak lagi hidup di dunia ini.

Makara jangan ragu untuk membuatkan ilmu yang kita punya. Berbagi tidak akan menciptakan kita kehilangan apa yang kita punya, khususnya ilmu.

4. Menuliskan hal yang Diminati Pembaca

Dan yang ke empat ini bisa dibilang merupakan yang paling sulit untuk dijadikan tulisan, dibandingkan dengan ketiga hal yang disebutkan di atas. Menuliskan hal yang diminati tentunya tidak semudah menuliskan pengalaman langsung ataupun menuliskan hobi dan kegemaran. Karena pastinya diharapkan riset dari kita langsung untuk mengetahui apa yang dibutuhkan pembaca dan kemana tulisannya akan kita targetkan. Menulis goresan pena jenis ini memerlukan waktu yang lebih usang dan menguras pikiran lebih dalam tentunya.
==================================
**************************************


Oke, itu tadi keempat hal yang bisa kau jadikan materi dalam menciptakan goresan pena dalam rangka membiasakan diri menulis.

Tujuan kita di awal yaitu untuk membiasakan dulu menulis, artinya kita dituntut untuk menulis dalam jumlah banyak di sini. Maka dari itu pilihlah topik yang paling simpel terlebih dahulu. Atau jikalau merujuk pada keempat hal di atas, maka perbanyaklah dulu menulis perihal pengalaman dan hal yang disukai. Dengan begitu kita bakal dengan simpel menghasilkan goresan pena atau artikel setiap harinya.

Pada kebanyakan masalah juga, hal yang menciptakan para penulis / blogger pemula sulit untuk menulis dengan produktif yaitu - mereka terlalu berfokus pada materi goresan pena yang sulit atau dalam hal ini goresan pena yang diminati pembaca. Sehingga simpel tumbang sebab kehabisan materi atau kesulitan dalam mengembangkan materi tersebut.

Nah jadi begitulah. Sebagai penulis / blogger pemula, yang penting itu perbanyak dulu jam terbang menulis. Caranya sudah jelas, yakni menulislah dalam jumlah banyak, sebanyak yang kau bisa tulis. Telurkan sebanyak mungkin goresan pena dengan menulis setiap hari. Dan rekomendasinya untuk mencapai hal tersebut, tulislah dulu hal-hal yang berdasarkan kau simpel untuk menuliskannya. Sehingga dengan begitu, wangsit akan terus-menerus muncul tanpa bisa dibendung. Dan sekali lagi, JANGAN KEBANYAKAN MIKIR, oke!!

Jika hal tersebut benar-benar dilakukan, pasti kebiasaan menulis akan terbentuk dan rasa cinta terhadapnya pun akan muncul. Sehingga kita akan mencicipi ada yang kurang jikalau tidak menulis dalam sehari. Dari yang awalnya tersiksa untuk menulis, menjadi jatuh cinta. Bahkan justru menjadi tersiksa jikalau harus meinggalkannya.

Baik, mungkin dicukupkan sekian goresan pena cara membentuk kebiasaan dan kecintaan menulis ini. Semoga bisa bermanfaat bagi teman pembaca sekalian. Bila ada yang punya tips lain seputar menulis, saya tunggu komentarnya di bawah ya. Sekian dan terima kasih.
Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis? Sudah banyak dijelaskan di banyak artikel dan panduan / ebook perihal tips menulis, sebetulnya "Menulis" yaitu sebuah skill yang harus terus selalu dilatih secara konsisten semoga menghasilkan goresan pena yang berkualitas dan yummy dibaca tentunya.

Idealnya konsisten yang dimaksud yaitu setiap hari. Makara menulis setiap hari yaitu sebuah pilihan mutlak untuk kita yang gres berguru menulis dan semoga bisa mempunyai kemampuan menulis yang baik. Dengan menulis setiap hari, maka pikiran dan jari-jari kita akan terlatih untuk bisa menulis secara produktif. Bisa menghasilkan goresan pena dalam jumlah banyak dengan waktu yang singkat.

Namun pada kenyataannya, untuk ukuran seorang penulis atau blogger pemula, menulis setiap hari itu sangatlah susah alias sulit. Bahkan mungkin akan menciptakan kita serasa tersiksa sebab dituntut untuk bisa menghasilkan goresan pena setiap harinya. Ya tapi begitulah seharusnya, tidak ada jalan lain. No Pain No Gain kan ya.

Tidak ada yang instan di dunia ini, mie instan pun perlu direbus dulu. Begitupun dengan kemampuan menulis. Tidak mungkin dan sangat tidak mungkin untuk bisa menjadi penulis handal dalam waktu singkat dengan hanya sedikit latihan. Tengok saja mereka, para penulis best seller, pastinya mereka juga berjuang dulu dan membentuk jam terbang yang tinggi di awal dalam membentuk kemampuan menulisnya.

Pada kebanyakan kasus, alasan seorang penulis pemula mengalami kesulitan dalam mempertahankan konsistensi menulisnya yaitu tidak adanya wangsit untuk ditulis / kehabisan ide. Ini juga yang sering saya alami.

Ya saya sendiri menyadari bahwa wangsit untuk ditulis itu sangat banyak dan tersebar di sekitar kita, tinggal kitanya saja yang harus peka. Tapi tetap saja walau sudah tahu bahwa wangsit itu banyak, masih suka gundah wangsit mana yang mau diambil untuk kemudian diangkat menjadi sebuah tulisan.

Hingga kesudahannya sayapun menyadari, masalahnya bukan semata-mata dari kehabisan ide, melainkan sebab kitanya yang terlalu banyak mikir.

Ya..Kebanyakan Mikir. Konteks istilah tersebut memang dalam banyak hal cenderung bermakna agak kurang baik. Mikirnya banyak tapi aksinya kurang, sehingga tidak produktif. Bukannya menghasilkan, yang ada malah tambah mumet sebab mikirnya kebanyakan.

Makara kini jelas, paham apa yang harus kita pegang untuk bisa menghasilkan goresan pena secara konsisten. Ya betul. JANGAN KEBANYAKAN MIKIR, TULIS SAJA DULU.

Apa yang bisa kita tulis? Banyak. Namun secara garis besar, bisa kita kelompokkan bahan-bahan goresan pena itu ke dalam 4 hal berdasarkan topik. Apa sajakah itu? Berikut ulasannya.
Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis?
commons.wikimedia.org

1. Menuliskan hal yang Dialami

Ini yaitu topik yang paling simpel untuk ditulis, sebab bersumber dari pengalaman langsung pastinya. Makara kita sudah tahu seluk-beluknya, tinggal bagaimana kita menuangkannya dalam bentuk tulisan. Hal yang dialami tersebut tentunya bisa macam-macam dan aneka macam tergantung pengalaman langsung masing-masing. Kita bisa menuliskan dari mulai pengalaman paling sederhana sampai pengalaman yang cukup kompleks, menyerupai pengalaman liburan ke pantai, pengalaman ketipu dan lain sebagainya.

Jadikan apa yang kita alami sebagai materi bakar kita untuk bisa terus menulis setiap hari. Tidak peduli nantinya ada yang baca atau tidak, atau mungkin dikomentari negatif sebab tulisannya jelek. Tidak usah pikirkan itu, sebab fokus kita di awal ini hanya untuk melatih membiasakan diri menulis dan menumbuhkan kecintaan terhadapnya. Makara jangan ragu untuk menuliskan pengalamannya dalam bentuk tulisan.


2. Menuliskan hal yang Disukai

Hal ke dua ini juga menjadi senjata ampuh untuk kita semoga bisa produktif menulis, yaitu dengan menuliskan hal-hal yang kita sukai. Tentu Anda mempunyai kegemaran terhadap sesuatu, kan. Misal Anda suka nonton film, maka bisa coba buat goresan pena berkaitan dengan film yang sudah ditonton. Bisa berupa review ataupun melaksanakan perbandingan atas bencana yang terjadi di film dengan kehidupan aktual kita. Fleksibellah.  Suka Fotografi? Olah raga? Musik? atau yang lainnya. Tuliskanlah.

Ataupun mungkin jikalau Anda suka menulis, maka bisa juga coba mengangkat tema-tema perihal tips-tips menulis. Seperti yang saya lakukan juga di goresan pena artikel ini. Sok" ngasih tips menulis, padahal sebenarnya sedang latihan nulis..hehe. But No Problem, Just Go Ahead. Hajar Bleh.

Tuliskan hal yang kau sukai. Ituh

3. Menuliskan hal yang Dipahami

Ini yaitu senjata ampuh berikutnya yang bisa kau coba untuk membangkitkan wangsit dan semangat menulis, yakni menulis berdasarkan apa yang kita pahami. Misal kau paham perihal ilmu bahasa Asing dan mungkin expert di sana, bisa coba buat goresan pena perihal tips-tips menguasai bahasa Asing.

Tentunya di sini bukan semata-mata menulis, tapi dengan menuliskan apa yang dipahami untuk dibagikan ke banyak orang- maka pastinya aneka macam benefit yang bisa didapat. Ilmu yang kita punya bisa bermanfaat bagi orang lain, dan merupakan ladang pahala juga, bahkan walau kita sudah tidak lagi hidup di dunia ini.

Makara jangan ragu untuk membuatkan ilmu yang kita punya. Berbagi tidak akan menciptakan kita kehilangan apa yang kita punya, khususnya ilmu.

4. Menuliskan hal yang Diminati Pembaca

Dan yang ke empat ini bisa dibilang merupakan yang paling sulit untuk dijadikan tulisan, dibandingkan dengan ketiga hal yang disebutkan di atas. Menuliskan hal yang diminati tentunya tidak semudah menuliskan pengalaman langsung ataupun menuliskan hobi dan kegemaran. Karena pastinya diharapkan riset dari kita langsung untuk mengetahui apa yang dibutuhkan pembaca dan kemana tulisannya akan kita targetkan. Menulis goresan pena jenis ini memerlukan waktu yang lebih usang dan menguras pikiran lebih dalam tentunya.
==================================
**************************************


Oke, itu tadi keempat hal yang bisa kau jadikan materi dalam menciptakan goresan pena dalam rangka membiasakan diri menulis.

Tujuan kita di awal yaitu untuk membiasakan dulu menulis, artinya kita dituntut untuk menulis dalam jumlah banyak di sini. Maka dari itu pilihlah topik yang paling simpel terlebih dahulu. Atau jikalau merujuk pada keempat hal di atas, maka perbanyaklah dulu menulis perihal pengalaman dan hal yang disukai. Dengan begitu kita bakal dengan simpel menghasilkan goresan pena atau artikel setiap harinya.

Pada kebanyakan masalah juga, hal yang menciptakan para penulis / blogger pemula sulit untuk menulis dengan produktif yaitu - mereka terlalu berfokus pada materi goresan pena yang sulit atau dalam hal ini goresan pena yang diminati pembaca. Sehingga simpel tumbang sebab kehabisan materi atau kesulitan dalam mengembangkan materi tersebut.

Nah jadi begitulah. Sebagai penulis / blogger pemula, yang penting itu perbanyak dulu jam terbang menulis. Caranya sudah jelas, yakni menulislah dalam jumlah banyak, sebanyak yang kau bisa tulis. Telurkan sebanyak mungkin goresan pena dengan menulis setiap hari. Dan rekomendasinya untuk mencapai hal tersebut, tulislah dulu hal-hal yang berdasarkan kau simpel untuk menuliskannya. Sehingga dengan begitu, wangsit akan terus-menerus muncul tanpa bisa dibendung. Dan sekali lagi, JANGAN KEBANYAKAN MIKIR, oke!!

Jika hal tersebut benar-benar dilakukan, pasti kebiasaan menulis akan terbentuk dan rasa cinta terhadapnya pun akan muncul. Sehingga kita akan mencicipi ada yang kurang jikalau tidak menulis dalam sehari. Dari yang awalnya tersiksa untuk menulis, menjadi jatuh cinta. Bahkan justru menjadi tersiksa jikalau harus meinggalkannya.

Baik, mungkin dicukupkan sekian goresan pena cara membentuk kebiasaan dan kecintaan menulis ini. Semoga bisa bermanfaat bagi teman pembaca sekalian. Bila ada yang punya tips lain seputar menulis, saya tunggu komentarnya di bawah ya. Sekian dan terima kasih.
Bagaimana Membentuk Kebiasaan Dan Kecintaan Menulis?
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5cIS4nCtF95VLtmgDDyZncKNhB_yD4OVKnYxQyMCxoTx_SbWZLTI_0zdjBDZ-Sw4js7tsM6RrIZAHimuoh2J7O6YMNG6_rt7ixbvFk71li3PjZOURUlGD7VGzlErzDcSIQqeJ7XbLgWY/s72-c/Find_your_voice._express_yourself._creative_writing..jpg
View detail
Download Gratis E-Book Tips Menulis - Productive Writing Quantum Writing

Download Gratis E-Book Tips Menulis - Productive Writing Quantum Writing

Halo teman pembaca sekalian, apa kabarnya? Mudah-mudahan tetap sehat dan senang ya :). Di artikel kali ini saya ingin membuatkan sedikit pengalaman sesudah kemarin-kemarin agak stuck alias buntu Ide dalam menulis artikel :) Sehingga dalam beberapa hari, saya lewatkan tanpa satupun postingan terpublish. Ingin sekali menulis tapi otak serasa butek menyerupai kehilangan ide.

Di sela-sela kebuntuan tersebut, saya mulai berkelana ke blog-blog orang lain dengan tujuan untuk mencari ide dan tips-tips yang ampuh untuk membangunkan ide yang menyerupai terkubur jauh di dalam kepala ini. Dan sesudah saya lihat-lihat / amati, ternyata bukan saya seorang saja yang mengalami kebuntuan menyerupai itu, rupanya hampir setiap blogger pernah mengalaminya. Katanya buat seorang penulis / blogger pemula, situasi stuck itu masuk akal saja, justru bagus. Karena setidaknya dengan merasa buntu, kita ditantang untuk sanggup mencari solusi semoga sanggup keluar dari situasi tersebut. Jika kita berhasil melewatinya, berarti kita telah setingkat naik kelas. Dan belakangan, saya juga menemukan makna tersembunyi dari kata STUCK tersebut, yaitu "Serahkan Tuhan Untuk Ciptakan Keajaiban" hehe.. Kaprikornus banyak-banyak berdoa juga sama Tuhan, minta dibukakan pintu ide selebar-lebarnya :)

Dan sesudah mencari-cari tips kesana-kemari, balasannya saya terjerumuskan sama si Mbah Google pada sebuah halaman download ebook perihal tips menulis. Seperti ada pencerhan di sana. Terlihat Ebooknya sangat manis dan menarik, walaupun saya belum membacanya..hehe. Mungkin alasannya yaitu dampak judulnya juga kali ya yang out of the box.

Apakah judul Ebooknya? Oke ini dia. Ada dua Ebook, ditulis oleh dua orang penulis yang sudah tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya dalam bidang kepenulisan, yaitu:
1. Productive Writing oleh Mas Arry Rahmawan (arryrahmawan.net)
2. Quantum Writing oleh Mas Rezky Firmansyah. (rezkyfirmansyah.com)

Dan sesudah saya baca, kedua ebook di atas memang ternyata isinya daging semua, gurih dan ngena banget. Saya jadi banyak berguru dari situ, sampai menciptakan saya jadi tergerak juga untuk turut membagikannya lewat postingan sederhana ini. Ada beberapa bab di dalamnya yang juga telah sedikitnya menyadarkan saya bahwa menulis itu jangan banyak mikir dulu. Jangan asal men-judge dulu goresan pena kita nantinya akan buruk dan niscaya tidak ada yang baca. Jangan mikir begitu. Tulis saja dulu. Contohnya goresan pena ini yang juga dibentuk tanpa banyak mikir. :D

Dalam kepenulisan, berlaku aturan "Kuantitas Berbanding Lurus terhadap Kualitas". Semakin banyak kita menulis, maka goresan pena kita yang awalnya memang jelek, lambat laun akan semakin mengatakan kualitasnya. Intinya, jikalau kita serius mau berguru menulis maka ciptakanlah dulu kecintaan terhadap menulis, yaitu dengan cara menulis sebanyak-banyaknya sampai kecintaan itu muncul dengan sendirinya.

Oke pribadi saja. Untuk mendapat Ebook-nya, teman sanggup pribadi menuju ke halaman ini >> http://circle.cerdasmulia.net/free-ebook/. Cukup registrasikan email untuk sanggup mampu Ebooknya. Sedot ebooknya, serap ilmu dagingnya.
Selamat berguru dan selamat praktek.
Practice Makes Perfect.

Halo teman pembaca sekalian, apa kabarnya? Mudah-mudahan tetap sehat dan senang ya :). Di artikel kali ini saya ingin membuatkan sedikit pengalaman sesudah kemarin-kemarin agak stuck alias buntu Ide dalam menulis artikel :) Sehingga dalam beberapa hari, saya lewatkan tanpa satupun postingan terpublish. Ingin sekali menulis tapi otak serasa butek menyerupai kehilangan ide.

Di sela-sela kebuntuan tersebut, saya mulai berkelana ke blog-blog orang lain dengan tujuan untuk mencari ide dan tips-tips yang ampuh untuk membangunkan ide yang menyerupai terkubur jauh di dalam kepala ini. Dan sesudah saya lihat-lihat / amati, ternyata bukan saya seorang saja yang mengalami kebuntuan menyerupai itu, rupanya hampir setiap blogger pernah mengalaminya. Katanya buat seorang penulis / blogger pemula, situasi stuck itu masuk akal saja, justru bagus. Karena setidaknya dengan merasa buntu, kita ditantang untuk sanggup mencari solusi semoga sanggup keluar dari situasi tersebut. Jika kita berhasil melewatinya, berarti kita telah setingkat naik kelas. Dan belakangan, saya juga menemukan makna tersembunyi dari kata STUCK tersebut, yaitu "Serahkan Tuhan Untuk Ciptakan Keajaiban" hehe.. Kaprikornus banyak-banyak berdoa juga sama Tuhan, minta dibukakan pintu ide selebar-lebarnya :)

Dan sesudah mencari-cari tips kesana-kemari, balasannya saya terjerumuskan sama si Mbah Google pada sebuah halaman download ebook perihal tips menulis. Seperti ada pencerhan di sana. Terlihat Ebooknya sangat manis dan menarik, walaupun saya belum membacanya..hehe. Mungkin alasannya yaitu dampak judulnya juga kali ya yang out of the box.

Apakah judul Ebooknya? Oke ini dia. Ada dua Ebook, ditulis oleh dua orang penulis yang sudah tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya dalam bidang kepenulisan, yaitu:
1. Productive Writing oleh Mas Arry Rahmawan (arryrahmawan.net)
2. Quantum Writing oleh Mas Rezky Firmansyah. (rezkyfirmansyah.com)

Dan sesudah saya baca, kedua ebook di atas memang ternyata isinya daging semua, gurih dan ngena banget. Saya jadi banyak berguru dari situ, sampai menciptakan saya jadi tergerak juga untuk turut membagikannya lewat postingan sederhana ini. Ada beberapa bab di dalamnya yang juga telah sedikitnya menyadarkan saya bahwa menulis itu jangan banyak mikir dulu. Jangan asal men-judge dulu goresan pena kita nantinya akan buruk dan niscaya tidak ada yang baca. Jangan mikir begitu. Tulis saja dulu. Contohnya goresan pena ini yang juga dibentuk tanpa banyak mikir. :D

Dalam kepenulisan, berlaku aturan "Kuantitas Berbanding Lurus terhadap Kualitas". Semakin banyak kita menulis, maka goresan pena kita yang awalnya memang jelek, lambat laun akan semakin mengatakan kualitasnya. Intinya, jikalau kita serius mau berguru menulis maka ciptakanlah dulu kecintaan terhadap menulis, yaitu dengan cara menulis sebanyak-banyaknya sampai kecintaan itu muncul dengan sendirinya.

Oke pribadi saja. Untuk mendapat Ebook-nya, teman sanggup pribadi menuju ke halaman ini >> http://circle.cerdasmulia.net/free-ebook/. Cukup registrasikan email untuk sanggup mampu Ebooknya. Sedot ebooknya, serap ilmu dagingnya.
Selamat berguru dan selamat praktek.
Practice Makes Perfect.

Download Gratis E-Book Tips Menulis - Productive Writing Quantum Writing
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ4nymxnab93Or6S___avJfppOSEx9Yo9cHEKRb-zs_s54QJ9QqErvnlweeNs-VzS3SMYikt6R1ZEeTXgQ3nWVC_b7z6rbUQIf6ZO7-HhSTV1RBXDzA87wPhC93LCuB1eRAaZEUIzd1Eg/s72-c/ebook+menulis.png
View detail
Menulis Itu Ibarat Menciptakan Jejak

Menulis Itu Ibarat Menciptakan Jejak

Menulis Itu Seperti Membuat Jejak - Halo teman pembaca sekalian, tidak terasa hari ini sempurna hari terakhir di bulan januari 2016. Yang namanya waktu memang cepat sekali berlalu, menyerupai gres kemarin terdengar sayup-sayup gemuruh perayaan tahun baru. Ya begitulah, waktu tetap berputar tanpa dapat dicegah untuk kita hentikan. Tugas kita hanyalah bagaimana dalam mengisi dan memanfaatkan waktu yang kita punya dengan sebaik-baiknya.

Dan dengan berakhirnya bulan ini, maka berakhir pula tantangan yang saya komitmenkan pada diri sendiri di awal bulan, yaitu untuk menulis minimal satu buah posting apa saja setiap hari di blog. Dan selama bulan januari ini yang notabene berjumlah 31 hari, telah terkumpul artikel sebanyak 31+ arsip januari di blog dengan topik yang campur aduk. Secara itung-itungan artikel mungkin terlihat saya berhasil, tapi bersama-sama saya akui sendiri bahwa saya telah gagal melewati tantangan tersebut dengan baik. Karena pada prakteknya ada beberapa hari yang saya lewatkan tanpa ada posting sama sekali. Adapun kenapa artikelnya dapat lebih banyak daripada jumlah harinya sebab ada beberapa hari yang mana saya posting lebih dari satu.

Tapi terlepas dari berhasil atau gagalnya, dengan berusaha menulis setiap hari di blog itu ternyata memang benar aneka macam manfaatnya. Setidaknya itu yang saya rasakan. Terutama dalam membentuk kebiasaan menulis itu sendiri. Jika kebiasaan telah terbentuk, maka kita tidak akan terbebani lagi untuk melaksanakan hal tersebut. Kita akan menjadikannya sebagai kebutuhan yang mana jikalau tidak dipenuhi dalam sehari akan menciptakan perasaan tidak enak, menyerupai ada yang kurang.

Dan belum usang ini saya menemukan satu kutipan manis dan menarik dari Bunda Helvy Tiana Rossa, yang mana kita tahu bahwa dia yakni seorang penulis kenamaan di Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya tulisan. Bahkan salah satu novel fenomenalnya yang berjudul Ketika Mas Gagah Pergi, baru-baru ini telah diangkat ke dalam sebuah film layar lebar.

Berikut yakni kutipannya

"Menulis itu menyerupai menciptakan jejak. Setiap kali engkau selesai menciptakan goresan pena baru, maka satu jejak gres telah kamu buat".

Dan saya rasa quote / kutipan Bunda Helvy di atas memang ini benar adanya. Dengan menulis, di blog khususnya, secara tidak pribadi kita telah menciptakan sebuah jejak atau tanda di hari tersebut. Dan jikalau diteruskan dan dikonsistenkan, maka jejak-jejak tersebut bukan mustahil akan mengantarkan kita pada sebuah lompatan besar untuk kesuksesan kita  dalam bidang kepenulisan nantinya. 
 tidak terasa hari ini sempurna hari terakhir di bulan januari  Menulis Itu Seperti Membuat Jejak
dari Pixabay.com

Selain itu, pepatah usang menyampaikan bahwa ikatlah ilmu dengan menulis. Menulis konten di blog juga bermanfaat sebagai alat untuk menyimpan ilmu yang kita miliki sekaligus dibagikan ke khalayak ramai di internet. Misalkan Anda telah berhasil menciptakan sebuah project editing desain, kemudian Anda menuliskan kembali langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menciptakan project tersebut ke dalam sebuah posting blog (tutorial) dengan tujuan sebagai pengingat pribadi. Artinya ketika kita lupa langkah-langkahnya, maka kita dapat kembali mengeceknya di postingan pribadi kita di blog. Seperti itu.

Sebagai motivasi diri, teruslah menulis setiap hari apapun yang terjadi. Tidak usah memikirkan dulu apakah tulisannya akan ada yang baca atau tidak. Itu nomor ke sekian. Karena dengan semakin banyaknya konten tulisan, maka pengunjungpun akan tiba dengan sendirinya membaca goresan pena kita.

Jadi, sudahkah Anda menciptakan jejak hari ini? Jika belum, lekas buatlah. Satu pelajaran yang saya tangkap dari beberapa blogger favorit saya, yaitu apa yang kita tulis hari ini tidak harus memperlihatkan keuntungannya hari ini juga. Bisa jadi beberapa bulan atau beberapa tahun kedepan goresan pena yang kita buat hari ini akan memperlihatkan manfaat besar, khususnya bagi kita dan umum bagi para pembaca / pencari isu di internet.

Sekian saja artikel ringan ini. Terima kasih bagi yang sudah baca. Semoga bermanfaat.
Menulis Itu Seperti Membuat Jejak - Halo teman pembaca sekalian, tidak terasa hari ini sempurna hari terakhir di bulan januari 2016. Yang namanya waktu memang cepat sekali berlalu, menyerupai gres kemarin terdengar sayup-sayup gemuruh perayaan tahun baru. Ya begitulah, waktu tetap berputar tanpa dapat dicegah untuk kita hentikan. Tugas kita hanyalah bagaimana dalam mengisi dan memanfaatkan waktu yang kita punya dengan sebaik-baiknya.

Dan dengan berakhirnya bulan ini, maka berakhir pula tantangan yang saya komitmenkan pada diri sendiri di awal bulan, yaitu untuk menulis minimal satu buah posting apa saja setiap hari di blog. Dan selama bulan januari ini yang notabene berjumlah 31 hari, telah terkumpul artikel sebanyak 31+ arsip januari di blog dengan topik yang campur aduk. Secara itung-itungan artikel mungkin terlihat saya berhasil, tapi bersama-sama saya akui sendiri bahwa saya telah gagal melewati tantangan tersebut dengan baik. Karena pada prakteknya ada beberapa hari yang saya lewatkan tanpa ada posting sama sekali. Adapun kenapa artikelnya dapat lebih banyak daripada jumlah harinya sebab ada beberapa hari yang mana saya posting lebih dari satu.

Tapi terlepas dari berhasil atau gagalnya, dengan berusaha menulis setiap hari di blog itu ternyata memang benar aneka macam manfaatnya. Setidaknya itu yang saya rasakan. Terutama dalam membentuk kebiasaan menulis itu sendiri. Jika kebiasaan telah terbentuk, maka kita tidak akan terbebani lagi untuk melaksanakan hal tersebut. Kita akan menjadikannya sebagai kebutuhan yang mana jikalau tidak dipenuhi dalam sehari akan menciptakan perasaan tidak enak, menyerupai ada yang kurang.

Dan belum usang ini saya menemukan satu kutipan manis dan menarik dari Bunda Helvy Tiana Rossa, yang mana kita tahu bahwa dia yakni seorang penulis kenamaan di Indonesia yang telah menghasilkan banyak karya tulisan. Bahkan salah satu novel fenomenalnya yang berjudul Ketika Mas Gagah Pergi, baru-baru ini telah diangkat ke dalam sebuah film layar lebar.

Berikut yakni kutipannya

"Menulis itu menyerupai menciptakan jejak. Setiap kali engkau selesai menciptakan goresan pena baru, maka satu jejak gres telah kamu buat".

Dan saya rasa quote / kutipan Bunda Helvy di atas memang ini benar adanya. Dengan menulis, di blog khususnya, secara tidak pribadi kita telah menciptakan sebuah jejak atau tanda di hari tersebut. Dan jikalau diteruskan dan dikonsistenkan, maka jejak-jejak tersebut bukan mustahil akan mengantarkan kita pada sebuah lompatan besar untuk kesuksesan kita  dalam bidang kepenulisan nantinya. 
 tidak terasa hari ini sempurna hari terakhir di bulan januari  Menulis Itu Seperti Membuat Jejak
dari Pixabay.com

Selain itu, pepatah usang menyampaikan bahwa ikatlah ilmu dengan menulis. Menulis konten di blog juga bermanfaat sebagai alat untuk menyimpan ilmu yang kita miliki sekaligus dibagikan ke khalayak ramai di internet. Misalkan Anda telah berhasil menciptakan sebuah project editing desain, kemudian Anda menuliskan kembali langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menciptakan project tersebut ke dalam sebuah posting blog (tutorial) dengan tujuan sebagai pengingat pribadi. Artinya ketika kita lupa langkah-langkahnya, maka kita dapat kembali mengeceknya di postingan pribadi kita di blog. Seperti itu.

Sebagai motivasi diri, teruslah menulis setiap hari apapun yang terjadi. Tidak usah memikirkan dulu apakah tulisannya akan ada yang baca atau tidak. Itu nomor ke sekian. Karena dengan semakin banyaknya konten tulisan, maka pengunjungpun akan tiba dengan sendirinya membaca goresan pena kita.

Jadi, sudahkah Anda menciptakan jejak hari ini? Jika belum, lekas buatlah. Satu pelajaran yang saya tangkap dari beberapa blogger favorit saya, yaitu apa yang kita tulis hari ini tidak harus memperlihatkan keuntungannya hari ini juga. Bisa jadi beberapa bulan atau beberapa tahun kedepan goresan pena yang kita buat hari ini akan memperlihatkan manfaat besar, khususnya bagi kita dan umum bagi para pembaca / pencari isu di internet.

Sekian saja artikel ringan ini. Terima kasih bagi yang sudah baca. Semoga bermanfaat.
Menulis Itu Ibarat Menciptakan Jejak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhfu6iG8RDi43jIzEMOokaPNQAL_fdQoXwWcK3dK_y1wZFfWF38aFxN-NzNIJtY7MdqY0iEw6vBDY2nD8QdnvIeOLM4h7U8DaFUK5O0uOAN85T02cBVFRLmAKlZAH1wqSiXklEDMoDoCc/s72-c/jejak+langkah.jpg
View detail
Tidak Kunjung Menerima Wangsit Menulis? Coba Cara Ini

Tidak Kunjung Menerima Wangsit Menulis? Coba Cara Ini

Tidak Kunjung Mendapat Ide Menulis? Coba Cara Ini - Menulis artikel di blog setiap hari yaitu sebuah pekerjaan yang tidak sanggup dibilang mudah, khususnya untuk seorang blogger pemula. Selain mungkin alasannya yaitu masih susah dalam mengatur dan menyisihkan waktu untuk blogging, juga yang paling sering banyak dialami yaitu tidak adanya ide untuk ditulis.

Mau nulis tapi serasa buntu, tidak ada ide yang masuk untuk dijadikan materi tulisan. Lalu kita mencoba buka buku atau artikel dari blog lain untuk mencari inspirasi, kali aja ada goresan pena yang cocok untuk kita tulis ulang versi sendiri. Setelah berhasil menemukan idenya, kendala pun kembali datang, bagaimana cara menuliskannya ke dalam sebuah goresan pena / posting di blog berdasarkan versi kita sendiri. Seringnya alasannya yaitu terlalu ingin sempurna, risikonya kita malah terhambat dalam memulai menciptakan paragraf awal. Terlalu banyak mikir yang menciptakan satu kalimatpun tidak jadi-jadi.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika pikiran kita buntu, tidak kunjung mendapat ide menulis artikel di blog? Nah..Inilah yang harus coba kita lakukan.

Paksakan tangan / jari-jari kita untuk menuliskan apa yang sedang dipikirkan. Bahkan kalaupun Anda kini sedang kebingungan mencari ide untuk dijadikan tulisan, maka jadikanlah kebingungan tersebut sebagai ide menciptakan sebuah tulisan.
 Menulis artikel di blog setiap hari yaitu sebuah pekerjaan yang tidak sanggup dibilang muda Tidak Kunjung Mendapat Ide Menulis? Coba Cara Ini
Gambar dari pixabay.com

Contohnya di artikel ringan ini. Jujur saja artikel ini saya tulis ketika pikiran sedang bingung-bingungnya. Bingung wacana ide apa yang harus saya angkat dalam sebuah artikel. Karena saking bingungnya, maka terciptalah artikel yang isinya membingungkan ini..hehe.

Ketahuilah, sebetulnya ide menulis itu tidak sanggup selalu tiba dengan sendirinya. Adakalanya ketika pikiran kita buntu menemukan ide tulisan, maka yang harus kita lakukan yaitu menjemput ide tersebut. Bagaimana cara menjemput ide menulis sedangkan pikiran sedang galau / buntu? Solusinya ya itu tadi, paksakan menulis apa yang ada dalam pikiran. Jangan biarkan ada dinding yang membatasi jari-jari kita untuk menulis.

Satu hal yang akan menciptakan Anda terkaget adalah, ide goresan pena fresh akan muncul dengan sendirinya seiring kita memaksakan diri untuk menulis. Saya pun merasakannya sendiri.

Kaprikornus solusinya ketika Anda merasa buntu untuk menerima ide menulis yaitu dengan menjemput ide tersebut. Yaitu dengan menuliskan apa saja yang ada dalam pikiran. Tidak apa kalau goresan pena yang dibentuk terpaksa tersebut kualitasnya kurang memuaskan, atau mungkin nantinya kita khawatir artikelnya tidak ada yang baca. Tenang saja, tidak usah pikirakan itu, yang penting dalam hal ini kita tidak mati gaya dalam menulis dan blog pun tetap sanggup kita update. Dan yang paling utama yaitu kita jadi punya ide gres untuk ditulis di artikel selanjutnya.

Begitulah kira-kira yang sanggup Anda coba lakukan ketika tidak kunjung menerima ide menulis artikel di blog. Silahkan dicoba, pasti Anda akan menerima lebih banyak ide gres dan fresh untuk ditulis selanjutnya. Kaprikornus jemputlah idenya, jangan dinantikan terus.

Semoga bermanfaat, terima kasih.
Tidak Kunjung Mendapat Ide Menulis? Coba Cara Ini - Menulis artikel di blog setiap hari yaitu sebuah pekerjaan yang tidak sanggup dibilang mudah, khususnya untuk seorang blogger pemula. Selain mungkin alasannya yaitu masih susah dalam mengatur dan menyisihkan waktu untuk blogging, juga yang paling sering banyak dialami yaitu tidak adanya ide untuk ditulis.

Mau nulis tapi serasa buntu, tidak ada ide yang masuk untuk dijadikan materi tulisan. Lalu kita mencoba buka buku atau artikel dari blog lain untuk mencari inspirasi, kali aja ada goresan pena yang cocok untuk kita tulis ulang versi sendiri. Setelah berhasil menemukan idenya, kendala pun kembali datang, bagaimana cara menuliskannya ke dalam sebuah goresan pena / posting di blog berdasarkan versi kita sendiri. Seringnya alasannya yaitu terlalu ingin sempurna, risikonya kita malah terhambat dalam memulai menciptakan paragraf awal. Terlalu banyak mikir yang menciptakan satu kalimatpun tidak jadi-jadi.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika pikiran kita buntu, tidak kunjung mendapat ide menulis artikel di blog? Nah..Inilah yang harus coba kita lakukan.

Paksakan tangan / jari-jari kita untuk menuliskan apa yang sedang dipikirkan. Bahkan kalaupun Anda kini sedang kebingungan mencari ide untuk dijadikan tulisan, maka jadikanlah kebingungan tersebut sebagai ide menciptakan sebuah tulisan.
 Menulis artikel di blog setiap hari yaitu sebuah pekerjaan yang tidak sanggup dibilang muda Tidak Kunjung Mendapat Ide Menulis? Coba Cara Ini
Gambar dari pixabay.com

Contohnya di artikel ringan ini. Jujur saja artikel ini saya tulis ketika pikiran sedang bingung-bingungnya. Bingung wacana ide apa yang harus saya angkat dalam sebuah artikel. Karena saking bingungnya, maka terciptalah artikel yang isinya membingungkan ini..hehe.

Ketahuilah, sebetulnya ide menulis itu tidak sanggup selalu tiba dengan sendirinya. Adakalanya ketika pikiran kita buntu menemukan ide tulisan, maka yang harus kita lakukan yaitu menjemput ide tersebut. Bagaimana cara menjemput ide menulis sedangkan pikiran sedang galau / buntu? Solusinya ya itu tadi, paksakan menulis apa yang ada dalam pikiran. Jangan biarkan ada dinding yang membatasi jari-jari kita untuk menulis.

Satu hal yang akan menciptakan Anda terkaget adalah, ide goresan pena fresh akan muncul dengan sendirinya seiring kita memaksakan diri untuk menulis. Saya pun merasakannya sendiri.

Kaprikornus solusinya ketika Anda merasa buntu untuk menerima ide menulis yaitu dengan menjemput ide tersebut. Yaitu dengan menuliskan apa saja yang ada dalam pikiran. Tidak apa kalau goresan pena yang dibentuk terpaksa tersebut kualitasnya kurang memuaskan, atau mungkin nantinya kita khawatir artikelnya tidak ada yang baca. Tenang saja, tidak usah pikirakan itu, yang penting dalam hal ini kita tidak mati gaya dalam menulis dan blog pun tetap sanggup kita update. Dan yang paling utama yaitu kita jadi punya ide gres untuk ditulis di artikel selanjutnya.

Begitulah kira-kira yang sanggup Anda coba lakukan ketika tidak kunjung menerima ide menulis artikel di blog. Silahkan dicoba, pasti Anda akan menerima lebih banyak ide gres dan fresh untuk ditulis selanjutnya. Kaprikornus jemputlah idenya, jangan dinantikan terus.

Semoga bermanfaat, terima kasih.
Tidak Kunjung Menerima Wangsit Menulis? Coba Cara Ini
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6gMlPJfbE7ZD0sf4titIcUSZLGILBtTn-o8TV0z-Cv2DHZZb5id4P_57BSwznGJuFVTBHMNMR7rpPSqlFNGJbem6NEXqTXkioT9-CdSi2qNe_8OexArkCm1tO6kSanD91czPWzK2TBbQ/s72-c/menulis.jpg
View detail
Taklukkan 10 Menit Pertama Kau Ketika Menulis

Taklukkan 10 Menit Pertama Kau Ketika Menulis

Bismillahirahmanirrahiim, di artikel ini saya ingin sedikit membuatkan tips menulis yang sekaligus juga sedang saya praktekkan di goresan pena ini. Setelah di artikel lain kemarin saya membahas perihal tips jangan menulis sambil mengedit, tips yang satu ini ialah taklukkan 10 menit pertama kau dikala menulis.

Untuk kebanyakan orang termasuk saya, bab tersulit dikala hendak menciptakan sebuah goresan pena ialah pada bab permulaan. Bagaimana kita memulai sebuah paragraf awal dari sebuah inspirasi goresan pena kadang menjadi kendala bagi seorang penulis / blogger pemula. Serasa sulit sekali untuk memulai, tetapi sehabis kita paksakan untuk dapat menulis kalimat-kalimat awal, biasanya kesananya akan gampang.
dari pixabay.com

Inilah alasannya ialah kita harus dapat menaklukkan 10 menit pertama ketika hendak menciptakan tulisan. Artinya dalam 10 menit pertama, kita harus dapat menuliskan apa yang ada dalam pikiran tanpa memikirkan akan mirip apakah hasil goresan pena kita akhirnya. Tidak perlu dulu memikirkan apakah pemilihan katanya benar atau tidak, tanda bacanya benar atau tidak, yang penting mengalir saja. Makara dalam 10 menit tersebut dapat kita umpamakan layaknya start sebuah lomba lari. Saat start dimulai, yang perlu kita lakukan hanya berlari dan berlari. Biasanya di awal akan terasa berat, namun sehabis dijalani dan suhu badan sudah mulai memanas, maka kita dapat berlari dengan kencangnya tanpa terhambat. Artinya dalam menulis juga harus mirip itu. Menulislah mirip orang sedang berlari. Taklukkan 10 menit pertama kau dalam menulis.

Adapun caranya adalah, dikala sudah siap dengan keyboard dan berada di halaman posting, lihat jam berapa dan di menit ke berapa sekarang. Dan pastikan 10 menit dari jam tersebut kita harus terus menulis tanpa henti. Ada yang salah? terus saja, nanti dapat diedit. Jangan melihat jam tersebut, fokus hanya pada apa yang mau kita tulis. Taklukkanlah 10 menit tersebut, keluarkan semua inspirasi yang ada dalam pikiran. Jangan biarkan sesuatu hal apapun menghalangi jari-jari kita untuk mengetikkan apa yang kita pikirkan. Setelah 10 menit, lihatlah telah berapa banyak kalimat yang kau hasilkan. Pastinya bukan hanya satu atau dua, minimal 3 hingga 4 paragraf standar sudah dapat kau hasilkan dalam waktu 10 menit tersebut, mirip goresan pena saya di posting ini.

Oke, waktu 10 menit saya nampaknya juga sudah habis bahkan sudah lebih 4 menit rupanya. Dan tidak terasa 4 paragraf telah berhasil saya tuliskan di atas :) Sangat efektif, bukan. Dalam waktu yang sempit pun kita dapat menghasilkan goresan pena yang tidak mengecewakan dan cukup untuk standar ukuran artikel blog. Ya untuk keperluan artikel blog, tulisannya juga tidak perlu panjang-panjang. 3-5 paragraf cukup yang penting pesan yang hendak disampaikan dapat mengena dan dipahami pembaca.

Setelah berhasil menaklukkan 10 menit pertama menulis tanpa henti, kau dapat terus menulis untuk menyempurnakan dan melengkapi goresan pena yang sudah kau hasilkan tersebut. Jika dirasa sudah cukup, setelahnya kita tinggal edit dan perbaiki kalau-kalau ada kesalahan atau pemilihan kata yang kurang sempurna yang kita tuliskan di 10 menit awal tadi. Bisa juga tambahkan gambar yang relevan sesuai dengan isi artikel, kemudian publish.

Oke, itulah satu lagi tips dalam menulis, yaitu taklukkan 10 menit pertama kau dikala menulis. Menulislah mirip sedang mengayuh sepeda. 10 menit tersebut menyerupai ketika kita mengayuh sepeda. Di awal mungkin akan terasa berat atau mungkin terseok-seok. Namun sehabis berhasil terkayuh, maka sepedanya juga akan berjalan dan kita kendalikan dengan lancar.

Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang juga sedang berguru menulis mirip saya ini. Terima kasih.
Salam blogger
Bismillahirahmanirrahiim, di artikel ini saya ingin sedikit membuatkan tips menulis yang sekaligus juga sedang saya praktekkan di goresan pena ini. Setelah di artikel lain kemarin saya membahas perihal tips jangan menulis sambil mengedit, tips yang satu ini ialah taklukkan 10 menit pertama kau dikala menulis.

Untuk kebanyakan orang termasuk saya, bab tersulit dikala hendak menciptakan sebuah goresan pena ialah pada bab permulaan. Bagaimana kita memulai sebuah paragraf awal dari sebuah inspirasi goresan pena kadang menjadi kendala bagi seorang penulis / blogger pemula. Serasa sulit sekali untuk memulai, tetapi sehabis kita paksakan untuk dapat menulis kalimat-kalimat awal, biasanya kesananya akan gampang.
dari pixabay.com

Inilah alasannya ialah kita harus dapat menaklukkan 10 menit pertama ketika hendak menciptakan tulisan. Artinya dalam 10 menit pertama, kita harus dapat menuliskan apa yang ada dalam pikiran tanpa memikirkan akan mirip apakah hasil goresan pena kita akhirnya. Tidak perlu dulu memikirkan apakah pemilihan katanya benar atau tidak, tanda bacanya benar atau tidak, yang penting mengalir saja. Makara dalam 10 menit tersebut dapat kita umpamakan layaknya start sebuah lomba lari. Saat start dimulai, yang perlu kita lakukan hanya berlari dan berlari. Biasanya di awal akan terasa berat, namun sehabis dijalani dan suhu badan sudah mulai memanas, maka kita dapat berlari dengan kencangnya tanpa terhambat. Artinya dalam menulis juga harus mirip itu. Menulislah mirip orang sedang berlari. Taklukkan 10 menit pertama kau dalam menulis.

Adapun caranya adalah, dikala sudah siap dengan keyboard dan berada di halaman posting, lihat jam berapa dan di menit ke berapa sekarang. Dan pastikan 10 menit dari jam tersebut kita harus terus menulis tanpa henti. Ada yang salah? terus saja, nanti dapat diedit. Jangan melihat jam tersebut, fokus hanya pada apa yang mau kita tulis. Taklukkanlah 10 menit tersebut, keluarkan semua inspirasi yang ada dalam pikiran. Jangan biarkan sesuatu hal apapun menghalangi jari-jari kita untuk mengetikkan apa yang kita pikirkan. Setelah 10 menit, lihatlah telah berapa banyak kalimat yang kau hasilkan. Pastinya bukan hanya satu atau dua, minimal 3 hingga 4 paragraf standar sudah dapat kau hasilkan dalam waktu 10 menit tersebut, mirip goresan pena saya di posting ini.

Oke, waktu 10 menit saya nampaknya juga sudah habis bahkan sudah lebih 4 menit rupanya. Dan tidak terasa 4 paragraf telah berhasil saya tuliskan di atas :) Sangat efektif, bukan. Dalam waktu yang sempit pun kita dapat menghasilkan goresan pena yang tidak mengecewakan dan cukup untuk standar ukuran artikel blog. Ya untuk keperluan artikel blog, tulisannya juga tidak perlu panjang-panjang. 3-5 paragraf cukup yang penting pesan yang hendak disampaikan dapat mengena dan dipahami pembaca.

Setelah berhasil menaklukkan 10 menit pertama menulis tanpa henti, kau dapat terus menulis untuk menyempurnakan dan melengkapi goresan pena yang sudah kau hasilkan tersebut. Jika dirasa sudah cukup, setelahnya kita tinggal edit dan perbaiki kalau-kalau ada kesalahan atau pemilihan kata yang kurang sempurna yang kita tuliskan di 10 menit awal tadi. Bisa juga tambahkan gambar yang relevan sesuai dengan isi artikel, kemudian publish.

Oke, itulah satu lagi tips dalam menulis, yaitu taklukkan 10 menit pertama kau dikala menulis. Menulislah mirip sedang mengayuh sepeda. 10 menit tersebut menyerupai ketika kita mengayuh sepeda. Di awal mungkin akan terasa berat atau mungkin terseok-seok. Namun sehabis berhasil terkayuh, maka sepedanya juga akan berjalan dan kita kendalikan dengan lancar.

Semoga bermanfaat untuk teman-teman yang juga sedang berguru menulis mirip saya ini. Terima kasih.
Salam blogger
Taklukkan 10 Menit Pertama Kau Ketika Menulis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgbqpKgnK2o_6eAezZoOCLD_dB8OdRqRAw8fzWzD5atG-CenCbELauzccYflxiC4v0RsLfBrvHmnOo_K9V6DGDuEwKqFWULA7fzelMh1cDLHsEiRPzcqL_J7qPYt__TOSpxgeR7SfRdDoo/s72-c/stopwatch-34108_960_720.png
View detail
Belajar Dari Kebiasaan Joko Anwar : Menulis 5 Halaman Skenario Setiap Pagi

Belajar Dari Kebiasaan Joko Anwar : Menulis 5 Halaman Skenario Setiap Pagi

Siapa sih yang tidak kenal Joko Anwar, seorang sutradara kondang yang sudah malang melintang di kancah perfilman Indonesia. Bahkan tidak sedikit karya filmnya juga berhasil menembus dan diterima dengan baik di pasar Internasional, menyerupai salah satu tumpuan terbarunya ialah film "The Copy Of My Mind" yang juga diikutsertakan dalam ajang ekspo film Internasional di Venice, Italia dan diterima dengan sangat luar biasa oleh khalayak internasional.

Laki-laki kelahiran Medan 3 Januari 1976 ini juga sudah banyak mendapatkan penghargaan nasional maupun internasional atas hasil karya-karya film dan goresan pena skenarionya. Bahkan oleh sebuah majalah film terkemuka di Inggris, ia pernah juga dijuluki sebagai salah satu sutradara Asia tercerdas yang pernah ada. Pujian tersebut diberikan terkait atas hasil karya filmnya yang berjudul "Kala" (2007) yang digadang-gadang merupakan film noir (menggambarkan gaya film Hollywood yang berisi drama-drama kriminal) pertama di Indnesia.

 seorang sutradara kondang yang sudah malang melintang di kancah perfilman Indonesia Belajar Dari Kebiasaan Joko Anwar : Menulis 5 Halaman Skenario Setiap Pagi
dari commons.wikimedia.org
Oke, di sini saya tidak akan bercerita lebih banyak ihwal biografi pak Joko Anwar ini, sebab teman sanggup cari dan membacanya secara lengkap eksklusif di wikipedia. :). Namun melalui artikel ringan ini, saya ingin sedikit membuatkan tips dari Joko Anwar khususnya dalam menulis.

Joko Anwar yang selain kita tahu sebagai sutradara handal, juga merupakan penulis skenario film yang tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya. Beliau mempunyai kebiasaan kasatmata yang selalu ia lakukan setiap pagi secara konsisten, yaitu selalu menulis minimal 5 halaman skenario setiap pagi. Karena prinsipnya ialah segala sesuatu pekerjaan yang berat, bila kita mencicil mengerjakannya secara konsisten maka lambat laun kerjaan tersebut akan simpulan juga. Ya..yang namanya skenario film itu niscaya panjang sekali bila sudah benar-benar simpulan ditulis.  Dan dengan mencicil menulisnya secara konsisten setiap pagi minimal 5 halaman ialah upaya ia untuk sanggup menghasilkan dan menuntaskan sebuah skenario film yang bukan mustahil juga akan menghasilkan kisah film yang lebih berkelas dari sebelumnya.

Dan kenapa dilakukan setiap pagi hari sebab pastinya kita tahu itu ialah waktu yang paling sempurna untuk menemukan ide menulis, sebab lagi seger-segernya. :) Seperti goresan pena ringan ini yang juga saya buat di pagi hari dan terinspirasi dari tayangan Indonesia Morning Show - NET ketika menayangkan sosok Joko Anwar di segmen Inspirasi Pagi. Nah, benar toh, berarti ide itu sanggup tiba dari mana saja, dari yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan.

Intinya sebuah kebiasaan baik bila dilakukan secara konsisten terus menerus niscaya akan membuahkan hasil / manfaat yang sangat besar. Layaknya Joko Anwar yang membiasakan menulis minimal 5 halaman, dan itu ia lakukan setiap pagi.

Adapun bila kita hanya sebagai penulis blog, itu juga tidak jauh beda. Dan sudah seharusnya seorang blogger juga melatih diri untuk sanggup melakukan  kebiasaan menulis artikel setiap harinya, walaupun banyak tips-tips blogging di luar sana yang bilang bahwa tidak perlulah update artikel setiap hari, sanggup seminggu atau sebulan sekali yang penting artikelnya berkualitas, kuantitas mah nomor dua. Ya.. itu memang betul. Tapi bila kita benar-benar serius manjadi blogger, maka kita membutuhkan keduanya, kuantitas dan juga kualitas. Justru kedua hal tersebut berjalan berdampingan kalau berdasarkan saya. Semakin rajin/konsisten kita dalam menulis, semakin banyak artkel yang dihasilkan, maka akan semakin manis juga kualitas dari goresan pena kita.

Wih.. gaya saya di atas udah kayak master aja ya.. :D Bukan kok, saya bukan master, mastah, mastin atau apalah itu. Saya hanya menulis untuk membuatkan dan dijadikan pula sebagai motivasi diri untuk sanggup melaksanakan apa yang telah ditulis. Dan pula sedang mempraktekkan untuk sanggup menulis di blog setiap hari, minimal satu posting. Syukur-syukur postinganya banyak dibaca dan sanggup bermanfaat bagi teman sekalian. Amiin.

Baik, sekian saja artikel ringan ini ihwal bagaimana kita sanggup mencar ilmu dari sosok sukses Joko Anwar  untuk sanggup konsisten juga menulis setiap hari. Semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih. Salam. :)

Siapa sih yang tidak kenal Joko Anwar, seorang sutradara kondang yang sudah malang melintang di kancah perfilman Indonesia. Bahkan tidak sedikit karya filmnya juga berhasil menembus dan diterima dengan baik di pasar Internasional, menyerupai salah satu tumpuan terbarunya ialah film "The Copy Of My Mind" yang juga diikutsertakan dalam ajang ekspo film Internasional di Venice, Italia dan diterima dengan sangat luar biasa oleh khalayak internasional.

Laki-laki kelahiran Medan 3 Januari 1976 ini juga sudah banyak mendapatkan penghargaan nasional maupun internasional atas hasil karya-karya film dan goresan pena skenarionya. Bahkan oleh sebuah majalah film terkemuka di Inggris, ia pernah juga dijuluki sebagai salah satu sutradara Asia tercerdas yang pernah ada. Pujian tersebut diberikan terkait atas hasil karya filmnya yang berjudul "Kala" (2007) yang digadang-gadang merupakan film noir (menggambarkan gaya film Hollywood yang berisi drama-drama kriminal) pertama di Indnesia.

 seorang sutradara kondang yang sudah malang melintang di kancah perfilman Indonesia Belajar Dari Kebiasaan Joko Anwar : Menulis 5 Halaman Skenario Setiap Pagi
dari commons.wikimedia.org
Oke, di sini saya tidak akan bercerita lebih banyak ihwal biografi pak Joko Anwar ini, sebab teman sanggup cari dan membacanya secara lengkap eksklusif di wikipedia. :). Namun melalui artikel ringan ini, saya ingin sedikit membuatkan tips dari Joko Anwar khususnya dalam menulis.

Joko Anwar yang selain kita tahu sebagai sutradara handal, juga merupakan penulis skenario film yang tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya. Beliau mempunyai kebiasaan kasatmata yang selalu ia lakukan setiap pagi secara konsisten, yaitu selalu menulis minimal 5 halaman skenario setiap pagi. Karena prinsipnya ialah segala sesuatu pekerjaan yang berat, bila kita mencicil mengerjakannya secara konsisten maka lambat laun kerjaan tersebut akan simpulan juga. Ya..yang namanya skenario film itu niscaya panjang sekali bila sudah benar-benar simpulan ditulis.  Dan dengan mencicil menulisnya secara konsisten setiap pagi minimal 5 halaman ialah upaya ia untuk sanggup menghasilkan dan menuntaskan sebuah skenario film yang bukan mustahil juga akan menghasilkan kisah film yang lebih berkelas dari sebelumnya.

Dan kenapa dilakukan setiap pagi hari sebab pastinya kita tahu itu ialah waktu yang paling sempurna untuk menemukan ide menulis, sebab lagi seger-segernya. :) Seperti goresan pena ringan ini yang juga saya buat di pagi hari dan terinspirasi dari tayangan Indonesia Morning Show - NET ketika menayangkan sosok Joko Anwar di segmen Inspirasi Pagi. Nah, benar toh, berarti ide itu sanggup tiba dari mana saja, dari yang kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan.

Intinya sebuah kebiasaan baik bila dilakukan secara konsisten terus menerus niscaya akan membuahkan hasil / manfaat yang sangat besar. Layaknya Joko Anwar yang membiasakan menulis minimal 5 halaman, dan itu ia lakukan setiap pagi.

Adapun bila kita hanya sebagai penulis blog, itu juga tidak jauh beda. Dan sudah seharusnya seorang blogger juga melatih diri untuk sanggup melakukan  kebiasaan menulis artikel setiap harinya, walaupun banyak tips-tips blogging di luar sana yang bilang bahwa tidak perlulah update artikel setiap hari, sanggup seminggu atau sebulan sekali yang penting artikelnya berkualitas, kuantitas mah nomor dua. Ya.. itu memang betul. Tapi bila kita benar-benar serius manjadi blogger, maka kita membutuhkan keduanya, kuantitas dan juga kualitas. Justru kedua hal tersebut berjalan berdampingan kalau berdasarkan saya. Semakin rajin/konsisten kita dalam menulis, semakin banyak artkel yang dihasilkan, maka akan semakin manis juga kualitas dari goresan pena kita.

Wih.. gaya saya di atas udah kayak master aja ya.. :D Bukan kok, saya bukan master, mastah, mastin atau apalah itu. Saya hanya menulis untuk membuatkan dan dijadikan pula sebagai motivasi diri untuk sanggup melaksanakan apa yang telah ditulis. Dan pula sedang mempraktekkan untuk sanggup menulis di blog setiap hari, minimal satu posting. Syukur-syukur postinganya banyak dibaca dan sanggup bermanfaat bagi teman sekalian. Amiin.

Baik, sekian saja artikel ringan ini ihwal bagaimana kita sanggup mencar ilmu dari sosok sukses Joko Anwar  untuk sanggup konsisten juga menulis setiap hari. Semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih. Salam. :)

Belajar Dari Kebiasaan Joko Anwar : Menulis 5 Halaman Skenario Setiap Pagi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj94cyW7c4LuYoDdJoyRjubdSaeMCyTJVGKw9ErY6CCAwg_-KmQ8zTd6YJ0fSdAM4gLUsX1oDHuzoIbqsEKE1bWsVxqOVHiHjSDk3P_jhyPjl3vAiT6ftHdqaXzb6e1kpdk0P1_bKKv0_A/s72-c/joko+anwarr.jpg
View detail
Bagaimana Cara Menjaring Pandangan Gres Menulis Artikel Di Blog

Bagaimana Cara Menjaring Pandangan Gres Menulis Artikel Di Blog

Bagaimana Menjaring Ide Menulis Artikel di Blog - Halo sahabat pembaca sekalian, di artikel kali ini saya ingin sedikit mengembangkan wacana bagaimana caranya menjaring ilham menulis artikel di blog. Banyak orang beralasan untuk tidak menulis / sedang buntu menulis, salah satunya yaitu sebab tidak adanya ide, "apa yang mau ditulis? gak ada ide". Biasanya fatwa tersebut muncul bukan sebab memang murni tidak ada ilham dalam pikiran kita, melainkan kita suka lebih terfokus hanya pada satu materi goresan pena yang sifatnya sulit / berat, yang untuk menuliskannya diharapkan waktu dan energi ekstra, menyerupai artikel "Tutorial menciptakan website toko online dari nol hingga jadi", dll

Padahal menulis artikel di blog tidak harus berat-berat (bobot artikelnya). Kita juga sanggup menuliskan artikel yang ringan saja yang berdasarkan kita praktis untuk menuliskannya. Yang penting blognya jadi selalu update. Atau sanggup juga kita siasati, biar kesan blognya tidak terlalu ecek-ecek dalam hal isi artikel, sanggup dibikin referensi update artikel. Dengan perkiraan kita menulis 1 artikel dalam 1 hari, maka dalam seminggu kita sanggup coba menulis artikel bobot berat sebanyak 2 post sebagai postingan pilar. Dan 5 sisanya sanggup kita tulis artikel-artikel yang sifanya ringan. Sehingga otak kita tidak terlalu ngebul buat bikin artikel yang berat-berat, juga frekuensi update artikel yang terjaga dengan tulisan-tulisan ringan yang dibentuk setiap hari. Lebih baik update artikel blog wacana apa saja daripada tidak update sama sekali.
Bagaimana Menjaring Ide Menulis Artikel di Blog  Bagaimana Cara Menjaring Ide Menulis Artikel di Blog
dari flickr.com

Adapun jikalau kita peka terhadap sekeliling, maka akan aneka macam hal-hal yang sanggup kita jadikan ilham untuk menulis artikel di blog. Bisa kita mulai dengan melihat diri kita sendiri terlebih dahulu. Misal kita punya buku-buku bagus, maka kita sanggup menulis artikel review buku-buku tersebut yang menjelaskan kekurangan dan kelebihannya. Atau kita punya CD Musik Original dari satu grup band misal, maka kita juga sanggup menuliskan artikel review wacana itu dilihat dari sudut pandang kita.

Segala hal yang ada di sekeliling kita yaitu sebuah kumpulan ilham yang jikalau dikembangkan akan menghasilkan puluhan, ratusan bahkan ribuan artikel. Kita juga sanggup menciptakan artikel pengertian/definisi atau sejarah dari satu objek. Misal definisi kipas angin, sejarah kipas angin, definisi dispenser, sejarah inovasi dispenser, sejarah inovasi televisi, sejarah inovasi keyboard, dan lain-lain.

Terus bahannya tulisnnya kita sanggup dari mana?? Ya dari mana lagi, yang paling praktis kita sanggup browsing di Google wacana apa yang mau kita jadikan materi tulisan. Misal kita mencari wacana sejarah kipas angin, maka niscaya akan banyak juga artikel yang telah membahas hal tersebut. Yang perlu kita lakukan yaitu membacanya dan memahaminya. Lalu sehabis kita paham, kita tuliskan ulang dengan versi bahasa dan goresan pena kita sendiri tanpa copas. Atau jikalau kita telah mempunyai pengetahuan mumpuni wacana satu hal, maka sanggup saja eksklusif menuliskannya tanpa harus terlebih dahulu mencari bahan-bahan atau referensi.  "Yah.. Lama dong?!"  Ya..iya pastinya membutuhkan waktu, tidak ada yang instan. Mi instan pun perlu direbus dulu sebelum sanggup disantap. betul apa betul??

Intinya Nikmati saja prosesnya. Pasti akan ada manfaat dari suatu hal yang dilakukan dengan perjuangan. Tulisan yang telah kita buat dan kita publish tidak harus eksklusif mengatakan keuntungannya sekarang, mungkin beberapa bulan atau tahun kedepan akan terasa manfaatnya, yang mana mungkin artikel kita tersebut justru yang menyumbang banyak trafik ke blog kita. 

Baik, mungkin itulah sedikit tips bagaimana menjaring ilham menulis artikel di blog. Intinya ilham menulis itu tidak akan pernah habis. Tugas kita bukan hanya menunggu ilham itu datang, tapi jemputlah ilham tersebut. Lalu segera tuliskan.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.
Bagaimana Menjaring Ide Menulis Artikel di Blog - Halo sahabat pembaca sekalian, di artikel kali ini saya ingin sedikit mengembangkan wacana bagaimana caranya menjaring ilham menulis artikel di blog. Banyak orang beralasan untuk tidak menulis / sedang buntu menulis, salah satunya yaitu sebab tidak adanya ide, "apa yang mau ditulis? gak ada ide". Biasanya fatwa tersebut muncul bukan sebab memang murni tidak ada ilham dalam pikiran kita, melainkan kita suka lebih terfokus hanya pada satu materi goresan pena yang sifatnya sulit / berat, yang untuk menuliskannya diharapkan waktu dan energi ekstra, menyerupai artikel "Tutorial menciptakan website toko online dari nol hingga jadi", dll

Padahal menulis artikel di blog tidak harus berat-berat (bobot artikelnya). Kita juga sanggup menuliskan artikel yang ringan saja yang berdasarkan kita praktis untuk menuliskannya. Yang penting blognya jadi selalu update. Atau sanggup juga kita siasati, biar kesan blognya tidak terlalu ecek-ecek dalam hal isi artikel, sanggup dibikin referensi update artikel. Dengan perkiraan kita menulis 1 artikel dalam 1 hari, maka dalam seminggu kita sanggup coba menulis artikel bobot berat sebanyak 2 post sebagai postingan pilar. Dan 5 sisanya sanggup kita tulis artikel-artikel yang sifanya ringan. Sehingga otak kita tidak terlalu ngebul buat bikin artikel yang berat-berat, juga frekuensi update artikel yang terjaga dengan tulisan-tulisan ringan yang dibentuk setiap hari. Lebih baik update artikel blog wacana apa saja daripada tidak update sama sekali.
Bagaimana Menjaring Ide Menulis Artikel di Blog  Bagaimana Cara Menjaring Ide Menulis Artikel di Blog
dari flickr.com

Adapun jikalau kita peka terhadap sekeliling, maka akan aneka macam hal-hal yang sanggup kita jadikan ilham untuk menulis artikel di blog. Bisa kita mulai dengan melihat diri kita sendiri terlebih dahulu. Misal kita punya buku-buku bagus, maka kita sanggup menulis artikel review buku-buku tersebut yang menjelaskan kekurangan dan kelebihannya. Atau kita punya CD Musik Original dari satu grup band misal, maka kita juga sanggup menuliskan artikel review wacana itu dilihat dari sudut pandang kita.

Segala hal yang ada di sekeliling kita yaitu sebuah kumpulan ilham yang jikalau dikembangkan akan menghasilkan puluhan, ratusan bahkan ribuan artikel. Kita juga sanggup menciptakan artikel pengertian/definisi atau sejarah dari satu objek. Misal definisi kipas angin, sejarah kipas angin, definisi dispenser, sejarah inovasi dispenser, sejarah inovasi televisi, sejarah inovasi keyboard, dan lain-lain.

Terus bahannya tulisnnya kita sanggup dari mana?? Ya dari mana lagi, yang paling praktis kita sanggup browsing di Google wacana apa yang mau kita jadikan materi tulisan. Misal kita mencari wacana sejarah kipas angin, maka niscaya akan banyak juga artikel yang telah membahas hal tersebut. Yang perlu kita lakukan yaitu membacanya dan memahaminya. Lalu sehabis kita paham, kita tuliskan ulang dengan versi bahasa dan goresan pena kita sendiri tanpa copas. Atau jikalau kita telah mempunyai pengetahuan mumpuni wacana satu hal, maka sanggup saja eksklusif menuliskannya tanpa harus terlebih dahulu mencari bahan-bahan atau referensi.  "Yah.. Lama dong?!"  Ya..iya pastinya membutuhkan waktu, tidak ada yang instan. Mi instan pun perlu direbus dulu sebelum sanggup disantap. betul apa betul??

Intinya Nikmati saja prosesnya. Pasti akan ada manfaat dari suatu hal yang dilakukan dengan perjuangan. Tulisan yang telah kita buat dan kita publish tidak harus eksklusif mengatakan keuntungannya sekarang, mungkin beberapa bulan atau tahun kedepan akan terasa manfaatnya, yang mana mungkin artikel kita tersebut justru yang menyumbang banyak trafik ke blog kita. 

Baik, mungkin itulah sedikit tips bagaimana menjaring ilham menulis artikel di blog. Intinya ilham menulis itu tidak akan pernah habis. Tugas kita bukan hanya menunggu ilham itu datang, tapi jemputlah ilham tersebut. Lalu segera tuliskan.

Terima kasih. Semoga bermanfaat.
Bagaimana Cara Menjaring Pandangan Gres Menulis Artikel Di Blog
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghykzbZbgNH0SjEgle-oz1K64R0KBEK-iyV9yJsm74eS6SWDQ_43Lgfvb-q8hZFkLQ1gW1JMZZ6yZQSaZyLkb7IuaxtbFC-3pB0yIACGpCz-Z_dEmTXeWL0SL_FNVKNpf0wWcc_tC6NR0/s72-c/idea.jpg
View detail
Tips Menulis : Jangan Menulis Sambil Mengedit

Tips Menulis : Jangan Menulis Sambil Mengedit

Jangan Menulis Sambil Mengedit - Mungkin ini yaitu salah satu tips menulis yang sudah sering didengar dan juga berdasarkan saya memang benar adanya. Kenapa kita jangan menulis sambil mengedit goresan pena yang sedang kita tulis tersebut. Oke, di artikel ini akan coba saya uraikan apa alasannya berdasarkan pengalaman sendiri.

Menulis yaitu suatu aktivitas yang harus disertai fokus dalam menuangkan apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan. Maka dari itu untuk membentuk sebuah fokus ketika menulis, kita harus memisahkan antara aktivitas menulis itu sendiri dan aktivitas mengedit. Karena inti dari aktivitas menulis yaitu berpikir kemudian tuliskan, itu saja. Untuk dilema editing itu urusan belakangan. Lebih gampangnya begitu lah.
Mungkin ini yaitu salah satu tips menulis yang sudah sering didengar dan juga berdasarkan say Tips Menulis : Jangan Menulis Sambil Mengedit
dari Google Image - CC License

Namun pada kebanyakan orang (termasuk saya di dalamnya) seringkali malah mencampuradukkan antara menulis dan mengedit goresan pena itu sendiri. Memang tidak ada yang salah ketika kita menulis sambil mengedit goresan pena kita, sembari dipercantik. Tapi niscaya itu akan lebih menguras waktu ketimbang jikalau kita mengeditnya nanti saja sehabis kita beres menulis. Selain itu, menyerupai disebutkan tadi bahwa menulis itu butuh fokus pikiran untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiran. Dan jikalau kita menulis sembari mengedit, maka dapat saja fokus kita untuk menuliskan inspirasi yang sudah muncul di otak akan dengan gampangnya menghilang begitu saja. Karena pikiran kita secara pribadi akan terbagi dua, antara menulis dan mengeditnya.

Contoh kasus yang sering saya alami, yaitu ketika hendak mencoba menulis sebuah paragraf awal untuk sebuah inspirasi tulisan. Saya suka lebih terfokus pada bagaimana caranya untuk menghasilkan kalimat-kalimat yang manis dan tepat untuk dijadikan sebagai pengantar/pembukaan. Namun seringkali itu malah jadi boomerang yang menciptakan saya tidak dapat menghasilkan banyak goresan pena dalam waktu singkat. Ketika berhasil menulis 2 atau 3 kalimat awal, kemudian dibaca ulang, ada yang kurang mengena, kemudian dihapus, tulis ulang, kurang mengena lagi, hapus lagi, mau lanjut nulis, malah galau hasilnya mau nulis gimana. Akhirnya satu paragraf pun tidak jadi-jadi, frustasi, kemudian tidur..he.

Itulah maksudnya bahwa menulis itu harus berprinsip "pikirkan kemudian tuliskan" sesimpel itu. Biarkanlah jari-jari kita dengan luwes menejemahkan apa yang kita pikirkan untuk menjadi sebuah tulisan. Fokus hanya pada bagaimana kita menghasilkan goresan pena dari apa yang kita pikirkan. Ibarat kita sedang berbicara / ngobrol yang niscaya tanpa teks, kita dapat dengan lancar mengungkapkan apa yang kita pikirakan ke dalam bentuk perkataan. Begitupun juga dengan menulis, anggap saja kita sedang ngobrol dengan diary. Ketika ngobrol tersebut tentu kita tidak perlu dulu memperhatikan ketepatan dalam pemilihan kata, tanda baca, atau mungkin menyidik adanya kesalahan penulisan, luwes aja. Soal edit dan poles, dapat kita lakukan nanti sehabis menuntaskan tulisannya. Sehingga dengan begitu kita dapat lebih fokus dalam menulis sehingga dapat menghasilkan goresan pena dalam jumlah banyak dalam waktu yang sedikit. Artinya dengan begitu, kita dapat lebih mengefisienkan waktu kita dalam menulis.

Intinya aktivitas menulis dan mengedit/memoles goresan pena yaitu aktivitas berbeda yang seharusnya dilakukan terpisah biar terbentuk fokus dalam keduanya. Kaprikornus ketika menulis, berfokuslah hanya pada aktivitas menulis itu sendiri. Bebaskan jari-jari kita untuk menuliskan apa yang dipikirkan, maka lihatlah sudah berapa banyak goresan pena yang kita hasilkan. Setelah beres kita dapat dengan praktis mengedit atau menambahkan teks komplemen jikalau ada yang dirasa kurang atau menambahkan gambar untuk mempercantik tampilan tulisan.

Nah itulah mungkin salah satu tips menulis yang dapat kita coba dan juga kini sedang saya terapkan ia artikel ini. Dari paragraf awal di atas, saya hanya menuliskan apa yang dipikirkan tanpa terhambat oleh pikiran harus pribadi mengedit atau merapihkan tulisannya secara bersamaan. Adapun kalau kini terlihat rapih, itu juga alasannya yaitu hasil poles dan edit setelahnya.

Juga sebisa mungkin, saya mengurangi menekan tombol backspace / hapus ketika menulis alasannya yaitu ini juga merupakan satu hal yang menghambat fokus kita ketika menulis. Artinya kalau ada kesalahan dalam penulisan atau pun pemilihan kata yang dirasa kurang pas, jangan dulu tekan tombol backspace, lanjutkan saja dulu menulisnya. Maka lihatlah apa yang terjadi..

Selain itu untuk mempertahankan fokus dan mengembangkannya ke tulisan, ketika sedang menulis janganlah sekali-kali membaca ulang apa yang sudah kita tulis, ini juga menghambat fokus kita. Yang perlu kita lakukan hanya menulisalah secara mengalir layaknya kita berbicara dengan sobat di depan kita, dalam hal ini yaitu layar postingan. Kegiatan baca ulang dapat kita lakukan nanti sehabis beres nulisnya.

Jadi, pada dasarnya hindarilah menulis sambil mengedit. Lakukan itu secara terpisah untuk melatih fokus dan meningkatkan produktivitas menghasilkan goresan pena / artikel, khususnya untuk blogger pemula yang kadang masih suka keder duluan dalam memulai menulis.

Oke, mungkin dicukupkan sekian artkel ringan perihal tips menulis ini. Semoga dapat bermanfaat buat teman-teman sekalian. Terima kasih. :)

Jangan Menulis Sambil Mengedit - Mungkin ini yaitu salah satu tips menulis yang sudah sering didengar dan juga berdasarkan saya memang benar adanya. Kenapa kita jangan menulis sambil mengedit goresan pena yang sedang kita tulis tersebut. Oke, di artikel ini akan coba saya uraikan apa alasannya berdasarkan pengalaman sendiri.

Menulis yaitu suatu aktivitas yang harus disertai fokus dalam menuangkan apa yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk tulisan. Maka dari itu untuk membentuk sebuah fokus ketika menulis, kita harus memisahkan antara aktivitas menulis itu sendiri dan aktivitas mengedit. Karena inti dari aktivitas menulis yaitu berpikir kemudian tuliskan, itu saja. Untuk dilema editing itu urusan belakangan. Lebih gampangnya begitu lah.
Mungkin ini yaitu salah satu tips menulis yang sudah sering didengar dan juga berdasarkan say Tips Menulis : Jangan Menulis Sambil Mengedit
dari Google Image - CC License

Namun pada kebanyakan orang (termasuk saya di dalamnya) seringkali malah mencampuradukkan antara menulis dan mengedit goresan pena itu sendiri. Memang tidak ada yang salah ketika kita menulis sambil mengedit goresan pena kita, sembari dipercantik. Tapi niscaya itu akan lebih menguras waktu ketimbang jikalau kita mengeditnya nanti saja sehabis kita beres menulis. Selain itu, menyerupai disebutkan tadi bahwa menulis itu butuh fokus pikiran untuk menuliskan apa yang ada dalam pikiran. Dan jikalau kita menulis sembari mengedit, maka dapat saja fokus kita untuk menuliskan inspirasi yang sudah muncul di otak akan dengan gampangnya menghilang begitu saja. Karena pikiran kita secara pribadi akan terbagi dua, antara menulis dan mengeditnya.

Contoh kasus yang sering saya alami, yaitu ketika hendak mencoba menulis sebuah paragraf awal untuk sebuah inspirasi tulisan. Saya suka lebih terfokus pada bagaimana caranya untuk menghasilkan kalimat-kalimat yang manis dan tepat untuk dijadikan sebagai pengantar/pembukaan. Namun seringkali itu malah jadi boomerang yang menciptakan saya tidak dapat menghasilkan banyak goresan pena dalam waktu singkat. Ketika berhasil menulis 2 atau 3 kalimat awal, kemudian dibaca ulang, ada yang kurang mengena, kemudian dihapus, tulis ulang, kurang mengena lagi, hapus lagi, mau lanjut nulis, malah galau hasilnya mau nulis gimana. Akhirnya satu paragraf pun tidak jadi-jadi, frustasi, kemudian tidur..he.

Itulah maksudnya bahwa menulis itu harus berprinsip "pikirkan kemudian tuliskan" sesimpel itu. Biarkanlah jari-jari kita dengan luwes menejemahkan apa yang kita pikirkan untuk menjadi sebuah tulisan. Fokus hanya pada bagaimana kita menghasilkan goresan pena dari apa yang kita pikirkan. Ibarat kita sedang berbicara / ngobrol yang niscaya tanpa teks, kita dapat dengan lancar mengungkapkan apa yang kita pikirakan ke dalam bentuk perkataan. Begitupun juga dengan menulis, anggap saja kita sedang ngobrol dengan diary. Ketika ngobrol tersebut tentu kita tidak perlu dulu memperhatikan ketepatan dalam pemilihan kata, tanda baca, atau mungkin menyidik adanya kesalahan penulisan, luwes aja. Soal edit dan poles, dapat kita lakukan nanti sehabis menuntaskan tulisannya. Sehingga dengan begitu kita dapat lebih fokus dalam menulis sehingga dapat menghasilkan goresan pena dalam jumlah banyak dalam waktu yang sedikit. Artinya dengan begitu, kita dapat lebih mengefisienkan waktu kita dalam menulis.

Intinya aktivitas menulis dan mengedit/memoles goresan pena yaitu aktivitas berbeda yang seharusnya dilakukan terpisah biar terbentuk fokus dalam keduanya. Kaprikornus ketika menulis, berfokuslah hanya pada aktivitas menulis itu sendiri. Bebaskan jari-jari kita untuk menuliskan apa yang dipikirkan, maka lihatlah sudah berapa banyak goresan pena yang kita hasilkan. Setelah beres kita dapat dengan praktis mengedit atau menambahkan teks komplemen jikalau ada yang dirasa kurang atau menambahkan gambar untuk mempercantik tampilan tulisan.

Nah itulah mungkin salah satu tips menulis yang dapat kita coba dan juga kini sedang saya terapkan ia artikel ini. Dari paragraf awal di atas, saya hanya menuliskan apa yang dipikirkan tanpa terhambat oleh pikiran harus pribadi mengedit atau merapihkan tulisannya secara bersamaan. Adapun kalau kini terlihat rapih, itu juga alasannya yaitu hasil poles dan edit setelahnya.

Juga sebisa mungkin, saya mengurangi menekan tombol backspace / hapus ketika menulis alasannya yaitu ini juga merupakan satu hal yang menghambat fokus kita ketika menulis. Artinya kalau ada kesalahan dalam penulisan atau pun pemilihan kata yang dirasa kurang pas, jangan dulu tekan tombol backspace, lanjutkan saja dulu menulisnya. Maka lihatlah apa yang terjadi..

Selain itu untuk mempertahankan fokus dan mengembangkannya ke tulisan, ketika sedang menulis janganlah sekali-kali membaca ulang apa yang sudah kita tulis, ini juga menghambat fokus kita. Yang perlu kita lakukan hanya menulisalah secara mengalir layaknya kita berbicara dengan sobat di depan kita, dalam hal ini yaitu layar postingan. Kegiatan baca ulang dapat kita lakukan nanti sehabis beres nulisnya.

Jadi, pada dasarnya hindarilah menulis sambil mengedit. Lakukan itu secara terpisah untuk melatih fokus dan meningkatkan produktivitas menghasilkan goresan pena / artikel, khususnya untuk blogger pemula yang kadang masih suka keder duluan dalam memulai menulis.

Oke, mungkin dicukupkan sekian artkel ringan perihal tips menulis ini. Semoga dapat bermanfaat buat teman-teman sekalian. Terima kasih. :)

Tips Menulis : Jangan Menulis Sambil Mengedit
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTjJ1YeKmiAkwNBgDRXVNxZJNPDRErYd88pmixeOSFcZbMd0ofze2cecIkrU1fkVOKVwhNoQn5a7y8m918F4MUzLmC89tJZUg1HUQvLEj2p3JS7Ib2Ho3qvgLXCUg1nULj9YPacGooAgk/s72-c/Kneaded_eraser.JPG
View detail
Hindari Kebiasaan Menunda-Nunda Dalam Menulis

Hindari Kebiasaan Menunda-Nunda Dalam Menulis

Pada masa sekolah dulu, saya sering melihat bahkan sudah sangat bersahabat dengan goresan pena berupa catatan kaki yang tercetak di buku tulis brand SIDU (gak apa-apa lah ya nyebut merk). Di buku tulis tersebut terdapat beberapa catatan kaki yang tercetak, berbahasa Inggris dan merupakan ungkapan positif yang kerap kali dilupakan oleh banyak orang.

Salah satu goresan pena catatan kaki di buku tersebut yang paling saya ingat ialah "Don't put off tomorrow what you can do today" yang artinya kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia "Jangan menunda hingga hari esok untuk melaksanakan pekerjaan yang sanggup kau kerjakan hari ini". Yup.. ini pesan yang berdasarkan saya ngena banget dan harus benar-benar dilakukan, bukan sekadar diucapkan.

Menunda-nunda pekerjaan memang terkesan mengasyikan, terlebih kalau kita merasa masih punya banyak waktu untuk mengerjakannya. Namun sebenarnya, dengan menunda-nunda cuma akan menambah beban kita di lalu hari.

Hampir tidak ada sama sekali laba yang sanggup kita sanggup dengan menunda-nunda pekerjaan. Eh tapi, ada satu sih yang saya tahu, ternyata menunda-nunda pekerjaan juga ada untungnya.

 saya sering melihat bahkan sudah sangat bersahabat dengan goresan pena berupa catatan kaki yang ter Hindari Kebiasaan Menunda-nunda Dalam Menulis
Gambar dari www.pixels.com
Saya pernah dengar dongeng group grup band asal Sukabumi berjulukan Vagetoz, yang mana pada sejarah awal pembentukannya para personel kerap kali menunda-nunda latihan ngeband nya, ditunda besok atau lusa. Nama vagetoz sendiri berasal dari kata bahasa sunda "pageto" yang berarti "hari esok lusa". Nama itu tercetus alasannya kebiasaan para personel yang suka menunda-nunda waktu latihan, "pageto we lah, pageto". Sehingga terbentuk nama grup band Vagetoz yang pada zamannya (sekitar tahun 2007) cukup sukses dan lagu-lagunya sanggup diterima masyarakat, serta banyak juga yang dijadikan soundtrack sinetron kala itu.

Tuh dari menunda-nunda pekerjaanpun ternyata sanggup untung juga..hehe. Tapi bukan itu point-nya sob. Itu cuma soal proteksi nama grup band yang terinspirasi dari kebiasaan menunda-nunda. Selebihnya saya yakin, mereka (vagetoz) juga bekerja keras dan tidak lagi menunda-nunda waktu latihan sebelum mereka jadinya benar-benar sukses.

Di luar dongeng Vagetoz di atas, saya sama sekali belum lagi pernah mendengar laba yang sanggup didapat dengan menunda-nunda pekerjaan. Menunda-nunda hanya akan menciptakan kita semakin merasa malas dan pekerjaan serasa semakin menumpuk, dan waktu kita semakin tidak terpakai secara efisien, alias mubazir waktu. Setidaknya itulah yang juga saya rasakan.

Begitupun juga hal "Menulis", khususnya dalam menulis di blog. Seringkali kita didatangi penyakit kebiasaan menunda-nunda menulis untuk update artikel di blog. Masalah ini yang berdasarkan saya paling sering menjangkiti seorang blogger pemula. Ketika ide menulis tiba dan berseliweran di otak, namun kita menunggu waktu yang tepat untuk sanggup menuliskannya ke dalam bentuk artikel. Waktu yang tepat pun pada jadinya tidak kunjung ada, ide tulisanpun dirasanya sudah busuk untuk ditulis, sehingga tidak menghasilkan apa-apa. Blog pun kosong tanpa artikel yang fresh dan produktivitas menulispun menurun. Percayalah, ketika yang tepat itu tidak akan pernah datang. Waktu yang paling tepat untuk memulai menulis ialah ketika ini, tidak pakai nanti-nanti.

Maka dari itu, mulai kini hindarilah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Bukan hanya dalam hal menulis, tapi juga dalam segala hal, bahkan yang terkecil sekalipun menyerupai menunda-nunda berdiri tidur. Ingat, waktu ialah uang, jangan disia-siakan dan dihabisakn dengan cuma menunda-nunda pekerjaan yang bekerjsama sanggup dilakukan sekarang. Niscaya hidup kita akan lebih produktif dengan tidak menunda-nunda pekerjaan.

Akhir kata biar artikel ringan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih. Salam.


Pada masa sekolah dulu, saya sering melihat bahkan sudah sangat bersahabat dengan goresan pena berupa catatan kaki yang tercetak di buku tulis brand SIDU (gak apa-apa lah ya nyebut merk). Di buku tulis tersebut terdapat beberapa catatan kaki yang tercetak, berbahasa Inggris dan merupakan ungkapan positif yang kerap kali dilupakan oleh banyak orang.

Salah satu goresan pena catatan kaki di buku tersebut yang paling saya ingat ialah "Don't put off tomorrow what you can do today" yang artinya kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia "Jangan menunda hingga hari esok untuk melaksanakan pekerjaan yang sanggup kau kerjakan hari ini". Yup.. ini pesan yang berdasarkan saya ngena banget dan harus benar-benar dilakukan, bukan sekadar diucapkan.

Menunda-nunda pekerjaan memang terkesan mengasyikan, terlebih kalau kita merasa masih punya banyak waktu untuk mengerjakannya. Namun sebenarnya, dengan menunda-nunda cuma akan menambah beban kita di lalu hari.

Hampir tidak ada sama sekali laba yang sanggup kita sanggup dengan menunda-nunda pekerjaan. Eh tapi, ada satu sih yang saya tahu, ternyata menunda-nunda pekerjaan juga ada untungnya.

 saya sering melihat bahkan sudah sangat bersahabat dengan goresan pena berupa catatan kaki yang ter Hindari Kebiasaan Menunda-nunda Dalam Menulis
Gambar dari www.pixels.com
Saya pernah dengar dongeng group grup band asal Sukabumi berjulukan Vagetoz, yang mana pada sejarah awal pembentukannya para personel kerap kali menunda-nunda latihan ngeband nya, ditunda besok atau lusa. Nama vagetoz sendiri berasal dari kata bahasa sunda "pageto" yang berarti "hari esok lusa". Nama itu tercetus alasannya kebiasaan para personel yang suka menunda-nunda waktu latihan, "pageto we lah, pageto". Sehingga terbentuk nama grup band Vagetoz yang pada zamannya (sekitar tahun 2007) cukup sukses dan lagu-lagunya sanggup diterima masyarakat, serta banyak juga yang dijadikan soundtrack sinetron kala itu.

Tuh dari menunda-nunda pekerjaanpun ternyata sanggup untung juga..hehe. Tapi bukan itu point-nya sob. Itu cuma soal proteksi nama grup band yang terinspirasi dari kebiasaan menunda-nunda. Selebihnya saya yakin, mereka (vagetoz) juga bekerja keras dan tidak lagi menunda-nunda waktu latihan sebelum mereka jadinya benar-benar sukses.

Di luar dongeng Vagetoz di atas, saya sama sekali belum lagi pernah mendengar laba yang sanggup didapat dengan menunda-nunda pekerjaan. Menunda-nunda hanya akan menciptakan kita semakin merasa malas dan pekerjaan serasa semakin menumpuk, dan waktu kita semakin tidak terpakai secara efisien, alias mubazir waktu. Setidaknya itulah yang juga saya rasakan.

Begitupun juga hal "Menulis", khususnya dalam menulis di blog. Seringkali kita didatangi penyakit kebiasaan menunda-nunda menulis untuk update artikel di blog. Masalah ini yang berdasarkan saya paling sering menjangkiti seorang blogger pemula. Ketika ide menulis tiba dan berseliweran di otak, namun kita menunggu waktu yang tepat untuk sanggup menuliskannya ke dalam bentuk artikel. Waktu yang tepat pun pada jadinya tidak kunjung ada, ide tulisanpun dirasanya sudah busuk untuk ditulis, sehingga tidak menghasilkan apa-apa. Blog pun kosong tanpa artikel yang fresh dan produktivitas menulispun menurun. Percayalah, ketika yang tepat itu tidak akan pernah datang. Waktu yang paling tepat untuk memulai menulis ialah ketika ini, tidak pakai nanti-nanti.

Maka dari itu, mulai kini hindarilah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Bukan hanya dalam hal menulis, tapi juga dalam segala hal, bahkan yang terkecil sekalipun menyerupai menunda-nunda berdiri tidur. Ingat, waktu ialah uang, jangan disia-siakan dan dihabisakn dengan cuma menunda-nunda pekerjaan yang bekerjsama sanggup dilakukan sekarang. Niscaya hidup kita akan lebih produktif dengan tidak menunda-nunda pekerjaan.

Akhir kata biar artikel ringan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian. Terima kasih. Salam.


Hindari Kebiasaan Menunda-Nunda Dalam Menulis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7LwZX4-KEXF8-oVbk3rU8p5uBRPDB9C-WjVQkECPJEY6jJH-7urobF70-PO_v5zYEOoSxJD3vAaAJn6Kbs5bHJSIPNEHbwZLEryN7Kz6bL6ywXKpB94dbUuSxDpsLVHPuhJltgrJe03U/s72-c/numbers-time-watch-white.jpg
View detail
Tips Menulis : Menulislah Di Mana Saja

Tips Menulis : Menulislah Di Mana Saja

Menulislah Dimana Saja - Tahu program Music Everywhere nya Net TV? Ya itu salah satu (baca : satu-satunya) program musik TV favorit saya juga ketika ini. Karena isinya memang benar-benar menyajikan pertunjukkan musik live yang berkualitas. Bukan program musik tapi isinya masak-masak.
Namanya Everywhere, niscaya latar kawasan yang digunakan juga macam-macam setiap minggunya, dapat di museum, di taman, di cafe, di balcon gedung, di dalam angkot (enggak deng). Juga ditunjang dengan penataan sudut pandang kamera dan lighting yang apik sehingga menyuguhkan tontonan berkelas bagi yang menontonnya di TV atau pun langsung. (Lha kenapa ini ngomongin musik).

Bukan maksud apa-apa sih, cuma saya mau menawarkan sedikit tips menulis yang juga sedang saya jalani sekarang, yaitu writing everywhere alias menulis dimana saja. Kalau pertunjukan musik aja yang membutuhkan banyak peralatan dapat everywhere alias dimana saja. So, kenapa 'Menulis' tidak bisa. Menulis yakni aktivitas yang jauh lebih mobile dan tentu dapat kita lakukan di mana saja, asal ada laptop. Bahkan gak perlu pakai laptop juga, dapat pakai tablet atau smartphone sekalipun. Seperti goresan pena ini juga saya buat di aplikasi blogger mobile Android, ketika sedang duduk di dingklik bus antar kota :)
 program musik TV favorit saya juga ketika ini Tips Menulis : Menulislah Di mana Saja
Gambar lisensi CC dari www.flickr.com
Saya jadi teringat salah satu paragraf goresan pena dalam bukunya mas Indra Permana yang berjudul Resign Sukses. Di paragraf itu (entah di halamam berapa) ia menceritakan proses penulisan bukunya itu juga dikerjakan ketika ia pergi liburan ke luar negeri. Mas Indra menulis bukunya di mana saja. Di tempat-tempat yang ia kunjungi ketika wisata, selalu disempatkannya untuk menulis bukunya yang kini telah jadi best seller itu.

Bahkan ketika naik sepeda pun, beluau menulis. Lha kok bisa, naik sepeda sambil nulis?? Bisa saja, caranya yaitu dengan mengucapkan kalimat demi kalimat yang hendak dijadikan goresan pena kemudian direkamnya memakai gadget. Untuk kemudian dapat ditransfer ke dalam bentuk goresan pena nantinya. Hal itu cukup efektif tampaknya (walau saya sendiri belum pernah mencobanya) sebab dapat saja ketika bersepeda itu ide ide goresan pena akan muncul melimpah kemudian supaya tidak kabur, kita dapat ikat dengan cara merekamnya. Kan sayang ide manis kalau dibiarin kabur :)

Makara menulislah dimana saja, selagi memungkinkan. Manfaatkan gadget yang kita punya untuk menulis, khusunya menulis artikel di blog menyerupai ini untuk tetap dapat update artikel. Sehingga 'tidak sedang depan laptop/komputet' bukan lagi alasan untuk tidak menulis.

Memang kesudahannya niscaya akan kurang maksimal, terlebih kalau kita memakai gadget mobile menyerupai android, yang notabene cuma memakai dua jempol untuk mengetikkan tulisan, dapat saja ada/banyak typo kesalahan dalam penulisan ditambah imbas jempol keriting..hehe. Selain itu fitur mobile juga sangat terbatas, menyerupai tidak leluasa mengupload gambar untuk dimasukkan ke artikel, menawarkan link, mengedit URL artikel dan yang lainnya. Tapi lebih baik kan daripada tidak menulis sama sekali. Toh kita masih dapat edit tulisannya walau sudah dupublish - nanti sesudah siap dengan waktu luang dan peralatan yang lebih mendukung untuk menulis normal.

Tips menulis dimana saja ini dapat sangat efektif untuk meningkatkan frekuensi update artikel di blog kita. Selain itu waktu kita juga akan lebih terpakai secara efektif dan efisien. Ingat, time is money, jangan disia-siakan. Selagi ada waktu untuk menulis, sempatkanlah menulis tanpa tapi tanpa nanti.

Semoga goresan pena ringan ini bermanfaat. Sekian, terima kasih.
Salam
Menulislah Dimana Saja - Tahu program Music Everywhere nya Net TV? Ya itu salah satu (baca : satu-satunya) program musik TV favorit saya juga ketika ini. Karena isinya memang benar-benar menyajikan pertunjukkan musik live yang berkualitas. Bukan program musik tapi isinya masak-masak.
Namanya Everywhere, niscaya latar kawasan yang digunakan juga macam-macam setiap minggunya, dapat di museum, di taman, di cafe, di balcon gedung, di dalam angkot (enggak deng). Juga ditunjang dengan penataan sudut pandang kamera dan lighting yang apik sehingga menyuguhkan tontonan berkelas bagi yang menontonnya di TV atau pun langsung. (Lha kenapa ini ngomongin musik).

Bukan maksud apa-apa sih, cuma saya mau menawarkan sedikit tips menulis yang juga sedang saya jalani sekarang, yaitu writing everywhere alias menulis dimana saja. Kalau pertunjukan musik aja yang membutuhkan banyak peralatan dapat everywhere alias dimana saja. So, kenapa 'Menulis' tidak bisa. Menulis yakni aktivitas yang jauh lebih mobile dan tentu dapat kita lakukan di mana saja, asal ada laptop. Bahkan gak perlu pakai laptop juga, dapat pakai tablet atau smartphone sekalipun. Seperti goresan pena ini juga saya buat di aplikasi blogger mobile Android, ketika sedang duduk di dingklik bus antar kota :)
 program musik TV favorit saya juga ketika ini Tips Menulis : Menulislah Di mana Saja
Gambar lisensi CC dari www.flickr.com
Saya jadi teringat salah satu paragraf goresan pena dalam bukunya mas Indra Permana yang berjudul Resign Sukses. Di paragraf itu (entah di halamam berapa) ia menceritakan proses penulisan bukunya itu juga dikerjakan ketika ia pergi liburan ke luar negeri. Mas Indra menulis bukunya di mana saja. Di tempat-tempat yang ia kunjungi ketika wisata, selalu disempatkannya untuk menulis bukunya yang kini telah jadi best seller itu.

Bahkan ketika naik sepeda pun, beluau menulis. Lha kok bisa, naik sepeda sambil nulis?? Bisa saja, caranya yaitu dengan mengucapkan kalimat demi kalimat yang hendak dijadikan goresan pena kemudian direkamnya memakai gadget. Untuk kemudian dapat ditransfer ke dalam bentuk goresan pena nantinya. Hal itu cukup efektif tampaknya (walau saya sendiri belum pernah mencobanya) sebab dapat saja ketika bersepeda itu ide ide goresan pena akan muncul melimpah kemudian supaya tidak kabur, kita dapat ikat dengan cara merekamnya. Kan sayang ide manis kalau dibiarin kabur :)

Makara menulislah dimana saja, selagi memungkinkan. Manfaatkan gadget yang kita punya untuk menulis, khusunya menulis artikel di blog menyerupai ini untuk tetap dapat update artikel. Sehingga 'tidak sedang depan laptop/komputet' bukan lagi alasan untuk tidak menulis.

Memang kesudahannya niscaya akan kurang maksimal, terlebih kalau kita memakai gadget mobile menyerupai android, yang notabene cuma memakai dua jempol untuk mengetikkan tulisan, dapat saja ada/banyak typo kesalahan dalam penulisan ditambah imbas jempol keriting..hehe. Selain itu fitur mobile juga sangat terbatas, menyerupai tidak leluasa mengupload gambar untuk dimasukkan ke artikel, menawarkan link, mengedit URL artikel dan yang lainnya. Tapi lebih baik kan daripada tidak menulis sama sekali. Toh kita masih dapat edit tulisannya walau sudah dupublish - nanti sesudah siap dengan waktu luang dan peralatan yang lebih mendukung untuk menulis normal.

Tips menulis dimana saja ini dapat sangat efektif untuk meningkatkan frekuensi update artikel di blog kita. Selain itu waktu kita juga akan lebih terpakai secara efektif dan efisien. Ingat, time is money, jangan disia-siakan. Selagi ada waktu untuk menulis, sempatkanlah menulis tanpa tapi tanpa nanti.

Semoga goresan pena ringan ini bermanfaat. Sekian, terima kasih.
Salam
Tips Menulis : Menulislah Di Mana Saja
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5gG878HU3MLlu9bJHrDrHAHuPHWGeW1ae_6t4L7fjqDe6tvz3d-FqVz6kY8a4sFx0nfeivBu5XRdTq4DCjs02Bg-TfZd02kbWh9HNxDvHz3Ad1IQxMgFNQ1kkV_RhuCKoEEmbegDre4o/s72-c/write+everywhere.jpg
View detail
Catatan : Blog Gado-Gado? Why Not??

Catatan : Blog Gado-Gado? Why Not??

Blog Gado-gado? WHY NOT?? - Halo sahabat blogger, di postingan kali ini saya ingin sedikit mengembangkan pengalaman Ngeblog. Sedikit flashback, blog ini mulai terlihat aktif dalam urusan posting-memposting artikel sejak berganti domain menjadi TLD (top level domain) pada sekitar bulan Maret 2015, walaupun sebetulnya blog ini dibuat/diluncurkan pada tahun 2013.

Niatnya waktu itu bikin blog cuma buat iseng-iseng nulis, diupdate semaunya, sesukanya sehingga tidak asing postingannya waktu itu juga sangat-sangat tidak berkualitas. Dan jadinya postingan tahun 2013 dan 2014 saya hapus semua alasannya yaitu dirasa cuma mengotori blog yang pada masa awal-awal sesudah ganti domain, blog ini lebih banyak membahas wacana tutorial blogging pemula.

Namun selang waktu berlalu, saya malah sedikit menyayangkan tindakan dalam menghapus konten blog yang sudah susah-susah saya buat pada tahun-tahun sebelumnya itu cuma alasannya yaitu alasan kontennya tidak nyambung atau terlalu nyampur alias gado-gado (ada postingan wacana MS word, cara buka rekening bank, android, kisah islami, dsb) . Menyesal, alasannya yaitu semakin kesini toh ternyata blog ini juga ternyata memang gado-gado campur aduk..hehe. Makara ngapain waktu itu saya hapus postingannya, pikir saya. Tapi tak apalah, yang sudah pergi biarlah pergi.:)

Gado-gado, dari en.wikipedia.org
Pada awalnya saya memang terpengaruh oleh banyaknya anggapan yang menyebutkan bahwa blog gado-gado itu tidak akan lebih sukses dari pada blog yang membahas niche tertentu, yang jadinya menciptakan saya berpikir untuk tidak menciptakan posting campuran. Memang blog dengan niche tertentu biasanya akan mempunyai pengunjung yang sangat tertarget dan kalau dimonetisasi dengan iklan Adsense juga disinyalir akan menghasilkan CPC / BPK (biaya per klik) yang tinggi. Begitulah faktanya yang menciptakan saya tertarik untuk menyebabkan blog ini ber-niche yang membahas satu topik saja.

Namun alih-alih semakin aktif dalam ngeblog, fatwa akan blog niche tersebut yang malah menciptakan saya menjadi sempat mati suri dalam blogging. Sempat tidak pernah update dalam beberapa bulan di pertengahan 2015 kemarin, alasannya yaitu lost idea, tidak punya ide tulisan, ditambah juga kesibukan dunia offline / kerjaan yang sebetulnya juga tidak sanggup dijadikan alasan. Pernah pun update posting, paling cuma 1 atau 2 dalam satu bulan itu. Sehingga saya merasa cuma jadi blogger gadungan, alasannya yaitu sudah tidak pernah lagi update artikel. :)

Hingga jadinya saya tersadarkan sesudah kembali membaca tips-tips menulis dari beberapa tokoh blogger sukses, khususnya juragancipir.com Kita tahu bagaimana juragancipir sendiri yaitu blog dengan niche gado-gado alias campur aduk. Hari ini sanggup bahas adsense, besok bahas binatang, besoknya lagi bahas kisah hantu, hingga yang baru-baru ini bahas presiden Jokowi plesiran ke Raja Ampat Papua. Apa aja dibahas pokoknya. Hal ini pulalah yang menyebabkan juragancipir sangat aktif dalam dalam menyajikan artikel-artikel fresh setiap harinya. Sehingga tidak heran kalau blog ini mempunyai reputasi baik di mata pengunjung maupun Search Engine.

Blog Juragancipir.com
Bahkan juragancipir ini juga kini bukanlah sekadar blog, melainkan telah bertransformasi selain sebuah blog juga sebagai lembaga aktif dengan banyak member di dalamnya. Setiap member sanggup dan dengan rela hati menulis dan menerbitkan tulisannya di juragancipir, alasannya yaitu akan mendapatkan  timbal balik berupa sebuah backlink berkualitas ke blog penulis. Dari artikel di blognya yang saya baca, Mbak Indri Lidiawati si empunya Juragancipir terinspirasi dari konsep website Kompasiana yang sanggup mempublish banyak artikel setiap hari, yang kesemuanya itu berasal dari para kompasianer (Member kompasiana). Dengan konsep ibarat itu, sebuah blog akan selalu menyajikan update artikel fresh setiap harinya. Dan terbukti kini sudah berhasil dilakukan oleh juragancipir.

Pun begitu dengan blog Masyadi.com. Blog yang telah mempunyai reputasi baik juga di mata pengunjung dan search engine ini juga mengusung tema yang gado-gado, walau lebih mengarah ke segi ke Internet Marketing. Berdasar penglihatan saya, setiap artikel yang disajikan di blog ini selalu disusun secara apik, presisi dan lengkap. Dan blog ini pun menjadi salah satu wangsit saya dalam blogging, terlebih sesudah saya mengetahui bahwa admin dari blog ini yaitu seorang anak muda berjulukan Ahmad Suyadi yang kini (Januari 2016), masih berstatus sebagai pelajar SMA. Dengan dengan blognya itu, ia juga telah berhasil mengambarkan sanggup mendapat penghasilan setiap bulannya melalui monetisasi konten blognya dengan Google Adsense. Dan kini kabarnya masyadi juga sudah merambah ke dunia admob (bisnis periklanan sejenis adsense berbasis aplikasi mobile).
Blog Masyadi.com
Dan ada satu hal yang menjadi perhatian saya di kedua blog yang saya sebutkan di atas. Yaitu, walaupun kedua blog itu yaitu jenis blog gado-gado, namun berdasarkan saya tidak sembarang gado-gado, artinya walau kontennya campur-campur tapi tetap memperhatkan pengklasifikasian dan kelengkapan dari setiap tema pembahasan konten yang disajikan. Dan dengan begitu terbukti mereka juga sanggup sukses dengan blog gado-gadonya.

Dan hari ini ketika sedang menulis artikel ini, saya jadi sadar bahwa menulis konten blog gado-gado itu sangat jauh lebih baik ketimbang kita memaksakan diri fokus dalam satu topik niche yang sebetulnya tidak kita benar-benar kuasai sehingga menghambat konsistensi dan produktivitas kita dalam menulis, terlebih kalau kita seorang blogger pemula.

Dengan blog gado-gado, kita bebas menulis apa saja, tidak ada keterbatasan dalam hal ide tulisan. Akan selalu ada materi untuk ditulis setiap saatnya. Memang pengunjungnya tidak akan benar-benar tertarget, namun kalau kita mengikuti prinsip sederhana juragancipir, yakni dengan update artikel sebanyak mungkin setiap harinya, maka bukan mustahil blog gado-gado kita juga akan sukses bahkan lebih sukses dari blog niche.

Namun terlepas dari hal di atas, saya juga menyadari juga tidak sanggup menghindari akan potensi blog niche. Karena agar bagaimanapun blog niche akan lebih berpeluang menyaring visitor yang tertarget dan lebih berpotensi untuk dimonetisasi.

Kesimpulan:

Untuk blogger pemula ibarat saya, janganlah memaksakan diri untuk bermain blog niche, alasannya yaitu akan menghambat produktivitas dan konsistensi dalam menulis. Kecuali kalau memang mempunyai spesialisasi mumpuni di satu bidang yang dijadikan niche pilihan blog tersebut. Lebih baik main di blog gado-gado dan sanggup dengan leluasa update artikel blog setiap hari, daripada main blog niche tapi update setahun sekali. Prinsip saya, Gado-gado itu nikmat kalau diramu dengan bahan-bahan dan bumbu-bumbu yang sempurna dan pas porsinya.

Dan sebagai seorang blogger, mau blog niche ataupun gado-gado, tetaplah berusaha untuk sanggup terus menulis secara konsisten. Karena kerjaan blogger itu pada dasarnya cuma menulis. "Jika ingin disebut blogger, maka menulislah dan update blog dengan artikel fresh setiap hari, wajib hukumnya" begitu kata para mastah. Dan percayalah bahwa dalam dunia blogging, kualitas itu berbanding lurus dengan kuantitas. Semakin banyak kita menulis, akan semakin anggun juga kualitas goresan pena kita. Efeknya akan berdampak pada kualitas blog yang akan semakin ramai dengan pengunjung, trafik meningkat, dan pendapatanpun juga mengalir dengan derasnya tanpa sanggup dicegah. Mantap.

Sekian artikel ringan ini, semoga bermanfaat dan semoga menginspirasi.
Salam Blogger.

Blog Gado-gado? WHY NOT?? - Halo sahabat blogger, di postingan kali ini saya ingin sedikit mengembangkan pengalaman Ngeblog. Sedikit flashback, blog ini mulai terlihat aktif dalam urusan posting-memposting artikel sejak berganti domain menjadi TLD (top level domain) pada sekitar bulan Maret 2015, walaupun sebetulnya blog ini dibuat/diluncurkan pada tahun 2013.

Niatnya waktu itu bikin blog cuma buat iseng-iseng nulis, diupdate semaunya, sesukanya sehingga tidak asing postingannya waktu itu juga sangat-sangat tidak berkualitas. Dan jadinya postingan tahun 2013 dan 2014 saya hapus semua alasannya yaitu dirasa cuma mengotori blog yang pada masa awal-awal sesudah ganti domain, blog ini lebih banyak membahas wacana tutorial blogging pemula.

Namun selang waktu berlalu, saya malah sedikit menyayangkan tindakan dalam menghapus konten blog yang sudah susah-susah saya buat pada tahun-tahun sebelumnya itu cuma alasannya yaitu alasan kontennya tidak nyambung atau terlalu nyampur alias gado-gado (ada postingan wacana MS word, cara buka rekening bank, android, kisah islami, dsb) . Menyesal, alasannya yaitu semakin kesini toh ternyata blog ini juga ternyata memang gado-gado campur aduk..hehe. Makara ngapain waktu itu saya hapus postingannya, pikir saya. Tapi tak apalah, yang sudah pergi biarlah pergi.:)

Gado-gado, dari en.wikipedia.org
Pada awalnya saya memang terpengaruh oleh banyaknya anggapan yang menyebutkan bahwa blog gado-gado itu tidak akan lebih sukses dari pada blog yang membahas niche tertentu, yang jadinya menciptakan saya berpikir untuk tidak menciptakan posting campuran. Memang blog dengan niche tertentu biasanya akan mempunyai pengunjung yang sangat tertarget dan kalau dimonetisasi dengan iklan Adsense juga disinyalir akan menghasilkan CPC / BPK (biaya per klik) yang tinggi. Begitulah faktanya yang menciptakan saya tertarik untuk menyebabkan blog ini ber-niche yang membahas satu topik saja.

Namun alih-alih semakin aktif dalam ngeblog, fatwa akan blog niche tersebut yang malah menciptakan saya menjadi sempat mati suri dalam blogging. Sempat tidak pernah update dalam beberapa bulan di pertengahan 2015 kemarin, alasannya yaitu lost idea, tidak punya ide tulisan, ditambah juga kesibukan dunia offline / kerjaan yang sebetulnya juga tidak sanggup dijadikan alasan. Pernah pun update posting, paling cuma 1 atau 2 dalam satu bulan itu. Sehingga saya merasa cuma jadi blogger gadungan, alasannya yaitu sudah tidak pernah lagi update artikel. :)

Hingga jadinya saya tersadarkan sesudah kembali membaca tips-tips menulis dari beberapa tokoh blogger sukses, khususnya juragancipir.com Kita tahu bagaimana juragancipir sendiri yaitu blog dengan niche gado-gado alias campur aduk. Hari ini sanggup bahas adsense, besok bahas binatang, besoknya lagi bahas kisah hantu, hingga yang baru-baru ini bahas presiden Jokowi plesiran ke Raja Ampat Papua. Apa aja dibahas pokoknya. Hal ini pulalah yang menyebabkan juragancipir sangat aktif dalam dalam menyajikan artikel-artikel fresh setiap harinya. Sehingga tidak heran kalau blog ini mempunyai reputasi baik di mata pengunjung maupun Search Engine.

Blog Juragancipir.com
Bahkan juragancipir ini juga kini bukanlah sekadar blog, melainkan telah bertransformasi selain sebuah blog juga sebagai lembaga aktif dengan banyak member di dalamnya. Setiap member sanggup dan dengan rela hati menulis dan menerbitkan tulisannya di juragancipir, alasannya yaitu akan mendapatkan  timbal balik berupa sebuah backlink berkualitas ke blog penulis. Dari artikel di blognya yang saya baca, Mbak Indri Lidiawati si empunya Juragancipir terinspirasi dari konsep website Kompasiana yang sanggup mempublish banyak artikel setiap hari, yang kesemuanya itu berasal dari para kompasianer (Member kompasiana). Dengan konsep ibarat itu, sebuah blog akan selalu menyajikan update artikel fresh setiap harinya. Dan terbukti kini sudah berhasil dilakukan oleh juragancipir.

Pun begitu dengan blog Masyadi.com. Blog yang telah mempunyai reputasi baik juga di mata pengunjung dan search engine ini juga mengusung tema yang gado-gado, walau lebih mengarah ke segi ke Internet Marketing. Berdasar penglihatan saya, setiap artikel yang disajikan di blog ini selalu disusun secara apik, presisi dan lengkap. Dan blog ini pun menjadi salah satu wangsit saya dalam blogging, terlebih sesudah saya mengetahui bahwa admin dari blog ini yaitu seorang anak muda berjulukan Ahmad Suyadi yang kini (Januari 2016), masih berstatus sebagai pelajar SMA. Dengan dengan blognya itu, ia juga telah berhasil mengambarkan sanggup mendapat penghasilan setiap bulannya melalui monetisasi konten blognya dengan Google Adsense. Dan kini kabarnya masyadi juga sudah merambah ke dunia admob (bisnis periklanan sejenis adsense berbasis aplikasi mobile).
Blog Masyadi.com
Dan ada satu hal yang menjadi perhatian saya di kedua blog yang saya sebutkan di atas. Yaitu, walaupun kedua blog itu yaitu jenis blog gado-gado, namun berdasarkan saya tidak sembarang gado-gado, artinya walau kontennya campur-campur tapi tetap memperhatkan pengklasifikasian dan kelengkapan dari setiap tema pembahasan konten yang disajikan. Dan dengan begitu terbukti mereka juga sanggup sukses dengan blog gado-gadonya.

Dan hari ini ketika sedang menulis artikel ini, saya jadi sadar bahwa menulis konten blog gado-gado itu sangat jauh lebih baik ketimbang kita memaksakan diri fokus dalam satu topik niche yang sebetulnya tidak kita benar-benar kuasai sehingga menghambat konsistensi dan produktivitas kita dalam menulis, terlebih kalau kita seorang blogger pemula.

Dengan blog gado-gado, kita bebas menulis apa saja, tidak ada keterbatasan dalam hal ide tulisan. Akan selalu ada materi untuk ditulis setiap saatnya. Memang pengunjungnya tidak akan benar-benar tertarget, namun kalau kita mengikuti prinsip sederhana juragancipir, yakni dengan update artikel sebanyak mungkin setiap harinya, maka bukan mustahil blog gado-gado kita juga akan sukses bahkan lebih sukses dari blog niche.

Namun terlepas dari hal di atas, saya juga menyadari juga tidak sanggup menghindari akan potensi blog niche. Karena agar bagaimanapun blog niche akan lebih berpeluang menyaring visitor yang tertarget dan lebih berpotensi untuk dimonetisasi.

Kesimpulan:

Untuk blogger pemula ibarat saya, janganlah memaksakan diri untuk bermain blog niche, alasannya yaitu akan menghambat produktivitas dan konsistensi dalam menulis. Kecuali kalau memang mempunyai spesialisasi mumpuni di satu bidang yang dijadikan niche pilihan blog tersebut. Lebih baik main di blog gado-gado dan sanggup dengan leluasa update artikel blog setiap hari, daripada main blog niche tapi update setahun sekali. Prinsip saya, Gado-gado itu nikmat kalau diramu dengan bahan-bahan dan bumbu-bumbu yang sempurna dan pas porsinya.

Dan sebagai seorang blogger, mau blog niche ataupun gado-gado, tetaplah berusaha untuk sanggup terus menulis secara konsisten. Karena kerjaan blogger itu pada dasarnya cuma menulis. "Jika ingin disebut blogger, maka menulislah dan update blog dengan artikel fresh setiap hari, wajib hukumnya" begitu kata para mastah. Dan percayalah bahwa dalam dunia blogging, kualitas itu berbanding lurus dengan kuantitas. Semakin banyak kita menulis, akan semakin anggun juga kualitas goresan pena kita. Efeknya akan berdampak pada kualitas blog yang akan semakin ramai dengan pengunjung, trafik meningkat, dan pendapatanpun juga mengalir dengan derasnya tanpa sanggup dicegah. Mantap.

Sekian artikel ringan ini, semoga bermanfaat dan semoga menginspirasi.
Salam Blogger.

Catatan : Blog Gado-Gado? Why Not??
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibLyJ3iDvn1DSifWi3s9w0tDfSjC9hgjGodtJb_zU9__5Cj-M9SOG074mW9A73yg4eWKxI2zosMQ05YU0wiU1POE5YViqPQqRdFcCj8vfaal0p-VDQHgP5opdlXxAI_ukdGfxsRrgeLJE/s72-c/Gado_gado_ulek.jpg
View detail
 
Support : Creating Website | toko souvenir pernikahan | Mas Template | Redesigned :jual souvenir pernikahan
Copyright © 2011. jual souvenir pernikahan murah dan unik - All Rights Reserved
Template Created by Jual souvenir pernikahansouvenir pernikahan
Proudly powered by

, souvenirpernikahan , Grosirsouvenirpernikahan , agensouvenirpernikahan , jualsouvenirpernikahan , pengrajinsouvenirpernikahan , distributorsouvenirpernikahan , souvenirpernikahangantungankunci , sofabed , peluangbisnissouvenir , Gift , Craft , Agen , Spesialist , Spesial , Penyedia , Menyediakan , Beli , Distributor , Harga , Info , Jual , Order , Perusahaan , Pesan , Produk , Wedding , Resmi , Usaha , Bisnis , Produsen , Pusat , Gudang , Pemasok , Pengrajin , Kerajinan , Distributor , Pengusaha , Toko , Pembuat , Importir , Juragan , Cari , Grosir , Aneka Macam , Aneka , Macam , Contoh , Toko Grosir , Belanja , Koleksi , Contoh , Bahan , Sablon , Undangan , Kemasan , Oleh-Oleh , Kedai , Cenderamata , Cara Membuat , Gambar , Foto , Galery , Pusat Grosir , Grosir Murah , Tempat , Gerai , Supplier , Peluang , toko, , produksi, , produsen, , pusatpenjualan, , pabrik, , reseller, , alamat , Murah , Berkualitas , Terpercaya , Bagus , Asli

Kami melayani penjualan di Daerah Kota -Di Asemka -Di Jatinegara -Di Bekasi -Di Bogor -Di Depok -Di Tangerang -Di Banten -Di Serang -Di Cilegon -Di Pandeglang -Di Solo -Di Banjarmasin -Di Banjarbaru -Di Bandung -Di Garut -Di Tasikmalaya -Di Ciamis -Di Subang -Di Purwakarta -Di Sumedang -Di Bengkulu -Di Balikpapan -Di Batam -Di Aceh -Di Indramayu -Di Majalengka -Di Cirebon -Di Kuningan -Di Cilacap -Di Jayapura -Di Bali -Di Denpasar -Di Gorontalo -Di Jember -Di Banyuwangi -Di Bondowoso -Di Jogja -Di Yogyakarta -Di Kediri -Di Karawang -Di Manado -Di Madiun -Di Ponorogo,Di Ngawi -Di Medan -Di Malang -Di Magelang -Di Sidoarjo -Di Surabaya -Di Mojokerto -Di Tuban -Di Jombang -Di Magetan -Di Pacitan,Di Lumajang -Di Probolinggo -Di Situbondo -Di Padang -Di Pariaman -Di Jambi -Di Pasuruan -Di Bangka -Di Pekanbaru -Di Riau -Di Palembang -Di Pontianak -Di Samarinda -Di Cianjur -Di Sukabumi -Di Boyolali -Di Wonogiri -Di Klaten -Di Sragen -Di Tegal -Di Banyumas -Di Semarang -Di Pemalang -Di Salatiga -Di Kudus -Di Bojonegoro -Di Jepara -Di Purbalingga -Di Kendal -Di Kudus -Di Demak -Di Kebumen -Di Purworejo -Di Temanggung -Di Brebes -Di Pati -Di Jombang -Di Tulungagung -Di Blitar -Di Nganjuk -Di Lamongan -Di Gresik -Di Lampung -Di Makassar -Di Bontang -Di Ambon -Di Maluku -Di Palangkaraya -Di Cianjur -Di Sukoharjo -Di Boyolali -Di Surakarta -Asli -Di Jakarta -Gambir jakarta -Tanah Abang jakarta -Menteng jakarta -Senen jakarta -Cempaka Putih jakarta -Johar Baru jakarta -Gambir jakarta -Bendungan Hilir jakarta -Menteng jakarta -Senen jakarta -Cempaka Putih Timur jakarta -Galur jakarta -Kebon Kelapa jakarta -Karet Tengsin jakarta -Pegangsaan jakarta -Kwitang jakarta -Cempaka Putih Barat jakarta -Tanah Tinggi jakarta -Petojo Selatan jakarta -Kebon Melati jakarta -Cikini jakarta -Kenari jakarta -Rawasari jakarta -Kampung Rawa jakarta -Duri Pulo jakarta -Kebon Kacang jakarta -Kebon Sirih jakarta -Paseban jakarta -Johar Baru jakarta -Cideng jakarta -Kampung Bali jakarta -Gondangdia jakarta -Kramat jakarta -Petojo Utara jakarta -Petamburan jakarta -Bungur jakarta -Gelora jakarta -Kemayoran jakarta -Sawah Besar jakarta -Gunung Sahari Selatan jakarta -Pasar Baru jakarta -Kemayoran jakarta -Gunung Sahari Utara jakarta -Kebon Kosong jakarta -Mangga Dua Selatan jakarta -Harapan Mulya jakarta -Karang Anyar jakarta -Cempaka Baru jakarta -Kartini jakarta -Utan Panjang jakarta -Sumur Batu jakarta -Serdang jakarta -Kota Jakarta Utara jakarta -Koja jakarta -Kelapa Gading jakarta -Tanjung Priok jakarta -Pademangan jakarta -Penjaringan jakarta -Cilincing jakarta -Koja Utara jakarta -Kelapa Gading Barat jakarta -Tanjung Priok jakarta -Pademangan Timur jakarta -Penjaringan jakarta -Kali Baru jakarta -Koja Selatan jakarta -Kelapa Gading Timur jakarta -Kebon Bawang jakarta -Pademangan Barat jakarta -Pluit jakarta -Cilincing jakarta -Rawa Badak Utara jakarta -Pegangsaan Dua jakarta -Sungai Bambu jakarta -Ancol jakarta -Pejagalan jakarta -Semper Barat jakarta -Rawa Badak Selatan jakarta -Papanggo jakarta -Kapuk Muara jakarta -Semper Timur jakarta -Tugu Utara jakarta -Warakas jakarta -Kamal Muara jakarta -Sukapura jakarta -Tugu Selatan jakarta -Sunter Agung jakarta -Rorotan jakarta -Lagoa jakarta -Sunter Jaya jakarta -Marunda jakarta,Kota Jakarta Timur jakarta -Matraman jakarta -Pulo Gadung jakarta -Gambir jakarta -Tanah Abang jakarta -Menteng jakarta -Senen jakarta -Cempaka Putih jakarta -Johar Baru jakarta -Gambir jakarta -Bendungan Hilir jakarta -Menteng jakarta -Senen jakarta -Cempaka Putih Timur jakarta -Galur jakarta -Kebon Kelapa jakarta -Karet Tengsin jakarta -Pegangsaan jakarta -Kwitang jakarta -Cempaka Putih Barat jakarta -Tanah Tinggi jakarta -Petojo Selatan jakarta -Kebon Melati jakarta -Cikini jakarta -Kenari jakarta -Rawasari jakarta -Kampung Rawa jakarta -Duri Pulo jakarta -Kebon Kacang jakarta -Kebon Sirih jakarta -Paseban jakarta -Johar Baru jakarta -Cideng jakarta -Kampung Bali jakarta -Gondangdia jakarta -Kramat jakarta -Petojo Utara jakarta -Petamburan jakarta -Bungur jakarta -Gelora jakarta -Kemayoran jakarta -Sawah Besar jakarta -Gunung Sahari Selatan jakarta -Pasar Baru jakarta -Kemayoran jakarta -Gunung Sahari Utara jakarta -Kebon Kosong jakarta -Mangga Dua Selatan jakarta -Harapan Mulya jakarta -Karang Anyar jakarta -Cempaka Baru jakarta -Kartini jakarta -Utan Panjang jakarta -Sumur Batu jakarta -Serdang jakarta -Kota Jakarta Utara jakarta -Koja jakarta -Kelapa Gading jakarta -Tanjung Priok jakarta -Pademangan jakarta -Penjaringan jakarta -Cilincing jakarta -Koja Utara jakarta -Kelapa Gading Barat jakarta -Tanjung Priok jakarta -Pademangan Timur jakarta -Penjaringan jakarta -Kali Baru jakarta -Koja Selatan jakarta -Kelapa Gading Timur jakarta -Kebon Bawang jakarta -Pademangan Barat jakarta -Pluit jakarta -Cilincing jakarta -Rawa Badak Utara jakarta -Pegangsaan Dua jakarta -Sungai Bambu jakarta -Ancol jakarta -Pejagalan jakarta -Semper Barat jakarta -Rawa Badak Selatan jakarta -Papanggo jakarta -Kapuk Muara jakarta -Semper Timur jakarta -Tugu Utara jakarta -Warakas jakarta -Kamal Muara jakarta -Sukapura jakarta -Tugu Selatan jakarta -Sunter Agung jakarta -Rorotan jakarta -Lagoa jakarta -Sunter Jaya jakarta -Marunda jakarta,Kota Jakarta Timur jakarta -Matraman jakarta -Pulo Gadung jakarta -Jatinegara jakarta -Duren Sawit jakarta -Kramat Jati jakarta -Pisangan Baru jakarta -Kayu Putih jakarta -Bali Mester jakarta -Pondok Bambu jakarta -Kramat Jati jakarta -Utan Kayu Selatan jakarta -Jati jakarta -Kampung Melayu jakarta -Duren Sawit jakarta -Batu Ampar jakarta -Utan Kayu Utara jakarta -Rawamangun jakarta -Bidaracina jakarta -Pondok Kelapa jakarta -Balekambang jakarta -Kayu Manis jakarta -Pisangan Timur jakarta -Cipinang Cempedak jakarta -Pondok Kopi jakarta -Kampung Tengah jakarta -Pal Meriam jakarta -Cipinang jakarta -Rawa Bunga jakarta -Malaka Jaya jakarta -Dukuh jakarta -Kebon Manggis jakarta -Jatinegara Kaum jakarta -Cipinang Besar Utara jakarta -Malaka Sari jakarta -Cawang jakarta -Pulo Gadung jakarta -Cipinang Besar Selatan jakarta -Klender jakarta -Cililitan jakarta -Cipinang Muara jakarta -Makasar jakarta -Pasar Rebo jakarta -Ciracas jakarta -Cipayung jakarta -Cakung jakarta -Pinang Ranti jakarta -Pekayon jakarta -Cibubur jakarta -Lubang Buaya jakarta -Cakung jakarta -Makasar jakarta -Kampung Gedong jakarta -Kelapa Dua Wetan jakarta -Ceger jakarta -Cakung Timur jakarta -Halim Perdanakusuma jakarta -Cijantung jakarta -Ciracas jakarta -Cipayung jakarta -Rawa Terate jakarta -Cipinang Melayu jakarta -Kampung Baru jakarta -Susukan jakarta -Munjul jakarta -Jatinegara jakarta -Kebon Pala jakarta -Kalisari jakarta -Rambutan jakarta -Pondok Ranggon jakarta -Penggilingan jakarta -Cilangkap jakarta -Pulogebang jakarta -Setu jakarta -Ujung Menteng jakarta -Bambu Apus jakarta -Kota Jakarta Selatan jakarta -Kebayoran Baru jakarta -Kebayoran Lama jakarta -Pesanggrahan jakarta -Cilandak jakarta -Pasar Minggu jakarta -Selong jakarta -Grogol Utara jakarta -Ulujami jakarta -Cipete Selatan jakarta -Pejaten Barat jakarta -Gunung jakarta -Grogol Selatan jakarta -Petukangan Utara jakarta -Gandaria Selatan jakarta -Pejaten Timur jakarta -Kramat Pela jakarta -Cipulir jakarta -Petukangan Selatan jakarta -Cilandak Barat jakarta -Pasar Minggu jakarta -Gandaria Utara jakarta -Kebayoran Lama Utara jakarta -Pesanggrahan jakarta -Lebak Bulus jakarta -Kebagusan jakarta -Cipete Utara jakarta -Kebayoran Lama Selatan jakarta -Bintaro jakarta -Pondok Labu jakarta -Jati Padang jakarta -Pulo jakarta -Pondok Pinang jakarta -Ragunan jakarta -Melawai jakarta -Pondok Indah jakarta -Cilandak Timur jakarta -Petogogan jakarta -Rawa Barat jakarta -Senayan jakarta -Jagakarsa jakarta -Mampang Prapatan jakarta -Pancoran jakarta -Tebet jakarta -Setiabudi jakarta -Tanjung Barat jakarta -Kuningan Barat jakarta -Kalibata jakarta -Tebet Barat jakarta -Setiabudi jakarta -Lenteng Agung jakarta -Pela Mampang jakarta -Rawa Jati jakarta -Tebet Timur jakarta -Karet jakarta,agakarsa jakarta -Bangka jakarta -Duren Tiga jakarta -Kebon Baru jakarta -Karet Semanggi jakarta -Ciganjur jakarta -Tegal Parang jakarta -Cikoko jakarta -Bukit Duri jakarta -Karet Kuningan jakarta -Srengseng Sawah jakarta -Mampang Prapatan jakarta -Pengadegan jakarta -Manggarai jakarta -Kuningan Timur jakarta -Cipedak jakarta -Pancoran jakarta -Manggarai Selatan jakarta -Menteng Atas jakarta -Menteng Dalam jakarta -Pasar Manggis jakarta -Guntur jakarta -Kota Jakarta Barat jakarta -Cengkareng jakarta -Grogol Petamburan jakarta -Kalideres jakarta -Kebon Jeruk jakarta -Kembangan jakarta -Palmerah jakarta -Kedaung Kali Angke jakarta -Tomang jakarta -Kamal jakarta -Duri Kepa jakarta -Kembangan Selatan jakarta -Slipi jakarta -Kapuk jakarta -Grogol jakarta -Tegal Alur jakarta -Kedoya Selatan jakarta -Kembangan Utara jakarta -Kota Bambu Utara jakarta -Cengkareng Barat jakarta -Jelambar jakarta -Pegadungan jakarta -Kedoya Utara jakarta -Meruya Utara jakarta -Jati Pulo jakarta -Cengkareng Timur jakarta -Jelambar Baru jakarta -Kalideres jakarta -Kebon Jeruk jakarta -Srengseng jakarta -Palmerah jakarta -Rawa Buaya jakarta -Wijaya Kusuma jakarta -Semanan jakarta -Sukabumi Utara jakarta -Joglo jakarta -Kemanggisan jakarta -Duri Kosambi jakarta -Tanjung Duren Utara jakarta -Kelapa Dua jakarta -Meruya Selatan jakarta -Kota Bambu Selatan jakarta -Tanjung Duren Selatan jakarta -Sukabumi Selatan jakarta -Taman Sari jakarta -Tambora jakarta -Pinangsia jakarta -Tanah Sereal jakarta -Glodok jakarta -Tambora jakarta -Keagungan jakarta -Roa Malaka jakarta -Krukut jakarta -Pekojan jakarta -Taman Sari jakarta -Jembatan Lima jakarta -Maphar jakarta -Krendang jakarta -Tangki jakarta -Duri Utara jakarta -Mangga Besar jakarta -Duri Selatan jakarta -Kalianyar jakarta -Jembatan Besi jakarta -Angke jakarta -Kabupaten Kepulauan Seribu jakarta -Kepulauan Seribu Utara jakarta -Kepulauan Seribu Selatan jakarta -Pulau Kelapa jakarta -Pulau Tidung jakarta -Pulau Harapan jakarta -Pulau Pari jakarta -Pulau Untung Jawa jakarta -Pulau Panggang jakarta -Jatinegara jakarta -Duren Sawit jakarta -Kramat Jati jakarta -Pisangan Baru jakarta -Kayu Putih jakarta -Bali Mester jakarta -Pondok Bambu jakarta -Kramat Jati jakarta -Utan Kayu Selatan jakarta -Jati jakarta -Kampung Melayu jakarta -Duren Sawit jakarta -Batu Ampar jakarta -Utan Kayu Utara jakarta -Rawamangun jakarta -Bidaracina jakarta -Pondok Kelapa jakarta -Balekambang jakarta -Kayu Manis jakarta -Pisangan Timur jakarta -Cipinang Cempedak jakarta -Pondok Kopi jakarta -Kampung Tengah jakarta -Pal Meriam jakarta -Cipinang jakarta -Rawa Bunga jakarta -Malaka Jaya jakarta -Dukuh jakarta -Kebon Manggis jakarta -Jatinegara Kaum jakarta -Cipinang Besar Utara jakarta -Malaka Sari jakarta -Cawang jakarta -Pulo Gadung jakarta -Cipinang Besar Selatan jakarta -Klender jakarta -Cililitan jakarta -Cipinang Muara jakarta -Makasar jakarta -Pasar Rebo jakarta -Ciracas jakarta -Cipayung jakarta -Cakung jakarta -Pinang Ranti jakarta -Pekayon jakarta -Cibubur jakarta -Lubang Buaya jakarta -Cakung jakarta -Makasar jakarta -Kampung Gedong jakarta -Kelapa Dua Wetan jakarta -Ceger jakarta -Cakung Timur jakarta -Halim Perdanakusuma jakarta -Cijantung jakarta -Ciracas jakarta -Cipayung jakarta -Rawa Terate jakarta -Cipinang Melayu jakarta -Kampung Baru jakarta -Susukan jakarta -Munjul jakarta -Jatinegara jakarta -Kebon Pala jakarta -Kalisari jakarta -Rambutan jakarta -Pondok Ranggon jakarta -Penggilingan jakarta -Cilangkap jakarta -Pulogebang jakarta -Setu jakarta -Ujung Menteng jakarta -Bambu Apus jakarta -Kota Jakarta Selatan jakarta -Kebayoran Baru jakarta -Kebayoran Lama jakarta -Pesanggrahan jakarta -Cilandak jakarta -Pasar Minggu jakarta -Selong jakarta -Grogol Utara jakarta -Ulujami jakarta -Cipete Selatan jakarta -Pejaten Barat jakarta -Gunung jakarta -Grogol Selatan jakarta -Petukangan Utara jakarta -Gandaria Selatan jakarta -Pejaten Timur jakarta -Kramat Pela jakarta -Cipulir jakarta -Petukangan Selatan jakarta -Cilandak Barat jakarta -Pasar Minggu jakarta -Gandaria Utara jakarta -Kebayoran Lama Utara jakarta -Pesanggrahan jakarta -Lebak Bulus jakarta -Kebagusan jakarta -Cipete Utara jakarta -Kebayoran Lama Selatan jakarta -Bintaro jakarta -Pondok Labu jakarta -Jati Padang jakarta -Pulo jakarta -Pondok Pinang jakarta -Ragunan jakarta -Melawai jakarta -Pondok Indah jakarta -Cilandak Timur jakarta -Petogogan jakarta -Rawa Barat jakarta -Senayan jakarta -Jagakarsa jakarta -Mampang Prapatan jakarta -Pancoran jakarta -Tebet jakarta -Setiabudi jakarta -Tanjung Barat jakarta -Kuningan Barat jakarta -Kalibata jakarta -Tebet Barat jakarta -Setiabudi jakarta -Lenteng Agung jakarta -Pela Mampang jakarta -Rawa Jati jakarta -Tebet Timur jakarta -Karet jakarta,agakarsa jakarta -Bangka jakarta -Duren Tiga jakarta -Kebon Baru jakarta -Karet Semanggi jakarta -Ciganjur jakarta -Tegal Parang jakarta -Cikoko jakarta -Bukit Duri jakarta -Karet Kuningan jakarta -Srengseng Sawah jakarta -Mampang Prapatan jakarta -Pengadegan jakarta -Manggarai jakarta -Kuningan Timur jakarta -Cipedak jakarta -Pancoran jakarta -Manggarai Selatan jakarta -Menteng Atas jakarta -Menteng Dalam jakarta -Pasar Manggis jakarta -Guntur jakarta -Kota Jakarta Barat jakarta -Cengkareng jakarta -Grogol Petamburan jakarta -Kalideres jakarta -Kebon Jeruk jakarta -Kembangan jakarta -Palmerah jakarta -Kedaung Kali Angke jakarta -Tomang jakarta -Kamal jakarta -Duri Kepa jakarta -Kembangan Selatan jakarta -Slipi jakarta -Kapuk jakarta -Grogol jakarta -Tegal Alur jakarta -Kedoya Selatan jakarta -Kembangan Utara jakarta -Kota Bambu Utara jakarta -Cengkareng Barat jakarta -Jelambar jakarta -Pegadungan jakarta -Kedoya Utara jakarta -Meruya Utara jakarta -Jati Pulo jakarta -Cengkareng Timur jakarta -Jelambar Baru jakarta -Kalideres jakarta -Kebon Jeruk jakarta -Srengseng jakarta -Palmerah jakarta -Rawa Buaya jakarta -Wijaya Kusuma jakarta -Semanan jakarta -Sukabumi Utara jakarta -Joglo jakarta -Kemanggisan jakarta -Duri Kosambi jakarta -Tanjung Duren Utara jakarta -Kelapa Dua jakarta -Meruya Selatan jakarta -Kota Bambu Selatan jakarta -Tanjung Duren Selatan jakarta -Sukabumi Selatan jakarta -Taman Sari jakarta -Tambora jakarta -Pinangsia jakarta -Tanah Sereal jakarta -Glodok jakarta -Tambora jakarta -Keagungan jakarta -Roa Malaka jakarta -Krukut jakarta -Pekojan jakarta -Taman Sari jakarta -Jembatan Lima jakarta -Maphar jakarta -Krendang jakarta -Tangki jakarta -Duri Utara jakarta -Mangga Besar jakarta -Duri Selatan jakarta -Kalianyar jakarta -Jembatan Besi jakarta -Angke jakarta -Kabupaten Kepulauan Seribu jakarta -Kepulauan Seribu Utara jakarta -Kepulauan Seribu Selatan jakarta -Pulau Kelapa jakarta -Pulau Tidung jakarta -Pulau Harapan jakarta -Pulau Pari jakarta -Pulau Untung Jawa jakarta -Pulau Panggang jakarta -jatinegara -asemka -Di Bekasi -Bantargebang bekasi -Bintara bekasi -Jakamulya bekasi -Aren Jaya bekasi -Harapan Baru bekasi -Jatiasih bekasi -Ciketing Udik bekasi -Bintara Jaya bekasi -Jakasetia bekasi -Bekasi Jaya bekasi -Harapan Jaya bekasi -Jatikramat bekasi -Cikiwul bekasi -Jakasampurna bekasi -Kayuringin bekasi -JayaDuren bekasi -JayaKaliabang bekasi -Tengah bekasi -Jatiluhur bekasi,Sumur Batu bekasi -Kota Baru bekasi -Marga Jaya bekasi -Margahayu bekasi -Marga Mulya bekasi -Jatimekar bekasi -Kranji bekasi -Pekayon Jaya bekasi -Perwira bekasi -Jatiasih bekasi -Teluk Pucung bekasi -Jatiasih bekasi,Jatisampurna bekasi -Medan Satria bekasi -Mustika Jaya bekasi -Pondok Gede bekasi -Pondok Melati bekasi -Rawalumbu bekasi -Jatikarya bekasi -Harapan Mulya bekasi -Cimuning bekasi -Jatibening bekasi -Jatimelati bekasi -Bojong Menteng bekasi -Jatiraden bekasi -Kali Baru bekasi -Mustikajaya bekasi -Jatibening Baru bekasi -Jatimurni bekasi -Bojong bekasi -Rawalumbu bekasi -Jatirangga bekasi -Medan Satria bekasi -Mustikasari bekasi -Jaticempaka bekasi -Jatirahayu bekasi -Pengasinan bekasi -Jatiranggon bekasi -Pejuang bekasi -Pedurenan bekasi -Jatimakmur bekasi -Jatiwarna bekasi -Sepanjang Jaya -Di Bogor -Menteng bogor -Cilendek Barat bogor -Cilendek Timur bogor -Curug bogor -Curug Mekar bogor -Semplak bogor -Bubulak bogor -Situ Gede bogor -Balungbang Jaya bogor -Margajaya bogor -Loji bogor -Sindangbarang bogor -Gunungbatu bogor -Pasir Mulya bogor -Pasir Jaya bogor -Pasir Kuda bogor -KelurahanBondongan bogor -Cikaret bogor -Empang bogor -Batutulis bogor -Cipaku bogor -Lawang Gintung bogor -Pakuan bogor -Mulyaharja bogor -Pamoyanan bogor -Ranggamekar bogor -Genteng bogor -Muarasari bogor -Harjasari bogor -Kertamaya bogor -Bojongkerta bogor -Rancamaya bogor -Pabaton bogor -Paledang bogor -Gudang bogor -Cibogor bogor -Ciwaringin bogor -Kebon Kelapa bogor -Panaragan bogor -Babakan Pasar bogor,Babakan bogor,Sempur bogor,Tegal Panjang bogor,Tajur bogor,Sukasari bogor,Baranangsiang bogor,Katulampa bogor,Sindangrasa bogor,Sindangsari bogor,Cibuluh bogor,Tegal Gundil bogor,Bantarjati bogor,Tanah Baru bogor,Cimahpar bogor,Ciluar bogor,Ciparigi bogor,Kedunghalang bogor,KelurahanTanah Sareal bogor,Kebon Pedes bogor,Kedunk bogor -Kedung Jaya bogor -Kedung Waringin bogor -Sukadamai bogor -Sukaresmi bogor -Cibadak bogor -Kencana bogor -Mekarwangi bogor,Kayumanis bogor -Di Depok -Di Tangerang -Berkualitas -Terpercaya -diJawa Barat -Bandung -Bandung Barat -Bekasi,Bekasi barat -Bekasi timur -Bekasi utara -Bekasi selatan -Bogor -cibinong -citeureup -jatibening -jati asih -pondok gede,jati kramat -kramat jatijati -waringin -Ciamis -Cianjur -Cirebon -Garut -Indramayu -Karawang -Kuningan -Majalengka -Pangandaran -Purwakarta -Subang -Sukabumi -Sumedang -pondok kopi -Banjar -Bekasi -Cimahi -Cirebon -Depok -Sukabumi -Tasikmalaya -Jawa Tengah -Banjarnegara -Banyumas -Batang -BloraBoyolali -Brebes -Cilacap -DemakGrobogan -Jepara -Karanganyar -Kebumen -Klaten -Kudus -Magelang -Pati -Pekalongan -Pemalang -Purbalingga -Purworejo -Rembang -Semarang -Sragen -Sukoharjo -Tegal -Temanggung -Wonogiri -Wonosobo -Magelang -Pekalongan -Salatiga -Semarang -Surakarta -Tegal -Jawa Timur -Bangkalan -Banyuwangi -Blitar -Bojonegoro -Bondowoso -Gresik -Jember -Jombang -Kediri -Lamongan -Lumajang -Madiun -Magetan -Malang -Mojokerto -Nganjuk -Ngawi -Pacitan -Pamekasan -Pasuruan -Ponorogo -Probolinggo -Sampang -Sidoarjo -Situbondo -Sumenep -Tuban -Tulungagung -Batu -Blitar -Malang -Mojokerto -Pasuruan -Probolinggo -Surabaya -Jakarta -Kepulauan Seribu -Jakarta Barat -Jakarta Pusat -Jakarta Selatan -Jakarta Timur -Jakarta Utara -banten -Lebak -Pandeglang -Serang -Tangerang utara -tangerang selatan -tangerang pusat -Cilegon -Serang -Tangerang -Tangerang Selatan -Bantul -GunungKidul -Kulon -progo -Sleman -Yogyakarta -jogja -Sumatera -Aceh Banda -Aceh -Sumatera Utara -Medan -Sumatera Barat -Padang -Riau -Pekanbaru -batam -Jambi -Sumatera Selatan -Palembang -Bengkulu -Lampung -Bandar Lampung -Kepulauan Bangka Belitung -Pangkal Pinang -Kepulauan Riau -Tanjung Pinang -Kalimatan -Kalimantan Barat -Pontianak -Kalimantan Tengah -Palangkaraya -Kalimantan Selatan -Banjarmasin -Kalimantan Timur -Samarinda -Kalimantan Utara -Tanjung Selor Sulawesi -Sulawesi Utara -Manado -Sulawesi Tengah -Palu -Sulawesi Selatan -Makassar -Sulawesi Tenggara -Kendari -Sulawesi Barat -Mamuju Gorontalo -Sunda Kecil -Bali -Denpasar -Nusa Tenggara Timur -Kupang -Nusa Tenggara Barat -Mataram -lombok -Teupah Selatan aceh -Latiung Teupah Selatan aceh -Labuhan Bajau Teupah Selatan aceh -Suak Lamatan Teupah Selatan aceh -Ana Ao Teupah Selatan aceh -Lataling Teupah Selatan aceh -Pulau Bengkalak Teupah Selatan aceh -Badegong Teupah Selatan aceh -Kebun Baru Teupah Selatan aceh -Ulul Manyang Teupah Selatan aceh -Pasir Tinggi Teupah Selatan aceh -Labuhan Jaya Teupah Selatan aceh -Labuhan Bakti Teupah Selatan aceh -Batu Ralang Teupah Selatan aceh -Alus Alus Teupah Selatan aceh -Seuneubok Teupah Selatan aceh -Blang Sebel Teupah Selatan aceh -Teupah Barat aceh -Sital Teupah Barat aceh -Leubang Teupah Barat aceh -Leubang Hulu Teupah Barat aceh -Awe Seubal Teupah Barat aceh -Lantik Teupah Barat aceh -Awe Kecil Teupah Barat aceh -Salur Teupah Barat aceh -Salur Latun Teupah Barat aceh -Salur Lasengalu Teupah Barat aceh -Nancala Teupah Barat aceh -Maudil Teupah Barat aceh -Inor Teupah Barat aceh -Naibos Teupah Barat aceh -Laayon Teupah Barat aceh -Angkeo Teupah Barat aceh -Bunon Teupah Barat aceh -Silengas Teupah Barat aceh -Pulau Teupah -Manggeng aceh barat daya -Ujung Tanah aceh barat daya -Kuta Paya aceh barat daya -Geulanggang Batee aceh barat daya -Meunasah Tengah aceh barat daya -Meunasah Sukon aceh barat daya -Cot Bak-U aceh barat daya -Meurandeh aceh barat daya -Padang Kelele aceh barat daya -Ladang Tuha I aceh barat daya -Ladang Tuha II aceh barat daya -Alue Rambot aceh barat daya -Sejahtera aceh barat daya -Blang Manggeng aceh barat daya -Tokoh aceh barat daya -Tengah aceh barat daya -Padang aceh barat daya -Kedai aceh barat daya -Paya aceh barat daya -Seunalop aceh barat daya -Lhok Puntoy aceh barat daya -Suka Damai aceh barat daya -Ladang Panah aceh barat daya -Pusu aceh barat daya -Ujung Padang aceh barat daya -Lhung Baro aceh barat daya -Panton Makmur aceh barat daya -Pante Raja aceh barat daya -Lhok Pawoh aceh barat daya -Pante Pirak aceh barat daya -Tangan-Tangan aceh barat daya -Padang Bakjok aceh barat daya -Suak Nibong aceh barat daya -Drien Kipah aceh barat daya -Bineh Krueng aceh barat daya -Drien Jalo aceh barat daya -Padang Kawa aceh barat daya -Mesjid aceh barat daya -Adan aceh barat daya -Pante Geulumpang aceh barat daya -Gunung Cut aceh barat daya -Padang Bak Jeumpa aceh barat daya -Blang Padang aceh barat daya -Suak Labu aceh barat daya -Kuta Bak Drin aceh barat daya -Ie Lhop aceh barat daya -Tangan Tangan Cut aceh barat daya -Lhang aceh barat daya -Ujung Tanah aceh barat daya -Rambong aceh barat daya -Pisang aceh barat daya -Alue Dama aceh barat daya -Blang Pidie aceh barat daya -Padang Geulumpang aceh barat daya -Cot Jeurat aceh barat daya -Kuta Bahagia aceh barat daya -Kedai Siblah aceh barat daya -Pasar Blang Pidie aceh barat daya -Meudang Ara aceh barat daya -Geulumpang Payong aceh barat daya -Kuta Tinggi aceh barat daya -Kedai Paya aceh barat daya -Baharu aceh barat daya -Lamkuta aceh barat daya -Alum Anggota aceh barat daya -Mata Ie aceh barat daya -Panton Raya aceh barat daya -Seunaloh aceh barat daya -Lhung Tarok aceh barat daya -Aso Nanggro aceh barat daya -Lhung Asan aceh barat daya -Guhang aceh barat daya -Ladang Neubok aceh barat daya -Iku Lhung aceh barat daya -Cot Mane aceh barat daya -Kuta Jeumpa aceh barat daya -Alue Sungai Pinang aceh barat daya -Alue Rambot aceh barat daya -Baru aceh barat daya -Susoh aceh barat daya -Kedai Susoh aceh barat daya -Panjang Baru aceh barat daya -Kedai P aceh barat daya -k Kerambi aceh barat daya -Ladang aceh barat daya -Padang Panjang aceh barat daya -Rubek Meupayong aceh barat daya -Cot Mancang aceh barat daya -Lampoh Drien aceh barat daya -Meunasah aceh barat daya -Blang Dalam aceh barat daya -Palak Hulu aceh barat daya -Palak Hilir aceh barat daya -Rumah Dua Lapis aceh barat daya -Durian Jangek aceh barat daya -Baharu aceh barat daya -Pinang aceh barat daya -Rumah Panjang aceh barat daya -Padang Baru aceh barat daya -Pulau Kayu aceh barat daya -Ujung Padang aceh barat daya -Pawoh aceh barat daya -Barat aceh barat daya -Durian Rampak aceh barat daya -Pantai Perak aceh barat daya -Padang Hilir aceh barat daya -Gadang aceh barat daya -Tangah aceh barat daya -Kepala Bandar aceh barat daya -Kuala Batee aceh barat daya -Lama Tuha aceh barat daya -Keudee Baro aceh barat daya -Ie Mameh aceh barat daya -Alue Pisang aceh barat daya -Krueng Batee aceh barat daya -Lhok Gajah aceh barat daya -Muka Blang aceh barat daya -Padang Sikabu aceh barat daya -Lhung Gelumpan aceh barat daya -Alue Padee aceh barat daya -Blang Panyang aceh barat daya -Kampung Tengah aceh barat daya -Blang Makmur aceh barat daya -Kuala Terubu aceh barat daya -Pasar Kuta Bahagia aceh barat daya -Panto Cut aceh barat daya -Kota Bahagia aceh barat daya -Gelanggang Gajah aceh barat daya -Babah Rot aceh barat daya -Gunung Samarinda aceh barat daya -Ie Merah aceh barat daya -Pantee Rakyat aceh barat daya -Pantee Cermin aceh barat daya -Alue Jerjak aceh barat daya -Blang Dalam aceh barat daya -Alue Peunawa aceh barat daya -Lhok Gayo aceh barat daya -Johan Pahlawan aceh barat -Suak Indrapuri aceh barat -Panggong aceh barat -Kampung Belakang aceh barat -Ujung Kalak aceh barat -Ujong Baroh aceh barat -Rundeng aceh barat -Kuta Padang aceh barat -Drien Rampak aceh barat -Gampong Darat aceh barat -Gampong Gampa aceh barat -Seuneubok aceh barat -Suak Ribee aceh barat -Suak Raya aceh barat -Suak Nie aceh barat -Lapang aceh barat -Leuhan aceh barat -Blang Beurandang aceh barat -Suak Sigadeng aceh barat -Samatiga aceh barat -Suak Pante Breuh aceh barat -Suak Seukee aceh barat -Suak Pandan aceh barat -Lhok Bubon aceh barat -Gampong Teungoh aceh barat -Suak Timah aceh barat -Cot Darat aceh barat -Pucok Lueng aceh barat -Alue Raya aceh barat -Cot Pluh aceh barat -Cot Mesjid aceh barat -Cot Seulamat aceh barat -Cot Seumeureng aceh barat -Paya Lumpat aceh barat -Ujong Nga aceh barat -Gampong Ladang aceh barat -Cot Lampise aceh barat -Pinem aceh barat -Rangkileh aceh barat -Cot Amun aceh barat -Reusak aceh barat -Deuah aceh barat -Mesjid Baro aceh barat -Leukeun aceh barat,Lubok aceh barat -Krueng Tinggai aceh barat -Pange aceh barat -Keureuseng aceh barat -Bubon aceh barat -Rambong aceh barat -Beurawang aceh barat -Kuta Padang aceh barat -Layung aceh barat -Alue Bakong aceh barat -Alue Lhok aceh barat -Gunong Panah aceh barat -Seumuleng aceh barat -Kuala Pling aceh barat -Ulee Blang aceh barat -Seuneubok Trap aceh barat -Liceh aceh barat -Cot Keumuneng aceh barat -Suak Pangkat aceh barat -Peulanteu Sp aceh barat -Cot Lada aceh barat -Blang Sibeutong aceh barat -Arongan Lambalek aceh barat -Keub aceh barat -Peuribu aceh barat -Teupin Peuraho aceh barat -Kubu aceh barat -Seuneubok Lueng aceh barat -Drien Rampak aceh barat -Cot Buloh aceh barat -Simpang Peut aceh barat -Rimba Langgeh aceh barat -Seuneubok Teungoh aceh barat -Gunong Pulo aceh barat -Karang Hampa aceh barat -Peulanteu Lb aceh barat -Ujong Simpang aceh barat -Panton Makmur aceh barat -Panton aceh barat -Bahagia aceh barat -Cot Jurumudi aceh barat -Alue Sundak aceh barat -Alue Bagok aceh barat -Alue Batee aceh barat -Woyla aceh barat -Ie Itam Baroh aceh barat -Ie Itam Tunong aceh barat -Cot Murong aceh barat -Padang Jawa aceh barat -Ranto Panyang aceh barat -Gempa Raya aceh barat -Cot Lagan Cm aceh barat -Aron Baroh aceh barat -Pasi Pandan aceh barat -Aron Tunong aceh barat -Pasi Aceh aceh barat -Lhung Teungku Yah aceh barat -Paya Dua aceh barat -Suak Tring aceh barat -Glee Siblah aceh barat -Darul Huda aceh barat -Paya Luah aceh barat -Gunong Rambong aceh barat -Lueng Buloh aceh barat -Lueng Tanoh Tho aceh barat -Lueng Jawa aceh barat -Tingkeum Panyang aceh barat -Kuala Bhee aceh barat -Pasi Lunak aceh barat -Bakat aceh barat -Cot Keumudee aceh barat -Alue Blang aceh barat -Blang Mee aceh barat -Keuleumbah aceh barat -Jawa aceh barat -Alue Panyang aceh barat -Pulo Ie aceh barat -Pasi Ara Kb aceh barat -Gunung Hampa aceh barat -Alue Sikaya aceh barat -Drin Mangko aceh barat -Seumantok aceh barat -Cot Situah aceh barat -Pasi Birah aceh barat -Panton aceh barat -Alue Sundak aceh barat -Teumarom aceh barat -Jawi aceh barat -Woyla Barat aceh barat -Alue Leuhob aceh barat -Blang Luah Lm aceh barat -Pasi Male aceh barat -Napai aceh barat -Blang Cot Mameh aceh barat -Kulam Kaju aceh barat -Lhok Male aceh barat -Cot Rambong aceh barat -Lubuk Pasi Ara aceh barat -Ulee Pasi Ara aceh barat -Cot Lagan Lm aceh barat -Lueng Baro aceh barat -Alue Perman aceh barat -Blang Cot Rubek aceh barat -Peuluekung aceh barat -Pasi Jeut aceh barat -Mon Pasong aceh barat -Pasi Mali aceh barat -Karak aceh barat -Pasi Panyang aceh barat -Alue Keumuneng aceh barat -Ulee Pulo aceh barat -Ie Sayang aceh barat -Simpang Teumarom aceh barat -Woyla Timur aceh barat -Cot Punti aceh barat -Pasi Janeng aceh barat -Tangkeh aceh barat -Paya Meugeundrang aceh barat -Blang Luah Kb aceh barat -Alue Empeuk aceh barat -Rambong aceh barat,Gampong Baro Wt aceh barat -Pasi Ara Wt aceh barat -Keubeu Capang aceh barat -Paya Baro aceh barat -Alue Bilie aceh barat -Tuwi Empeuk aceh barat -Alue Meuganda aceh barat -Gampong Baro Kb aceh barat -Lubok Panyang aceh barat -Seuradeuk aceh barat -Blang Makmur aceh barat -Bukit Megajah aceh barat -Blang Dalam aceh barat -Teumiket Ranom aceh barat -Alue Kuyuen aceh barat -Kaway XVI aceh barat -Marek aceh barat -Pasi Teungoh aceh barat -Pasi Jambu aceh barat -Alue Tampak aceh barat -Tumpok Ladang aceh barat -Paya Baro Meuko aceh barat -Meunasah Ara aceh barat -Meunasah Rayeuk aceh barat -Meunasah Buloh aceh barat -Padang Mancang aceh barat -Mesjid aceh barat -Keude Aron aceh barat -Peunia aceh barat -Simpang aceh barat -Beureugang aceh barat -Blang Geunang aceh barat -Muko aceh barat -Tanjong Bunga aceh barat -Putim aceh barat -Meunasah Rambot aceh barat -Alue On aceh barat -Pasi Jeumpa aceh barat -Palimbungan aceh barat -Pasi Meugat aceh barat -Puuk aceh barat -Meunasah Gantung aceh barat -Pungkie aceh barat -Babah Meulaboh aceh barat -Menuang Tanjong aceh barat -Tanjong Meulaboh aceh barat -Blang Dalam aceh barat -Alue Peudeung aceh barat -Pasi Ara aceh barat -Keude Tanjong aceh barat -Pucok Pungkie aceh barat -Pasi Kumbang aceh barat -Teupin Panah aceh barat -Drien Calee aceh barat -Alue Lhee aceh barat -Teuladan aceh barat -Sawang Teubee aceh barat -Alue Lhok aceh barat -Padang Sikabu aceh barat -Gunung Mata Ie aceh barat -Babah Krueng Manggie aceh barat -Blang Balee aceh barat -Lek Lek aceh barat -Gampong Baro aceh barat -Meutulang aceh barat -Manggie aceh barat -Tamping aceh barat -Cot Manggie aceh barat -Kuala Manye aceh barat -Tuwi Buya aceh barat -Ujong Raja aceh barat -Mugo Cut aceh barat -Mugo Rayeuk aceh barat -Baro Paya aceh barat -Sibintang aceh barat -Blang Teungoh aceh barat -Antong aceh barat -meureubo aceh barat -Peunaga Cut Ujong aceh barat,Gunong Kleng aceh barat -Peunaga Pasi aceh barat -Peunaga Rayeuk aceh barat -aya Peunaga aceh barat -Langung aceh barat -Meureubo aceh barat -Ujong Drien aceh barat -Pasi Pinang aceh barat -Ujong Tanjong aceh barat -Bukit Jaya aceh barat -Buloh aceh barat -Ranto Panyang Timur aceh barat -Ranto Panyang Barat aceh barat -Mesjid Tuha aceh barat -Ujong Tanoh Darat aceh barat -Ranub Dong aceh barat -Pasi Mesjid aceh barat -Pulo Teungoh Ranto aceh barat -Balee aceh barat -Sumber Batu aceh barat -Pasi Aceh Baroh aceh barat -Pasi Aceh Tunong aceh barat -Reudeup aceh barat -Pucok Reudeup aceh barat -Paya Baro Ranto Panyang aceh barat -Pantai Ceureumen aceh barat -Tegal Sari aceh barat -Krueng Beukah aceh barat -Berdikari aceh barat -Suwak Awe aceh barat -Gunong Tarok aceh barat -Babah Krueng Teklep aceh barat -Lhok Sari aceh barat -Lhok Guci aceh barat -Keude Suwak Awe aceh barat -Sawang Rambot aceh barat -Menuang Kinco aceh barat -Seumara aceh barat -Seumantok aceh barat -Manjeng aceh barat -Pante Ceureumen aceh barat -Pulo Teungoh Manyeng aceh barat -Keutambang aceh barat -Canggai aceh barat -Lawet aceh barat -Lango aceh barat -Babah Lueng aceh barat -Babah Iseung aceh barat -Alue Keumang aceh barat -Jambak aceh barat -Sikundo aceh barat -Sungai Mas aceh barat -Tuwi Saya aceh barat -Lueng Baro aceh barat -Sipot aceh barat -Gaseu aceh barat -Leubok Beutong aceh barat -Pungkie aceh barat -Gunong Bulo aceh barat -Ramitie aceh barat -Gleung aceh barat -Tanoh Mirah aceh barat -Drien Sibak aceh barat -Sakuy aceh barat -Kajeung aceh barat -Geudong aceh barat -Tungkop aceh barat -Sarah Perlak aceh barat -Lancong aceh barat -Tutut aceh barat -Lhoong -Pasi -Glee Bruek -Meunasah Cot -Cundien -Gapui -Monmata -Keutapang -Lamsujen -Lamjuhang -Lamgeuriheu -Umong Seuribee -Lamkuta Blangmee -Teungoh Blangmee -Baroh Blangmee -Jantang -Meunasah Krueng Kala -Kareung -Biriek -Seungko Mulat -Baroh Kruengkala -Tunong Kruengkala -Paroi -Mon Ikeun -Naga Umbang -Lambaro Kueh -Lam Ateuk -Aneuk Paya -Lampaya -Lamkruet -Weu Raya -Meunasah Moncut -Meunasah Manyang -Meunasah Karieng -Lamgaboh -Tanjong/Lamcok -Kueh -Nusa -Seubun Keutapang -Seubun Ayon -Lambaro Seubun -Meunasah Mesjid Lamlhom -Meunasah Baro -Meunasah Mesjid Lampuuk,Meunasah Balee -Meunasah Lamgirek -Meunasah Beutong -Leupung -Layeun -Pulot -Lamseunia -Meunasah Bak Ue -Deah Mamplam -Indrapuri -Aneuk Glee -Lam Ilie Ganto -Lam Ilie Teungoh -Reukih Dayah -Krueng Lamkareung -Riting -Lampanah Tunong -Lampanah Baroh -Lampanah Teungoh -Lampanah Dayah -Lampanah Ranjo -Seuot Tunong -Sihom Cot -Sihom Lhok -Sinyeu -Seuot Baroh -Pasar Indrapuri -Indrapuri -Reukih Keupula -Lamlubok -Lam Ilie Mesjid -Empee Ara -Ulee Kareung -Seureumo -Meunara -Lingom -Lambunot -Lam Siot -Ulee Oe -Jruek Bak Kreh -Jruek Balee -Grot Manyang -Grot Baro -Mon Alue -Grot Blang -Seulangai -Lampupok Baro -Lampupok Raya -Lam Beutong -Limo Lamlueng -Limo Mesjid -Limo Blang -Cot Kareung -Cureh -Lheue Jeumpa -Meusale Lhok -Lam Lueng -Meureu Ulee Titi -Mereu Bueng-U -Mureu Baro -Mureu Lam Glumpang -Manggra -Kuta Cot Glie -Bak Sukon -Siron Krueng -Siron Blang -Bueng Simek -Bithak -Tutue -Pakuk -Pasar Lampakuk -Sigapang -Keuruweung Krueng -Keuruweung Blang -Glee Jai -Kabupaten Asahan sumatra barat medan -Batu Bara sumatra barat medan -Binjai sumatra barat medan -Dairi sumatra barat medan -Deli Serdang sumatra barat medan -Gunungsitoli sumatra barat medan -Humbang Hasundutan sumatra barat medan -Karo sumatra barat medan -Labuhan Batu sumatra barat medan -Labuhan Batu Selatan sumatra barat medan -Labuhan Batu Utara sumatra barat medan -Langkat sumatra barat medan -Mandailing Natal sumatra barat medan -Nias sumatra barat medan -Nias Barat sumatra barat medan -Nias Selatan sumatra barat medan -Nias Utara sumatra barat medan -Padang Lawas sumatra barat medan -Padang Lawas Utara sumatra barat medan -Padang Sidempuan sumatra barat medan -Pakpak Bharat sumatra barat medan -Pematang Siantar sumatra barat medan -Medan sumatra barat medan -Samosir sumatra barat medan -Serdang Bedagai sumatra barat medan -Sibolga sumatra barat medan -Simalungun sumatra barat medan -Tanjung Balai sumatra barat medan -Tapanuli Selatan sumatra barat medan -Tapanuli Tengah sumatra barat medan -Tapanuli Utara sumatra barat medan -Tebing Tinggi sumatra barat medan -Toba Samosir sumatra barat medan -Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan -Kota Pagar Alam Sumatra Selatan -Kota Palembang Sumatra Selatan -Kota Prabumulih Sumatra Selatan -Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan -Kabupaten Empat Lawang Tebing Tinggi Sumatra Selatan -Kabupaten Lahat Lahat Sumatra Selatan -Kabupaten Muara Enim Muara Enim Sumatra Selatan -Kabupaten Musi Banyuasin Sekayu Sumatra Selatan -Kabupaten Musi Rawas Muara Beliti Baru Sumatra Selatan -Kabupaten Musi Rawas Utara Rupit Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Ilir Indralaya Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Komering Ilir Kota Kayu Agung Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Komering Ulu Baturaja Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Muaradua Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Martapura Sumatra Selatan -Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Talang Ubi Sumatra Selatan -Agam Lubuk Basung sumatra utara -Dharmasraya Pulau Punjung sumatra utara -Kepulauan Mentawai Tuapejat sumatra utara -Lima Puluh Kota Sarilamak sumatra utara -Padang Pariaman Parit Malintang sumatra utara -Pasaman Lubuk Sikaping sumatra utara -Pasaman Barat Simpang Empat sumatra utara -Pesisir Selatan Painan sumatra utara -Sijunjung Muaro Sijunjung sumatra utara -Solok Arosuka sumatra utara -Solok Selatan Padang Aro sumatra utara -Tanah Datar Batusangkar sumatra utara -Kota Bukittinggi -sumatra utara -Kota Padang -sumatra utara -Kota Padangpanjang -sumatra utara -Kota Pariaman -sumatra utara -Kota Payakumbuh -sumatra utara -Kota Sawahlunto -sumatra utara -Kota Solok -Berkualitas -Terpercaya -Murah -Unik -Cantik -Lucu -Modern -Berkualitas -Elegan -Mewah -Online -Cenderamata -Pernikahan -Ulang Tahun -PT -Kantor -Hotel - Perusahaan -Termurah -Nikah -Aqiqah -Pengajian -Online Shop -Indonesia -Singapura -Malaysia -Terbaru -Perkawinan -SundaKecil -Bali -Denpasar -NusaTenggaraTimur -Kupang -NusaTenggaraBarat -Mataram -lombok -cina -Jepang