WWW.GRUBSTER.CO | MENJUAL SEGALA PRODUK PERSIAPAN BERUMAH TANGGA SERTA JENIS KEBUTUHAN RUMAH TANGGA

souvenir pernikahan murah | grosir souvenir pernikahan murah | agen souvenir pernikahan murah | jual souvenir pernikahan | jual sofabed | Pusat Souvenir pernikahan murah |Souvenir pernikahan, Jual Souvenir Murah, Souvenir Unik, Jual Grosir Souvenir Pernikahan Murah, Undangan Pernikahan Murah, Souvenir Pernikahan Murah Dan Unik

jual souvenir pernikahan murah dan unik: Info Unik

Kabar Gembira Buat kamu yang ga sengaja kunjungi Blog ini !!!

jarang-jarang kamu bisa nemuin Harga SOUVENIR se Murah ini..

karena ini kami buat sengaja buat kamu yang ga sengaja berkunjung ke Blog kami dengan ulasan kami selain dari ulasan souvenir

Nah buat kamu yang tertarik dengan Harga-harga souvenir kami, bisa langsung hubungi whatsapp kami di 081296650889 atau 081382658900

caranya screenshoot atau sertakan link url souvenir yang kamu minati pada blog ini, kirimkan kepada kami di nomer yang sudah tertera dia atas

tanpa screenshoot atau link blog kami, kemungkinan kami akan memberikan harga jual yang ada pada toko kami yang cenderung lebih tinggi tentunya

Tampilkan postingan dengan label Info Unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Unik. Tampilkan semua postingan
Ternyata, Baca Doa Menggunakan Pakaian Dapat Ampuni Dosa Kurun Lalu

Ternyata, Baca Doa Menggunakan Pakaian Dapat Ampuni Dosa Kurun Lalu

Agama islam mengatur segala aspek kehidupan. Termasuk hal-hal kecil menyerupai ketika menggunakan pakaian. Ada susila dan hukum yang harus diterapkan. Salah satunya yaitu membaca doa ketika berpakaian.

Meski sebetulnya sangat mudah, namun tidak banyak umat Islam yang berdoa ketika menggunakan pakaian. Ada yang alasannya yaitu buru-buru, tidak hapal lafadznya serta aneka macam alasan lainnya. Padahal begitu banyak faedah dari acara memohon kepada Allah ini.

Ternyata membaca doa sebelum menggunakan pakaian sanggup mengampuni dosa-dosa masa lalu.   Sehingga sangat disayangkan sekali jikalau kita tidak membacanya ketika akan mengenakan baju.  Lalu menyerupai apa doanya? Berikut ulasannya.

Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu as-Sani. Disebutkan dalam kitab al-Adzkar, dari Mu’adz bin Anas, Rasulullah SAW bersada yang artinya:

“Barang siapa yang mengenakan pakaian gres kemudian membaca,

Alhamdulillahilladzi kasaanii haadzaa wa razaqaniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberi pakaian ini kepadaku dan memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan upaya dariku), (maka) Allah Ta’ala mengampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Ibnu as-Sani)

Adapula doa ketika menggunakan pakaian biasa.

Bismillaahi Alloohumma Innii As-Aluka Min Khoirihi Wa Khoirii Maa Huwa Lahuu Wa'a'uudzu Bika Min Syarrihi Wa Syarri Maa Huwa Lahuu

Artinya:
Dengan nama-Mu ya Allah akku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan saya berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yanag ada padanya

Inilah laba menjadi Muslim, setiap kegiatan yang diawali dengan doa yang baik maka berbuah pahala dan sanggup menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Setelah membaca doa ini, sebaiknya kita memastikan bahwa apa yang kita kenakan sesuai dengan tuntunan Alquran.

“Hai, anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu yaitu sebagaian dari gejala Kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al A’raf : 26).

Demikian artikel perihal Doa Memakai Pakaian. Semoga informai ini sanggup kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, berpakaian memang menjadi acara rutin yang kita lakukan. Sehingga akan semakin banyak ladang amal kita untuk menghapus dosa-dosa.
Agama islam mengatur segala aspek kehidupan. Termasuk hal-hal kecil menyerupai ketika menggunakan pakaian. Ada susila dan hukum yang harus diterapkan. Salah satunya yaitu membaca doa ketika berpakaian.

Meski sebetulnya sangat mudah, namun tidak banyak umat Islam yang berdoa ketika menggunakan pakaian. Ada yang alasannya yaitu buru-buru, tidak hapal lafadznya serta aneka macam alasan lainnya. Padahal begitu banyak faedah dari acara memohon kepada Allah ini.

Ternyata membaca doa sebelum menggunakan pakaian sanggup mengampuni dosa-dosa masa lalu.   Sehingga sangat disayangkan sekali jikalau kita tidak membacanya ketika akan mengenakan baju.  Lalu menyerupai apa doanya? Berikut ulasannya.

Rasulullah SAW menjelaskan dalam hadist yang diriwayatkan Ibnu as-Sani. Disebutkan dalam kitab al-Adzkar, dari Mu’adz bin Anas, Rasulullah SAW bersada yang artinya:

“Barang siapa yang mengenakan pakaian gres kemudian membaca,

Alhamdulillahilladzi kasaanii haadzaa wa razaqaniihi min ghoiri haulin minnii wa laa quwwatin

Segala puji bagi Allah Ta’ala yang telah memberi pakaian ini kepadaku dan memberi rezeki kepadaku tanpa daya dan upaya dariku), (maka) Allah Ta’ala mengampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Ibnu as-Sani)

Adapula doa ketika menggunakan pakaian biasa.

Bismillaahi Alloohumma Innii As-Aluka Min Khoirihi Wa Khoirii Maa Huwa Lahuu Wa'a'uudzu Bika Min Syarrihi Wa Syarri Maa Huwa Lahuu

Artinya:
Dengan nama-Mu ya Allah akku minta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa yang ada padanya, dan saya berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yanag ada padanya

Inilah laba menjadi Muslim, setiap kegiatan yang diawali dengan doa yang baik maka berbuah pahala dan sanggup menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Setelah membaca doa ini, sebaiknya kita memastikan bahwa apa yang kita kenakan sesuai dengan tuntunan Alquran.

“Hai, anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu yaitu sebagaian dari gejala Kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS Al A’raf : 26).

Demikian artikel perihal Doa Memakai Pakaian. Semoga informai ini sanggup kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, berpakaian memang menjadi acara rutin yang kita lakukan. Sehingga akan semakin banyak ladang amal kita untuk menghapus dosa-dosa.
Ternyata, Baca Doa Menggunakan Pakaian Dapat Ampuni Dosa Kurun Lalu
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhCcGWjcC_zQ0ox3m9tvvGKSqjQBsIFjZMBMnyM_8IResyc-YEMRovnQlzJ_3fBzzOLfwuAWLP_tmgCgbJ7WrZkym1zY_7QmNi56bxd0XfQ9l8hbI8T-SvWxZRdCexYOMYJdIo9kItQUQ/s72-c/Ternyata%252C+Baca+Doa+Memakai+Pakaian+Bisa+Ampuni+Dosa+Masa+Lalu.jpg
View detail
Dua Hal Yang Sering Dilakukan Kaum Muslim Namun Dibenci Ali Bin Abi Thalib

Dua Hal Yang Sering Dilakukan Kaum Muslim Namun Dibenci Ali Bin Abi Thalib

Ali bin Abi Thalib merupakan salah seorang sobat Rasulullah SAW yang termasuk dalam pemeluk agama Islam pertama kali. Bahkan dirinya telah beriman kepada Allah SWT semenjak masih dalam usia belia. Hal inilah yang menciptakan dirinya disegani oleh kaum muslimin.

Ali bin Abi Thalib mempunyai sosok yang gagah, bakir juga juga pastinya taat menjalankan perintah Allah SWT. Maka tidak heran apabila dirinya terpilih menjadi menantu dari Rasulullah SAW. Namun sebagai insan dirinya juga pernah melaksanakan kesalahan.

Dirinya juga mempunyai hal yang disukai dan juga yang dibenci. Namun kenyataannya, pada ketika ini banyak kaum muslimin yang justru kerap hal yang dibenci oleh Ali bin Abi Thalib tersebut. Hal apakah yang dimaksud tersebut? Berikut informasinya.

Ali bin Abi Thalib menjadi salah satu sobat yang senantiasa diteladani oleh kaum muslimin hingga final zaman. Hal tersebut dikarenakan pemikiran serta keteladanan yang telah dia lakukan selama hidup di dunia, baik ketika masih menjadi rakyat biasa dan juga ketika menjabat sebagai khalifah terakhir. Tidak hanya kaum perempuan sosok ini juga dikagumi oleh para laki-laki alasannya pesonanya.

Keimanannya yang besar lengan berkuasa ini dibuktikan dengan ia terpilih untuk menjadi lelaki yang menggantikan Rasulullah SAW di pembaringan ketika kejadian Hijrah menuju Madinah al-Munawarah. Itu sama artinya ia harus siap mati demi membela agama Islam.

Meskipun demikian, ibarat yang sudah dijelaskan sebelumnya ia hanyalah insan biasa yang tidak layak disucikan. Meskipun keimanannya sangat kuat, namun Ali bin Abi Thalib juga pernah melaksanakan beberapa kesalahan sekalipun dalam kadar yang kecil.

Sebagaimana kita insan biasa, dia juga mempunyai kegemaran dan juga membenci sesuatu. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh Imam Ibnul Jauzi dalam Shaidul Khatir, Ali bin Abi Thalib membenci dua hal berikut ini

“Hal yang dibenci ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu ialah terus makan sesudah merasa kenyang dan mengenakan pakaian untuk menyombongkan diri.”

Namun kenyataannya dua hal ini kerap kali dillakukan oleh umat Islam hingga sekarang. Padahal sejatinya kita dianjurkan untuk menghentikan makan apabila sudah merasa kenyang. Sebab segala sesuatu yang berlebih-lebihan itu bukanlah perbuatan yang baik.

Selain kebiasaan makan sesudah kenyang, Ali bin Abi Thalib juga membenci orang yang suka menyombongkan diri. Hal tersebut dikarenakan intinya kita sebagai kaum muslimin haruslah mempunyai sifat yang rendah hati dan tidak menyombongkan apa yang dimiliki.

Jangan hanya ingin terlihat kaya, kita menghambur-hamburkan uang untuk membeli segala sesuatu yang terlihat glamor dan kemudian memamerkannya ke depan orang lain. Ada baiknya menjadi orang yang lebih sederhana yang penting mengikuti pemikiran Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Demikianlah informasi mengenai dua hal yang dibenci oleh Ali bin Abi Thalib namun masih dilakukan oleh kaum muslim hingga ketika ini. Alangkah lebih baiknya apabila kita menghindari perbuatan yang demikian biar hidup menjadi lebih bermakna dan tidak menghabiskan waktu dalam kesia-siaan.
Ali bin Abi Thalib merupakan salah seorang sobat Rasulullah SAW yang termasuk dalam pemeluk agama Islam pertama kali. Bahkan dirinya telah beriman kepada Allah SWT semenjak masih dalam usia belia. Hal inilah yang menciptakan dirinya disegani oleh kaum muslimin.

Ali bin Abi Thalib mempunyai sosok yang gagah, bakir juga juga pastinya taat menjalankan perintah Allah SWT. Maka tidak heran apabila dirinya terpilih menjadi menantu dari Rasulullah SAW. Namun sebagai insan dirinya juga pernah melaksanakan kesalahan.

Dirinya juga mempunyai hal yang disukai dan juga yang dibenci. Namun kenyataannya, pada ketika ini banyak kaum muslimin yang justru kerap hal yang dibenci oleh Ali bin Abi Thalib tersebut. Hal apakah yang dimaksud tersebut? Berikut informasinya.

Ali bin Abi Thalib menjadi salah satu sobat yang senantiasa diteladani oleh kaum muslimin hingga final zaman. Hal tersebut dikarenakan pemikiran serta keteladanan yang telah dia lakukan selama hidup di dunia, baik ketika masih menjadi rakyat biasa dan juga ketika menjabat sebagai khalifah terakhir. Tidak hanya kaum perempuan sosok ini juga dikagumi oleh para laki-laki alasannya pesonanya.

Keimanannya yang besar lengan berkuasa ini dibuktikan dengan ia terpilih untuk menjadi lelaki yang menggantikan Rasulullah SAW di pembaringan ketika kejadian Hijrah menuju Madinah al-Munawarah. Itu sama artinya ia harus siap mati demi membela agama Islam.

Meskipun demikian, ibarat yang sudah dijelaskan sebelumnya ia hanyalah insan biasa yang tidak layak disucikan. Meskipun keimanannya sangat kuat, namun Ali bin Abi Thalib juga pernah melaksanakan beberapa kesalahan sekalipun dalam kadar yang kecil.

Sebagaimana kita insan biasa, dia juga mempunyai kegemaran dan juga membenci sesuatu. Hal ini sebagaimana dituturkan oleh Imam Ibnul Jauzi dalam Shaidul Khatir, Ali bin Abi Thalib membenci dua hal berikut ini

“Hal yang dibenci ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu ialah terus makan sesudah merasa kenyang dan mengenakan pakaian untuk menyombongkan diri.”

Namun kenyataannya dua hal ini kerap kali dillakukan oleh umat Islam hingga sekarang. Padahal sejatinya kita dianjurkan untuk menghentikan makan apabila sudah merasa kenyang. Sebab segala sesuatu yang berlebih-lebihan itu bukanlah perbuatan yang baik.

Selain kebiasaan makan sesudah kenyang, Ali bin Abi Thalib juga membenci orang yang suka menyombongkan diri. Hal tersebut dikarenakan intinya kita sebagai kaum muslimin haruslah mempunyai sifat yang rendah hati dan tidak menyombongkan apa yang dimiliki.

Jangan hanya ingin terlihat kaya, kita menghambur-hamburkan uang untuk membeli segala sesuatu yang terlihat glamor dan kemudian memamerkannya ke depan orang lain. Ada baiknya menjadi orang yang lebih sederhana yang penting mengikuti pemikiran Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Demikianlah informasi mengenai dua hal yang dibenci oleh Ali bin Abi Thalib namun masih dilakukan oleh kaum muslim hingga ketika ini. Alangkah lebih baiknya apabila kita menghindari perbuatan yang demikian biar hidup menjadi lebih bermakna dan tidak menghabiskan waktu dalam kesia-siaan.
Dua Hal Yang Sering Dilakukan Kaum Muslim Namun Dibenci Ali Bin Abi Thalib
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsLw96v1I5ExrB6LuJhn8huT40onFpF5Pn1xmAB0dovpAyHUOCrnWUHSALQOxGXjtoW5OE9JyLC8ZEeJQObQYnwZLSCbasOGwdQ1tBlVvyScCRMgoTciDM6wRsxANKOn9kxAGG_n9QgQ/s72-c/Dua+Hal+Yang+Sering+Dilakukan+Kaum+Muslim+Namun+Dibenci+Ali+Bin+Abi+Thalib.jpg
View detail
Pasar-Pasar Yang Pernah Disinggahi Nabi Muhammad

Pasar-Pasar Yang Pernah Disinggahi Nabi Muhammad

Nabi Muhammad SAW merupakan pedagang termashur. Kemampuan menjualnya sudah terasah semenjak usianya delapan tahun. Hingga memasuki 40 tahun sebelum masa kenabiannya, sang utusan Allah ini keliling ke banyak negeri untuk melaksanakan proses jual beli.

Sepanjang perjalannya menjadi pedagang, Nabi Muhammad SAW banyak mengunjungi pasar-pasar. Mulai dari pasar di Suriah hingga Yaman pernah disinggahi. Beliau  menjajakan dagangannya serta mencari-cari komoditas untuk dijual lagi.

Pasar-pasar yang pernah disinggahi Nabi tentu mempunyai nilai tersendiri dalam perkembangan dakwah Islam. Menjadi salah satu saksi, bagaimana perilaku amanah yang dimiliki Nabi terbentuk. Apa dan dimana saja pasar-pasar tersebut? Berikut ulasannya.

1. Dumatul Jandal atau Dumat Al-Jandal
Pasar ini terletak di tempat Padang Pasir Syam yang berdekatan dengan Damaskus dan di ujung utara Hijaz. Dahulu pasar ini bisa ditempuh dari Damaskus selama lima hari perjalanan. Sedangkan jikalau ditemput dari Madinah maka akan membutuhkan waktu yang lebih usang yakni sekitar dua ahad lebih.  Dahulu pasar ini sangat populer di kalangan bangsa Arab Jahiliyah. Pasar ini hanya buka pada bulan Rabi'u al-Awwal antara tanggal 1-30. Pada bulan ini, pedagang dari banyak sekali penjuru tiba untuk jual beli di pasar ini. 

2. Pasar Mushaqqar
Pasar kedua yang pernah dikunjungi Rasulullah SAW ialah Pasar Mushaqqar. Pasar ini terletak di Kota Hijar, salah satu provinsi yang terletak di negara Bahrain. Sama menyerupai pasar sebelumnya, Mushaqqar hanya buka satu bulan saja, yakni pada bulan Jumadi Al Awwal. Sebelum kedatangan Islam, tempat ini sangat populer sebagai sentra pemujaan berhala.

3. Pasar Suhar
Rute perdagangan Nabi juga hingga ke Pasar Suhar yang terletak di wilayah kesultanan Oman, Muscat. Pasar ini hanya buka pada bulan Rajab saja, itu pun hanya berlangsung selama lima hari yakni 20-25 Rajab. Awalnya kota ini populer sebagai pasar ikan, namun lambat laun bermetamorfosis Pasar yang besar.

4. Pasar Daba
Pasar Daba atau Dibba merupakan pasar yang juga masih berada di wilayah Oman. Namun letaknya di timur bahari semenanjung Uni Emirat Arab. Biasanya, pasar ini buka sehabis pasar Suhar usai. Mulainya pada final bulan Rajab. Pasar ini juga didatangi oleh para pedagang dari Cina, India, dan orang dari Timur dan Barat.

5. Pasar Shihir
Pasar ini juga dikenal dengan sebutan pasar Maharah. Pasar ini dibuka pada 1-15 pada bulan Syaban.Pasar ini terletak di antara Mukala dan Qish di wilayah Hadramaut. Pasar ini banyak menjual kemenyan untuk banyak sekali ritual sebelum datangnya Islam. Saat itu, harga kemenyan lebih tinggi dibanding emas. Sehingga wilayah mana yang banyak menjual kemenyan biasanya akan makmur. 

6. Pasar Aden
Pasar Aden dibuka pada tanggal 1-10 pada bulan Ramadhan. Wilayah Aden merupakan Kota Pelabuhan yang berjarak sekitar 370 km disebelah selatan Yaman. Pasar ini dibuka dengan memperdagangkan komoditi dari wilayah timur dan selatan.

7. Pasar San’a
Pasar San’a terletak di jantung dataran tinggi Yaman. Kota ini menjadi sentra bisnis di wilayah Arab. Biasanya sehabis perdagang ke Pasar Aden, para pedagang akan berpindah ke pasar ini. Pasar ini buka pada 10 hari sebelum Ramadhan usai.

8. Pasar Rabiyah
Pasar ini terletak di sebuah daerah Hadhramaut, terbuka pada pertengahan hingga final bulan Dzulqaidah.

9. Pasar Ukaz
Bersamaan dengan pasar Rabiyah, pasar Ukaz yang terletak di daerah Nejaz bab atas ini dibuka.

10. Pasar Dzul Majaz
Pasar ini berlokasi di bersahabat pasar Ukaz. Terbuka dari tanggal 1-7 Dzulhijjah.

11. Pasar Mina
Selesai pasar Dzul Majaz, pasar Mina dibuka, bersamaan dengan waktu penyelenggaraan ibadah Haji.

12. Pasar Nazat
Pasar ini dibuka pada sepuluh hari pertama hingga final bulan Muharram. Terletak di daerah Khaibar.

13. Pasar Hijr
Pasar ini sering juga disebut pasar Hajar atau Hadj dan terlatak di daerah Yamamah. Pasar ini diadakan bersamaan dengan pasar Nazat yakni pada tanggal 10 hingga final bulan Muharram.
Nabi Muhammad SAW merupakan pedagang termashur. Kemampuan menjualnya sudah terasah semenjak usianya delapan tahun. Hingga memasuki 40 tahun sebelum masa kenabiannya, sang utusan Allah ini keliling ke banyak negeri untuk melaksanakan proses jual beli.

Sepanjang perjalannya menjadi pedagang, Nabi Muhammad SAW banyak mengunjungi pasar-pasar. Mulai dari pasar di Suriah hingga Yaman pernah disinggahi. Beliau  menjajakan dagangannya serta mencari-cari komoditas untuk dijual lagi.

Pasar-pasar yang pernah disinggahi Nabi tentu mempunyai nilai tersendiri dalam perkembangan dakwah Islam. Menjadi salah satu saksi, bagaimana perilaku amanah yang dimiliki Nabi terbentuk. Apa dan dimana saja pasar-pasar tersebut? Berikut ulasannya.

1. Dumatul Jandal atau Dumat Al-Jandal
Pasar ini terletak di tempat Padang Pasir Syam yang berdekatan dengan Damaskus dan di ujung utara Hijaz. Dahulu pasar ini bisa ditempuh dari Damaskus selama lima hari perjalanan. Sedangkan jikalau ditemput dari Madinah maka akan membutuhkan waktu yang lebih usang yakni sekitar dua ahad lebih.  Dahulu pasar ini sangat populer di kalangan bangsa Arab Jahiliyah. Pasar ini hanya buka pada bulan Rabi'u al-Awwal antara tanggal 1-30. Pada bulan ini, pedagang dari banyak sekali penjuru tiba untuk jual beli di pasar ini. 

2. Pasar Mushaqqar
Pasar kedua yang pernah dikunjungi Rasulullah SAW ialah Pasar Mushaqqar. Pasar ini terletak di Kota Hijar, salah satu provinsi yang terletak di negara Bahrain. Sama menyerupai pasar sebelumnya, Mushaqqar hanya buka satu bulan saja, yakni pada bulan Jumadi Al Awwal. Sebelum kedatangan Islam, tempat ini sangat populer sebagai sentra pemujaan berhala.

3. Pasar Suhar
Rute perdagangan Nabi juga hingga ke Pasar Suhar yang terletak di wilayah kesultanan Oman, Muscat. Pasar ini hanya buka pada bulan Rajab saja, itu pun hanya berlangsung selama lima hari yakni 20-25 Rajab. Awalnya kota ini populer sebagai pasar ikan, namun lambat laun bermetamorfosis Pasar yang besar.

4. Pasar Daba
Pasar Daba atau Dibba merupakan pasar yang juga masih berada di wilayah Oman. Namun letaknya di timur bahari semenanjung Uni Emirat Arab. Biasanya, pasar ini buka sehabis pasar Suhar usai. Mulainya pada final bulan Rajab. Pasar ini juga didatangi oleh para pedagang dari Cina, India, dan orang dari Timur dan Barat.

5. Pasar Shihir
Pasar ini juga dikenal dengan sebutan pasar Maharah. Pasar ini dibuka pada 1-15 pada bulan Syaban.Pasar ini terletak di antara Mukala dan Qish di wilayah Hadramaut. Pasar ini banyak menjual kemenyan untuk banyak sekali ritual sebelum datangnya Islam. Saat itu, harga kemenyan lebih tinggi dibanding emas. Sehingga wilayah mana yang banyak menjual kemenyan biasanya akan makmur. 

6. Pasar Aden
Pasar Aden dibuka pada tanggal 1-10 pada bulan Ramadhan. Wilayah Aden merupakan Kota Pelabuhan yang berjarak sekitar 370 km disebelah selatan Yaman. Pasar ini dibuka dengan memperdagangkan komoditi dari wilayah timur dan selatan.

7. Pasar San’a
Pasar San’a terletak di jantung dataran tinggi Yaman. Kota ini menjadi sentra bisnis di wilayah Arab. Biasanya sehabis perdagang ke Pasar Aden, para pedagang akan berpindah ke pasar ini. Pasar ini buka pada 10 hari sebelum Ramadhan usai.

8. Pasar Rabiyah
Pasar ini terletak di sebuah daerah Hadhramaut, terbuka pada pertengahan hingga final bulan Dzulqaidah.

9. Pasar Ukaz
Bersamaan dengan pasar Rabiyah, pasar Ukaz yang terletak di daerah Nejaz bab atas ini dibuka.

10. Pasar Dzul Majaz
Pasar ini berlokasi di bersahabat pasar Ukaz. Terbuka dari tanggal 1-7 Dzulhijjah.

11. Pasar Mina
Selesai pasar Dzul Majaz, pasar Mina dibuka, bersamaan dengan waktu penyelenggaraan ibadah Haji.

12. Pasar Nazat
Pasar ini dibuka pada sepuluh hari pertama hingga final bulan Muharram. Terletak di daerah Khaibar.

13. Pasar Hijr
Pasar ini sering juga disebut pasar Hajar atau Hadj dan terlatak di daerah Yamamah. Pasar ini diadakan bersamaan dengan pasar Nazat yakni pada tanggal 10 hingga final bulan Muharram.
Pasar-Pasar Yang Pernah Disinggahi Nabi Muhammad
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgHnWIqpg8cY1GklvD3zq88L5jGJW5OdqbaW-7f9G1P6OImaLJJPHCIL_8d8cFw2fInq5vjkr1oxqvm-RDWZHeWOwwzjK65dRR0EVurNXGjD2E0Imy_tq_6ShyFWmv0GYcJCu3vfT-Aw/s72-c/Pasar-Pasar+yang+Pernah+Disinggahi+Nabi+Muhammad.jpg
View detail
Awas, Ucapan Ini Sangat Cepat Mendatangkan Azab

Awas, Ucapan Ini Sangat Cepat Mendatangkan Azab

Azab merupakan bentuk akibat atas kesalahan yang pernah dilakukan oleh manusia. Kesalahan tersebut sanggup berupa perbuatan atau ucapan yang tanpa disadari ternyata merupakan dosa.

Itulah alasan kenapa insan diperintahkan untuk berhati-hati dalam bertindak dan selalu menjaga lisannya. Jika tidak, maka neraka menjadi kawasan untuk mendapatkan azab pedih atas kesalahan yang diperbuat selama hidup di dunia.

Ternyata datangnya azab tidak harus menunggu insan meninggal atau final zaman tiba. Ucapan ini kata ulama cepat mendatangkan azab alasannya ialah besar nilai dosanya. Bahkan, sebelum orang tersebut tidur malam, azab itu segera mendatanginya. Apa ucapan tersebut? Berikut ulasannya.

Ucapan yang mengundang azab dengan sangat cepat itu ialah bersumpah palsu atas nama Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit kita mendengar seseorang menyampaikan kalimat “Demi Allah”. Biasanya ini diikuti  dengan kata “sumpah, demi Allah”.

Memang tidak semua orang berbohong ketika membawa bawa Allah ini. Namun tidak sedikit juga yang ternyata berbohong ketika mengucapkannya. Keberaniannya mengucapkan kalimat “Demi Allah” ini, biasanya untuk menutupi kesalahan yang dilakukan, menyangkal tuduhan orang lain, dan hal lainnya untuk melindungi diri dikala didesak atas sesuatu. Biasanya, orang akan berhenti memperpanjang suatu perkara, kalau orang yang diperkarakan membawa nama Allah dalam penjelasannya.

Contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari contohnya dikala seseorang  meminjam sesuatu namun tidak mengembalikannya. Suatu hari pemilik menanyakan kepada peminjam terkait barang tersebut. Lalu sipeminjam menyampaikan sudah mengembalikannya, walaupun bahwasanya belum. Kemudian untuk meyakinkan pemilik kalau ia sudah mengembalikan barang tersebut, maka dia bersumpah atas nama Allah.

“Serius saya udah ngembaliin bulan kemarin. Mungkin kau lupa, Sumpah demi Allah saya udah balikin barangnya”

Diantara kita niscaya sering mendengar hal-hal demikian bukan? Maka ketahuilah, kalau ternyata ucapan itu bohong, maka Allah SWT akan segera mendatangkan azabnya. Bahkan, sebelum hingga orang tersebut tidur malam, Allah sudah kirimkan bala tentaranya untuk mengazab orang tersebut.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah saya kabarkan kepada kau sebesar-besarnya dosa besar?” Beliau mengucapkannya tiga kali. Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah (syirik) dan durhaka kepada kedua orang tua”. Beliau duduk sebelumnya ia bersandar, kemudian ia bersabda, “Ingat, juga perkataan palsu”, Perawi berkata, “Beliau selalu mengulangi ucapannya, hingga kami berharap ia diam” [HR Bukhari, no 5918, Muslim no.87, lafazhnya bagi Bukhari]

Orang yang berdusta atas nama Allâh Azza wa Jalla ialah orang yang paling zhalim. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

Dan siapakah yang lebih zhalim/aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allâh, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak menerima keberuntungan. [Al-An’âm/6: 21]

Secara terang bahwa Allah SWT menyampaikan kalau orang zalim alasannya ialah berdusta atas nama Allah tidak menerima keberuntugan. Jelas bahwa ketiadaan keberuntungan ini akan mendatangkan azab. Bahkan ulama menyampaikan kalau azab tersebut akan segera mendatanginya sehabis Ia mengucapkan kalimat tersebut.

Semoga dengan mengetahui semua ini, kita semakin berhati-hati, biar tidak terjebak dalam perbuatan berdusta atas nama Allâh sehingga akan mendapatkan kebinasaan.
Azab merupakan bentuk akibat atas kesalahan yang pernah dilakukan oleh manusia. Kesalahan tersebut sanggup berupa perbuatan atau ucapan yang tanpa disadari ternyata merupakan dosa.

Itulah alasan kenapa insan diperintahkan untuk berhati-hati dalam bertindak dan selalu menjaga lisannya. Jika tidak, maka neraka menjadi kawasan untuk mendapatkan azab pedih atas kesalahan yang diperbuat selama hidup di dunia.

Ternyata datangnya azab tidak harus menunggu insan meninggal atau final zaman tiba. Ucapan ini kata ulama cepat mendatangkan azab alasannya ialah besar nilai dosanya. Bahkan, sebelum orang tersebut tidur malam, azab itu segera mendatanginya. Apa ucapan tersebut? Berikut ulasannya.

Ucapan yang mengundang azab dengan sangat cepat itu ialah bersumpah palsu atas nama Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit kita mendengar seseorang menyampaikan kalimat “Demi Allah”. Biasanya ini diikuti  dengan kata “sumpah, demi Allah”.

Memang tidak semua orang berbohong ketika membawa bawa Allah ini. Namun tidak sedikit juga yang ternyata berbohong ketika mengucapkannya. Keberaniannya mengucapkan kalimat “Demi Allah” ini, biasanya untuk menutupi kesalahan yang dilakukan, menyangkal tuduhan orang lain, dan hal lainnya untuk melindungi diri dikala didesak atas sesuatu. Biasanya, orang akan berhenti memperpanjang suatu perkara, kalau orang yang diperkarakan membawa nama Allah dalam penjelasannya.

Contoh kecil dalam kehidupan sehari-hari contohnya dikala seseorang  meminjam sesuatu namun tidak mengembalikannya. Suatu hari pemilik menanyakan kepada peminjam terkait barang tersebut. Lalu sipeminjam menyampaikan sudah mengembalikannya, walaupun bahwasanya belum. Kemudian untuk meyakinkan pemilik kalau ia sudah mengembalikan barang tersebut, maka dia bersumpah atas nama Allah.

“Serius saya udah ngembaliin bulan kemarin. Mungkin kau lupa, Sumpah demi Allah saya udah balikin barangnya”

Diantara kita niscaya sering mendengar hal-hal demikian bukan? Maka ketahuilah, kalau ternyata ucapan itu bohong, maka Allah SWT akan segera mendatangkan azabnya. Bahkan, sebelum hingga orang tersebut tidur malam, Allah sudah kirimkan bala tentaranya untuk mengazab orang tersebut.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Maukah saya kabarkan kepada kau sebesar-besarnya dosa besar?” Beliau mengucapkannya tiga kali. Mereka (para sahabat) menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”. Beliau bersabda, “Menyekutukan Allah (syirik) dan durhaka kepada kedua orang tua”. Beliau duduk sebelumnya ia bersandar, kemudian ia bersabda, “Ingat, juga perkataan palsu”, Perawi berkata, “Beliau selalu mengulangi ucapannya, hingga kami berharap ia diam” [HR Bukhari, no 5918, Muslim no.87, lafazhnya bagi Bukhari]

Orang yang berdusta atas nama Allâh Azza wa Jalla ialah orang yang paling zhalim. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

Dan siapakah yang lebih zhalim/aniaya daripada orang yang membuat-buat suatu kedustaan terhadap Allâh, atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya orang-orang yang aniaya itu tidak menerima keberuntungan. [Al-An’âm/6: 21]

Secara terang bahwa Allah SWT menyampaikan kalau orang zalim alasannya ialah berdusta atas nama Allah tidak menerima keberuntugan. Jelas bahwa ketiadaan keberuntungan ini akan mendatangkan azab. Bahkan ulama menyampaikan kalau azab tersebut akan segera mendatanginya sehabis Ia mengucapkan kalimat tersebut.

Semoga dengan mengetahui semua ini, kita semakin berhati-hati, biar tidak terjebak dalam perbuatan berdusta atas nama Allâh sehingga akan mendapatkan kebinasaan.
Awas, Ucapan Ini Sangat Cepat Mendatangkan Azab
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjGmfzhYYmGbHr9PcF3C5MkdTXIxZ4MJzOR6ZPARGTU_oqD-bf2MJfMQdNScdb0kBTkjZ4kxnhKc5QaubDUUasA9iz3YuYOZBEA97jlLIPJkKe21QQlxcjN9WRkkXa551DGwHbkaCvKjg/s72-c/Awas%252C+Ucapan+Ini+Sangat+Cepat+Mendatangkan+Azab.jpg
View detail
Inilah Dua Orang Dan Dua Keluarga Pilihan Allah Swt Sebagai Generasi Terbaik

Inilah Dua Orang Dan Dua Keluarga Pilihan Allah Swt Sebagai Generasi Terbaik

Menjadi insan yang dipilih oleh Allah SWT tentu saja hal yang paling membahagiakan bagi seluruh umat Islam. Bagaimana tidak, segala kemuliaan tentu Allah berikan kepada manusia-manusia pilihannya ini. Tidak hanya kemuliaan dikala berada di dunia, namun juga di akhirat.

Allah SWT menentukan siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya untuk dijadikan sebagai kekasih dan hamba pilihan. Tidak hanya berasal dari golongan para Nabi dan Rasul, insan pilihan Allah juga ada yang dari golongan insan biasa.

Ternyata, di antara milyaran ataupun triliunan insan di muka bumi ini, ada dua sosok insan dan dua keluarga yang sudah dipilih Allah sebagai generasi terbaik di mulai dari zaman Nabi Adam dahulu kala. Siapa sajakah mereka? Berikut gosip selengkapnya.

1. Nabi Adam

Manusia pertama yang menjadi pilihan Allah SWT sebagai generasi terbaik di alam semesta yakni Nabi Adam. Bagaimana tidak, beliaulah insan pertama yang menjadi bapak dari seluruh insan yang ada di muka bumi.

Nabi Adam dipilih Allah SWT untuk menjadi nabi pertama dengan didampingi oleh istrinya yang berjulukan Hawa. Tidak hanya itu, Allah juga telah menentukan dia untuk dijadikan sebagai khalifah di bumi ini dengan limpahan pengetahuan mengenai makhluk ciptaan Allah lainnya. Selain itu, ia juga diberikan keutamaan atas malaikat dan golongan jin.

Diturunkannya Nabi Adam dan istrinya ke bumi juga bukan tanpa alasan. Allah SWT terperinci menawarkan banyak kebaikan untuk menjadi bekal bagi kelangsungan hidup insan bahkan sampai kiamat kelak.

2. Nabi Nuh
Selain nabi Adam, ternyata Allah juga menentukan Nabi Nuh sebagai insan pilihan-Nya. Beliau merupakan Rasul pertama utasan Allah sesudah wafatnya Nabi Adam ratusan tahun sebelumnya. Allah SWT menurunkan Nabi Nuh untuk kembali memurnikan tauhid umat manusia.

Beliau senantiasa melaksanakan dakwah siang dan malam baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Ada banyak cara yang dilakukan semoga insan menyembah Allah SWT. Akan tetapi, ternyata banyak di antara kaumnya yang justru berpaling tanpa terkecuali istri dan anaknya.

Maka Allah membinasakan seluruh kaum kafir tersebut dan hanya menyelamatkan nabi Nnuh dan para pengikutnya yang berada dalam bahtera. Nuh yakni salah satu pola terbaik dalam dakwah, “Tak kan surut walau selangkah, tak kan henti walau sejenak.”

3. Keluarga Nabi Ibrahim
Selain individu, ternyata Allah juga ada menentukan keluarga yang menjadi generasi terbaik. Pertama ialah keluarga Nabi Ibrahim. Beliau merupakan ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Dari kedua keturunan nabi tersebut lahirlah Nabi kiamat yang menjadi suri tauladan kaum muslimin sampai kiamat yaitu Nabi Muhammad bin Abdullah.

Betapa mulianya Ibrahim dan Muhammad; nama keduanya seringkali disandingkan dengan nama Allah Ta’ala yang amat mulia.

4. Keluarga ‘Imran
Terakhir ialah keluarga dari Imran. Beliau bukanlah berasal dari golongan nabi ataupun rasul. Imran sendiri merupakan orang shaleh ayah dari Siti Maryam. Maryam sendiri yakni perempuan penghulu nirwana yang dipilih oleh Allah SWT untuk melahirkan anak berjulukan Isa tanpa melalui proses persetubuhan dengan lelaki.

Nabi Isa akan turun ketika datangnya kiamat untuk menghapus pajak dan mengalahkan dajjal. Beliau merupakan nabi yang mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW.

Demikianlah gosip mengenai dua orang dan dua keluarga yang dipilih Allah menjadi generasi terbaik di muka bumi. Semoga kita semua dapat meneladani kepatuhan dan keimanan mereka kepada Allah SWT.
Menjadi insan yang dipilih oleh Allah SWT tentu saja hal yang paling membahagiakan bagi seluruh umat Islam. Bagaimana tidak, segala kemuliaan tentu Allah berikan kepada manusia-manusia pilihannya ini. Tidak hanya kemuliaan dikala berada di dunia, namun juga di akhirat.

Allah SWT menentukan siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya untuk dijadikan sebagai kekasih dan hamba pilihan. Tidak hanya berasal dari golongan para Nabi dan Rasul, insan pilihan Allah juga ada yang dari golongan insan biasa.

Ternyata, di antara milyaran ataupun triliunan insan di muka bumi ini, ada dua sosok insan dan dua keluarga yang sudah dipilih Allah sebagai generasi terbaik di mulai dari zaman Nabi Adam dahulu kala. Siapa sajakah mereka? Berikut gosip selengkapnya.

1. Nabi Adam

Manusia pertama yang menjadi pilihan Allah SWT sebagai generasi terbaik di alam semesta yakni Nabi Adam. Bagaimana tidak, beliaulah insan pertama yang menjadi bapak dari seluruh insan yang ada di muka bumi.

Nabi Adam dipilih Allah SWT untuk menjadi nabi pertama dengan didampingi oleh istrinya yang berjulukan Hawa. Tidak hanya itu, Allah juga telah menentukan dia untuk dijadikan sebagai khalifah di bumi ini dengan limpahan pengetahuan mengenai makhluk ciptaan Allah lainnya. Selain itu, ia juga diberikan keutamaan atas malaikat dan golongan jin.

Diturunkannya Nabi Adam dan istrinya ke bumi juga bukan tanpa alasan. Allah SWT terperinci menawarkan banyak kebaikan untuk menjadi bekal bagi kelangsungan hidup insan bahkan sampai kiamat kelak.

2. Nabi Nuh
Selain nabi Adam, ternyata Allah juga menentukan Nabi Nuh sebagai insan pilihan-Nya. Beliau merupakan Rasul pertama utasan Allah sesudah wafatnya Nabi Adam ratusan tahun sebelumnya. Allah SWT menurunkan Nabi Nuh untuk kembali memurnikan tauhid umat manusia.

Beliau senantiasa melaksanakan dakwah siang dan malam baik secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-terangan. Ada banyak cara yang dilakukan semoga insan menyembah Allah SWT. Akan tetapi, ternyata banyak di antara kaumnya yang justru berpaling tanpa terkecuali istri dan anaknya.

Maka Allah membinasakan seluruh kaum kafir tersebut dan hanya menyelamatkan nabi Nnuh dan para pengikutnya yang berada dalam bahtera. Nuh yakni salah satu pola terbaik dalam dakwah, “Tak kan surut walau selangkah, tak kan henti walau sejenak.”

3. Keluarga Nabi Ibrahim
Selain individu, ternyata Allah juga ada menentukan keluarga yang menjadi generasi terbaik. Pertama ialah keluarga Nabi Ibrahim. Beliau merupakan ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Dari kedua keturunan nabi tersebut lahirlah Nabi kiamat yang menjadi suri tauladan kaum muslimin sampai kiamat yaitu Nabi Muhammad bin Abdullah.

Betapa mulianya Ibrahim dan Muhammad; nama keduanya seringkali disandingkan dengan nama Allah Ta’ala yang amat mulia.

4. Keluarga ‘Imran
Terakhir ialah keluarga dari Imran. Beliau bukanlah berasal dari golongan nabi ataupun rasul. Imran sendiri merupakan orang shaleh ayah dari Siti Maryam. Maryam sendiri yakni perempuan penghulu nirwana yang dipilih oleh Allah SWT untuk melahirkan anak berjulukan Isa tanpa melalui proses persetubuhan dengan lelaki.

Nabi Isa akan turun ketika datangnya kiamat untuk menghapus pajak dan mengalahkan dajjal. Beliau merupakan nabi yang mengikuti syariat Nabi Muhammad SAW.

Demikianlah gosip mengenai dua orang dan dua keluarga yang dipilih Allah menjadi generasi terbaik di muka bumi. Semoga kita semua dapat meneladani kepatuhan dan keimanan mereka kepada Allah SWT.
Inilah Dua Orang Dan Dua Keluarga Pilihan Allah Swt Sebagai Generasi Terbaik
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLAlaYIjyaLXgK2xKGVholfSxshyphenhyphen37XYnJjgDTPgr66qkd5sHlav29qnOt0ZmWdltNJcJmzG6p4yqVwWr4jozpIPCs-3Sc6fcHRp3MBlFbKOgtd1fwoGknRVW8c-C033w749mHnbhqdw/s72-c/Inilah+Dua+Orang+dan+Dua+Keluarga+Pilihan+Allah+SWT+Sebagai+Generasi+Terbaik.jpg
View detail
Air Di Telaga Ini Menciptakan Insan Tidak Haus Selamanya

Air Di Telaga Ini Menciptakan Insan Tidak Haus Selamanya

Pada hari final zaman nanti seluruh makhluk hidup di bumi akan mati. Setelah itu, insan dari segala masa akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kemudian kita akan dikumpulkan untuk menjalani pengadilan dari Sang Pencipta.

Padang Mahsyar nantinya akan menjadi saksi begitu ngerinya kondisi dikala itu. Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak berbaju. Matahari hanya berjarak satu mil dari tubuh. Kondisi ini, menciptakan kerongkongan haus tidak menentu.

Namun beruntungnya siapa saja yang menjadi umat Nabi Muhammad. Sang Baginda menunggu disebuah telaga dan akan memberi minum para umat. Satu tegukan bisa menciptakan insan menjadi tidak haus selamanya. Seperti apa telaga tersebut?

Nabi Muhammad SAW mendapat keistimewan dari Allah SWT tatkala hari final zaman nanti. Beliau mendapat telaga yang bisa memberi minum berjuta umat-umatnya. Telaga tersebut berjulukan telaga Al-Kautsar. Dan kabar baiknya, insan yang menjadi umat sang Nabi akan mendapat jatah minum dari telaga ini.

“Al Kautsar yakni sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut mempunyai kebaikan yang banyak. Ia yakni telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari final zaman nanti.” (HR. Muslim, no. 400).

“Sesungguhnya saya menunggu (kedatangan) kau sekalian di telaga. Barangsiapa melewati, ia niscaya minum. Dan barangsiapa minum, maka ia tidak akan dahaga selamanya.” (HR.Bukhari).

Beruntungnya kita yang menjadi umat sang Nabi. Nabi Muhammad SAW dalam satu dikala juga pernah menggambarkan bagaimana indahnya telaganya. Dalam seuah hadist dijelaskan bahwa Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar jumlahnya sebanyak jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga, yang akan menjadi wadah insan tatkala meminumnya.

Sedangkan lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Sementara airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu. Gambaran ini dijelaskan dalam hadist riwayat Imam Muslim.

Dari Abu Dzarr, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan ember yang ada di al-haudh (telaga Al-Kautsar)?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar banyaknya ibarat jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua akses air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.” (HR. Muslim, no. 2300).

Lantas, bagaimana Rasulullah SAW mengenali umatnya dari berjuta-juta umat yang ada dari banyak sekali masa? Ternyata Wudhu yakni jawabannya. Mereka yang menjaga wudhunya, akan gampang dikenali Nabi untuk diberikan minum ditelaganya.

"Umatku akan tampil pada hari kiamat, dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhunya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

Namun, perjalanan setelah telaga sungguh masih sangat panjang dan berat. Begitupun, bisa mampir dan minum di telaga Rasul itu sungguh sebuah karunia besar. Perjalanan memang belum lagi selesai. Tapi mendapat minum dari telaga yang sesudahnya tidak lagi ada haus sungguh sangat didambakan. Itu akan sangat meringankan, di hari dikala segalanya berubah begitu mengerikan, panas, haus dan mencekam.
Pada hari final zaman nanti seluruh makhluk hidup di bumi akan mati. Setelah itu, insan dari segala masa akan dibangkitkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kemudian kita akan dikumpulkan untuk menjalani pengadilan dari Sang Pencipta.

Padang Mahsyar nantinya akan menjadi saksi begitu ngerinya kondisi dikala itu. Manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak berbaju. Matahari hanya berjarak satu mil dari tubuh. Kondisi ini, menciptakan kerongkongan haus tidak menentu.

Namun beruntungnya siapa saja yang menjadi umat Nabi Muhammad. Sang Baginda menunggu disebuah telaga dan akan memberi minum para umat. Satu tegukan bisa menciptakan insan menjadi tidak haus selamanya. Seperti apa telaga tersebut?

Nabi Muhammad SAW mendapat keistimewan dari Allah SWT tatkala hari final zaman nanti. Beliau mendapat telaga yang bisa memberi minum berjuta umat-umatnya. Telaga tersebut berjulukan telaga Al-Kautsar. Dan kabar baiknya, insan yang menjadi umat sang Nabi akan mendapat jatah minum dari telaga ini.

“Al Kautsar yakni sungai yang dijanjikan oleh Rabbku ‘azza wa jalla. Sungai tersebut mempunyai kebaikan yang banyak. Ia yakni telaga yang nanti akan didatangi oleh umatku pada hari final zaman nanti.” (HR. Muslim, no. 400).

“Sesungguhnya saya menunggu (kedatangan) kau sekalian di telaga. Barangsiapa melewati, ia niscaya minum. Dan barangsiapa minum, maka ia tidak akan dahaga selamanya.” (HR.Bukhari).

Beruntungnya kita yang menjadi umat sang Nabi. Nabi Muhammad SAW dalam satu dikala juga pernah menggambarkan bagaimana indahnya telaganya. Dalam seuah hadist dijelaskan bahwa Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar jumlahnya sebanyak jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga, yang akan menjadi wadah insan tatkala meminumnya.

Sedangkan lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Sementara airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu. Gambaran ini dijelaskan dalam hadist riwayat Imam Muslim.

Dari Abu Dzarr, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana dengan ember yang ada di al-haudh (telaga Al-Kautsar)?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Demi jiwa Muhammad yang berada di tangan-Nya. Wadah untuk minum yang ada di telaga Al-Kautsar banyaknya ibarat jumlah bintang dan benda yang ada di langit pada malam yang gelap gulita. Itulah gelas-gelas di surga. Barang siapa yang minum air telaga tersebut, maka ia tidak akan merasa haus selamanya. Di telaga tersebut ada dua akses air yang tersambung ke Surga. Barang siapa meminum airnya, maka ia tidak akan merasa haus. Lebarnya sama dengan panjangnya, yaitu seukuran antara Amman dan Ailah. Airnya lebih putih dari pada susu dan rasanya lebih manis dari pada manisnya madu.” (HR. Muslim, no. 2300).

Lantas, bagaimana Rasulullah SAW mengenali umatnya dari berjuta-juta umat yang ada dari banyak sekali masa? Ternyata Wudhu yakni jawabannya. Mereka yang menjaga wudhunya, akan gampang dikenali Nabi untuk diberikan minum ditelaganya.

"Umatku akan tampil pada hari kiamat, dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhunya.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

Namun, perjalanan setelah telaga sungguh masih sangat panjang dan berat. Begitupun, bisa mampir dan minum di telaga Rasul itu sungguh sebuah karunia besar. Perjalanan memang belum lagi selesai. Tapi mendapat minum dari telaga yang sesudahnya tidak lagi ada haus sungguh sangat didambakan. Itu akan sangat meringankan, di hari dikala segalanya berubah begitu mengerikan, panas, haus dan mencekam.
Air Di Telaga Ini Menciptakan Insan Tidak Haus Selamanya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvXfjl9Xbehq-C4r3fB2NVuR-mA7-EzQCYED3SogXZEyFs5TsA6f1E5O7-irvZFLICMevjtinFKTKuWaoQcPtNYBSDEqt9KSHZeWI5q4yNi016RJzuGxCysWoHhyphenhyphenGGwcGnRW6ua31BGQ/s72-c/Air+di+Telaga+Ini+Membuat+Manusia+Tidak+Haus+Selamanya.jpg
View detail
Ternyata Inilah Dua Keunggulan Rasulullah Dibandingkan Nabi Adam

Ternyata Inilah Dua Keunggulan Rasulullah Dibandingkan Nabi Adam

Nabi merupakan lelaki pilihan Allah SWT yang mendapat wahyu namun tidak wajib untuk menyebarkannya kepada orang lain. Lain halnya dengan rasul yang mempunyai kewajiban wahyu tersebut kepada kaumnya.

Semua nabi yakni sosok yang mulia alasannya mendakwahkan fatwa Allah kepada orang lain. Ternyata Allah SWT mengkaruniakan kelebihan kepada beberapa orang nabi yang tidak dimiliki oleh nabi lainnya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti Allah memuliakan nabi yang berkelebihan tersebut saja.

Contohnya yakni Nabi Muhammad dan Nabi Adam. Ternyata Allah mengkaruniakan dua keunggulan untuk Rasulullah atas Nabi Adam. Keunggulan apa sajakah yang dimaksud tersebut? Berikut isu selengkapnya.

Meskipun menjadi insan dan nabi pertama di muka bumi, namun ternyata Nabi Adam belum lebih unggul bila dibandingkan Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi hal ini tidak menciptakan kita merendahkan kedudukan beliay.

Dikisahkan dalam sabdanya dari sobat ‘Abdullah bin ‘Umar bin al-Khaththab, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempunyai dua keunggulan atas Nabi Adam ‘Alaihis salam.

“Aku,” ungkap Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “diunggulkan atas Adam dengan dua kelebihan.” Pertama, setan yang ada dalam diri Nabi Muhammad mulanya kafir, kemudian Allah Ta’ala menolong Nabi hingga setan itu masuk Islam. Sedangkan setan yang menarik hati Nabi Adam kafir dan berhasil menarik hati ia hingga diturunkan dari surga.

Terkait setan yang ada dalam diri Rasulullah ini, ia pernah sabda kepada ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq, “Ada apa denganmu, wahai ‘Aisyah? Apakah kau cemburu?”

Jawab istri Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits ini, “Bagaimana mungkin orang sepertiku tidak cemburu kepada orang ibarat dirimu?”

Tanya Nabi lagi, “Apakah setanmu sudah menguasaimu?”

“Apakah saya punya setan?” jawab Ummul Mukminin seraya sampaikan tanya balik.

“Ya,” terang Nabi singkat.

“Begitu pula semua manusia?” tanya ‘Aisyah.

“Ya,” terang Nabi.

“Pun dengan dirimu, ya Rasulullah?” pungkas ‘Aisyah sampaikan tanya.

“Ya,” terang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “tetapi Tuhanku ‘Azza wa Jalla memenangkanku atasnya hingga dia masuk Islam.” (Hr. Imam al-Bukhari, dinukil oleh Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi dalam Agar Tidak Diperdaya Setan)

Selain unggul dikarenakan setan dalam dirinya telah kalah dan masuk islam, Rasulullah juga mempunyai keunggulan yaitu “Istri-istriku (Nabi Muhammad) menjadi penolongku dalam ketaatan, sementara istrinya (Nabi Adam) menjadi pembantunya dalam mengerjakan kemaksiatan.”

Seperti yang kita ketahui tolong-menolong keluarga Rasulullah terdiri dari satu imam dengan banyak istri. Namun meskipun demikian, keluarga Rasulullahh ini tetap menjadi referensi paling cantik terkait dengan saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala. Tidak hanya itu, keluarga ini juga sepemahaman bila berurusan dengan dilema agama dan tidak saling berseberangan.

Akan tetapi, lain halnya dengan Hawa istri dari Nabi Adam tercatat pernah menjadi jalan bagi suaminya untuk melaksanakan perintah yang dihentikan oleh Allah SWT. Dirinya terbujuk dengan rayuan setan untuk menarik hati Nabi Adam As hingga pada kesudahannya Allah menurunkan keduanya dari surga.

Demikianlah isu terkait dua keunggulan yang dimiliki oleh Rasulullah dibandingkan Nabi Adam. Akan tetapi hal yang harus ditanamkan dalam diri adalah, kedua nabi itu sama-sama mempunyai kemuliaan di sisi Allah dan janganlah kita merendahkan salah satunya.
Nabi merupakan lelaki pilihan Allah SWT yang mendapat wahyu namun tidak wajib untuk menyebarkannya kepada orang lain. Lain halnya dengan rasul yang mempunyai kewajiban wahyu tersebut kepada kaumnya.

Semua nabi yakni sosok yang mulia alasannya mendakwahkan fatwa Allah kepada orang lain. Ternyata Allah SWT mengkaruniakan kelebihan kepada beberapa orang nabi yang tidak dimiliki oleh nabi lainnya. Akan tetapi, hal ini bukan berarti Allah memuliakan nabi yang berkelebihan tersebut saja.

Contohnya yakni Nabi Muhammad dan Nabi Adam. Ternyata Allah mengkaruniakan dua keunggulan untuk Rasulullah atas Nabi Adam. Keunggulan apa sajakah yang dimaksud tersebut? Berikut isu selengkapnya.

Meskipun menjadi insan dan nabi pertama di muka bumi, namun ternyata Nabi Adam belum lebih unggul bila dibandingkan Nabi Muhammad SAW. Akan tetapi hal ini tidak menciptakan kita merendahkan kedudukan beliay.

Dikisahkan dalam sabdanya dari sobat ‘Abdullah bin ‘Umar bin al-Khaththab, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mempunyai dua keunggulan atas Nabi Adam ‘Alaihis salam.

“Aku,” ungkap Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “diunggulkan atas Adam dengan dua kelebihan.” Pertama, setan yang ada dalam diri Nabi Muhammad mulanya kafir, kemudian Allah Ta’ala menolong Nabi hingga setan itu masuk Islam. Sedangkan setan yang menarik hati Nabi Adam kafir dan berhasil menarik hati ia hingga diturunkan dari surga.

Terkait setan yang ada dalam diri Rasulullah ini, ia pernah sabda kepada ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq, “Ada apa denganmu, wahai ‘Aisyah? Apakah kau cemburu?”

Jawab istri Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits ini, “Bagaimana mungkin orang sepertiku tidak cemburu kepada orang ibarat dirimu?”

Tanya Nabi lagi, “Apakah setanmu sudah menguasaimu?”

“Apakah saya punya setan?” jawab Ummul Mukminin seraya sampaikan tanya balik.

“Ya,” terang Nabi singkat.

“Begitu pula semua manusia?” tanya ‘Aisyah.

“Ya,” terang Nabi.

“Pun dengan dirimu, ya Rasulullah?” pungkas ‘Aisyah sampaikan tanya.

“Ya,” terang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “tetapi Tuhanku ‘Azza wa Jalla memenangkanku atasnya hingga dia masuk Islam.” (Hr. Imam al-Bukhari, dinukil oleh Syeikh Ibnu Muflih al-Maqdisi dalam Agar Tidak Diperdaya Setan)

Selain unggul dikarenakan setan dalam dirinya telah kalah dan masuk islam, Rasulullah juga mempunyai keunggulan yaitu “Istri-istriku (Nabi Muhammad) menjadi penolongku dalam ketaatan, sementara istrinya (Nabi Adam) menjadi pembantunya dalam mengerjakan kemaksiatan.”

Seperti yang kita ketahui tolong-menolong keluarga Rasulullah terdiri dari satu imam dengan banyak istri. Namun meskipun demikian, keluarga Rasulullahh ini tetap menjadi referensi paling cantik terkait dengan saling tolong menolong dalam hal kebaikan dan senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala. Tidak hanya itu, keluarga ini juga sepemahaman bila berurusan dengan dilema agama dan tidak saling berseberangan.

Akan tetapi, lain halnya dengan Hawa istri dari Nabi Adam tercatat pernah menjadi jalan bagi suaminya untuk melaksanakan perintah yang dihentikan oleh Allah SWT. Dirinya terbujuk dengan rayuan setan untuk menarik hati Nabi Adam As hingga pada kesudahannya Allah menurunkan keduanya dari surga.

Demikianlah isu terkait dua keunggulan yang dimiliki oleh Rasulullah dibandingkan Nabi Adam. Akan tetapi hal yang harus ditanamkan dalam diri adalah, kedua nabi itu sama-sama mempunyai kemuliaan di sisi Allah dan janganlah kita merendahkan salah satunya.
Ternyata Inilah Dua Keunggulan Rasulullah Dibandingkan Nabi Adam
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgP-P8oL137f-23OUrEe7eLSllzOYEooBaxgn2ZFWfuXH8BcglMBSmKF3n6q5iO0BPIxT7Eh8-9jCzqQe52yVEmsvKHZzhhHGOXArrRn3OR8MEwlK7Oo0oJ-7jhXIQChwFZe1P3ZnJWCA/s72-c/Ternyata+Inilah+Dua+Keunggulan+Rasulullah+Dibandingkan+Nabi+Adam.jpg
View detail
Lima Orang Yang Miliki Kemiripan Dengan Rasulullah

Lima Orang Yang Miliki Kemiripan Dengan Rasulullah

Rasulullah SAW merupakan sosok insan yang miliki kesempurnaan dari Allah SWT. Mulai dari sifat, etika sampai seluruh perbuatannya menjadi pola yang sanggup ditiru oleh seluruh umat insan di muka bumi, terutama untuk kaum muslimin.

Jelas dikatakan bahwa tidak ada yang menyamai etika yang dia perlihatkan semasa hidup di dunia ini sebab begitu sempurnanya. Namun apabila dalam hal wajah dan juga fisik, ternyata ada insan yang mempunyai kemiripan dengan beliau.

Orang tersebut berasal dari satu kalangan yaitu Bani Abdi Manaf. Menurut Syaikh Mahmud Al Mishri, ada lima orang yang mempunyai kemiripan dengan Rasulullah. Siapa sajakah lima orang tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Lima orang yang dimaksud oleh Syaikh Mahmud Al Mishri mempunyai kemiripan dengan Rasulullah tersebut di antaranya:

1. Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib
Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib merupakan sepupu Rasulullah dan saudara sepersusuan beliau. Keduanya sama-sama disusui oleh Halimah Sa’diyah secara bersamaa. Kemudian keduanya menjadi sahabat yang kerap bermain bersama.

2. Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib
Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib  juga merupakan sepupu Rasulullah. Ia merupakan anak ke-4 dari Abbas bin Abdul-Muththalib (paman dan sahabat Rasulullah. Dirinya juga pernah menjabat sebagai gubernur di Bahrain pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Tholib. Beliau wafat dan dikuburkan di Samarkand.

3. Sa’id bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam
Orang selanjutnya yang juga mempunyai kemiripan dengan Rasulullah yaitu Sa’id bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam,  dia merupakan kakek dari Imam Syafi’i

4. Hasan bin Ali
Orang selanjutnya ialah Hasan bin Ali. Ia yaitu cucu dari Rasulullah SAW dan merupakan anak dari Ali bin Abu Thalib bersama Fatimah Az-Zahra. Dia yaitu saudara Husain bin Ali. Hasan dilahirkan dua tahun sehabis Hijrah ke Madinah (622 M).

5. Ja’far bin Abu Thalib
Orang terakhir yang dikatakan ibarat dengan Rasulullah ialah Ja’far bin Abu Thalib. Dia yaitu saudara Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib.Mengenai Ja’far bin Abu Thalib, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya,

“Engkau wahai Ja’far, wajahmu ibarat dengan wajahku dan akhlakmu ibarat dengan akhlakku.”

Tidak hanya itu, Ja’far juga mempunyai kemiripan lainnya dengan Rasulullah ibarat riwayat Abu Hurairah: “Tidak ada seorangpun menggunakan sepatu dan sandal, menaiki kendaraan serta mengendarai unta dengan cara yang lebih baik sehabis Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam selain Ja’far bin Abu Tholib.”

Demikianlan informasi menngenai lima orang yang mempunyai kemiripan dengan Rasulullah SAW. Meskipun kita tidak pernah bertemu dengan Rasulullah, namun biar suri tauladan dia sanggup kita tiru sepanjang menjalankan kehidupan di dunia.
Rasulullah SAW merupakan sosok insan yang miliki kesempurnaan dari Allah SWT. Mulai dari sifat, etika sampai seluruh perbuatannya menjadi pola yang sanggup ditiru oleh seluruh umat insan di muka bumi, terutama untuk kaum muslimin.

Jelas dikatakan bahwa tidak ada yang menyamai etika yang dia perlihatkan semasa hidup di dunia ini sebab begitu sempurnanya. Namun apabila dalam hal wajah dan juga fisik, ternyata ada insan yang mempunyai kemiripan dengan beliau.

Orang tersebut berasal dari satu kalangan yaitu Bani Abdi Manaf. Menurut Syaikh Mahmud Al Mishri, ada lima orang yang mempunyai kemiripan dengan Rasulullah. Siapa sajakah lima orang tersebut? Berikut informasi selengkapnya.

Lima orang yang dimaksud oleh Syaikh Mahmud Al Mishri mempunyai kemiripan dengan Rasulullah tersebut di antaranya:

1. Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib
Abu Sufyan bin Harits bin Abdul Muthalib merupakan sepupu Rasulullah dan saudara sepersusuan beliau. Keduanya sama-sama disusui oleh Halimah Sa’diyah secara bersamaa. Kemudian keduanya menjadi sahabat yang kerap bermain bersama.

2. Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib
Qutsam bin Abbas bin Abdul Muthalib  juga merupakan sepupu Rasulullah. Ia merupakan anak ke-4 dari Abbas bin Abdul-Muththalib (paman dan sahabat Rasulullah. Dirinya juga pernah menjabat sebagai gubernur di Bahrain pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Tholib. Beliau wafat dan dikuburkan di Samarkand.

3. Sa’id bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam
Orang selanjutnya yang juga mempunyai kemiripan dengan Rasulullah yaitu Sa’id bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hisyam,  dia merupakan kakek dari Imam Syafi’i

4. Hasan bin Ali
Orang selanjutnya ialah Hasan bin Ali. Ia yaitu cucu dari Rasulullah SAW dan merupakan anak dari Ali bin Abu Thalib bersama Fatimah Az-Zahra. Dia yaitu saudara Husain bin Ali. Hasan dilahirkan dua tahun sehabis Hijrah ke Madinah (622 M).

5. Ja’far bin Abu Thalib
Orang terakhir yang dikatakan ibarat dengan Rasulullah ialah Ja’far bin Abu Thalib. Dia yaitu saudara Amirul Mukminin Ali bin Abu Thalib.Mengenai Ja’far bin Abu Thalib, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadanya,

“Engkau wahai Ja’far, wajahmu ibarat dengan wajahku dan akhlakmu ibarat dengan akhlakku.”

Tidak hanya itu, Ja’far juga mempunyai kemiripan lainnya dengan Rasulullah ibarat riwayat Abu Hurairah: “Tidak ada seorangpun menggunakan sepatu dan sandal, menaiki kendaraan serta mengendarai unta dengan cara yang lebih baik sehabis Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam selain Ja’far bin Abu Tholib.”

Demikianlan informasi menngenai lima orang yang mempunyai kemiripan dengan Rasulullah SAW. Meskipun kita tidak pernah bertemu dengan Rasulullah, namun biar suri tauladan dia sanggup kita tiru sepanjang menjalankan kehidupan di dunia.
Lima Orang Yang Miliki Kemiripan Dengan Rasulullah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhST8gK4Z5Q_IihMsR7pHYdgGK_0ZLw-fDvsZeKvK4yqUOrPtd6v_JNHOXcMp3M0O6O_zYvcGwWS1jOHUPTXg8GdLsIAEvYeP425bl-xMyU0mM7f69m8IJoT8hmarI9cSR6m8MOnov5Kw/s72-c/Lima+Orang+yang+Miliki+Kemiripan+dengan+Rasulullah.jpg
View detail
Beginilah Aturan Lewat Di Hadapan Orang Yang Sedang Shalat

Beginilah Aturan Lewat Di Hadapan Orang Yang Sedang Shalat

Shalat menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan oleh kaum muslimin. Barang siapa yang dengan sengaja meninggalkan shalat maka ada ganjaran berupa siksaan neraka yang menunggunya di darul abadi kelak. Maka dari itu, jangan menyepelekan pekara yang satu ini.

Shalat sanggup dilakukan di mana saja, asalkan daerah tersebut higienis dari najis. Banyak juga orang yang shalat berjamaah di masjid semoga mendapat pahala berlipat. Namun, ada satu insiden yang mungkin kerap terjadi saat kita shalat di daerah ramai.

Yaitu sering kali orang lewat di hadapan kita saat sedang shalat entah itu disengaja ataupun tidak. Namun apakah boleh kita melewati orang yang sedang shalat? Bagaimana hukumnya melaksanakan perbuatan tersebut? Berikut warta selengkapnya.

Biasanya orang melewati saudaranya yang sedang shalat sebatas daerah sujudnya. Namun kebanyakan orang tidak mengetahui aturan lewat di hadapan orang shalat ini. Bukan hanya sebatas perbuatan yang tidak sopan saja, namun ternyata ada dosa yang akan diperoleh orang yang melakukannya.

Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW secara tegas melarang orang untuk lewat di hadapan saudaranya yang sedang melaksanakan shalat (sebatas daerah sujud).

Mengenai aturan lewat di depan orang sholat itu sendiri ada sebuah hadits yang sangat tegas. Bisr bin Sa’id meriwayatkan bahwa Zaid bin Khalid Al-Juhni tiba ke Abu Juhaim untuk bertanya kepadanya apa yang ia dengar dari Rasulullah wacana orang yang lewat di depan orang sholat. Abu Juhaim berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Kalau saja orang yang lewat di depan orang yang sedang sholat mengetahui apa (akibat) baginya, pasti bangun selama empat puluh lebih baik baginya daripada lewat di depannya’.” Abu An-Nazhar berkata,

“Saya tidak mengetahui apakah dia bersabda empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun.” (HR. Bukhari).

Dalam hadist ini, Rasulullah SAW secara tegas bahwa lewat di depan orang shalat yaitu perbuatan yang haram. Lebih-lebih ada sebuah hadits yang menganjurkan orang yang sedang sholat semoga menghalangi apa saja yang lewat di depannya. Abu Sa’id Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,

“Bila salah seorang di antara kalian sholat, janganlah membiarkan orang lain lewat di depannya dan hendaknya ia mencegahnya sekuat tenaga. Bila ia enggan, hendaknya ia membunuhnya alasannya yaitu itu yaitu setan.” (An-Nawawi, Syarh Muslim: IV/223).

Dari hadsit di atas sanggup diperoleh kesimpulan sebenarnya lewat di depan orang yang melaksanakan shalat yaitu perbuatan yang haram dan tentu saja sanggup mengakibatkan pelakunya mendapat dosa dari Allah. Oleh alasannya yaitu itu, sebisa mungkin hindarilah untuk berjalan di hadapan orang yang sedang melaksanakan ibadah ini.

Demikianlah warta terkait aturan lewat di hadapan orang yang sedang melaksanakan shalat. Untuk orang yang hendak shalat, alangkah lebih baik jikalau tidak shalat di area yang berkemungkinan di lewati oleh orang. Sedangkan untuk mereka yang hendak lewat, lebih baik mencari alternatif lain atau lebih baik jikalau menunggu orang tersebut selesai melaksanakan shalatnya.
Shalat menjadi ibadah wajib yang harus dilakukan oleh kaum muslimin. Barang siapa yang dengan sengaja meninggalkan shalat maka ada ganjaran berupa siksaan neraka yang menunggunya di darul abadi kelak. Maka dari itu, jangan menyepelekan pekara yang satu ini.

Shalat sanggup dilakukan di mana saja, asalkan daerah tersebut higienis dari najis. Banyak juga orang yang shalat berjamaah di masjid semoga mendapat pahala berlipat. Namun, ada satu insiden yang mungkin kerap terjadi saat kita shalat di daerah ramai.

Yaitu sering kali orang lewat di hadapan kita saat sedang shalat entah itu disengaja ataupun tidak. Namun apakah boleh kita melewati orang yang sedang shalat? Bagaimana hukumnya melaksanakan perbuatan tersebut? Berikut warta selengkapnya.

Biasanya orang melewati saudaranya yang sedang shalat sebatas daerah sujudnya. Namun kebanyakan orang tidak mengetahui aturan lewat di hadapan orang shalat ini. Bukan hanya sebatas perbuatan yang tidak sopan saja, namun ternyata ada dosa yang akan diperoleh orang yang melakukannya.

Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW secara tegas melarang orang untuk lewat di hadapan saudaranya yang sedang melaksanakan shalat (sebatas daerah sujud).

Mengenai aturan lewat di depan orang sholat itu sendiri ada sebuah hadits yang sangat tegas. Bisr bin Sa’id meriwayatkan bahwa Zaid bin Khalid Al-Juhni tiba ke Abu Juhaim untuk bertanya kepadanya apa yang ia dengar dari Rasulullah wacana orang yang lewat di depan orang sholat. Abu Juhaim berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Kalau saja orang yang lewat di depan orang yang sedang sholat mengetahui apa (akibat) baginya, pasti bangun selama empat puluh lebih baik baginya daripada lewat di depannya’.” Abu An-Nazhar berkata,

“Saya tidak mengetahui apakah dia bersabda empat puluh hari, empat puluh bulan, atau empat puluh tahun.” (HR. Bukhari).

Dalam hadist ini, Rasulullah SAW secara tegas bahwa lewat di depan orang shalat yaitu perbuatan yang haram. Lebih-lebih ada sebuah hadits yang menganjurkan orang yang sedang sholat semoga menghalangi apa saja yang lewat di depannya. Abu Sa’id Al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,

“Bila salah seorang di antara kalian sholat, janganlah membiarkan orang lain lewat di depannya dan hendaknya ia mencegahnya sekuat tenaga. Bila ia enggan, hendaknya ia membunuhnya alasannya yaitu itu yaitu setan.” (An-Nawawi, Syarh Muslim: IV/223).

Dari hadsit di atas sanggup diperoleh kesimpulan sebenarnya lewat di depan orang yang melaksanakan shalat yaitu perbuatan yang haram dan tentu saja sanggup mengakibatkan pelakunya mendapat dosa dari Allah. Oleh alasannya yaitu itu, sebisa mungkin hindarilah untuk berjalan di hadapan orang yang sedang melaksanakan ibadah ini.

Demikianlah warta terkait aturan lewat di hadapan orang yang sedang melaksanakan shalat. Untuk orang yang hendak shalat, alangkah lebih baik jikalau tidak shalat di area yang berkemungkinan di lewati oleh orang. Sedangkan untuk mereka yang hendak lewat, lebih baik mencari alternatif lain atau lebih baik jikalau menunggu orang tersebut selesai melaksanakan shalatnya.
Beginilah Aturan Lewat Di Hadapan Orang Yang Sedang Shalat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgErC8VT5seTLDHTjZvAkJO07Vf0b8Z-0z7mi7boDoTXr0_y9Im3J-7VonqzMp4udnqmvfTQsdo6V3TVd-QLtqF-Av49CN2MvxEOnJ0EWliW3SrSN-Lh2HJqDFw6dCVlpehcWCscF_AYw/s72-c/Beginilah+Hukum+Lewat+di+Hadapan+Orang+yang+Sedang+Shalat.jpg
View detail
Ternyata, Hutang Zina Ditanggung Keluarga

Ternyata, Hutang Zina Ditanggung Keluarga

Zina merupakan salah satu perbuatan terlarang dan seluruh agama menentang. Namun, bagi sebagian kalangan, dosa ini menjadi perbuatan yang menantang. Padahal, perbuatan zina sama dengan berhutang.

Agama Islam secara tegas melarang perbuatan maksiat itu. Pelakunya bahkan dieksekusi dengan cara dirajam sampai dilempari batu. Namun, mengapa pelaksanaan hukumannya sekejam itu?

Ternyata hutang zina ditanggung oleh keluarga, bahkan keturunannya juga harus membayar hutangnya. Hutang tersebut tidak akan terbayar oleh laki-laki pezina bila istri, ibunya dan saudara perempuannya belum dizinai lelaki lain. Bagaimana selengkapnya?

Zina menjadi kenikmatan dunia sesaat yang menyebabkan murka. Namun faktanya kini, semakin banyak orang yang tidak takut melaksanakan dosa ini. Tidak hanya dewasa, belum dewasa dan remaja sekarang sudah mulai coba-coba.

Patut diketahui, bila seluruh agama menentang dosa ini. Agama Islam bahkan memperlihatkan hukuman tegas bagi pelaku yang kedapatan melaksanakan korelasi diluar batas tersebut. Sudah dijelaskan bila zina yaitu hutang.

Bukan pezina saja yang menanggung akhir dari perbuatan maksiatnya, bahkan keluarga dan keturunannya harus mencicipi akhir dari perbuatannya. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Umamah menceritakan, “Suatu hari ada seorang cowok yang mendatangi Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan saya berzina!”

Para sahabatpun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu, diam!”
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam berkata, “Mendekatlah”. Pemuda tadi mendekati ia dan duduk di hadapan beliau.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam bertanya, “Relakah engkau bila ibumu dizinai orang lain?”
“Tidak, demi Allah wahai Rasul” sahut cowok itu.
“Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai”.
“Relakah engkau bila putrimu dizinai orang?”.
“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela bila putri mereka dizinai”.
“Relakah engkau bila saudari kandungmu dizinai?”.
“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela bila saudara wanita mereka dizinai”.
“Relakah engkau bila bibimu dizinai?”.
“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela bila bibi mereka dizinai”.
“Relakah engkau bila bibi dari ibumu dizinai?”.
“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela bila bibi mereka dizinai.”

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam meletakkan tangannya di dada cowok tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya.”

Setelah insiden tersebut, cowok itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina”. (HR. Ahmad)
Dalam kitab Kitab Imannul Taqwa halaman 15 dijelaskan, bagaimana Imam Syafi'i menjelaskan perihal hal ini. 

Kisahnya berawal dari pertanyaan seseorang perihal alasan mengapa hukuman bagi para pezina sedemikian berat. 

Wajah Imam Syafi'i seketika memerah. Ia mengatakan, "Karena zina yaitu dosa yang bala' (besar resikonya). Akibatnya akan mengenai keluarganya, tetangganya, keturunanya sampai tikus dirumahnya dan semut di liang sekitar rumahnya."

Orang itu kembali bertanya, "Mengapa pelaksanaan hukumannya dengan itu ? Sebagaimana Allah SWT berfirman, " Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama.”

Maka Imam Syafi'i pun terdiam, ia menunduk kemudian menangis. Setelah tangisnya berhenti, ia berkata, "Sebab zina seringkali tiba dari cinta dan cinta selalu menciptakan seseorang menjadi iba. Kemudian setan tiba untuk menciptakan kita lebih mengasihi insan daripada mencintai-Nya."

Lalu orang itu bertanya kembali, " Dan mengapa Allah SWT berfirman, "Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka (pezina) disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman ? Bukankah hukuman bagi pembunuh, orang murtad dan pencuri, Allah SWT tidak mensyaratkan menjadikannya tontonan?"

Seketika janggut imam Syafi'i basah, ia terguncang. Lalu ia berkata, "Agar menjadi pelajaran." Ucapnya sambil terisak.

"Agar menjadi pelajaran." Beliau tersedu.

"Agar menjadi pelajaran." Beliau kembali terisak.

Kemudian ia bangun dari duduknya dan matanya kembali menyala, ia kembali bersemangat dan berkata, "Sebab ketahuilah oleh kalian bahwa sebenarnya zina yaitu hutang. Dan sungguh hutang tetaplah hutang. Salah seorang dalam nasab/keturunan pelakunya niscaya harus membayarnya."

Sangat mengerikan bukan. Kenikmatan sesaat itu selain menambah dosa namun juga menciptakan keluarga dan keturunan menjadi taruhannya. Ya Allah, selamatkanlah keluarga kami dari siksa api neraka. Jauhkanlah kami dari tindakan yang mendekatkan diri pada perbuatan zina.
Zina merupakan salah satu perbuatan terlarang dan seluruh agama menentang. Namun, bagi sebagian kalangan, dosa ini menjadi perbuatan yang menantang. Padahal, perbuatan zina sama dengan berhutang.

Agama Islam secara tegas melarang perbuatan maksiat itu. Pelakunya bahkan dieksekusi dengan cara dirajam sampai dilempari batu. Namun, mengapa pelaksanaan hukumannya sekejam itu?

Ternyata hutang zina ditanggung oleh keluarga, bahkan keturunannya juga harus membayar hutangnya. Hutang tersebut tidak akan terbayar oleh laki-laki pezina bila istri, ibunya dan saudara perempuannya belum dizinai lelaki lain. Bagaimana selengkapnya?

Zina menjadi kenikmatan dunia sesaat yang menyebabkan murka. Namun faktanya kini, semakin banyak orang yang tidak takut melaksanakan dosa ini. Tidak hanya dewasa, belum dewasa dan remaja sekarang sudah mulai coba-coba.

Patut diketahui, bila seluruh agama menentang dosa ini. Agama Islam bahkan memperlihatkan hukuman tegas bagi pelaku yang kedapatan melaksanakan korelasi diluar batas tersebut. Sudah dijelaskan bila zina yaitu hutang.

Bukan pezina saja yang menanggung akhir dari perbuatan maksiatnya, bahkan keluarga dan keturunannya harus mencicipi akhir dari perbuatannya. Dalam hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Umamah menceritakan, “Suatu hari ada seorang cowok yang mendatangi Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan saya berzina!”

Para sahabatpun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu, diam!”
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam berkata, “Mendekatlah”. Pemuda tadi mendekati ia dan duduk di hadapan beliau.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam bertanya, “Relakah engkau bila ibumu dizinai orang lain?”
“Tidak, demi Allah wahai Rasul” sahut cowok itu.
“Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai”.
“Relakah engkau bila putrimu dizinai orang?”.
“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela bila putri mereka dizinai”.
“Relakah engkau bila saudari kandungmu dizinai?”.
“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela bila saudara wanita mereka dizinai”.
“Relakah engkau bila bibimu dizinai?”.
“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela bila bibi mereka dizinai”.
“Relakah engkau bila bibi dari ibumu dizinai?”.
“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”.
“Begitu pula orang lain tidak rela bila bibi mereka dizinai.”

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam meletakkan tangannya di dada cowok tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya.”

Setelah insiden tersebut, cowok itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina”. (HR. Ahmad)
Dalam kitab Kitab Imannul Taqwa halaman 15 dijelaskan, bagaimana Imam Syafi'i menjelaskan perihal hal ini. 

Kisahnya berawal dari pertanyaan seseorang perihal alasan mengapa hukuman bagi para pezina sedemikian berat. 

Wajah Imam Syafi'i seketika memerah. Ia mengatakan, "Karena zina yaitu dosa yang bala' (besar resikonya). Akibatnya akan mengenai keluarganya, tetangganya, keturunanya sampai tikus dirumahnya dan semut di liang sekitar rumahnya."

Orang itu kembali bertanya, "Mengapa pelaksanaan hukumannya dengan itu ? Sebagaimana Allah SWT berfirman, " Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama.”

Maka Imam Syafi'i pun terdiam, ia menunduk kemudian menangis. Setelah tangisnya berhenti, ia berkata, "Sebab zina seringkali tiba dari cinta dan cinta selalu menciptakan seseorang menjadi iba. Kemudian setan tiba untuk menciptakan kita lebih mengasihi insan daripada mencintai-Nya."

Lalu orang itu bertanya kembali, " Dan mengapa Allah SWT berfirman, "Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka (pezina) disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman ? Bukankah hukuman bagi pembunuh, orang murtad dan pencuri, Allah SWT tidak mensyaratkan menjadikannya tontonan?"

Seketika janggut imam Syafi'i basah, ia terguncang. Lalu ia berkata, "Agar menjadi pelajaran." Ucapnya sambil terisak.

"Agar menjadi pelajaran." Beliau tersedu.

"Agar menjadi pelajaran." Beliau kembali terisak.

Kemudian ia bangun dari duduknya dan matanya kembali menyala, ia kembali bersemangat dan berkata, "Sebab ketahuilah oleh kalian bahwa sebenarnya zina yaitu hutang. Dan sungguh hutang tetaplah hutang. Salah seorang dalam nasab/keturunan pelakunya niscaya harus membayarnya."

Sangat mengerikan bukan. Kenikmatan sesaat itu selain menambah dosa namun juga menciptakan keluarga dan keturunan menjadi taruhannya. Ya Allah, selamatkanlah keluarga kami dari siksa api neraka. Jauhkanlah kami dari tindakan yang mendekatkan diri pada perbuatan zina.
Ternyata, Hutang Zina Ditanggung Keluarga
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEig1iZGF6rJrJCWfyhVIWiQENDPC-40aHCk0AMiKWr60-MHUKiWz3T97Dv48WCi8rxAtpbGgvChvjzNlxbyPORm5YgVs0ucFnU-w0qDJ5w7ehM3PPAZyv7qUzq3Fbe0TFDoDj9UICy9cQ/s72-c/Ternyata%252C+Hutang+Zina+Ditanggung+Keluarga.jpg
View detail
Ternyata, Pelit Dapat Datangkan Musibah

Ternyata, Pelit Dapat Datangkan Musibah

Orang-orang yang kikir atau pelit sering kali menciptakan orang disekitarnya merasa kesal. Bagaimana tidak, jangankan banyak sekali untuk sesama, membelanjakan uang untuk diri sendiri saja terkadang mereka berat dan menyesal.

Tidak heran, banyak orang yang tidak menyukai sahabat atau keluarga yang mempunyai sifat pelit ini. Bahkan, orang yang pelit sendiri tidak suka kalau orang lain pelit kepadanya. Selain tidak disukai manusia, perilaku kikir ini juga tidak disukai Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda, moral pelit dihentikan ada dalam diri seorang mukmin. Pasalnya dapat mendatangkan musibah. Bahkan, ada beberapa orang dari umat terdahulu yang binasa jawaban kekikirannya. Berikut selengkapnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Ada moral yang keduanya dihentikan ada dalam diri seorang mukmin, yaitu adat jelek dan kikir.” (HR. Tirmidzi)

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ada dua macam adat yang disukai oleh Allah SWT, dan dua macam adat yang dibenci oleh-Nya. Dua adat yang disukai Allah SWT yaitu bahagia memberi dan berani. Dua adat yang tidak disukai oleh-Nya yaitu adat yang jelek dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia menjadikannya sebaik amal yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak.” (HR. Baihaqi).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Takutlah kalian terhadap perbuatan aniaya, alasannya yaitu bersama-sama aniaya itu yaitu kegelapan pada hari kiamat. Dan takutlah kalian terhadap perilaku kikir, alasannya yaitu bersama-sama kikir itu membinasakan orang-orang sebelum kalian. Juga mendorong mereka mengalirkan darah mereka sendiri, dan menghalalkan kehormatan mereka,” (HR. Muslim)

Ada beberapa orang dari umat terdahulu yang binasa jawaban kekikirannya. Salah satunya yaitu Qorun yang hidup pada masa Nabi Musa AS. Ia beserta hartanya karenanya karam ditelan bumi, alasannya yaitu tidak mau bersedekah dan tidak mau membayar zakat. Sebelum petaka besar yang membinasakannya tersebut, harga diri dan kehormatan Qorun sudah diinjak-injak oleh orang-orang dari kalangannya sendiri yang seharusnya Ia nafkahi. Kaprikornus perilaku kikir selain tercela juga mendatangkan musibah.

Sifat pelit atau kikir ini muncul alasannya yaitu suudzon atas rezeki yang dijanjikan Allah SWT. Mereka menerka dengan gampang menyebarkan kepada orang lain maka hartanya akan habis. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip sedekah, dimana semakin banyak dikeluarkan akan semakin banyak Allah SWT menambahkan.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada hari dikala seorang hamba memasuki waktu pagi kecuali kedua malaikat berdoa. Salah satunya berdoa, 'Ya Allah berilah kepada orang yang beramal gantinya.' Dan malaikat yang satu berdoa, 'Ya Allah berikan kepada orang yang pelit kehancuran."' (HR. Bukhari- Muslim)

Kikir dalam makna hadist di atas berdasarkan Al-Malla ‘Ali al-Qari yaitu orang-orang yang pelit menawarkan kebaikan dan harta kepada orang lain.  Sementara itu Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyampaikan kalau kata “hancurkanlah”memiliki  makna bahwa harta itu sendiri yang hancur atau pemilik harta tersebut. Maksudnya yaitu hilangnya kebaikan alasannya yaitu sibuk dengan yang lainnya.
Orang-orang yang kikir atau pelit sering kali menciptakan orang disekitarnya merasa kesal. Bagaimana tidak, jangankan banyak sekali untuk sesama, membelanjakan uang untuk diri sendiri saja terkadang mereka berat dan menyesal.

Tidak heran, banyak orang yang tidak menyukai sahabat atau keluarga yang mempunyai sifat pelit ini. Bahkan, orang yang pelit sendiri tidak suka kalau orang lain pelit kepadanya. Selain tidak disukai manusia, perilaku kikir ini juga tidak disukai Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW bersabda, moral pelit dihentikan ada dalam diri seorang mukmin. Pasalnya dapat mendatangkan musibah. Bahkan, ada beberapa orang dari umat terdahulu yang binasa jawaban kekikirannya. Berikut selengkapnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Ada moral yang keduanya dihentikan ada dalam diri seorang mukmin, yaitu adat jelek dan kikir.” (HR. Tirmidzi)

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ada dua macam adat yang disukai oleh Allah SWT, dan dua macam adat yang dibenci oleh-Nya. Dua adat yang disukai Allah SWT yaitu bahagia memberi dan berani. Dua adat yang tidak disukai oleh-Nya yaitu adat yang jelek dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia menjadikannya sebaik amal yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak.” (HR. Baihaqi).

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Takutlah kalian terhadap perbuatan aniaya, alasannya yaitu bersama-sama aniaya itu yaitu kegelapan pada hari kiamat. Dan takutlah kalian terhadap perilaku kikir, alasannya yaitu bersama-sama kikir itu membinasakan orang-orang sebelum kalian. Juga mendorong mereka mengalirkan darah mereka sendiri, dan menghalalkan kehormatan mereka,” (HR. Muslim)

Ada beberapa orang dari umat terdahulu yang binasa jawaban kekikirannya. Salah satunya yaitu Qorun yang hidup pada masa Nabi Musa AS. Ia beserta hartanya karenanya karam ditelan bumi, alasannya yaitu tidak mau bersedekah dan tidak mau membayar zakat. Sebelum petaka besar yang membinasakannya tersebut, harga diri dan kehormatan Qorun sudah diinjak-injak oleh orang-orang dari kalangannya sendiri yang seharusnya Ia nafkahi. Kaprikornus perilaku kikir selain tercela juga mendatangkan musibah.

Sifat pelit atau kikir ini muncul alasannya yaitu suudzon atas rezeki yang dijanjikan Allah SWT. Mereka menerka dengan gampang menyebarkan kepada orang lain maka hartanya akan habis. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip sedekah, dimana semakin banyak dikeluarkan akan semakin banyak Allah SWT menambahkan.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada hari dikala seorang hamba memasuki waktu pagi kecuali kedua malaikat berdoa. Salah satunya berdoa, 'Ya Allah berilah kepada orang yang beramal gantinya.' Dan malaikat yang satu berdoa, 'Ya Allah berikan kepada orang yang pelit kehancuran."' (HR. Bukhari- Muslim)

Kikir dalam makna hadist di atas berdasarkan Al-Malla ‘Ali al-Qari yaitu orang-orang yang pelit menawarkan kebaikan dan harta kepada orang lain.  Sementara itu Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyampaikan kalau kata “hancurkanlah”memiliki  makna bahwa harta itu sendiri yang hancur atau pemilik harta tersebut. Maksudnya yaitu hilangnya kebaikan alasannya yaitu sibuk dengan yang lainnya.
Ternyata, Pelit Dapat Datangkan Musibah
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhz_qizmEfQrYJj3eiDrAvggzG9dquueA577r9gmA78rJ_te7Y8TgLvPuqasyiAn70mcLVVw5PO_qoXsRoOSegORafrYt5jgbsd5VhtetPf-2a9_x0HDbM_m_hv-2qyTn_EwkFOej-IA/s72-c/Ternyata%252C+Pelit+Bisa+Datangkan+Musibah.jpg
View detail
Inilah Jumlah Belum Dewasa Nabi Adam As

Inilah Jumlah Belum Dewasa Nabi Adam As

Nabi Adam Alaihis salam merupakan bapak dari seluruh umat manusia. Beliau merupakan insan pertama yang diciptakan pribadi oleh Allah SWT. Bersama Siti Hawa, Nabi Adam AS menjalani kehidupan berumah tangga.

Dari keduanya, lahir keturunan yang jumlahnya terus bertambah sampai dikala ini. Konon, setiap hamil, Siti Hawa selalu melahirkan anak kembar pria dan perempuan. Putra pertama mereka berjulukan Qabil dengan kembaran putri sulungnya berjulukan Qalima.  Sedangkan putra bungsunya berjulukan Ummul Mughits.

Ahli sejarah menyebutkan jikalau Nabi Adam tidak wafat sebelum ia menyaksikan keseluruhan keturunannya berjumlah 400 ribu jiwa. Lantas, berapa jumlah bawah umur Nabi Adam sebenarnya?

Banyak surat dalam Quran yang menyebutkan jikalau insan yang ada pada dikala ini ialah keturunan dari Nabi Adam. Sebagian pihak menentang, namun gampang bagi umat Islam mempercayai hal tersebut sebab bersumber pribadi dari Firman Allah SWT.

“Dialah yang membuat kau dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia membuat pasangannya, semoga dia merasa bahagia kepadanya. Maka sesudah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Rabb Mereka (seraya berkata), ‘Jika Engkau memberi kami anak yang saleh tentulah kami akan selalu bersyukur’.” (Al-A’raf: 189).

Dari Adam dan Hawa inilah kemudian jumlah populasi insan semakin bertambah. Imam Abu Ja’far Ibn Jarir menyebutkan sebagian klarifikasi sejarah di dalam kitab tarikh-nya: “Hawa melahirkan bawah umur keturunan Adam sebanyak 40 dengan 20 kali kehamilan”

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu Ishaq dengan menyebutkan semua nama-nama anak Adam tersebut. Wallahu A’lam.

Ada pula yang menyampaikan bahwa Hawa mengandung sebanyak 120 kali. Setiap kali hamil , Ia melahirkan dua anak kembar, pria dan perempuan. Putra pertama mereka Qabil dengan kembaran putri sulungnya berjulukan Qalima.  Adapun putra bungsunya berjulukan Ummul Mughits.

Setelah itu, bertebaran lah bawah umur keturunan Adam dan Hawa di muka bumi dan jumlahnya terus menerus bertambah. Seperti qalam Allah SWT dalam Quran Surat An-nisa: 1.

“Wahai Manusia! Bertakwalah kepada Rabbmu yang telah membuat kau dari diri yang satu (Adam) dan (Allah) membuat pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan pria dan wanita yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kau saling meminta, dan (peliharalah) relasi kekeluargaan. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (An-Nisa: 1).

Semoga gosip ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.
Nabi Adam Alaihis salam merupakan bapak dari seluruh umat manusia. Beliau merupakan insan pertama yang diciptakan pribadi oleh Allah SWT. Bersama Siti Hawa, Nabi Adam AS menjalani kehidupan berumah tangga.

Dari keduanya, lahir keturunan yang jumlahnya terus bertambah sampai dikala ini. Konon, setiap hamil, Siti Hawa selalu melahirkan anak kembar pria dan perempuan. Putra pertama mereka berjulukan Qabil dengan kembaran putri sulungnya berjulukan Qalima.  Sedangkan putra bungsunya berjulukan Ummul Mughits.

Ahli sejarah menyebutkan jikalau Nabi Adam tidak wafat sebelum ia menyaksikan keseluruhan keturunannya berjumlah 400 ribu jiwa. Lantas, berapa jumlah bawah umur Nabi Adam sebenarnya?

Banyak surat dalam Quran yang menyebutkan jikalau insan yang ada pada dikala ini ialah keturunan dari Nabi Adam. Sebagian pihak menentang, namun gampang bagi umat Islam mempercayai hal tersebut sebab bersumber pribadi dari Firman Allah SWT.

“Dialah yang membuat kau dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia membuat pasangannya, semoga dia merasa bahagia kepadanya. Maka sesudah dicampurinya, (istrinya) mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian ketika dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Rabb Mereka (seraya berkata), ‘Jika Engkau memberi kami anak yang saleh tentulah kami akan selalu bersyukur’.” (Al-A’raf: 189).

Dari Adam dan Hawa inilah kemudian jumlah populasi insan semakin bertambah. Imam Abu Ja’far Ibn Jarir menyebutkan sebagian klarifikasi sejarah di dalam kitab tarikh-nya: “Hawa melahirkan bawah umur keturunan Adam sebanyak 40 dengan 20 kali kehamilan”

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Ibnu Ishaq dengan menyebutkan semua nama-nama anak Adam tersebut. Wallahu A’lam.

Ada pula yang menyampaikan bahwa Hawa mengandung sebanyak 120 kali. Setiap kali hamil , Ia melahirkan dua anak kembar, pria dan perempuan. Putra pertama mereka Qabil dengan kembaran putri sulungnya berjulukan Qalima.  Adapun putra bungsunya berjulukan Ummul Mughits.

Setelah itu, bertebaran lah bawah umur keturunan Adam dan Hawa di muka bumi dan jumlahnya terus menerus bertambah. Seperti qalam Allah SWT dalam Quran Surat An-nisa: 1.

“Wahai Manusia! Bertakwalah kepada Rabbmu yang telah membuat kau dari diri yang satu (Adam) dan (Allah) membuat pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan pria dan wanita yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kau saling meminta, dan (peliharalah) relasi kekeluargaan. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (An-Nisa: 1).

Semoga gosip ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca.
Inilah Jumlah Belum Dewasa Nabi Adam As
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvZxcV3NCm3uBSiBnF1CfVgOO0nsx2G5utTWAwQ-gR1BIoftuR773WneThvQxoXX_J8Apb5MUG715yVbgPQIdRtMwR49sjyWC1NX6fVTlScrU4LAsHMLxbjGZYoJWYmavMwFwCwpjr7A/s72-c/Inilah+Jumlah+Anak-anak+Nabi+Adam+AS.jpg
View detail
Sandal Ini Pernah Hingga Ke Singgasana Allah Swt

Sandal Ini Pernah Hingga Ke Singgasana Allah Swt

Singgasana Allah atau ‘Arsy merupakan makhluk terbesar yang diciptakan oleh-Nya. Allah SWT menyebut dalam banyak sekali ayat kalau Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Para malaikat dihentikan masuk ditempat yang suci ini.

Tempat ini yaitu batas selesai dari seluruh Makhluk. Namun, sandal berikut pernah hingga ke singgasana yang maha suci. Sandal ini hanya terbuat dari kulita kambing, talinya bersatu pada bab depan dan terjepit di antara dua jari kaki.

Siapa pemilik sandal ini? Ternyata, sandal tersebut yaitu milik Rasulullah SAW. Tatkala Nabi Musa AS harus membuka sandalnya ketika ingin bertemu dengan Allah, maka Nabi Muhammad SAW diperbolehkan membawa apa yang dipakainya. Seperti apa kisahnya?
Sandal Rasulullah SAW mempunyai kemuliaan tersendiri. Namun bukan berarti sandal ini lebih mulia dari pada insan atau malaikat. Namun alasannya martabat Rasulullah SAW sangat tinggi, sehingga apapun yang berkaitan  dengan ia terbilang sangat mulia. 

Ketika Anas ditanya wacana Sandal Beliau, "Bagaimanakah sandal Rasulullah SAW itu?" Anas ra. menjawab : "Kedua belahnya mempunyai tali qibal"  (tali sandal yang bersatu pada bab mukanya dan terjepit di antara dua jari kaki)

Kisah ketika sandal  Sang Baginda Rasulullah SAW hingga ke singgasana Allah ini terjadi pada ketika insiden Isra Miraj, untuk menjemput perintah shalat. Ketika itu, malaikat Jibril menjemput Nabi Muhammad untuk ikut bersamanya ke hadhratullah.  Diriwayatkah dalam Assyifa oleh Hujjatul Islam Al Qadhi’iyad alaihi rahmatullah bahwa di ketika itu Rasulullah SAW menceritakan:

"Saat saya naik menuju Mi’raj saya melihat di langit itu para malaikat gemuruh dengan dzikir dan tasbih dan warna dan bentuk yang belum pernah saya lihat di permukaan bumi belum pernah ada warna menyerupai itu dan bentuk menyerupai itu dan kulihat hamparan Surga itu bentangan tanahnya yaitu Misk yang di keringkan, minyak anyir yang mengering dari indahnya di campur dengan berlian dan juga mutiara dan lalu saya hingga menembus Muntahal khalai’iq (batas selesai seluruh Makhluk).

Di Sidratul Muntaha ini terdengarlah bunyi yang berseru kepada beliau, “Wahai Muhammad SAW, masuklah.” Nabi Muhammad s.a.w lalu diangkat melewati Sidratul Muntaha dan ditutupi awan. Jibril tertinggal.

Nabi Muhammad SAW berseru kepada Jibril, “Ikutlah bersamaku.” Jibril berkata, "Engkau dan Tuhan engkau saja." Nabi Muhammad s.a.w. berkata lagi, "Adakah di sini sahabat hendak meninggalkan sahabatnya?"

Jibril menjawab, “Inilah saja tempatku, kalau saya melintasi daerah ini pasti saya akan terbakar dengan cahaya.” Malaikat Jibril tidak bisa melintasi lebih tinggi lagi. Hanya orang yang diizinkan oleh Allah SWT yang sanggup melintasi sidratul muntaha.

“Tidak lagi kudengar satu suara, sepi dan senyap, tidak ada lagi bentuk dan warna warni dan ketika itu akupun mendengar satu suara" Nabi lalu datang di hadapan Arsy (singgasana Allah). Beliau tidak diperintahkan untuk membuka kedua sandalnya. Allah SWT lalu menunjukkan perintah untuk menjalankan sholat.

Semasa hidupnya, tidak ada yang tahu entah berapa kali sang Baginda mengganti sandalnya. Namun yang pasti, salah satu sandalnya sekarang tersimpan  di salah satu ruangan diam-diam di dalam Museum Negara Topkapi Istanbul, Turki.
Singgasana Allah atau ‘Arsy merupakan makhluk terbesar yang diciptakan oleh-Nya. Allah SWT menyebut dalam banyak sekali ayat kalau Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Para malaikat dihentikan masuk ditempat yang suci ini.

Tempat ini yaitu batas selesai dari seluruh Makhluk. Namun, sandal berikut pernah hingga ke singgasana yang maha suci. Sandal ini hanya terbuat dari kulita kambing, talinya bersatu pada bab depan dan terjepit di antara dua jari kaki.

Siapa pemilik sandal ini? Ternyata, sandal tersebut yaitu milik Rasulullah SAW. Tatkala Nabi Musa AS harus membuka sandalnya ketika ingin bertemu dengan Allah, maka Nabi Muhammad SAW diperbolehkan membawa apa yang dipakainya. Seperti apa kisahnya?
Sandal Rasulullah SAW mempunyai kemuliaan tersendiri. Namun bukan berarti sandal ini lebih mulia dari pada insan atau malaikat. Namun alasannya martabat Rasulullah SAW sangat tinggi, sehingga apapun yang berkaitan  dengan ia terbilang sangat mulia. 

Ketika Anas ditanya wacana Sandal Beliau, "Bagaimanakah sandal Rasulullah SAW itu?" Anas ra. menjawab : "Kedua belahnya mempunyai tali qibal"  (tali sandal yang bersatu pada bab mukanya dan terjepit di antara dua jari kaki)

Kisah ketika sandal  Sang Baginda Rasulullah SAW hingga ke singgasana Allah ini terjadi pada ketika insiden Isra Miraj, untuk menjemput perintah shalat. Ketika itu, malaikat Jibril menjemput Nabi Muhammad untuk ikut bersamanya ke hadhratullah.  Diriwayatkah dalam Assyifa oleh Hujjatul Islam Al Qadhi’iyad alaihi rahmatullah bahwa di ketika itu Rasulullah SAW menceritakan:

"Saat saya naik menuju Mi’raj saya melihat di langit itu para malaikat gemuruh dengan dzikir dan tasbih dan warna dan bentuk yang belum pernah saya lihat di permukaan bumi belum pernah ada warna menyerupai itu dan bentuk menyerupai itu dan kulihat hamparan Surga itu bentangan tanahnya yaitu Misk yang di keringkan, minyak anyir yang mengering dari indahnya di campur dengan berlian dan juga mutiara dan lalu saya hingga menembus Muntahal khalai’iq (batas selesai seluruh Makhluk).

Di Sidratul Muntaha ini terdengarlah bunyi yang berseru kepada beliau, “Wahai Muhammad SAW, masuklah.” Nabi Muhammad s.a.w lalu diangkat melewati Sidratul Muntaha dan ditutupi awan. Jibril tertinggal.

Nabi Muhammad SAW berseru kepada Jibril, “Ikutlah bersamaku.” Jibril berkata, "Engkau dan Tuhan engkau saja." Nabi Muhammad s.a.w. berkata lagi, "Adakah di sini sahabat hendak meninggalkan sahabatnya?"

Jibril menjawab, “Inilah saja tempatku, kalau saya melintasi daerah ini pasti saya akan terbakar dengan cahaya.” Malaikat Jibril tidak bisa melintasi lebih tinggi lagi. Hanya orang yang diizinkan oleh Allah SWT yang sanggup melintasi sidratul muntaha.

“Tidak lagi kudengar satu suara, sepi dan senyap, tidak ada lagi bentuk dan warna warni dan ketika itu akupun mendengar satu suara" Nabi lalu datang di hadapan Arsy (singgasana Allah). Beliau tidak diperintahkan untuk membuka kedua sandalnya. Allah SWT lalu menunjukkan perintah untuk menjalankan sholat.

Semasa hidupnya, tidak ada yang tahu entah berapa kali sang Baginda mengganti sandalnya. Namun yang pasti, salah satu sandalnya sekarang tersimpan  di salah satu ruangan diam-diam di dalam Museum Negara Topkapi Istanbul, Turki.
Sandal Ini Pernah Hingga Ke Singgasana Allah Swt
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiIry0gDhI7f_v-4LFjRsrHq44TuR46ODJt4oKMSoWutdiBuwn9wouzd2ZZ8APhlNQzL1_IyBR8jnCMXuGYEIQw6Og0BEaFIY7pfT3ET0r-uN2SyXXkXtWyfaWBL51dxq6aHty8qIeIbg/s72-c/Sandal+Ini+Pernah+Sampai+ke+Singgasana+Allah+SWT.jpg
View detail
Bahaya Berhutang Bila Berniat Tidak Mengembalikan

Bahaya Berhutang Bila Berniat Tidak Mengembalikan

Hutang menjadi salah satu alternatif yang akan dilakukan jikalau seseorang mempunyai permasalahan finansial. Cara ini menjadi salah satu solusi untuk meringankan beban ketika kondisi keuangan sedang mengalami himpitan.

Namun selain menjadi solusi, ada banyak permasalahan yang berkemungkinan muncul ketika berhutang menjadi pilihan. Terutama ketika proses pengembalian yang sering kali tidak sesui jadwal kesepakatan.

Hal lainnya yang kerap terjadi ialah adanya niat peminjam hutang untuk melupakan dan tidak mengembalikan. Banyak orang yang mengabaikan, padahal bahayanya sangat mengerikan. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Banyak kasus dalam masyarakat dimana para orang yang meminjamkan hutang justru kecewa. Padahal niat awal mereka ialah membantu meringankan beban saudara atau kerabat yang membutuhkan pinjaman. Namun, sering kali setiap jatuh tempo pada tanggal yang dijanjikan, si peminjam justru menghilang dan tidak ada kabar.

Tidak dipungkiri juga para peminjam jenis ini memang mempunyai niat tidak membayar apa yang sudah dipinjamnya semenjak awal. Sehingga mereka akan selalu mengelak dengan beribu alasan atau berpura-pura lupa membayar hutangnya. Ketahuilah jikalau hal ini sangat berbahaya.

Pasalnya tidak di dunia saja dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dipinjamkan, namun diakhirat kelak masih akan dipertanyakan. Ternyata bagi mereka yang berhutang dan berniat tidak mengembalikan semenjak awal peminjaman maka akan disamakan statusnya dengan pencuri pada alam abadi kelak.

“Siapa saja yang berhutang kemudian berniat tidak mau melunasinya, maka ia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini hasan shohih)

Al Munawi mengatakan, “Orang ibarat ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi jawaban sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”

Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411). Di antara maksud hadits ini ialah barangsiapa yang mengambil harta insan melalui jalan hutang, kemudian ia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya. 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang paling di antara kalian ialah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)

Bagaimana, masih berniat berhutang dan membiarkan begitu saja? Ketahuilah bahwa dunia hanya sementara, sedangkan alam abadi selama-lamanya, pertanggung jawabannya luar biasa atas hutang yang belum terbayar. Maka dari itu, lunasi hutang-hutang dan jangan mencoba untuk melupakannya.
Hutang menjadi salah satu alternatif yang akan dilakukan jikalau seseorang mempunyai permasalahan finansial. Cara ini menjadi salah satu solusi untuk meringankan beban ketika kondisi keuangan sedang mengalami himpitan.

Namun selain menjadi solusi, ada banyak permasalahan yang berkemungkinan muncul ketika berhutang menjadi pilihan. Terutama ketika proses pengembalian yang sering kali tidak sesui jadwal kesepakatan.

Hal lainnya yang kerap terjadi ialah adanya niat peminjam hutang untuk melupakan dan tidak mengembalikan. Banyak orang yang mengabaikan, padahal bahayanya sangat mengerikan. Seperti apa? Berikut ulasannya.

Banyak kasus dalam masyarakat dimana para orang yang meminjamkan hutang justru kecewa. Padahal niat awal mereka ialah membantu meringankan beban saudara atau kerabat yang membutuhkan pinjaman. Namun, sering kali setiap jatuh tempo pada tanggal yang dijanjikan, si peminjam justru menghilang dan tidak ada kabar.

Tidak dipungkiri juga para peminjam jenis ini memang mempunyai niat tidak membayar apa yang sudah dipinjamnya semenjak awal. Sehingga mereka akan selalu mengelak dengan beribu alasan atau berpura-pura lupa membayar hutangnya. Ketahuilah jikalau hal ini sangat berbahaya.

Pasalnya tidak di dunia saja dimintai pertanggungjawaban atas apa yang sudah dipinjamkan, namun diakhirat kelak masih akan dipertanyakan. Ternyata bagi mereka yang berhutang dan berniat tidak mengembalikan semenjak awal peminjaman maka akan disamakan statusnya dengan pencuri pada alam abadi kelak.

“Siapa saja yang berhutang kemudian berniat tidak mau melunasinya, maka ia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani menyampaikan bahwa hadits ini hasan shohih)

Al Munawi mengatakan, “Orang ibarat ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi jawaban sebagaimana mereka.” (Faidul Qodir, 3/181)

Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”

Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411). Di antara maksud hadits ini ialah barangsiapa yang mengambil harta insan melalui jalan hutang, kemudian ia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya. 

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya yang paling di antara kalian ialah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393)

Bagaimana, masih berniat berhutang dan membiarkan begitu saja? Ketahuilah bahwa dunia hanya sementara, sedangkan alam abadi selama-lamanya, pertanggung jawabannya luar biasa atas hutang yang belum terbayar. Maka dari itu, lunasi hutang-hutang dan jangan mencoba untuk melupakannya.
Bahaya Berhutang Bila Berniat Tidak Mengembalikan
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7oFS9K34rrGl7gZZHpJPVbQ2MMdOmrDzpBvg427GiVXAE6RdIquLCYkgklBTHK3tBzq5Sdt2Rb32JIVvXmOg5M4qKWlGqATKCyAkojmyRH1kA9D4XH6nQ9bxm4lA69SXYDbSI2ZffEg/s72-c/Bahaya+Berhutang+Jika+Berniat+Tidak+Mengembalikan.jpg
View detail
Amalan Sebesar Gunung Hancur Akhir Bermaksiat Disaat Sepi

Amalan Sebesar Gunung Hancur Akhir Bermaksiat Disaat Sepi

Suatu ketika Rasulullah SAW pernah memberikan kepada sahabat wacana kaum yang tampak alim ketika berkumpul, namun dzalim pada diri sendiri tatkala sendirian dan sepi. Kaum ini muncul pada final zaman, menjelang hari kiamat. 

Mereka melaksanakan maksiat yang dianggap sepele, namun faktanya justru menghancurkan pahala dari amalan yang sudah dilakukan. Bahkan, meskipun amalan yang dimiliki sudah setinggi gunung Tihamah, namun pahalanya tetap akan musnah.

Tindakan maksiat ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan dalam keadaan berani serta menganggap remeh dosa. Lalu, apakah kita termasuk dalam kaum yang dikatakan Sang Nabi? Berikut ulasannya.

Manusia kerap kali menganggap remeh dosa, sehingga mengabaikan tindakan-tindakan yang dianggap tidak merugikan orang lain. Padahal, meskipun tidak terhitung menyakiti orang lain, namun apa saja yang melanggar larangan Allah SWT tetap saja berbuah dosa.

Termasuk melaksanakan maksiat dikala sepi. Di kurun kini, saat-saat sepi justru mempunyai potensi yang besar bagi diri untuk melaksanakan tindakan melanggar perintah Ilahi. Misalnya dengan kecanggihan teknologi, insan bisa searching hal-hal yang yang sangat tidak boleh agama.

Seperti menonton film p*rn*, melihat gambar-gambar yang tidak senonoh, membaca artikel yang mengakibatkan syahwat dan lain sebagainya. Ini hanya beberapa tumpuan tindakan yang melanggar tersebut. Masih banyak tindakan lain yang juga bisa menghancurkan pahala yang sudah dikumpulkan selama ini.

Keadaan menyerupai ini disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari.

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh saya mengetahui suatu kaum dari umatku tiba pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi bubuk yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami semoga kami tidak menjadi menyerupai mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah SAW kemudian menjawab. “Adapun mereka yaitu saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) menyerupai kalian. Akan tetapi mereka yaitu kaum yang jikalau bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir menyampaikan bahwa sanad hadits ini hasan).

Bagaimana, apakah kita termasuk dalam kaum yang memakai sepi untuk bermaksiat. Tidak hanya tindakan, bermaksiat dengan pikiran-pikiran yang melanggar hukum juga bisa memusnahkan pahala. Karena faktanya, sesama insan memang tidak mengetahuinya, namun Allah SWT senantiasa mengawasi kita. Seperti dalam  QS. An-Nisa’: 108 yang artinya:

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan belakang layar yang Allah tidak ridhai. Dan yaitu Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nisa’: 108).

Semoga setiap waktu  dan segala kondisi, kita tetap meneguhkan keyakinan untuk setia hanya mengingat Allah SWT. Sehingga niat bertindak untuk bermaksiat dikala sepi sanggup terhindari. Aamiin.
Suatu ketika Rasulullah SAW pernah memberikan kepada sahabat wacana kaum yang tampak alim ketika berkumpul, namun dzalim pada diri sendiri tatkala sendirian dan sepi. Kaum ini muncul pada final zaman, menjelang hari kiamat. 

Mereka melaksanakan maksiat yang dianggap sepele, namun faktanya justru menghancurkan pahala dari amalan yang sudah dilakukan. Bahkan, meskipun amalan yang dimiliki sudah setinggi gunung Tihamah, namun pahalanya tetap akan musnah.

Tindakan maksiat ini dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan dalam keadaan berani serta menganggap remeh dosa. Lalu, apakah kita termasuk dalam kaum yang dikatakan Sang Nabi? Berikut ulasannya.

Manusia kerap kali menganggap remeh dosa, sehingga mengabaikan tindakan-tindakan yang dianggap tidak merugikan orang lain. Padahal, meskipun tidak terhitung menyakiti orang lain, namun apa saja yang melanggar larangan Allah SWT tetap saja berbuah dosa.

Termasuk melaksanakan maksiat dikala sepi. Di kurun kini, saat-saat sepi justru mempunyai potensi yang besar bagi diri untuk melaksanakan tindakan melanggar perintah Ilahi. Misalnya dengan kecanggihan teknologi, insan bisa searching hal-hal yang yang sangat tidak boleh agama.

Seperti menonton film p*rn*, melihat gambar-gambar yang tidak senonoh, membaca artikel yang mengakibatkan syahwat dan lain sebagainya. Ini hanya beberapa tumpuan tindakan yang melanggar tersebut. Masih banyak tindakan lain yang juga bisa menghancurkan pahala yang sudah dikumpulkan selama ini.

Keadaan menyerupai ini disampaikan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh-jauh hari.

Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh saya mengetahui suatu kaum dari umatku tiba pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi bubuk yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami semoga kami tidak menjadi menyerupai mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.”

Rasulullah SAW kemudian menjawab. “Adapun mereka yaitu saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) menyerupai kalian. Akan tetapi mereka yaitu kaum yang jikalau bersepian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 4245. Al-Hafizh Abu Thahir menyampaikan bahwa sanad hadits ini hasan).

Bagaimana, apakah kita termasuk dalam kaum yang memakai sepi untuk bermaksiat. Tidak hanya tindakan, bermaksiat dengan pikiran-pikiran yang melanggar hukum juga bisa memusnahkan pahala. Karena faktanya, sesama insan memang tidak mengetahuinya, namun Allah SWT senantiasa mengawasi kita. Seperti dalam  QS. An-Nisa’: 108 yang artinya:

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan belakang layar yang Allah tidak ridhai. Dan yaitu Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. An-Nisa’: 108).

Semoga setiap waktu  dan segala kondisi, kita tetap meneguhkan keyakinan untuk setia hanya mengingat Allah SWT. Sehingga niat bertindak untuk bermaksiat dikala sepi sanggup terhindari. Aamiin.
Amalan Sebesar Gunung Hancur Akhir Bermaksiat Disaat Sepi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8ZJHDCp7s_UDFLR1AXdN957T-RcLDtEqBSNtoAwslKQ_PuLJ5gGHyvrqhyphenhyphenihNiPvK7TG4G0jOVA28DtW68ctU6fUaMzmwU2zGnuMGCqwRJIvKuPo2WlmQP1XQGf91GxYMj0wPLfU6gw/s72-c/Amalan+Sebesar+Gunung+Hancur+Akibat+Bermaksiat+Disaat+Sepi.jpg
View detail
 
Support : Creating Website | toko souvenir pernikahan | Mas Template | Redesigned :jual souvenir pernikahan
Copyright © 2011. jual souvenir pernikahan murah dan unik - All Rights Reserved
Template Created by Jual souvenir pernikahansouvenir pernikahan
Proudly powered by

, souvenirpernikahan , Grosirsouvenirpernikahan , agensouvenirpernikahan , jualsouvenirpernikahan , pengrajinsouvenirpernikahan , distributorsouvenirpernikahan , souvenirpernikahangantungankunci , sofabed , peluangbisnissouvenir , Gift , Craft , Agen , Spesialist , Spesial , Penyedia , Menyediakan , Beli , Distributor , Harga , Info , Jual , Order , Perusahaan , Pesan , Produk , Wedding , Resmi , Usaha , Bisnis , Produsen , Pusat , Gudang , Pemasok , Pengrajin , Kerajinan , Distributor , Pengusaha , Toko , Pembuat , Importir , Juragan , Cari , Grosir , Aneka Macam , Aneka , Macam , Contoh , Toko Grosir , Belanja , Koleksi , Contoh , Bahan , Sablon , Undangan , Kemasan , Oleh-Oleh , Kedai , Cenderamata , Cara Membuat , Gambar , Foto , Galery , Pusat Grosir , Grosir Murah , Tempat , Gerai , Supplier , Peluang , toko, , produksi, , produsen, , pusatpenjualan, , pabrik, , reseller, , alamat , Murah , Berkualitas , Terpercaya , Bagus , Asli

Kami melayani penjualan di Daerah Kota -Di Asemka -Di Jatinegara -Di Bekasi -Di Bogor -Di Depok -Di Tangerang -Di Banten -Di Serang -Di Cilegon -Di Pandeglang -Di Solo -Di Banjarmasin -Di Banjarbaru -Di Bandung -Di Garut -Di Tasikmalaya -Di Ciamis -Di Subang -Di Purwakarta -Di Sumedang -Di Bengkulu -Di Balikpapan -Di Batam -Di Aceh -Di Indramayu -Di Majalengka -Di Cirebon -Di Kuningan -Di Cilacap -Di Jayapura -Di Bali -Di Denpasar -Di Gorontalo -Di Jember -Di Banyuwangi -Di Bondowoso -Di Jogja -Di Yogyakarta -Di Kediri -Di Karawang -Di Manado -Di Madiun -Di Ponorogo,Di Ngawi -Di Medan -Di Malang -Di Magelang -Di Sidoarjo -Di Surabaya -Di Mojokerto -Di Tuban -Di Jombang -Di Magetan -Di Pacitan,Di Lumajang -Di Probolinggo -Di Situbondo -Di Padang -Di Pariaman -Di Jambi -Di Pasuruan -Di Bangka -Di Pekanbaru -Di Riau -Di Palembang -Di Pontianak -Di Samarinda -Di Cianjur -Di Sukabumi -Di Boyolali -Di Wonogiri -Di Klaten -Di Sragen -Di Tegal -Di Banyumas -Di Semarang -Di Pemalang -Di Salatiga -Di Kudus -Di Bojonegoro -Di Jepara -Di Purbalingga -Di Kendal -Di Kudus -Di Demak -Di Kebumen -Di Purworejo -Di Temanggung -Di Brebes -Di Pati -Di Jombang -Di Tulungagung -Di Blitar -Di Nganjuk -Di Lamongan -Di Gresik -Di Lampung -Di Makassar -Di Bontang -Di Ambon -Di Maluku -Di Palangkaraya -Di Cianjur -Di Sukoharjo -Di Boyolali -Di Surakarta -Asli -Di Jakarta -Gambir jakarta -Tanah Abang jakarta -Menteng jakarta -Senen jakarta -Cempaka Putih jakarta -Johar Baru jakarta -Gambir jakarta -Bendungan Hilir jakarta -Menteng jakarta -Senen jakarta -Cempaka Putih Timur jakarta -Galur jakarta -Kebon Kelapa jakarta -Karet Tengsin jakarta -Pegangsaan jakarta -Kwitang jakarta -Cempaka Putih Barat jakarta -Tanah Tinggi jakarta -Petojo Selatan jakarta -Kebon Melati jakarta -Cikini jakarta -Kenari jakarta -Rawasari jakarta -Kampung Rawa jakarta -Duri Pulo jakarta -Kebon Kacang jakarta -Kebon Sirih jakarta -Paseban jakarta -Johar Baru jakarta -Cideng jakarta -Kampung Bali jakarta -Gondangdia jakarta -Kramat jakarta -Petojo Utara jakarta -Petamburan jakarta -Bungur jakarta -Gelora jakarta -Kemayoran jakarta -Sawah Besar jakarta -Gunung Sahari Selatan jakarta -Pasar Baru jakarta -Kemayoran jakarta -Gunung Sahari Utara jakarta -Kebon Kosong jakarta -Mangga Dua Selatan jakarta -Harapan Mulya jakarta -Karang Anyar jakarta -Cempaka Baru jakarta -Kartini jakarta -Utan Panjang jakarta -Sumur Batu jakarta -Serdang jakarta -Kota Jakarta Utara jakarta -Koja jakarta -Kelapa Gading jakarta -Tanjung Priok jakarta -Pademangan jakarta -Penjaringan jakarta -Cilincing jakarta -Koja Utara jakarta -Kelapa Gading Barat jakarta -Tanjung Priok jakarta -Pademangan Timur jakarta -Penjaringan jakarta -Kali Baru jakarta -Koja Selatan jakarta -Kelapa Gading Timur jakarta -Kebon Bawang jakarta -Pademangan Barat jakarta -Pluit jakarta -Cilincing jakarta -Rawa Badak Utara jakarta -Pegangsaan Dua jakarta -Sungai Bambu jakarta -Ancol jakarta -Pejagalan jakarta -Semper Barat jakarta -Rawa Badak Selatan jakarta -Papanggo jakarta -Kapuk Muara jakarta -Semper Timur jakarta -Tugu Utara jakarta -Warakas jakarta -Kamal Muara jakarta -Sukapura jakarta -Tugu Selatan jakarta -Sunter Agung jakarta -Rorotan jakarta -Lagoa jakarta -Sunter Jaya jakarta -Marunda jakarta,Kota Jakarta Timur jakarta -Matraman jakarta -Pulo Gadung jakarta -Gambir jakarta -Tanah Abang jakarta -Menteng jakarta -Senen jakarta -Cempaka Putih jakarta -Johar Baru jakarta -Gambir jakarta -Bendungan Hilir jakarta -Menteng jakarta -Senen jakarta -Cempaka Putih Timur jakarta -Galur jakarta -Kebon Kelapa jakarta -Karet Tengsin jakarta -Pegangsaan jakarta -Kwitang jakarta -Cempaka Putih Barat jakarta -Tanah Tinggi jakarta -Petojo Selatan jakarta -Kebon Melati jakarta -Cikini jakarta -Kenari jakarta -Rawasari jakarta -Kampung Rawa jakarta -Duri Pulo jakarta -Kebon Kacang jakarta -Kebon Sirih jakarta -Paseban jakarta -Johar Baru jakarta -Cideng jakarta -Kampung Bali jakarta -Gondangdia jakarta -Kramat jakarta -Petojo Utara jakarta -Petamburan jakarta -Bungur jakarta -Gelora jakarta -Kemayoran jakarta -Sawah Besar jakarta -Gunung Sahari Selatan jakarta -Pasar Baru jakarta -Kemayoran jakarta -Gunung Sahari Utara jakarta -Kebon Kosong jakarta -Mangga Dua Selatan jakarta -Harapan Mulya jakarta -Karang Anyar jakarta -Cempaka Baru jakarta -Kartini jakarta -Utan Panjang jakarta -Sumur Batu jakarta -Serdang jakarta -Kota Jakarta Utara jakarta -Koja jakarta -Kelapa Gading jakarta -Tanjung Priok jakarta -Pademangan jakarta -Penjaringan jakarta -Cilincing jakarta -Koja Utara jakarta -Kelapa Gading Barat jakarta -Tanjung Priok jakarta -Pademangan Timur jakarta -Penjaringan jakarta -Kali Baru jakarta -Koja Selatan jakarta -Kelapa Gading Timur jakarta -Kebon Bawang jakarta -Pademangan Barat jakarta -Pluit jakarta -Cilincing jakarta -Rawa Badak Utara jakarta -Pegangsaan Dua jakarta -Sungai Bambu jakarta -Ancol jakarta -Pejagalan jakarta -Semper Barat jakarta -Rawa Badak Selatan jakarta -Papanggo jakarta -Kapuk Muara jakarta -Semper Timur jakarta -Tugu Utara jakarta -Warakas jakarta -Kamal Muara jakarta -Sukapura jakarta -Tugu Selatan jakarta -Sunter Agung jakarta -Rorotan jakarta -Lagoa jakarta -Sunter Jaya jakarta -Marunda jakarta,Kota Jakarta Timur jakarta -Matraman jakarta -Pulo Gadung jakarta -Jatinegara jakarta -Duren Sawit jakarta -Kramat Jati jakarta -Pisangan Baru jakarta -Kayu Putih jakarta -Bali Mester jakarta -Pondok Bambu jakarta -Kramat Jati jakarta -Utan Kayu Selatan jakarta -Jati jakarta -Kampung Melayu jakarta -Duren Sawit jakarta -Batu Ampar jakarta -Utan Kayu Utara jakarta -Rawamangun jakarta -Bidaracina jakarta -Pondok Kelapa jakarta -Balekambang jakarta -Kayu Manis jakarta -Pisangan Timur jakarta -Cipinang Cempedak jakarta -Pondok Kopi jakarta -Kampung Tengah jakarta -Pal Meriam jakarta -Cipinang jakarta -Rawa Bunga jakarta -Malaka Jaya jakarta -Dukuh jakarta -Kebon Manggis jakarta -Jatinegara Kaum jakarta -Cipinang Besar Utara jakarta -Malaka Sari jakarta -Cawang jakarta -Pulo Gadung jakarta -Cipinang Besar Selatan jakarta -Klender jakarta -Cililitan jakarta -Cipinang Muara jakarta -Makasar jakarta -Pasar Rebo jakarta -Ciracas jakarta -Cipayung jakarta -Cakung jakarta -Pinang Ranti jakarta -Pekayon jakarta -Cibubur jakarta -Lubang Buaya jakarta -Cakung jakarta -Makasar jakarta -Kampung Gedong jakarta -Kelapa Dua Wetan jakarta -Ceger jakarta -Cakung Timur jakarta -Halim Perdanakusuma jakarta -Cijantung jakarta -Ciracas jakarta -Cipayung jakarta -Rawa Terate jakarta -Cipinang Melayu jakarta -Kampung Baru jakarta -Susukan jakarta -Munjul jakarta -Jatinegara jakarta -Kebon Pala jakarta -Kalisari jakarta -Rambutan jakarta -Pondok Ranggon jakarta -Penggilingan jakarta -Cilangkap jakarta -Pulogebang jakarta -Setu jakarta -Ujung Menteng jakarta -Bambu Apus jakarta -Kota Jakarta Selatan jakarta -Kebayoran Baru jakarta -Kebayoran Lama jakarta -Pesanggrahan jakarta -Cilandak jakarta -Pasar Minggu jakarta -Selong jakarta -Grogol Utara jakarta -Ulujami jakarta -Cipete Selatan jakarta -Pejaten Barat jakarta -Gunung jakarta -Grogol Selatan jakarta -Petukangan Utara jakarta -Gandaria Selatan jakarta -Pejaten Timur jakarta -Kramat Pela jakarta -Cipulir jakarta -Petukangan Selatan jakarta -Cilandak Barat jakarta -Pasar Minggu jakarta -Gandaria Utara jakarta -Kebayoran Lama Utara jakarta -Pesanggrahan jakarta -Lebak Bulus jakarta -Kebagusan jakarta -Cipete Utara jakarta -Kebayoran Lama Selatan jakarta -Bintaro jakarta -Pondok Labu jakarta -Jati Padang jakarta -Pulo jakarta -Pondok Pinang jakarta -Ragunan jakarta -Melawai jakarta -Pondok Indah jakarta -Cilandak Timur jakarta -Petogogan jakarta -Rawa Barat jakarta -Senayan jakarta -Jagakarsa jakarta -Mampang Prapatan jakarta -Pancoran jakarta -Tebet jakarta -Setiabudi jakarta -Tanjung Barat jakarta -Kuningan Barat jakarta -Kalibata jakarta -Tebet Barat jakarta -Setiabudi jakarta -Lenteng Agung jakarta -Pela Mampang jakarta -Rawa Jati jakarta -Tebet Timur jakarta -Karet jakarta,agakarsa jakarta -Bangka jakarta -Duren Tiga jakarta -Kebon Baru jakarta -Karet Semanggi jakarta -Ciganjur jakarta -Tegal Parang jakarta -Cikoko jakarta -Bukit Duri jakarta -Karet Kuningan jakarta -Srengseng Sawah jakarta -Mampang Prapatan jakarta -Pengadegan jakarta -Manggarai jakarta -Kuningan Timur jakarta -Cipedak jakarta -Pancoran jakarta -Manggarai Selatan jakarta -Menteng Atas jakarta -Menteng Dalam jakarta -Pasar Manggis jakarta -Guntur jakarta -Kota Jakarta Barat jakarta -Cengkareng jakarta -Grogol Petamburan jakarta -Kalideres jakarta -Kebon Jeruk jakarta -Kembangan jakarta -Palmerah jakarta -Kedaung Kali Angke jakarta -Tomang jakarta -Kamal jakarta -Duri Kepa jakarta -Kembangan Selatan jakarta -Slipi jakarta -Kapuk jakarta -Grogol jakarta -Tegal Alur jakarta -Kedoya Selatan jakarta -Kembangan Utara jakarta -Kota Bambu Utara jakarta -Cengkareng Barat jakarta -Jelambar jakarta -Pegadungan jakarta -Kedoya Utara jakarta -Meruya Utara jakarta -Jati Pulo jakarta -Cengkareng Timur jakarta -Jelambar Baru jakarta -Kalideres jakarta -Kebon Jeruk jakarta -Srengseng jakarta -Palmerah jakarta -Rawa Buaya jakarta -Wijaya Kusuma jakarta -Semanan jakarta -Sukabumi Utara jakarta -Joglo jakarta -Kemanggisan jakarta -Duri Kosambi jakarta -Tanjung Duren Utara jakarta -Kelapa Dua jakarta -Meruya Selatan jakarta -Kota Bambu Selatan jakarta -Tanjung Duren Selatan jakarta -Sukabumi Selatan jakarta -Taman Sari jakarta -Tambora jakarta -Pinangsia jakarta -Tanah Sereal jakarta -Glodok jakarta -Tambora jakarta -Keagungan jakarta -Roa Malaka jakarta -Krukut jakarta -Pekojan jakarta -Taman Sari jakarta -Jembatan Lima jakarta -Maphar jakarta -Krendang jakarta -Tangki jakarta -Duri Utara jakarta -Mangga Besar jakarta -Duri Selatan jakarta -Kalianyar jakarta -Jembatan Besi jakarta -Angke jakarta -Kabupaten Kepulauan Seribu jakarta -Kepulauan Seribu Utara jakarta -Kepulauan Seribu Selatan jakarta -Pulau Kelapa jakarta -Pulau Tidung jakarta -Pulau Harapan jakarta -Pulau Pari jakarta -Pulau Untung Jawa jakarta -Pulau Panggang jakarta -Jatinegara jakarta -Duren Sawit jakarta -Kramat Jati jakarta -Pisangan Baru jakarta -Kayu Putih jakarta -Bali Mester jakarta -Pondok Bambu jakarta -Kramat Jati jakarta -Utan Kayu Selatan jakarta -Jati jakarta -Kampung Melayu jakarta -Duren Sawit jakarta -Batu Ampar jakarta -Utan Kayu Utara jakarta -Rawamangun jakarta -Bidaracina jakarta -Pondok Kelapa jakarta -Balekambang jakarta -Kayu Manis jakarta -Pisangan Timur jakarta -Cipinang Cempedak jakarta -Pondok Kopi jakarta -Kampung Tengah jakarta -Pal Meriam jakarta -Cipinang jakarta -Rawa Bunga jakarta -Malaka Jaya jakarta -Dukuh jakarta -Kebon Manggis jakarta -Jatinegara Kaum jakarta -Cipinang Besar Utara jakarta -Malaka Sari jakarta -Cawang jakarta -Pulo Gadung jakarta -Cipinang Besar Selatan jakarta -Klender jakarta -Cililitan jakarta -Cipinang Muara jakarta -Makasar jakarta -Pasar Rebo jakarta -Ciracas jakarta -Cipayung jakarta -Cakung jakarta -Pinang Ranti jakarta -Pekayon jakarta -Cibubur jakarta -Lubang Buaya jakarta -Cakung jakarta -Makasar jakarta -Kampung Gedong jakarta -Kelapa Dua Wetan jakarta -Ceger jakarta -Cakung Timur jakarta -Halim Perdanakusuma jakarta -Cijantung jakarta -Ciracas jakarta -Cipayung jakarta -Rawa Terate jakarta -Cipinang Melayu jakarta -Kampung Baru jakarta -Susukan jakarta -Munjul jakarta -Jatinegara jakarta -Kebon Pala jakarta -Kalisari jakarta -Rambutan jakarta -Pondok Ranggon jakarta -Penggilingan jakarta -Cilangkap jakarta -Pulogebang jakarta -Setu jakarta -Ujung Menteng jakarta -Bambu Apus jakarta -Kota Jakarta Selatan jakarta -Kebayoran Baru jakarta -Kebayoran Lama jakarta -Pesanggrahan jakarta -Cilandak jakarta -Pasar Minggu jakarta -Selong jakarta -Grogol Utara jakarta -Ulujami jakarta -Cipete Selatan jakarta -Pejaten Barat jakarta -Gunung jakarta -Grogol Selatan jakarta -Petukangan Utara jakarta -Gandaria Selatan jakarta -Pejaten Timur jakarta -Kramat Pela jakarta -Cipulir jakarta -Petukangan Selatan jakarta -Cilandak Barat jakarta -Pasar Minggu jakarta -Gandaria Utara jakarta -Kebayoran Lama Utara jakarta -Pesanggrahan jakarta -Lebak Bulus jakarta -Kebagusan jakarta -Cipete Utara jakarta -Kebayoran Lama Selatan jakarta -Bintaro jakarta -Pondok Labu jakarta -Jati Padang jakarta -Pulo jakarta -Pondok Pinang jakarta -Ragunan jakarta -Melawai jakarta -Pondok Indah jakarta -Cilandak Timur jakarta -Petogogan jakarta -Rawa Barat jakarta -Senayan jakarta -Jagakarsa jakarta -Mampang Prapatan jakarta -Pancoran jakarta -Tebet jakarta -Setiabudi jakarta -Tanjung Barat jakarta -Kuningan Barat jakarta -Kalibata jakarta -Tebet Barat jakarta -Setiabudi jakarta -Lenteng Agung jakarta -Pela Mampang jakarta -Rawa Jati jakarta -Tebet Timur jakarta -Karet jakarta,agakarsa jakarta -Bangka jakarta -Duren Tiga jakarta -Kebon Baru jakarta -Karet Semanggi jakarta -Ciganjur jakarta -Tegal Parang jakarta -Cikoko jakarta -Bukit Duri jakarta -Karet Kuningan jakarta -Srengseng Sawah jakarta -Mampang Prapatan jakarta -Pengadegan jakarta -Manggarai jakarta -Kuningan Timur jakarta -Cipedak jakarta -Pancoran jakarta -Manggarai Selatan jakarta -Menteng Atas jakarta -Menteng Dalam jakarta -Pasar Manggis jakarta -Guntur jakarta -Kota Jakarta Barat jakarta -Cengkareng jakarta -Grogol Petamburan jakarta -Kalideres jakarta -Kebon Jeruk jakarta -Kembangan jakarta -Palmerah jakarta -Kedaung Kali Angke jakarta -Tomang jakarta -Kamal jakarta -Duri Kepa jakarta -Kembangan Selatan jakarta -Slipi jakarta -Kapuk jakarta -Grogol jakarta -Tegal Alur jakarta -Kedoya Selatan jakarta -Kembangan Utara jakarta -Kota Bambu Utara jakarta -Cengkareng Barat jakarta -Jelambar jakarta -Pegadungan jakarta -Kedoya Utara jakarta -Meruya Utara jakarta -Jati Pulo jakarta -Cengkareng Timur jakarta -Jelambar Baru jakarta -Kalideres jakarta -Kebon Jeruk jakarta -Srengseng jakarta -Palmerah jakarta -Rawa Buaya jakarta -Wijaya Kusuma jakarta -Semanan jakarta -Sukabumi Utara jakarta -Joglo jakarta -Kemanggisan jakarta -Duri Kosambi jakarta -Tanjung Duren Utara jakarta -Kelapa Dua jakarta -Meruya Selatan jakarta -Kota Bambu Selatan jakarta -Tanjung Duren Selatan jakarta -Sukabumi Selatan jakarta -Taman Sari jakarta -Tambora jakarta -Pinangsia jakarta -Tanah Sereal jakarta -Glodok jakarta -Tambora jakarta -Keagungan jakarta -Roa Malaka jakarta -Krukut jakarta -Pekojan jakarta -Taman Sari jakarta -Jembatan Lima jakarta -Maphar jakarta -Krendang jakarta -Tangki jakarta -Duri Utara jakarta -Mangga Besar jakarta -Duri Selatan jakarta -Kalianyar jakarta -Jembatan Besi jakarta -Angke jakarta -Kabupaten Kepulauan Seribu jakarta -Kepulauan Seribu Utara jakarta -Kepulauan Seribu Selatan jakarta -Pulau Kelapa jakarta -Pulau Tidung jakarta -Pulau Harapan jakarta -Pulau Pari jakarta -Pulau Untung Jawa jakarta -Pulau Panggang jakarta -jatinegara -asemka -Di Bekasi -Bantargebang bekasi -Bintara bekasi -Jakamulya bekasi -Aren Jaya bekasi -Harapan Baru bekasi -Jatiasih bekasi -Ciketing Udik bekasi -Bintara Jaya bekasi -Jakasetia bekasi -Bekasi Jaya bekasi -Harapan Jaya bekasi -Jatikramat bekasi -Cikiwul bekasi -Jakasampurna bekasi -Kayuringin bekasi -JayaDuren bekasi -JayaKaliabang bekasi -Tengah bekasi -Jatiluhur bekasi,Sumur Batu bekasi -Kota Baru bekasi -Marga Jaya bekasi -Margahayu bekasi -Marga Mulya bekasi -Jatimekar bekasi -Kranji bekasi -Pekayon Jaya bekasi -Perwira bekasi -Jatiasih bekasi -Teluk Pucung bekasi -Jatiasih bekasi,Jatisampurna bekasi -Medan Satria bekasi -Mustika Jaya bekasi -Pondok Gede bekasi -Pondok Melati bekasi -Rawalumbu bekasi -Jatikarya bekasi -Harapan Mulya bekasi -Cimuning bekasi -Jatibening bekasi -Jatimelati bekasi -Bojong Menteng bekasi -Jatiraden bekasi -Kali Baru bekasi -Mustikajaya bekasi -Jatibening Baru bekasi -Jatimurni bekasi -Bojong bekasi -Rawalumbu bekasi -Jatirangga bekasi -Medan Satria bekasi -Mustikasari bekasi -Jaticempaka bekasi -Jatirahayu bekasi -Pengasinan bekasi -Jatiranggon bekasi -Pejuang bekasi -Pedurenan bekasi -Jatimakmur bekasi -Jatiwarna bekasi -Sepanjang Jaya -Di Bogor -Menteng bogor -Cilendek Barat bogor -Cilendek Timur bogor -Curug bogor -Curug Mekar bogor -Semplak bogor -Bubulak bogor -Situ Gede bogor -Balungbang Jaya bogor -Margajaya bogor -Loji bogor -Sindangbarang bogor -Gunungbatu bogor -Pasir Mulya bogor -Pasir Jaya bogor -Pasir Kuda bogor -KelurahanBondongan bogor -Cikaret bogor -Empang bogor -Batutulis bogor -Cipaku bogor -Lawang Gintung bogor -Pakuan bogor -Mulyaharja bogor -Pamoyanan bogor -Ranggamekar bogor -Genteng bogor -Muarasari bogor -Harjasari bogor -Kertamaya bogor -Bojongkerta bogor -Rancamaya bogor -Pabaton bogor -Paledang bogor -Gudang bogor -Cibogor bogor -Ciwaringin bogor -Kebon Kelapa bogor -Panaragan bogor -Babakan Pasar bogor,Babakan bogor,Sempur bogor,Tegal Panjang bogor,Tajur bogor,Sukasari bogor,Baranangsiang bogor,Katulampa bogor,Sindangrasa bogor,Sindangsari bogor,Cibuluh bogor,Tegal Gundil bogor,Bantarjati bogor,Tanah Baru bogor,Cimahpar bogor,Ciluar bogor,Ciparigi bogor,Kedunghalang bogor,KelurahanTanah Sareal bogor,Kebon Pedes bogor,Kedunk bogor -Kedung Jaya bogor -Kedung Waringin bogor -Sukadamai bogor -Sukaresmi bogor -Cibadak bogor -Kencana bogor -Mekarwangi bogor,Kayumanis bogor -Di Depok -Di Tangerang -Berkualitas -Terpercaya -diJawa Barat -Bandung -Bandung Barat -Bekasi,Bekasi barat -Bekasi timur -Bekasi utara -Bekasi selatan -Bogor -cibinong -citeureup -jatibening -jati asih -pondok gede,jati kramat -kramat jatijati -waringin -Ciamis -Cianjur -Cirebon -Garut -Indramayu -Karawang -Kuningan -Majalengka -Pangandaran -Purwakarta -Subang -Sukabumi -Sumedang -pondok kopi -Banjar -Bekasi -Cimahi -Cirebon -Depok -Sukabumi -Tasikmalaya -Jawa Tengah -Banjarnegara -Banyumas -Batang -BloraBoyolali -Brebes -Cilacap -DemakGrobogan -Jepara -Karanganyar -Kebumen -Klaten -Kudus -Magelang -Pati -Pekalongan -Pemalang -Purbalingga -Purworejo -Rembang -Semarang -Sragen -Sukoharjo -Tegal -Temanggung -Wonogiri -Wonosobo -Magelang -Pekalongan -Salatiga -Semarang -Surakarta -Tegal -Jawa Timur -Bangkalan -Banyuwangi -Blitar -Bojonegoro -Bondowoso -Gresik -Jember -Jombang -Kediri -Lamongan -Lumajang -Madiun -Magetan -Malang -Mojokerto -Nganjuk -Ngawi -Pacitan -Pamekasan -Pasuruan -Ponorogo -Probolinggo -Sampang -Sidoarjo -Situbondo -Sumenep -Tuban -Tulungagung -Batu -Blitar -Malang -Mojokerto -Pasuruan -Probolinggo -Surabaya -Jakarta -Kepulauan Seribu -Jakarta Barat -Jakarta Pusat -Jakarta Selatan -Jakarta Timur -Jakarta Utara -banten -Lebak -Pandeglang -Serang -Tangerang utara -tangerang selatan -tangerang pusat -Cilegon -Serang -Tangerang -Tangerang Selatan -Bantul -GunungKidul -Kulon -progo -Sleman -Yogyakarta -jogja -Sumatera -Aceh Banda -Aceh -Sumatera Utara -Medan -Sumatera Barat -Padang -Riau -Pekanbaru -batam -Jambi -Sumatera Selatan -Palembang -Bengkulu -Lampung -Bandar Lampung -Kepulauan Bangka Belitung -Pangkal Pinang -Kepulauan Riau -Tanjung Pinang -Kalimatan -Kalimantan Barat -Pontianak -Kalimantan Tengah -Palangkaraya -Kalimantan Selatan -Banjarmasin -Kalimantan Timur -Samarinda -Kalimantan Utara -Tanjung Selor Sulawesi -Sulawesi Utara -Manado -Sulawesi Tengah -Palu -Sulawesi Selatan -Makassar -Sulawesi Tenggara -Kendari -Sulawesi Barat -Mamuju Gorontalo -Sunda Kecil -Bali -Denpasar -Nusa Tenggara Timur -Kupang -Nusa Tenggara Barat -Mataram -lombok -Teupah Selatan aceh -Latiung Teupah Selatan aceh -Labuhan Bajau Teupah Selatan aceh -Suak Lamatan Teupah Selatan aceh -Ana Ao Teupah Selatan aceh -Lataling Teupah Selatan aceh -Pulau Bengkalak Teupah Selatan aceh -Badegong Teupah Selatan aceh -Kebun Baru Teupah Selatan aceh -Ulul Manyang Teupah Selatan aceh -Pasir Tinggi Teupah Selatan aceh -Labuhan Jaya Teupah Selatan aceh -Labuhan Bakti Teupah Selatan aceh -Batu Ralang Teupah Selatan aceh -Alus Alus Teupah Selatan aceh -Seuneubok Teupah Selatan aceh -Blang Sebel Teupah Selatan aceh -Teupah Barat aceh -Sital Teupah Barat aceh -Leubang Teupah Barat aceh -Leubang Hulu Teupah Barat aceh -Awe Seubal Teupah Barat aceh -Lantik Teupah Barat aceh -Awe Kecil Teupah Barat aceh -Salur Teupah Barat aceh -Salur Latun Teupah Barat aceh -Salur Lasengalu Teupah Barat aceh -Nancala Teupah Barat aceh -Maudil Teupah Barat aceh -Inor Teupah Barat aceh -Naibos Teupah Barat aceh -Laayon Teupah Barat aceh -Angkeo Teupah Barat aceh -Bunon Teupah Barat aceh -Silengas Teupah Barat aceh -Pulau Teupah -Manggeng aceh barat daya -Ujung Tanah aceh barat daya -Kuta Paya aceh barat daya -Geulanggang Batee aceh barat daya -Meunasah Tengah aceh barat daya -Meunasah Sukon aceh barat daya -Cot Bak-U aceh barat daya -Meurandeh aceh barat daya -Padang Kelele aceh barat daya -Ladang Tuha I aceh barat daya -Ladang Tuha II aceh barat daya -Alue Rambot aceh barat daya -Sejahtera aceh barat daya -Blang Manggeng aceh barat daya -Tokoh aceh barat daya -Tengah aceh barat daya -Padang aceh barat daya -Kedai aceh barat daya -Paya aceh barat daya -Seunalop aceh barat daya -Lhok Puntoy aceh barat daya -Suka Damai aceh barat daya -Ladang Panah aceh barat daya -Pusu aceh barat daya -Ujung Padang aceh barat daya -Lhung Baro aceh barat daya -Panton Makmur aceh barat daya -Pante Raja aceh barat daya -Lhok Pawoh aceh barat daya -Pante Pirak aceh barat daya -Tangan-Tangan aceh barat daya -Padang Bakjok aceh barat daya -Suak Nibong aceh barat daya -Drien Kipah aceh barat daya -Bineh Krueng aceh barat daya -Drien Jalo aceh barat daya -Padang Kawa aceh barat daya -Mesjid aceh barat daya -Adan aceh barat daya -Pante Geulumpang aceh barat daya -Gunung Cut aceh barat daya -Padang Bak Jeumpa aceh barat daya -Blang Padang aceh barat daya -Suak Labu aceh barat daya -Kuta Bak Drin aceh barat daya -Ie Lhop aceh barat daya -Tangan Tangan Cut aceh barat daya -Lhang aceh barat daya -Ujung Tanah aceh barat daya -Rambong aceh barat daya -Pisang aceh barat daya -Alue Dama aceh barat daya -Blang Pidie aceh barat daya -Padang Geulumpang aceh barat daya -Cot Jeurat aceh barat daya -Kuta Bahagia aceh barat daya -Kedai Siblah aceh barat daya -Pasar Blang Pidie aceh barat daya -Meudang Ara aceh barat daya -Geulumpang Payong aceh barat daya -Kuta Tinggi aceh barat daya -Kedai Paya aceh barat daya -Baharu aceh barat daya -Lamkuta aceh barat daya -Alum Anggota aceh barat daya -Mata Ie aceh barat daya -Panton Raya aceh barat daya -Seunaloh aceh barat daya -Lhung Tarok aceh barat daya -Aso Nanggro aceh barat daya -Lhung Asan aceh barat daya -Guhang aceh barat daya -Ladang Neubok aceh barat daya -Iku Lhung aceh barat daya -Cot Mane aceh barat daya -Kuta Jeumpa aceh barat daya -Alue Sungai Pinang aceh barat daya -Alue Rambot aceh barat daya -Baru aceh barat daya -Susoh aceh barat daya -Kedai Susoh aceh barat daya -Panjang Baru aceh barat daya -Kedai P aceh barat daya -k Kerambi aceh barat daya -Ladang aceh barat daya -Padang Panjang aceh barat daya -Rubek Meupayong aceh barat daya -Cot Mancang aceh barat daya -Lampoh Drien aceh barat daya -Meunasah aceh barat daya -Blang Dalam aceh barat daya -Palak Hulu aceh barat daya -Palak Hilir aceh barat daya -Rumah Dua Lapis aceh barat daya -Durian Jangek aceh barat daya -Baharu aceh barat daya -Pinang aceh barat daya -Rumah Panjang aceh barat daya -Padang Baru aceh barat daya -Pulau Kayu aceh barat daya -Ujung Padang aceh barat daya -Pawoh aceh barat daya -Barat aceh barat daya -Durian Rampak aceh barat daya -Pantai Perak aceh barat daya -Padang Hilir aceh barat daya -Gadang aceh barat daya -Tangah aceh barat daya -Kepala Bandar aceh barat daya -Kuala Batee aceh barat daya -Lama Tuha aceh barat daya -Keudee Baro aceh barat daya -Ie Mameh aceh barat daya -Alue Pisang aceh barat daya -Krueng Batee aceh barat daya -Lhok Gajah aceh barat daya -Muka Blang aceh barat daya -Padang Sikabu aceh barat daya -Lhung Gelumpan aceh barat daya -Alue Padee aceh barat daya -Blang Panyang aceh barat daya -Kampung Tengah aceh barat daya -Blang Makmur aceh barat daya -Kuala Terubu aceh barat daya -Pasar Kuta Bahagia aceh barat daya -Panto Cut aceh barat daya -Kota Bahagia aceh barat daya -Gelanggang Gajah aceh barat daya -Babah Rot aceh barat daya -Gunung Samarinda aceh barat daya -Ie Merah aceh barat daya -Pantee Rakyat aceh barat daya -Pantee Cermin aceh barat daya -Alue Jerjak aceh barat daya -Blang Dalam aceh barat daya -Alue Peunawa aceh barat daya -Lhok Gayo aceh barat daya -Johan Pahlawan aceh barat -Suak Indrapuri aceh barat -Panggong aceh barat -Kampung Belakang aceh barat -Ujung Kalak aceh barat -Ujong Baroh aceh barat -Rundeng aceh barat -Kuta Padang aceh barat -Drien Rampak aceh barat -Gampong Darat aceh barat -Gampong Gampa aceh barat -Seuneubok aceh barat -Suak Ribee aceh barat -Suak Raya aceh barat -Suak Nie aceh barat -Lapang aceh barat -Leuhan aceh barat -Blang Beurandang aceh barat -Suak Sigadeng aceh barat -Samatiga aceh barat -Suak Pante Breuh aceh barat -Suak Seukee aceh barat -Suak Pandan aceh barat -Lhok Bubon aceh barat -Gampong Teungoh aceh barat -Suak Timah aceh barat -Cot Darat aceh barat -Pucok Lueng aceh barat -Alue Raya aceh barat -Cot Pluh aceh barat -Cot Mesjid aceh barat -Cot Seulamat aceh barat -Cot Seumeureng aceh barat -Paya Lumpat aceh barat -Ujong Nga aceh barat -Gampong Ladang aceh barat -Cot Lampise aceh barat -Pinem aceh barat -Rangkileh aceh barat -Cot Amun aceh barat -Reusak aceh barat -Deuah aceh barat -Mesjid Baro aceh barat -Leukeun aceh barat,Lubok aceh barat -Krueng Tinggai aceh barat -Pange aceh barat -Keureuseng aceh barat -Bubon aceh barat -Rambong aceh barat -Beurawang aceh barat -Kuta Padang aceh barat -Layung aceh barat -Alue Bakong aceh barat -Alue Lhok aceh barat -Gunong Panah aceh barat -Seumuleng aceh barat -Kuala Pling aceh barat -Ulee Blang aceh barat -Seuneubok Trap aceh barat -Liceh aceh barat -Cot Keumuneng aceh barat -Suak Pangkat aceh barat -Peulanteu Sp aceh barat -Cot Lada aceh barat -Blang Sibeutong aceh barat -Arongan Lambalek aceh barat -Keub aceh barat -Peuribu aceh barat -Teupin Peuraho aceh barat -Kubu aceh barat -Seuneubok Lueng aceh barat -Drien Rampak aceh barat -Cot Buloh aceh barat -Simpang Peut aceh barat -Rimba Langgeh aceh barat -Seuneubok Teungoh aceh barat -Gunong Pulo aceh barat -Karang Hampa aceh barat -Peulanteu Lb aceh barat -Ujong Simpang aceh barat -Panton Makmur aceh barat -Panton aceh barat -Bahagia aceh barat -Cot Jurumudi aceh barat -Alue Sundak aceh barat -Alue Bagok aceh barat -Alue Batee aceh barat -Woyla aceh barat -Ie Itam Baroh aceh barat -Ie Itam Tunong aceh barat -Cot Murong aceh barat -Padang Jawa aceh barat -Ranto Panyang aceh barat -Gempa Raya aceh barat -Cot Lagan Cm aceh barat -Aron Baroh aceh barat -Pasi Pandan aceh barat -Aron Tunong aceh barat -Pasi Aceh aceh barat -Lhung Teungku Yah aceh barat -Paya Dua aceh barat -Suak Tring aceh barat -Glee Siblah aceh barat -Darul Huda aceh barat -Paya Luah aceh barat -Gunong Rambong aceh barat -Lueng Buloh aceh barat -Lueng Tanoh Tho aceh barat -Lueng Jawa aceh barat -Tingkeum Panyang aceh barat -Kuala Bhee aceh barat -Pasi Lunak aceh barat -Bakat aceh barat -Cot Keumudee aceh barat -Alue Blang aceh barat -Blang Mee aceh barat -Keuleumbah aceh barat -Jawa aceh barat -Alue Panyang aceh barat -Pulo Ie aceh barat -Pasi Ara Kb aceh barat -Gunung Hampa aceh barat -Alue Sikaya aceh barat -Drin Mangko aceh barat -Seumantok aceh barat -Cot Situah aceh barat -Pasi Birah aceh barat -Panton aceh barat -Alue Sundak aceh barat -Teumarom aceh barat -Jawi aceh barat -Woyla Barat aceh barat -Alue Leuhob aceh barat -Blang Luah Lm aceh barat -Pasi Male aceh barat -Napai aceh barat -Blang Cot Mameh aceh barat -Kulam Kaju aceh barat -Lhok Male aceh barat -Cot Rambong aceh barat -Lubuk Pasi Ara aceh barat -Ulee Pasi Ara aceh barat -Cot Lagan Lm aceh barat -Lueng Baro aceh barat -Alue Perman aceh barat -Blang Cot Rubek aceh barat -Peuluekung aceh barat -Pasi Jeut aceh barat -Mon Pasong aceh barat -Pasi Mali aceh barat -Karak aceh barat -Pasi Panyang aceh barat -Alue Keumuneng aceh barat -Ulee Pulo aceh barat -Ie Sayang aceh barat -Simpang Teumarom aceh barat -Woyla Timur aceh barat -Cot Punti aceh barat -Pasi Janeng aceh barat -Tangkeh aceh barat -Paya Meugeundrang aceh barat -Blang Luah Kb aceh barat -Alue Empeuk aceh barat -Rambong aceh barat,Gampong Baro Wt aceh barat -Pasi Ara Wt aceh barat -Keubeu Capang aceh barat -Paya Baro aceh barat -Alue Bilie aceh barat -Tuwi Empeuk aceh barat -Alue Meuganda aceh barat -Gampong Baro Kb aceh barat -Lubok Panyang aceh barat -Seuradeuk aceh barat -Blang Makmur aceh barat -Bukit Megajah aceh barat -Blang Dalam aceh barat -Teumiket Ranom aceh barat -Alue Kuyuen aceh barat -Kaway XVI aceh barat -Marek aceh barat -Pasi Teungoh aceh barat -Pasi Jambu aceh barat -Alue Tampak aceh barat -Tumpok Ladang aceh barat -Paya Baro Meuko aceh barat -Meunasah Ara aceh barat -Meunasah Rayeuk aceh barat -Meunasah Buloh aceh barat -Padang Mancang aceh barat -Mesjid aceh barat -Keude Aron aceh barat -Peunia aceh barat -Simpang aceh barat -Beureugang aceh barat -Blang Geunang aceh barat -Muko aceh barat -Tanjong Bunga aceh barat -Putim aceh barat -Meunasah Rambot aceh barat -Alue On aceh barat -Pasi Jeumpa aceh barat -Palimbungan aceh barat -Pasi Meugat aceh barat -Puuk aceh barat -Meunasah Gantung aceh barat -Pungkie aceh barat -Babah Meulaboh aceh barat -Menuang Tanjong aceh barat -Tanjong Meulaboh aceh barat -Blang Dalam aceh barat -Alue Peudeung aceh barat -Pasi Ara aceh barat -Keude Tanjong aceh barat -Pucok Pungkie aceh barat -Pasi Kumbang aceh barat -Teupin Panah aceh barat -Drien Calee aceh barat -Alue Lhee aceh barat -Teuladan aceh barat -Sawang Teubee aceh barat -Alue Lhok aceh barat -Padang Sikabu aceh barat -Gunung Mata Ie aceh barat -Babah Krueng Manggie aceh barat -Blang Balee aceh barat -Lek Lek aceh barat -Gampong Baro aceh barat -Meutulang aceh barat -Manggie aceh barat -Tamping aceh barat -Cot Manggie aceh barat -Kuala Manye aceh barat -Tuwi Buya aceh barat -Ujong Raja aceh barat -Mugo Cut aceh barat -Mugo Rayeuk aceh barat -Baro Paya aceh barat -Sibintang aceh barat -Blang Teungoh aceh barat -Antong aceh barat -meureubo aceh barat -Peunaga Cut Ujong aceh barat,Gunong Kleng aceh barat -Peunaga Pasi aceh barat -Peunaga Rayeuk aceh barat -aya Peunaga aceh barat -Langung aceh barat -Meureubo aceh barat -Ujong Drien aceh barat -Pasi Pinang aceh barat -Ujong Tanjong aceh barat -Bukit Jaya aceh barat -Buloh aceh barat -Ranto Panyang Timur aceh barat -Ranto Panyang Barat aceh barat -Mesjid Tuha aceh barat -Ujong Tanoh Darat aceh barat -Ranub Dong aceh barat -Pasi Mesjid aceh barat -Pulo Teungoh Ranto aceh barat -Balee aceh barat -Sumber Batu aceh barat -Pasi Aceh Baroh aceh barat -Pasi Aceh Tunong aceh barat -Reudeup aceh barat -Pucok Reudeup aceh barat -Paya Baro Ranto Panyang aceh barat -Pantai Ceureumen aceh barat -Tegal Sari aceh barat -Krueng Beukah aceh barat -Berdikari aceh barat -Suwak Awe aceh barat -Gunong Tarok aceh barat -Babah Krueng Teklep aceh barat -Lhok Sari aceh barat -Lhok Guci aceh barat -Keude Suwak Awe aceh barat -Sawang Rambot aceh barat -Menuang Kinco aceh barat -Seumara aceh barat -Seumantok aceh barat -Manjeng aceh barat -Pante Ceureumen aceh barat -Pulo Teungoh Manyeng aceh barat -Keutambang aceh barat -Canggai aceh barat -Lawet aceh barat -Lango aceh barat -Babah Lueng aceh barat -Babah Iseung aceh barat -Alue Keumang aceh barat -Jambak aceh barat -Sikundo aceh barat -Sungai Mas aceh barat -Tuwi Saya aceh barat -Lueng Baro aceh barat -Sipot aceh barat -Gaseu aceh barat -Leubok Beutong aceh barat -Pungkie aceh barat -Gunong Bulo aceh barat -Ramitie aceh barat -Gleung aceh barat -Tanoh Mirah aceh barat -Drien Sibak aceh barat -Sakuy aceh barat -Kajeung aceh barat -Geudong aceh barat -Tungkop aceh barat -Sarah Perlak aceh barat -Lancong aceh barat -Tutut aceh barat -Lhoong -Pasi -Glee Bruek -Meunasah Cot -Cundien -Gapui -Monmata -Keutapang -Lamsujen -Lamjuhang -Lamgeuriheu -Umong Seuribee -Lamkuta Blangmee -Teungoh Blangmee -Baroh Blangmee -Jantang -Meunasah Krueng Kala -Kareung -Biriek -Seungko Mulat -Baroh Kruengkala -Tunong Kruengkala -Paroi -Mon Ikeun -Naga Umbang -Lambaro Kueh -Lam Ateuk -Aneuk Paya -Lampaya -Lamkruet -Weu Raya -Meunasah Moncut -Meunasah Manyang -Meunasah Karieng -Lamgaboh -Tanjong/Lamcok -Kueh -Nusa -Seubun Keutapang -Seubun Ayon -Lambaro Seubun -Meunasah Mesjid Lamlhom -Meunasah Baro -Meunasah Mesjid Lampuuk,Meunasah Balee -Meunasah Lamgirek -Meunasah Beutong -Leupung -Layeun -Pulot -Lamseunia -Meunasah Bak Ue -Deah Mamplam -Indrapuri -Aneuk Glee -Lam Ilie Ganto -Lam Ilie Teungoh -Reukih Dayah -Krueng Lamkareung -Riting -Lampanah Tunong -Lampanah Baroh -Lampanah Teungoh -Lampanah Dayah -Lampanah Ranjo -Seuot Tunong -Sihom Cot -Sihom Lhok -Sinyeu -Seuot Baroh -Pasar Indrapuri -Indrapuri -Reukih Keupula -Lamlubok -Lam Ilie Mesjid -Empee Ara -Ulee Kareung -Seureumo -Meunara -Lingom -Lambunot -Lam Siot -Ulee Oe -Jruek Bak Kreh -Jruek Balee -Grot Manyang -Grot Baro -Mon Alue -Grot Blang -Seulangai -Lampupok Baro -Lampupok Raya -Lam Beutong -Limo Lamlueng -Limo Mesjid -Limo Blang -Cot Kareung -Cureh -Lheue Jeumpa -Meusale Lhok -Lam Lueng -Meureu Ulee Titi -Mereu Bueng-U -Mureu Baro -Mureu Lam Glumpang -Manggra -Kuta Cot Glie -Bak Sukon -Siron Krueng -Siron Blang -Bueng Simek -Bithak -Tutue -Pakuk -Pasar Lampakuk -Sigapang -Keuruweung Krueng -Keuruweung Blang -Glee Jai -Kabupaten Asahan sumatra barat medan -Batu Bara sumatra barat medan -Binjai sumatra barat medan -Dairi sumatra barat medan -Deli Serdang sumatra barat medan -Gunungsitoli sumatra barat medan -Humbang Hasundutan sumatra barat medan -Karo sumatra barat medan -Labuhan Batu sumatra barat medan -Labuhan Batu Selatan sumatra barat medan -Labuhan Batu Utara sumatra barat medan -Langkat sumatra barat medan -Mandailing Natal sumatra barat medan -Nias sumatra barat medan -Nias Barat sumatra barat medan -Nias Selatan sumatra barat medan -Nias Utara sumatra barat medan -Padang Lawas sumatra barat medan -Padang Lawas Utara sumatra barat medan -Padang Sidempuan sumatra barat medan -Pakpak Bharat sumatra barat medan -Pematang Siantar sumatra barat medan -Medan sumatra barat medan -Samosir sumatra barat medan -Serdang Bedagai sumatra barat medan -Sibolga sumatra barat medan -Simalungun sumatra barat medan -Tanjung Balai sumatra barat medan -Tapanuli Selatan sumatra barat medan -Tapanuli Tengah sumatra barat medan -Tapanuli Utara sumatra barat medan -Tebing Tinggi sumatra barat medan -Toba Samosir sumatra barat medan -Kota Lubuklinggau Sumatra Selatan -Kota Pagar Alam Sumatra Selatan -Kota Palembang Sumatra Selatan -Kota Prabumulih Sumatra Selatan -Kabupaten Banyuasin Sumatra Selatan -Kabupaten Empat Lawang Tebing Tinggi Sumatra Selatan -Kabupaten Lahat Lahat Sumatra Selatan -Kabupaten Muara Enim Muara Enim Sumatra Selatan -Kabupaten Musi Banyuasin Sekayu Sumatra Selatan -Kabupaten Musi Rawas Muara Beliti Baru Sumatra Selatan -Kabupaten Musi Rawas Utara Rupit Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Ilir Indralaya Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Komering Ilir Kota Kayu Agung Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Komering Ulu Baturaja Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Muaradua Sumatra Selatan -Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Martapura Sumatra Selatan -Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Talang Ubi Sumatra Selatan -Agam Lubuk Basung sumatra utara -Dharmasraya Pulau Punjung sumatra utara -Kepulauan Mentawai Tuapejat sumatra utara -Lima Puluh Kota Sarilamak sumatra utara -Padang Pariaman Parit Malintang sumatra utara -Pasaman Lubuk Sikaping sumatra utara -Pasaman Barat Simpang Empat sumatra utara -Pesisir Selatan Painan sumatra utara -Sijunjung Muaro Sijunjung sumatra utara -Solok Arosuka sumatra utara -Solok Selatan Padang Aro sumatra utara -Tanah Datar Batusangkar sumatra utara -Kota Bukittinggi -sumatra utara -Kota Padang -sumatra utara -Kota Padangpanjang -sumatra utara -Kota Pariaman -sumatra utara -Kota Payakumbuh -sumatra utara -Kota Sawahlunto -sumatra utara -Kota Solok -Berkualitas -Terpercaya -Murah -Unik -Cantik -Lucu -Modern -Berkualitas -Elegan -Mewah -Online -Cenderamata -Pernikahan -Ulang Tahun -PT -Kantor -Hotel - Perusahaan -Termurah -Nikah -Aqiqah -Pengajian -Online Shop -Indonesia -Singapura -Malaysia -Terbaru -Perkawinan -SundaKecil -Bali -Denpasar -NusaTenggaraTimur -Kupang -NusaTenggaraBarat -Mataram -lombok -cina -Jepang