Tidak heran, banyak orang yang tidak menyukai sahabat atau keluarga yang mempunyai sifat pelit ini. Bahkan, orang yang pelit sendiri tidak suka kalau orang lain pelit kepadanya. Selain tidak disukai manusia, perilaku kikir ini juga tidak disukai Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW bersabda, moral pelit dihentikan ada dalam diri seorang mukmin. Pasalnya dapat mendatangkan musibah. Bahkan, ada beberapa orang dari umat terdahulu yang binasa jawaban kekikirannya. Berikut selengkapnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda “Ada moral yang keduanya dihentikan ada dalam diri seorang mukmin, yaitu adat jelek dan kikir.” (HR. Tirmidzi)
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Ada dua macam adat yang disukai oleh Allah SWT, dan dua macam adat yang dibenci oleh-Nya. Dua adat yang disukai Allah SWT yaitu bahagia memberi dan berani. Dua adat yang tidak disukai oleh-Nya yaitu adat yang jelek dan kikir. Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia menjadikannya sebaik amal yang selalu memenuhi keperluan-keperluan orang banyak.” (HR. Baihaqi).
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Takutlah kalian terhadap perbuatan aniaya, alasannya yaitu bersama-sama aniaya itu yaitu kegelapan pada hari kiamat. Dan takutlah kalian terhadap perilaku kikir, alasannya yaitu bersama-sama kikir itu membinasakan orang-orang sebelum kalian. Juga mendorong mereka mengalirkan darah mereka sendiri, dan menghalalkan kehormatan mereka,” (HR. Muslim)
Ada beberapa orang dari umat terdahulu yang binasa jawaban kekikirannya. Salah satunya yaitu Qorun yang hidup pada masa Nabi Musa AS. Ia beserta hartanya karenanya karam ditelan bumi, alasannya yaitu tidak mau bersedekah dan tidak mau membayar zakat. Sebelum petaka besar yang membinasakannya tersebut, harga diri dan kehormatan Qorun sudah diinjak-injak oleh orang-orang dari kalangannya sendiri yang seharusnya Ia nafkahi. Kaprikornus perilaku kikir selain tercela juga mendatangkan musibah.
Sifat pelit atau kikir ini muncul alasannya yaitu suudzon atas rezeki yang dijanjikan Allah SWT. Mereka menerka dengan gampang menyebarkan kepada orang lain maka hartanya akan habis. Hal ini tentu bertentangan dengan prinsip sedekah, dimana semakin banyak dikeluarkan akan semakin banyak Allah SWT menambahkan.
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah Rasulullah saw bersabda, "Tidak ada hari dikala seorang hamba memasuki waktu pagi kecuali kedua malaikat berdoa. Salah satunya berdoa, 'Ya Allah berilah kepada orang yang beramal gantinya.' Dan malaikat yang satu berdoa, 'Ya Allah berikan kepada orang yang pelit kehancuran."' (HR. Bukhari- Muslim)
Kikir dalam makna hadist di atas berdasarkan Al-Malla ‘Ali al-Qari yaitu orang-orang yang pelit menawarkan kebaikan dan harta kepada orang lain. Sementara itu Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menyampaikan kalau kata “hancurkanlah”memiliki makna bahwa harta itu sendiri yang hancur atau pemilik harta tersebut. Maksudnya yaitu hilangnya kebaikan alasannya yaitu sibuk dengan yang lainnya.

Posting Komentar