Diantaranya bisa berbicara ketika usianya masih bayi, menyembuhkan orang yang buta, bahkan Beliau bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia. Hal ini menjadi celah bagi Iblis untuk membuatnya terpedaya.
Pada suatu ketika, Iblis menemui Nabi Isa AS untuk menyesatkannya. Perkataan Iblis bertujuan membuatnya terlena. Namun, Nabi Isa menolaknya. Lalu, datanglah malaikat memukul Iblis sampai terpental sejauh pancaran sinar matahari. Seperti apa kisahnya?
Perbincangan Nabi Isa AS dan Iblis ini berkisar perihal kemampuan yang dimiliki oleh sang Nabi. Dijelaskan dalam Alquran, kalau Nabi Isa bisa berbicara ketika masih dalam buaian, sang Nabi juga bisa menyembuhkan orang yang buta semenjak lahir, bahkan Ia juga bisa mengeluarkan dan menghidupkan orang mati dalam kubur. Hal ini dijelaskan dalam Quran Surat Al-Maidah:110 yang artinya.
110. Ingatlah[1], ketika Allah berfirman, "Wahai Isa putra Maryam! Ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu[2] sewaktu Aku menguatkanmu dengan Rohulkudus[3]. Kamu sanggup berbicara[4] dengan insan di waktu masih dalam buaian dan sehabis dewasa[5]. Dan ingatlah ketika Aku mengajarkan menulis[6] kepadamu, (juga) Hikmah[7], Taurat dan Injil. Dan ingatlah ketika kau membentuk dari tanah berupa burung dengan seizin-Ku, kemudian kau meniupnya, kemudian menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan ingatlah, ketika kau menyembuhkan orang yang buta semenjak lahir dan orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku. Dan ingatlah ketika kau mengeluarkan orang mati (dari kubur menjadi hidup) dengan seizin-Ku[8]. Dan ingatlah ketika Aku menghalangi Bani Israil (dari harapan mereka membunuhmu)[9] dikala kau mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, kemudian orang-orang kafir di antara mereka berkata, "Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata." (Q.S Al-Maidah:110)
Menurut Iblis, kemampuannya tersebut merupakan sifat ketuhanan yang dimiliki oleh Nabi Isa. Laknatullah ini kemudia mendatangi Nabi Isa untuk memperdayanya. Dalam sebuah hadist dijelakan “Ketika Nabi Isa tamat megerjakan shalat di Baitul Malqis dan hendak kembali kerumahnya, yaitu ketika ia berada pada suatu jalan yang menanjak naik, tiba-tiba iblis tiba dan berkata kepadanya: Wahai Isa putra Maryam, tidak layak bagimu untuk menjadi seorang hamba. Akan tetapi, Nabi Isa tidak mempedulikan ucapan Iblis itu.
Namun iblis terus saja berusaha untuk menarik hati dan memperdayai Nabi Isa dengan mengatakan: “wahai Isa, tidak layak bagimu untuk menjadi seorang hamba.” Kemudian Nabi Isa AS berdoa kepada Allah SWT untuk memohon batuanya.
Tiba-tiba muncullah Malaikat Jibril dan Mikail di hadapannya. Ketika itu, Iblis melihat kedua malaikat itu, Iblis terkejut dan menghentikan godaanya terhadap Nabi Isa. Selanjutnya, kedua malaikat ini melindungi Nabi Isa.
Malaikat Jibril memukul iblis dengan sayapnya seraya melemparkannya ke dalam jurang yang sangat dalam. Namun Iblis tidak praktis menyerah. Ia kemudian tiba lagi dan berkata: Sudah kukatakan, kepadamu bahwa engkau tidak layak menjadi seorang hamba, alasannya kemarahan itu tidak menyerupai kemarahan seorang hamba. Aku telah megetahui apa yang akan saya terima darimu ketika engkau sedang marah. Namun bagaimana pun saya akan menyerukanmu kepada suatu hal yang memang itu ialah hak dirimu. Aku telah memerintahkan kepada semua setan untuk patuh dan taat kepadamu. Jika semua orang megetahui kalau setan-setan itu mematuhi dirimu, pasti insan akan menyembahmu. Aku tidak menyampaikan bahwa hanya engkau satu-satunya Tuhan dan tidak ada Tuhan selain engkau di alam semesta ini. Akan tetapi, yang saya inginkan ialah bahwa Allah itu menjadi Tuhan di langit sedangkan engkau menjadi Tuhan di bumi.
Ucapan Iblis ini menciptakan Nabi Isa marah, Ia kemudian berdoa dan memohon kepada Allah seraya berteriak dengan bunyi yang amat keras. Tiba-tiba malaikat Jibril, Mikail dan Israfil muncul di hadapannya seraya memandang tajam ke arah iblis.
Malaikat Israfil lantas memukul Iblis dengan sayapnya yang lebar, sampai menutupi sinar matahari. Kemudian disusul lagi dengan satu pukulan yang menciptakan Iblis terpelating ke tanah.
Lalu Iblis berkata kepada Nabi Isa: Wahai Isa, pada hari ini saya berjumpa dengan dirimu dalam keadaan yang sangat lelah. Kemudian, Malaikat Israfil kembali melemparkan Iblis ke mata air yang sangat panas. Di mata air tersebut ada tujuh malaikat yang menenggelamkannya ke dalam lumpur hitam setiap kali Iblis berusaha keluar dari sana. Demi Allah, kemudian iblis jera dan tidak pernah kembali menemui Nabi Isa.
Disadur dari Buku Kisah Para Nabi.

Posting Komentar