Benarkah Ilmu Nabi Adam As Melebihi Malaikat?
Pada awalnya, penciptaan Nabi Adam sempat dipertanyakan oleh malaikat. Dalam hadist dijelasakan kalau malaikat pernah berkata, tidaklah Tuhan Kami membuat suatu makhluk, kecuali kami lebih terpelajar darinya.
Terlebih lagi malaikat mengetahui kalau nantinya anak cucu Adam hanya akan membuat kerusakan di muka bumi. Pernyataan malaikat terkait ilmu ini pun kemudian diuji oleh Allah SWT. Lantas benarkan ilmu yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Adam AS melebihi ilmunya para malaikat?
Selain menjelaskan kalau nantinya keturunan Nabi Adam hanya akan membuat kerusakan, Allah SWT juga menjelaskan kepada malaikat perihal kelebihan Adam diatas mereka dalam hal ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman:
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam semua nama-nama(benda)” (Q.S Al-Baqarah:31).
Ibnu Abbas r.a. berkata “Allah mengajarkan Adam nama-nama semua dzat dan gerakannya, baik kecil maupun besar. Nama-nama ini yang dikenal oleh manusia, ibarat nama orang, hewan, bumi, dataran rendah, laut, gunung unta, keledai dan nama-nama lainnya”.
Berkaitan dengan hal ini, Imam Bukhari menyebutkan dari Anas Ibn Malik Rasulullah SAW pernah bersada, “Orang-orang mukmin akan berkumpul pada hari simpulan zaman seraya berkata : Andai saja ada yang memohonkan syafaat untuk kita kepada Tuhan kita. Selanjutnya mereka menemui Nabi Adam seraya berkata, “Engkau yaitu bapak moyang manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tanganNya. Dia juga telah memerintahkan para malaikat bersujud kepadamu dan mengajarkanmu nama-nama segala sesuatu...(HR. Imam Bukhari)
Hasan Al-Bashri berkata,” Ketika hendak membuat Adam, para malaikat berkata: “Tidaklah Tuhan kami membuat suatu makhluk, kecuali kami lebih mengetahui (berilmu) darinya”. Pernyataan mereka itupun diuji. Hal ini sanggup diketahui dalam firman-Nya. “Jika kau sekalian memang orang-orang yang benar”
Allah SWT kemudian berfirman, “Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat kemudian Dia berfirman; “Sebutkan kepada-Ku nama benda-benda itu kalau kau sekalian memang orang-orang yang benar.”
Akan tetapi malaikat tidak mempunyai pengetahuan atas apa yang dipertanyakan Allah SWT tersebut. Lalu, para malaikat pun menjawab:
“Maha Suci Engkau. Tidak ada yang kami ketahui selain dari yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S Al-Baqarah:32)”
Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Adam untuk menyebutkan apa saja yang ditanyakan kepadanya. Dan Nabi Adam AS pun bisa menjelaskan apa saja yang dipertanyakan Allah SWT kepadanya. Hal inilah yang kemudian membuat malaikat takjub kepada Nabi Adam AS.
Allah SWT berfirman,”Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini. Maka sesudah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu Allah berfirman: “ Bukankah sudah Kukatakan kepada kalian bahwa bergotong-royong Aku mengetahui belakang layar langit dan bumi dan mengetahui apa yang kalian tampakkan dan apa yang kalian sembunyikan” (Q.S Al-Baqarah:33).
Wallahu a'lam bishawab.
Pada awalnya, penciptaan Nabi Adam sempat dipertanyakan oleh malaikat. Dalam hadist dijelasakan kalau malaikat pernah berkata, tidaklah Tuhan Kami membuat suatu makhluk, kecuali kami lebih terpelajar darinya.
Terlebih lagi malaikat mengetahui kalau nantinya anak cucu Adam hanya akan membuat kerusakan di muka bumi. Pernyataan malaikat terkait ilmu ini pun kemudian diuji oleh Allah SWT. Lantas benarkan ilmu yang diajarkan Allah SWT kepada Nabi Adam AS melebihi ilmunya para malaikat?
Selain menjelaskan kalau nantinya keturunan Nabi Adam hanya akan membuat kerusakan, Allah SWT juga menjelaskan kepada malaikat perihal kelebihan Adam diatas mereka dalam hal ilmu pengetahuan. Allah SWT berfirman:
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam semua nama-nama(benda)” (Q.S Al-Baqarah:31).
Ibnu Abbas r.a. berkata “Allah mengajarkan Adam nama-nama semua dzat dan gerakannya, baik kecil maupun besar. Nama-nama ini yang dikenal oleh manusia, ibarat nama orang, hewan, bumi, dataran rendah, laut, gunung unta, keledai dan nama-nama lainnya”.
Berkaitan dengan hal ini, Imam Bukhari menyebutkan dari Anas Ibn Malik Rasulullah SAW pernah bersada, “Orang-orang mukmin akan berkumpul pada hari simpulan zaman seraya berkata : Andai saja ada yang memohonkan syafaat untuk kita kepada Tuhan kita. Selanjutnya mereka menemui Nabi Adam seraya berkata, “Engkau yaitu bapak moyang manusia. Allah telah menciptakanmu dengan tanganNya. Dia juga telah memerintahkan para malaikat bersujud kepadamu dan mengajarkanmu nama-nama segala sesuatu...(HR. Imam Bukhari)
Hasan Al-Bashri berkata,” Ketika hendak membuat Adam, para malaikat berkata: “Tidaklah Tuhan kami membuat suatu makhluk, kecuali kami lebih mengetahui (berilmu) darinya”. Pernyataan mereka itupun diuji. Hal ini sanggup diketahui dalam firman-Nya. “Jika kau sekalian memang orang-orang yang benar”
Allah SWT kemudian berfirman, “Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat kemudian Dia berfirman; “Sebutkan kepada-Ku nama benda-benda itu kalau kau sekalian memang orang-orang yang benar.”
Akan tetapi malaikat tidak mempunyai pengetahuan atas apa yang dipertanyakan Allah SWT tersebut. Lalu, para malaikat pun menjawab:
“Maha Suci Engkau. Tidak ada yang kami ketahui selain dari yang Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya, Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (Q.S Al-Baqarah:32)”
Allah SWT kemudian memerintahkan Nabi Adam untuk menyebutkan apa saja yang ditanyakan kepadanya. Dan Nabi Adam AS pun bisa menjelaskan apa saja yang dipertanyakan Allah SWT kepadanya. Hal inilah yang kemudian membuat malaikat takjub kepada Nabi Adam AS.
Allah SWT berfirman,”Hai Adam, beritahukan kepada mereka nama-nama benda ini. Maka sesudah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu Allah berfirman: “ Bukankah sudah Kukatakan kepada kalian bahwa bergotong-royong Aku mengetahui belakang layar langit dan bumi dan mengetahui apa yang kalian tampakkan dan apa yang kalian sembunyikan” (Q.S Al-Baqarah:33).
Wallahu a'lam bishawab.




