Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW selalu membaca surat ini sebagai pinjaman dari kejahatan insan dan setan. Diantara kita juga mungkin sering merasa ketakutan. Ada yang menghilangkannya dengan membaca Alquran, namun ada pula yang justru membawa benda-benda menyesatkan.
Jika Rasulullah SAW saja membacanya, tentu kita sebagai umatnya perlu untuk mengikutinya. Surat tersebut berjulukan al–Mu’awwidzatain. Namanya memang tidak familiar, namun sebagian besar Umat Islam hapal dengan surat ini. Seperti apa?Berikut ulasannya.
Surat al–Mu’awwidzatain ialah Surat al-Falaq dan surat an-Nas. Surat ini mempunyai kedudukan yang tinggi di dalam Alquran. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Tahukah engkau ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini, tidak pernah ada yang menyerupainya sama sekali? Kemudian ia mengatakan: Qul a’uudzu birabbil falaq Dan Qul A'udzu Birabbinnas.” (HR. Muslim)
Selain itu, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu hadits berikut,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari mata jahat jin dan manusia. Ketika turun al–Mu’awwidzatain, ia memakainya dan meninggalkan yang lain. (dihukumi shahih oleh al-Albani).
Nabi SAW selalu membacanya setiap usai menjalankan shalat wajib. Selain itu, Beliau juga membaca surat ini setiap kali akan beranjak tidur untuk menghindari gangguan jin ketika terlelap.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan saya untuk membaca al–Mu’awwidzat tiap final shalat.” (HR. Abu Dawud, dihukumi shahih oleh al-Albani)
“Wahai ‘Uqbah, bacalah keduanya setiap kau tidur dan bangun. Tidaklah seseorang dapat meminta atau berlindung dengan mirip keduanya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Khuzaimah, dihukumi hasan oleh al-Albani)
Surat Al-Falaq
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
- Katakanlah :”Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai subuh,
- dari kejahatan makhluk-Nya,
- dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
- dan dari kejahatan-kejahatan perempuan tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
- dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
- Katakanlah, “Aku berlindung kepada Rabb manusia,
- Raja manusia,
- Sesembahan manusia,
- Dari kejahatan bisikan (setan),
- Yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia,
- Dari jin dan manusia”

Posting Komentar