Namun benarkah semudah itu mendapat nirwana lewat jalan berumah tangga? Disaat cara pandang ihwal kesetaraan ada, maka perempuan merasa dirinya dan suaminya ialah sama. Keegoisan muncul, tatkala kata berbakti itu terasa berat untuk dipikul.
Akan tetapi tidak ada kata terlambat untuk meraih nirwana lewat jalan menjadi istri. Berikut ini, ialah ciri perempuan yang akan menjadi jago nirwana alasannya ialah bakti kepada suami. Apa saja? Berikut ulasannya.
Kewajiban istri untuk taat pada suami sangat utama. Bagaimana tidak, Allah SWT saja hingga menjamin nirwana bagi mereka yang berbakti pada suaminya. Rasulullah SAW juga mengatakan, kalau perilaku istri yang akan memilih dimana kelak ia ditempatkan, apakah di nirwana atau neraka.
“Perhatikanlah posisimu terhadapnya. Sesungguhnya yang memilih nirwana dan nerakamu terdapat pada (sikapmu terhadap) suamimu.” (HR. Ahmad: 18233)
Begitulah tingginya kedudukan suami dalam Islam atas istrinya. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengatakan, kalau saja ia boleh memerintahkan kepada seseorang untuk sujud, maka ia akan perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.
“Sekiranya saya boleh memerintahkan seseorang sujud kepada orang lain, maka akan saya perintahkan seorang isteri sujud kepada suaminya. Sekiranya seorang suami memerintahkan isterinya untuk pindah dari gunung ahmar menuju gunjung aswad, atau dari gunung aswad menuju gunung ahmar, maka ia wajib untuk melakukannya.” (HR. Ibnu Majah)
Sebenarnya, praktis saja bagi perempuan untuk menjadi jago surga. ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seorang perempuan selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada perempuan yang mempunyai sifat mulia ini, “Masuklah dalam nirwana melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth menyampaikan bahwa hadits ini shahih).
Kewajiban untuk menjalankan perintah Allah SWT tetap menjadi yang utama. Ketika dirinya sudah shalihah, maka akan sangat praktis baginya menuruti suaminya.
Hadist lainnya yang juga menjelaskan hal serupa, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya; “Wanita yang bagaimana yang paling baik?” Beliau menjawab: “Jika dipandang (suami) ia menyenangkan, kalau diperintah ia taat, dan ia tidak menyelisihi suaminya dalam perkara-perkara yang dibencinya, baik dalam diri maupu harta” (HR. Ahmad)
Dari hadist diatas terlihat sangat praktis sekali mendapat surga. Namun benarkan faktanya demikian? Berapa banyak perempuan yang memulai hari dengan cemberut dan menciptakan suami tidak senang? Yang dandanan dihadapan suami sangat biasa saja, sedangkan ketika kondangan berdandan begitu istimewa. Bagaimana perilaku para istri ketika suaminya minta diambilkan minum, handuk dan lain sebagainya. Apakah eksklusif dilaksanakan atau disertai dengan omelan? Itu ialah teladan kecil yang praktis namun sulit dilaksanakan.
Surga itu mahal. Mendapatkannya tidak akan semudah yang dibayangkan. Meskipun kedengarannya praktis untuk memperoleh nirwana bagi seorang istri, namun realitanya cukup sulit. Apalagi ketika pekerjaan rumah tangga berbenturan dengan kebutuhan suami. Belum lagi, ada anak yang masih harus diurusi. Semua merasa terabaikan. Namun bukan berarti istri harus berhenti belajar. Kehidupan sejatinya ialah proses untuk bermetamorfosis yang lebih baik
Ciri lainnya juga pernah dijelaskan oleh Rasulullah SAW. Dari Abdullah bin Abbas r.a, Rasulullah SAW bersabda :
" Maukah kuberitahukan kepada kalian ihwal istri-istri kalian yang termasuk penghuni nirwana ? yaitu perempuan yang mecintai suaminya, mempunyai banyak anak, dan selalu meminta maaf kepada suaminya. Jika ia menyakiti atau disakiti, ia segera mendatangi suaminya dan memegang tangannya, kemudian berkata : Demi Allah, saya tidak akan tidur sebelum engkau ridha kepadaku." (HR Al-Nasa'i)
Rasa cinta sesudah menjalani rumah tangga ada pasang surutnya. Tidak semua istri bisa konsisten terhadap rasa tersebut tanpa dipupuk. Dari hadist diatas dijelaskan bahwa salah satu ciri istri yang akan menjadi penghuni daerah terindah ialah perempuan yang mecintai suaminya. Jika sudah mencintainya, biasanya perempuan akan taat dan berbakti.
Dijelaskan pula kalau perempuan jago nirwana salah satu cirinya ialah meminta maaf kepada suaminya baik ia salah maupun tidak. Hal ini tentu sulit sekali bukan? Namun mengapa demikian? Perlu diketahui kalau pria karakternya gengsinya tinggi, ia tidak akan meminta maaf duluan kepada istrinya meskipun salah.
Cobalah ketika suami atau istri yang berbuat salah, kemudian ia segera mendatangi suaminya dan memegang tangannya, kemudian berkata : Demi Allah, saya tidak akan tidur sebelum engkau ridha kepadaku, bisa dipastikan kalau suami akan berkata, “tidak, saya yang salah. ”
Itulah mengapa syariat tiba memandu untuk mengambil hati pasangan. Penjelasan diatas tentu perlu kesabaran untuk dilaksanakan oleh para istri. Percayalah bahwa buah kesabaran ini nantinya ialah nirwana yang sudah dijanjikan. Terimakasih sudah membaca.

Posting Komentar