Namun tahu kah anda jikalau Rasulullah SAW sangat takut jikalau terjadi gerhana? Beliau bahkan hingga beristigfar dan salat dalam waktu yang lama. Hal ini tentu berbeda dengan umatnya kini justru menanti kejadian alam ini.
Ternyata gerhana bukan kejadian alam biasa. Kejadian ini berdasarkan Rasul merupakan kekuasaan Allah SWT untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Bisa jadi menjadi tanda datangnya azab, atau semakin dekatnya hari kiamat. Seperti apa lengkapnya?
Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu menuturkan, ”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi lantas bangun takut kerana khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga dia pun mendatangi masjid kemudian dia mengerjakan solat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat dia melaksanakan solat sedemikian rupa.”
Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda,”Sesungguhnya ini yaitu gejala kekuasaan Allah yang ditunjukkan-Nya. Gerhana tersebut tidaklah terjadi kerana kematian atau hidupnya seseorang. Akan tetapi Allah mengakibatkan demikian untuk menakuti hamba-hamba-Nya. Jika kalian melihat sebahagian dari gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk berzikir, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah.” (HR Muslim 912).
Menurut klarifikasi Imam Nawawi, ketakutan Rasulullah SAW terhadap gerhana alasannya kejadian ini menjadi salah satu menandakan datangnya hari simpulan zaman selain terbitnya matahari dari barat dan keluarnya Dajjal.
Lantas bagaimana seharusnya perilaku kita jikalau terjadi gerhana baik matahari atau bulan? Apakah kita merasa takut akan kejadian yang dibentuk Allah SWT untuk menakuti hamba-Nya. Atau malah biasa-biasa saja meski ini menjadi menandakan alam yang menakutkan.
Hendaknya seorang mukmin merasa takut kepada Allah, khawatir akan tertimpa adzab-Nya. Nabi saja sangat takut ketika itu, padahal kita semua tahu bersama bahwa dia yaitu hamba yang paling dicintai Allah.
Salah satu hal yang dapat kita lakukan ketika terjadi gerhana matahati atau bulan yaitu shalat gerhana. Ini juga yang diperintahkan Rasulullah SAW disaat terjadi gerhana pada masanya.
"Jika kalian melihat kedua gerhana yaitu gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan salat", (HR Bukhari).
Hadis tersebut berasal dari Aisyah Radhiyallahu 'Anha. " Aisyah radhiyallahu ‘anha menuturkan bahwa pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari.
Beliau kemudian mengutus seseorang untuk menyeru ‘Ash sholatu jami'ah’ (mari kita lakukan shalat berjama’ah). Orang-orang lantas berkumpul. Nabi kemudian maju dan bertakbir.
Beliau melaksanakan empat kali ruku’ dan empat kali sujud dalam dua raka’at."
Semoga kita tidak melewatkan kejadian alam ini dengan aktivitas yang sia-sia. Terimakasih sudah membaca.

Posting Komentar