Tidak pernah kering dan terus mengalir bahkan sehabis dikonsumsi oleh jutaan umat yang melaksanakan ibadah haji ataupun umroh. Dikisahkan bahwa sumur ini berasal dari hentakan kaki Nabi Ismail yang kala itu kehausan.
Namun ternyata, bahwasanya sumur Zam-Zam ini berasal dari galian malaikat Allah SWT. Kisahnya diabadikan dalam sebuah hadist. Lantas bagaimanakah dongeng kemunculan sumur ini dan siapakah malaikat yang dimaksud? Berikut isu selengkapnya.
Dikisahkan dahulunya Nabi Ibrahim As meninggalkan istri dan anaknya di tengah gurun pasir yang tandus demi menjalankan perintah dari Allah SWT. Dengan perbekalan seadaannya, istirnya yang berjulukan Siti Hajar bertahan hidup.
Namun ternyata, perbekalan tersebut usang kelamaan habis. Ditambah lagi Ismail kecil yang menangis lantaran mulai kehausan. Hal ini menciptakan Hajar berusaha mencari orang yang sanggup membantunya. Ia kemudian berlari dari bukit Shafa ke bukit Marwah untuk mencari air. Namun balasannya nihil.
Akan tetapi, dikala mendekati Marwah, dirinya mendengar sebuah suara. Kemudian, ia berupaya lagi untuk mendengar bunyi tersebut, dan ia berhasil melakukannya. Dalam sebuah riwayat, dijelaskan mengenai tragedi tersebut.
“Ini yaitu tragedi yang mendasari tradisi jemaah haji berjalan antara Safa dan Marwah. Ketika Siti Hajar (r.a.) mencapai bukit Marwa (untuk terakhir kali), ia mendengan sebuah suara, kemudian ia membisu dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia mendengar suatu itu terus-menerus dan berkata, “Wahai (siapapun engkau)! Engkau telah membuatku mendengarkan suaramu; apakah kau mempunyai sesuatu yang sanggup membantuku?” Dan ajaib! Ia melihat satu malaikat di lokasi Zam-Zam, sedang menggali tanah dengan tumitnya (atau sayapnya), sampai airnya memancar dari daerah itu. Ia kemudian membentuk tangannya menyerupai mangkuk, dan mulai mengisi daerah air minumnya yang terbuat dari kulit dengan air memakai tangannya, dan air itu kemudian mengalir keluar sehabis ia menciduk sebagian di antaranya.” (Hadist Sahih Bukhari: Volume 044, Kitab 055, Hadits 583)
Ketika itu, air zam-zam yang keluar sangatlah banyak. Hal tersebut menciptakan Siti Hajar mencoba untuk membendungnya dengan mennggunakan tanah yang berada di sekitanya.
“Jika ia (Siti Hajar) telah meninggalkan air itu, (mengalir secara alami tanpa campur tangannya), maka air itu akan mengalir di atas permukaan bumi.” (Shahih Bukhari: Volume 044, Buku 055, Hadits 583)
Ternyata malaikat yang di maksud dalam dongeng ini yaitu malaikat Jibril. Ia diperintahkan oleh Allah untuk menggali sumur Zam-Zam semoga memadamkan rasa haus yang dialami oleh Ismail kecil. Ternyata ada begitu banyak manfaat yang sanggup diperoleh ketika kita mengkonsumsi air zam-zam ini.
“Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud semoga sembuh dari penyakitmu, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya merasa kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya semoga hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia yaitu air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah, dari Ibnu Abbas).
Demikianlah dongeng mengenai malaikat yang menggali sumur Zam-Zam yang terus mengalir sampai kini. Percayalah bahwa Allah senantiasa menolong hamba-Nya yang mengalami kesulitan dan tidak ada yang mustahil bagi-Nya.

Posting Komentar