Sama persis kayak fitness baik dari segi nutrisi maupun latihan. Akan ada seseorang di dunia fitness yang ingin menjadi unik dan alhasil ia fokus pada satu aspek ekspresi dominan menyerupai diet puasa atau bahkan diet Ketogenic. Dalam artikel ini, gua akan menjelaskan segala hal yang kalian butuh tahu wacana Ketogenic diet biar tidak galau atau salah tangkap.
What is the Ketogenic Diet?
Logikanya begini, salah satu penyebab serangan epilepsi adalah banyaknya glukosa yang dicerna dari karbohidrat dalam tubuh. Jika seseorang menerapkan diet ketogenic yang membatasi asupan karbohidrat, sang pasien lebih jarang terkena serangan epilepsi [3].
What is the Ketogenic Diet - Continued
3 Jenis Ketone Bodies |
STOP SEBENTAR
Apakah Manfaat dari Ketogenic Diet?
- Dietnya membuat kita merasa lebih kenyang [19]
Pada umumnya, diet ketogenik yang diubah untuk kepentingan bakar lemak dan membuat otot itu sangat tinggi protein. Protein terbukti lebih memenuhi perut dan sulit dicerna kalau dibandingkan dengan karbohidrat. Efek alhasil yakni perasaan lebih kenyang dan ini sanggup mempunyai kegunaan ketika kalian lagi cutting. - Biasanya asupan protein lebih tinggi dan mencegah penyusutan otot ketika cutting.
Banyak orang yang turun berat mendadak niscaya mengalami penyusutan otot juga. Asupan protein yang cukup akan mencegah penyusutan otot dan diet ketogenik intinya memang banyak protein. - Diet Ketogenik sanggup Bermanfaat untuk Penderita Type 2 Diabetes [20]
Pada dasarnya duduk kasus utama yang dialami penderita diabetes yakni kadar gula darah yang sulit dikontrol lantaran asupan karbohidrat atau gula dalam diet. Diet ketogenik tidak memakai karbohidrat dan sanggup dipakai untuk membantu penderita diabetes dengan supervisi dokter.
Apakah Ketogenic Diet lebih Efektif utk Menurunkan Berat Badan?
Sekali lagi anda harus ingat prinsip TDEE dan kalori yang merupakan penentu utama perubahan berat tubuh dan pembakaran lemak.
Bayangin ada dua orang.
Satu menerapkan diet ketogenik, jadi makan karbohidratnya dikit sekali.
Yang satu lagi diet biasa.
Kedua orang tersebut mengatur kebutuhan protein dan kalorinya sesuai sasaran fitness yaitu turun berat dan bakar lemak. Hasil alhasil tidak beda jauh [5] [6] [7].
Akan tetapi orang-orang yang menerapkan ketogenic diet akan mengalami penurunan berat CEPAT, sekitar 2-4kg dalam waktu 1-2 hari saja (karena WATER WEIGHT).
Tidak banyak orang sadar bahwa merubah berat tubuh dalam waktu pendek itu sangat mudah.
Tapi berat yang berubah yakni berat air dan bukan berat lemak maupun otot.
BRO LO NGAPAIN NGOMONGIN AIR?
Karena orang yang menjalankan diet ketogenik dengan benar sanggup pribadi turun berat 3kg dalam waktu 1-2 hari, tapi itu berat air [8] dan harus gua jelasin prinsipnya...
Ingat tadi gua menjelaskan bahwa dalam diet ketogenik, kita tidak memakan karbohidrat yang alhasil dicerna menjadi glukosa. Glukosa ini akan disimpan dalam otot sebagai energi cadangan yang disebut Glikogen.
(Jangan panik, glikogen itu cuman glukosa yang udah disetor dalam sel otot kalian)
Untuk setiap 1 gram glukosa yang disetor dalam otot, butuh sekitar 3 hingga 4 gram air juga. Tapi dalam diet ketogenik kan tidak makan karbohidrat! Kaprikornus setoran glikogen dalam otot akan makin terkuras dan alhasil habis. Airnya juga akan keluar dan ini menyebabkan turun berat cukup cepat hanya pada tahap awal memulai diet ketogenik.
Hitungan kasarnya yakni sebagai berikut:
Untuk setiap kilogram berat badan, kita sanggup menyimpan kurang lebih 15 gram glikogen [9].
Dan ingat utk setiap gram glikogen, butuh 3-4 gram air.
Sebagai contoh, berat tubuh gua (15 August 2017) 82kg, berarti gua sanggup menyetor:
82 x 15 = 1230 gram glikogen.
Dalam 1 gram glikogen itu ada air setidaknya 3-4 gram.
Berarti berat air yang disimpan bersama glikogen ada sekitar 3 hingga 4 kilogram.
Nah terus bayangin contohnya tiba-tiba gua berhenti makan karbohidrat?
Apa yang akan terjadi?
Berat tubuh bakal turun 3-4 kilogram dalam waktu pesat (1-3 hari) dan banyak orang bakal pribadi seneng dan mikir "Wah! Diet ketogenik efektif banget"
But my friend, that is water weight.
Not fat.
Tiap ahad dengan defisit 3500 kalori, sanggup turun sekitar 0.3-0.6 kg lemak.
This is the only way to do it.
| https://www.instagram.com/brodibalo/?hl=en |
Apakah Ketogenic Diet lebih Efektif utk MENAIKKAN Berat Badan?
Apakah lebih efektif dibanding diet biasa yang konsumsi karbohidrat?
This needs more research sejujurnya. Pada umumnya orang yang tertarik dengan diet ketogenik ingin menurunkan berat tubuh dan memperabukan lemak.
Kalau menurut opini gua.... Akan lebih gampang utk bulking sambil makan karbohidrat.
Karena mendapat kalori dari karbohidrat itu sangat mudah.
Apakah Efek Samping atau Kontra dari Ketogenic Diet?
But... dalam dunia science and fitness... It's never that simple.
Salah satu figur fitness yang sangat gua kagumi, Menno Henselmans [12], merupakan proponen ketogenik diet yang menjelaskan bahwa performa tidak akan menurun dalam diet ketogenik [13].
Kalau hanya dipikir dengan logika... tentu diet yang masih memakai karbohidrat seharusnya lebih gampang untuk diikuti dan akan menghasilkan performa yang lebih konstan. Tetapi jikalau ada orang yang menjalankan diet ketogenik dengan benar dan latihannya mengikuti kegiatan dengan struktur cantik yang diubahsuaikan dengan dietnya, tentu masih sanggup meningkatkan performa walau mengikuti diet ketogenik.
Menurut gua faktor paling penting yakni placebo / sugesti.
Jika kalian dari awal sudah berpikir "Aduh, gua ga makan karbohidrat nih... niscaya bakal turun angkatan beban gua!", kemungkinan besar niscaya bakal beneran turun performanya.
Kekuatan psikologi itu juga sangat penting.
Orang yang tidak percaya diri ketika tanding mustahil memperlihatkan performa yang 100%.
Ini salah satu alasan mengapa professional fighters seperti Conor Mcgregor niscaya akan menghina dan menurunkan kepercayaan diri semua lawannya.
| Tentu saja fight yang penuh drama akan meningkatkan penjualan tiket juga |
Itulah imbas samping pertama diet ketogenik. Ada kemungkinan bahwa diet ketogenik akan menghipnotis performa kalian ketika berolah-raga.
Efek Samping Diet Ketogenik - Continued
- Keto-flu
Sebenernya bukan kena sakit flu beneran, tetapi gejalanya agak mirip. Bagaimanapun juga tubuh kita ini sudah terbiasa memakai karbohidrat dan glukosa sebagai sumber tenaga utama. Saat kita memaksa tubuh memakai ketone bodies sebagai materi bakar, tubuh akan mengalami gejala-gejala yang disebut keto-flu menyerupai pusing, lemes, meriang, batuk-batuk, dan diare. Penyebab tanda-tanda keto-flu ini yakni perubahan level air dalam tubuh. Ingat bahwa diet ketogenik akan menyebabkan tubuh banyak mengeluarkan air (remember glycogen) dan imbas sampingnya yakni penurunan jumlah mineral (terutama sodium, potassium, dan magnesium) dalam tubuh. Jika kalian mengalami ketoflu, silahkan konsumsi materi mineral-mineral dibawah tiap hari hingga gejalanya hilang [14]:
- 5 Gram Garam (Sekitar 1 Sdk Teh)
- 1000 milligram potassium
- 200 milligram magnesium - Konstipasi [15]
Tentu saja, jikalau kalian lagi mengurangi asupan masakan ketika mengikuti diet, niscaya frekuensi buang air besar akan berkurang. Tapi memang diet ketogenik itu kurang mengandung banyak serat dan ini sanggup menyebabkan konstipasi atau susah buang air besar. Solusinya cukup mudah, tingkatkan asupan serat dengan konsumsi banyak sayur-mayur yang berwarna hijau. Ingat bahwa wortel dan bawang tidak sanggup dikonsumsi terlalu banyak dalam diet ketogenik lantaran mengandung karbohidrat.
Efek Samping Diet Ketogenik - Continued - Kolesterol dan Lemak Jenuh
Suatu hari gua akan membuat artikel yang membahas lemak jenuh dan kolesterol dengan lebih dalam, tetapi pada ketika ini ita hanya akan membahas lemak dan kolesterol dalam konteks diet fitness saja.
My Two Cents, Opini Brodibalo wacana the Ketogenic Diet
Tetapi diet ketogenik mungkin akan menghasilkan pembakaran lemak yang agak lebih cepat jika kalian juga memastikan defisit kalori.
Kalau kalian ingin mencoba diet ketogenik, silahkan.
Tapi diet ketogenik itu butuh preparasi lebih dibanding diet biasa, so please prepare!
Jika kalian tertarik menerapkan diet ketogenik untuk alasan-alasan kesehatan lain menyerupai epilepsi, diabetes, dan mungkin kanker (in more extreme cases), silahkan konsultasi dengan dokter kalian dulu sebelum mencoba diet ini tanpa opini health professional.
Referensi
- Freeman, J., Kossoff, E., & Hartman, A. (2007). The Ketogenic Diet: One Decade Later. PEDIATRICS, 119(3), 535-543. doi:10.1542/peds.2006-2447
- Epilepsy — NEJM. (2017). New England Journal of Medicine. Retrieved 16 August 2017, from http://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMra022308
- AL, B. (2017). The ketogenic diet: uses in epilepsy and other neurologic illnesses. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 16 August 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18990309
- Stryer, Lubert (1995). Biochemistry. (Fourth ed.). New York: W.H. Freeman and Company. pp. 510–515, 581–613, 775–778
- Sacks, F., Bray, G., Carey, V., Smith, S., Ryan, D., & Anton, S. et al. (2009). Comparison of Weight-Loss Diets with Different Compositions of Fat, Protein, and Carbohydrates. New England Journal Of Medicine, 360(9), 859-873. doi:10.1056/nejmoa0804748
- Johnston CS, e. (2017). Ketogenic low-carbohydrate diets have no metabolic advantage over nonketogenic low-carbohydrate diets. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 16 August 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16685046
- Naude, C., Schoonees, A., Senekal, M., Young, T., Garner, P., & Volmink, J. (2014). Low Carbohydrate versus Isoenergetic Balanced Diets for Reducing Weight and Cardiovascular Risk: A Systematic Review and Meta-Analysis. Plos ONE, 9(7), e100652. doi:10.1371/journal.pone.0100652
- Kreitzman SN, e. (2017). Glycogen storage: illusions of easy weight loss, excessive weight regain, and distortions in estimates of body composition. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 16 August 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1615908
- Acheson KJ, e. (2017). Glycogen storage capacity and de novo lipogenesis during massive carbohydrate overfeeding in man. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 16 August 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3165600
- https://www.researchgate.net/publication/43490306_Effects_of_Carbohydrate_Restriction_on_Strength_Performance
- RR, M. (2017). Physical exercise as a modulator of adaptation to low and high carbohydrate and low and high fat intakes. - PubMed - NCBI . [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10365988 [Accessed 16 Aug. 2017].
- Henselman, M. Carbs vs Fat Research Update. [online] Retrieved from: https://bayesianbodybuilding.com/carbs-vs-fat-research-update/
- Wilson JM, e. (2017). The Effects of Ketogenic Dieting on Body Composition, Strength, Power, and Hormonal Profiles in Resistance Training Males. - PubMed - NCBI . [online] Ncbi.nlm.nih.gov. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28399015 [Accessed 16 Aug. 2017].
- Mcdonald, L. [Online]. Retrieved from: http://www.bodyrecomposition.com/nutrition/whats-causing-my-muscle-cramps.html/
- Rogovik, A. L. et al. (2010). Ketogenic diet for treatment of epilepsy. Retrieved from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2902940/
- Saturated fat and cardiovascular disease. (2017). En.wikipedia.org. Retrieved 16 August 2017, from https://en.wikipedia.org/wiki/Saturated_fat_and_cardiovascular_disease
- Bueno, Nassib Bezerra, et al. “Very-low-carbohydrate ketogenic diet v. low-fat diet for long-term weight loss: a meta-analysis of randomised controlled trials.” British Journal of Nutrition 110.07 (2013): 1178-1187.
- Brinkworth, Grant D., et al. “Long-term effects of a very-low-carbohydrate weight loss diet compared with an isocaloric low-fat diet after 12 mo.” The American journal of clinical nutrition 90.1 (2009): 23-32.
- Optimising foods for satiety - ScienceDirect. (2017). Sciencedirect.com. Retrieved 17 August 2017, from http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0924224414002386
- Yancy, W., Foy, M., Chalecki, A., Vernon, M., & Westman, E. (2005). Nutrition & Metabolism, 2(1), 34. doi:10.1186/1743-7075-2-34

Posting Komentar