Introduksi
Sejarah Diet Puasa
Dalam kalangan internasional, sangat banyak figur besar metode puasa atau Intermittent Fasting (IF) ibarat Ori Hofmekler dan bukunya The Warrior Diet, Brad Pilon (Eat Stop Eat), Greg O'Gallagher (Kinobody), dan tentu saja Martin Berkhan dari Leangains.
Menurut aku secara pribadi...
Martin Berkhan dari Leangains merupakan narasumber Ilmiah dalam konteks fitness dan puasa yang paling top di dunia ini.
| Martin Berkhan - Check his website at www.leangains.com |
Bisa dibilang tanpa Martin Berkhan, ada kemungkinan gua tidak memulai blogging perihal fitness dari sisi pandang ilmiah. Martin dari leangains merupakan pandangan gres terutama gua mulai latihan dan diet dengan serius. Dalam kondisi paling lean gua yang mengikuti kompetisi Men's Health, gua memakai metode diet Intermittent Fasting. Bahkan, hingga kini pun semenjak tahun 2012, gua sudah tidak pernah sarapan.
| Di gambar ini berat gua cuman 68kg. Sekarang berat tubuh gua 83kg tetapi tidak se-lean gambar atas HEHE |
Berarti diet puasa itu paling efektif dong bro?
No.
Diet puasa hanyalah trik supaya tubuh kita mendapat kalori lebih sedikit.
Walaupun gua sangat menyukai diet puasa...
Gua sadar bahwa keuntungannya seringkali dilebih-lebihkan oleh media dan 'guru fitness'.
Memang benar puasa ada keuntungannya dan kini kita akan membahas manfaat-manfaat tersebut.
Tapi sebelum itu.....
Jenis-jenis Diet Puasa
- Puasa Seharian (Whole Day / Alternate Day Fasting)
Hari 1 puasa
Hari 2 makan ibarat biasa
Hari 3 puasa
Hari 4 makan ibarat biasa
Dst.
Tergantung metode yang dipilih, sanggup juga puasanya 2-3 hari berturut-turut puasa. - Time Restricted Feeding / Intermittent Fasting (IF)
Hanya boleh makan dari jam 12 Siang hingga 8 Malam
Atau..
Hanya boleh makan dari jam 4 Sore hingga 8 Malam
Dst.
Jenisnya ada banyak, tetapi inti dari IF jenis diet puasa dimana ada jam tertentu dimana kita boleh makan (Eating Window). Diluar jam eating window, tidak boleh makan.
BRO! Dari banyak sekali jenis diet puasa yang disebut, manakah yang paling efektif?
Pada umumnya, semuanya memperlihatkan hasil pembakaran lemak yang sama bila tubuhnya mengalami defisit kalori.
PERHATIAN!
Diet Puasa maksudnya tidak makan / minum apapun yang mengandung kalori. Berarti tetap harus minum air dan boleh minum kopi tanpa gula atau teh tawar.
WAJIB minum air dalam diet puasa ibarat IF / ADF!
Sebenarnya Manfaat Diet Puasa itu Apa?
- Konon lebih cepat mengkremasi lemak / turun berat badan
- Konon meningkatkan Human Growth Hormone (HGH) sanggup hingga 2000%
Pertama kita bahas bakar penurunan berat tubuh dulu.
Apakah Diet Puasa Lebih Efektif atau Cepat untuk Menurunkan Berat Badan?
Tidak.
Sebuah meta-analysis yang melihat sekitar 15 studi menemukan bahwa diet yang memakai metode puasa tidak lebih efektif dibandingkan diet biasa (defisit kalori) dalam menurunkan berat tubuh [1] [8].
(Yang menulis meta-analysis ini yaitu Brad Schoenfeld [8])
Akan tetapi.. Butuh disadari bahwa penelitian puasa yang memakai insan sebagai obyek penelitian masih relatif gres dan belum sempurna. Sebagai referensi saja, kebanyakan studi tersebut menelusuri pola makan tiap orang berdasarkan ingatan mereka. Tentu saja kita semua tahu bahwa ingatan insan itu tidak sempurna; coba saja pikir, ahad lalu, pada hari Selasa, kalian sarapan apa?
Kalau kalian ingat, hebat.
Tetapi gua yakin secara umum dikuasai dari kita tidak akan ingat hingga detil.
Dengan kata lain, memang belum ada studi perbandingan diet puasa vs diet biasa yang sempurna.
Akan tetapi...
Yang penting itu bukan puasa tetapi menyesuaikan asupan kalori supaya beratnya turun [2].
Tetapi... penelitian juga memperlihatkan bahwa orang yang menerapkan puasa lebih gampang menahan rasa lapar dan biasanya lebih disiplin diet [1].
Menurut gua secara pribadi, ini yaitu faktor paling penting mengapa diet puasa biasanya niscaya memperlihatkan hasil.
Pada umumnya, mengajarkan orang untuk menghitung kalori masakan itu cukup sulit, apalagi bila orang tersebut sekolah atau bekerja. Cukup repot bila tiap hari harus menimbang makanan, menghafal / google jumlah kalori, dan menyiapkan masakan dalam bekal untuk konsumsi diluar.
Asal orangnya disiplin, cukup sulit bagi orang yang puasa untuk makan kebanyakan pada eating window mereka. Seseorang yang hanya boleh makan dari jam 12 siang hingga 8 malam tentunya akan makan lebih sedikit dibanding orang yang boleh makan seharian.
To sum things up, pada ketika ini belum ada bukti konkrit bahwa puasa itu lebih cepat / efektif dibanding diet biasa dalam perihal penurunan berat badan. Akan tetapi, riset yang membahas topik ini masih sedikit dan mungkin akan berubah dengan beriringnya waktu.
Sekarang, mari kita bahas Human Growth Hormone.
Apakah Benar Puasa Meningkatkan Human Growth Hormone?
Dari yang gua baca, benar.
Puasa sanggup meningkatkan Human Growth Hormone [5].
Tetapi apa tugas HGH dalam dunia fitness?
Banyak data memperlihatkan HGH sanggup membantu pembakaran lemak [5] [6] tetapi studi-studi tersebut juga memperlihatkan bahwa growth hormone tidak mempunyai tugas signifikan dalam performa, pembentukan otot baru, dan juga tidak mencegah penyusutan otot [5] [6].Ya benar..
HGH itu sanggup membantu sedikit dalam soal pembakaran lemak (kalau tubuh kalian defisit kalori ya) tetapi point yang ingin gua sampaikan yaitu berikut.
Efek Human Growth Hormone dalam dunia fitness itu sangat dilebih-lebihkan, apalagi oleh fitness 'guru' yang fokus diet puasa.
Sebagai referensi saja...
Banyak bodybuilders yang hingga kini masih memakai banyak sekali macam steroid untuk membentuk tubuh idaman mereka, seringkali, mereka memakai Growth Hormone dalam koleksi ramuan mereka (pro bodybuilders niscaya memakai banyak jenis steroid sekaligus).
Padahal growth hormone tidak terbukti meningkatkan penyembuhan cedera, peningkatan performa, maupun pembentukan otot baru.
| https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3781888/ |
| https://www.biolayne.com/ |
Dia juga baiklah bahwa imbas HGH itu seringkali dilebih-lebihkan.
Orang yang membahas diet puasa dan melebih-lebihkan imbas growth hormone itu hanya menentukan bagian-bagian yang terkesan 'menarik' supaya sanggup menarik perhatian orang-orang di dunia fitness.
Satu hal lagi.
Studi yang menganalisa peningkatan Growth Hormone itu tidak sanggup dijadikan referensi elok alasannya yaitu orang-orang yang diteliti tidak melaksanakan latihan fisik.
Emangnya kenapa bro?
Biochemistry and endocrinology is not that simple!
Apakah kalian tahu salah satu cara efektif untuk meningkatkan hormon yang bersifat anabolik (membuat otot) ?
LATIHAN FISIK!
Latihan fisik itu salah satu metode paling efektif untuk meningkatkan Growth Hormone [9]. Apakah subyek-subyek yang puasa akan mengalami peningkatan HGH sebanyak itu bila dibandingkan dengan orang tidak puasa juga latihan fisik? We don't know yet.
(Secara teori, harusnya orang yang puasa DAN latihan fisik mengalami peningkatan HGH lebih banyak, tetapi sekali lagi, imbas HGH seringkali dilebih-lebihkan supaya menjual produk / servis)
Yes, puasa banyak manfaatnya...
Tetapi imbas yang didapat dari meningkatnya growth hormone ketika puasa itu tidak sepenting jumlah kalori yang kalian konsumsi, jumlah protein, frekuensi latihan, waktu istirahat, kegiatan latihan dan tentu saja seberapa disiplin kalian mengikuti kegiatan latihan dan diet.
Kaprikornus Sebenarnya apa Manfaat Diet Puasa?
Tapi ada point lain yang cukup penting.
Dimana penurunan berat tubuh itu ditentukan oleh defisit kalori...puasa mungkin lebih efektif dalam pembakaran lemak.
Dalam arti..
Berat mungkin tidak turun kalau puasa tanpa mikirin kalori, tetapi puasa memang membuat kondisi ideal untuk pembakaran lemak. Penjelasannya sangat repot tetapi pada dasarnya begini.
Setelah kita makan, tubuh akan meningkatkan produksi Insulin dan Fatty Acids. Dalam kondisi ini biasanya tidak akan ada pembakaran lemak alasannya yaitu tubuh kita memakai masakan yang barusan dikonsumsi sebagai sumber energi (glucose oxidation).
So itu point pertama yang butuh dihafalin.
Setelah makan, hormon insulin meningkat dan hormon ini pada umumnya mencegah pembakaran lemak.
Jika kita membuat defisit energi, tubuh akan meningkatkan produksi hormon ibarat adrenaline yang efeknya akan membantu pembakaran lemak.
Puasa meningkatkan produksi adrenaline dan menurunkan produksi Insulin.
Kaprikornus secara teori, harusnya diet puasa lebih efektif untuk mengkremasi lemak.
Akan tetapi, belum ada studi yang meneliti subyek ini.
Ada satu studi dibawah yang gua bahas tetapi studi itu tidak tepat (nanti dijelasin kok)
Berikut yaitu beberapa manfaat diet puasa ala Intermittent Fasting / Alternate Day Fasting:
- Mungkin lebih efektif mengkremasi lemak jika ada defisit kalori
(sesuai klarifikasi diatas)
- Bisa efektif / mempunyai kegunaan untuk administrasi penderita diabetes [10]
(Jika kalian mengidap diabetes, mohon kontak dokter kalian dulu sebelum mulai diet puasa) - Bisa meningkatkan sistem imun dan kekebalan tubuh terhadap penyakit [11]
- Mungkin mencegaah penuaan tubuh (Anti-aging) [12]
- Meningkatkan HGH yang sanggup membantu pembakaran lemak sedikit
(seperti dijelaskan diatas)
______________________________________
(sesuai klarifikasi diatas)
(Jika kalian mengidap diabetes, mohon kontak dokter kalian dulu sebelum mulai diet puasa)
(seperti dijelaskan diatas)
Penutup
Puasa itu bukan MAGIC yang bakal mengkremasi lemak.
Kalau kalian puasa, tetapi tetap mendapat kalori diatas kebutuhan tubuh, berat kalian tidak akan turun dan lemak tidak akan terbakar!
Bonus Study and Discussion - Leangains Study
Grup puasa memakai prinsip latihan LEANGAINS ala Martin Berkhan yang menerapkan:
- Jam Makan sekitar 8 jam tiap hari
(Biasanya makan jam 12 siang hingga 8 malam)
- Grup Puasa mengalami pembakaran lemak yang lebih banyak dibanding grup Non-Puasa
(Ingat bahwa grup puasa makannya lebih sedikit. Kaprikornus hasil ini agak tidak adil berdasarkan gua) - Grup Puasa mengalami peningkatan kekuatan yang lebih banyak dibanding grup Non-Puasa
Hasilnya cukup konsisten dan memperlihatkan bahwa diet puasa memang sanggup dipakai untuk mengkremasi lemak dan latihan tetap fokus tambah kuat. Ingat bahwa grup puasa dalam studi ini memakai protokol Leangains Martin Berkhan. Gua sangat menyarankan kalian membaca protokol tsb: THE LEANGAINS GUIDE
- Seimon RV, Roekenes JA, Zibellini J, Zhu B, Gibson AA1, Hills AP, Wood RE, King NA, Byrne NM, Sainsbury A. Do intermittent diets provide physiological benefits over continuous diets for weight loss? A systematic review of clinical trials. Mol Cell Endocrinol. 2015 Dec 15;418 Pt 2:153-72.
- Harvie MN, Pegington M, Mattson MP, Frystyk J, Dillon B, Evans G, Cuzick J, Jebb SA, Martin B, Cutler RG, Son TG, Maudsley S, Carlson OD, Egan JM, Flyvbjerg A, Howell A. The effects of intermittent or continuous energy restriction on weight loss and metabolic disease risk markers: a randomized trial in young overweight women. Int J Obes (Lond). 2011 May;35(5):714-27.
- Trepanowski, J., Kroeger, C., Barnosky, A., Klempel, M., Bhutani, S., Hoddy, K., Gabel, K., Freels, S., Rigdon, J., Rood, J., Ravussin, E. and Varady, K. (2017). Effect of Alternate-Day Fasting on Weight Loss, Weight Maintenance, and Cardioprotection Among Metabolically Healthy Obese Adults. JAMA Internal Medicine, 177(7), p.930.
- Moro, T., Tinsley, G., Bianco, A., Marcolin, G., Pacelli, Q., & Battaglia, G. et al. (2016). Effects of eight weeks of time-restricted feeding (16/8) on basal metabolism, maximal strength, body composition, inflammation, and cardiovascular risk factors in resistance-trained males. Journal Of Translational Medicine, 14(1). doi:10.1186/s12967-016-1044-0
- Liu H, e. (2017). Systematic review: the effects of growth hormone on athletic performance. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 23 November 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18347346
- MJ, R. (2017). Claims for the anabolic effects of growth hormone: a case of the emperor's new clothes? - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 23 November 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12663349
- Sonksen, P., Holt, R., & Erotokritou-Mulligan, I. (2011). Growth hormone doping: a review. Open Access Journal Of Sports Medicine, 99. doi:10.2147/oajsm.s11626
- Schoenfeld BJ, Aragon AA, Krieger JW. Effects of meal frequency on weight loss and body composition: a meta- analysis. Nutr Rev. 2015 Feb;73(2):69-82. [PubMed]
- Craig BW, e. (2017). Effects of progressive resistance pelatihan on growth hormone and testosterone levels in young and elderly subjects. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 6 December 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2796409
- Barnosky AR, e. (2017). Intermittent fasting vs daily calorie restriction for type 2 diabetes prevention: a review of human findings. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 6 December 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24993615
- Mattson MP, e. (2017). Meal size and frequency affect neuronal plasticity and vulnerability to disease: cellular and molecular mechanisms. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 6 December 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12558961
- Bergamini E, e. (2017). The role of autophagy in aging: its essential part in the anti-aging mechanism of caloric restriction. - PubMed - NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 6 December 2017, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17934054

Posting Komentar